Halo!

Pendekar Bunga Chapter 16

Memuat...

Setidak-tidaknya Ong Peng Hin juga menyadarinya, kalau sampai dia berlaku lengah, niscaya dia akan terserang dan binasa disaat itu juga.

Inilah yang tidak diinginkan oleh Ong Peng Hin.

Sekarang melihat Thio Sun Kie telah melancarkan serangan lagi, mau tidak mau dalam keadaan terdesak Ong Peng Hin telah menggerakkan sepasang tangannya.

Dia telah menangkisnya dengan sekuat tenaga yang ada padanya.

"Bukkkk!" tempat itu telah tergetar lagi.

Dengan sendirinya, mau tidak mau tubuh Ong Peng Hin juga telah terlontar lagi ketengah udara sejauh empat tombak, saking dahsyatnya kekuatan tenaga pukulan yang dilancarkan oleh Thio Sun Kie........

Tampak Ong Peng Hin berdiri agak terhuyung, tampaknya dia begitu tergempur oleh serangan yang dilancarkan oleh kakek tua she Thio itu.

Kenyataan seperti ini memang telah membuat hati Ong Peng Hin ciut dan nyalinya mulai pecah, keberanianya, sebab orang she Ong ini merasakan dadanya agak sakit dan juga dia sudah dapat mengukur berapa tinggi tenaga dalam yang dimiliki oleh Thio Sun Kie.

Tetapi Thio Sun Kie yang tengah murka bukan main, telah mengeluarkan suara bentakan yang nyaring, dan telah melompat tinggi sckali ditengah udara, dengan gerakan Jie Liong Jo Cu (Sepasang Naga Memperebutkan Mustika), kedua tangannya itu telah digerakkan dengan berbarengan dan dari kedua telapak tangannya itu telah meluncur angin serangan yang kuat bukan main, mengandung angin serangan yang bisa mematikan.

Ong Peng Hin jadi mengeluh, karena dia melihat kalau keadaan demikian terus menerus, tentu yang akan celaka adalah dirinya.

Maka dari itu, mau tidak mau dia harus dapat berusaha, agar dapat meloloskan diri dari serangan Thio Sun Kie.

Jalan satu-satunya yang paling baik memang cepat-cepat angkat kaki dari kuil ini.

Angin serangan yang dilancarkan oleh Thio Sun Kie telah menderu-deru keras sekali, dan didalam waktu yang singkat telah hampir sampai, dengan sendirinya, Ong Peng Hin tidak memiliki banyak kesempatan untuk dapat berpikir lagi, mau tidak mau dia memang harus dapat menangkis atau mengelakkan serangan tersebut.

Di saat itulah, dengan cepat sekali, Ong Peng Hin terpaksa mengempos seluruh kekuatan yang ada padanya, dengan nekad dia telah menangkisnya.

Tidak ada jalan lain baginya, maka mau tidak mau memang dia harus menangkisnya jika tidak mau tergempur lebih hebat oleh serangan yang dilancarkan oleh Thio Sun Kie.

62 Kolektor E-Book Tetapi siapa sangka, begitu Ong Peng Hin menangkisnya, disaat dua kekuatan saling bentur ditengah-tengah udara di saat mana tenaga Thio Sun Kie telah tiba dengan kekuatan yang dahsyat bagaikan gunung yang runtuh, maka terdengarlah suara yang menggelegar keras sekali.

Ong Peng Hin merasakan dirinya seperti diterjang oleh suatu gempuran tenaga yang terlampau hebat, karena seketika itu juga dadanya dirasakan menyesak dan juga dia merasakan matanya berkunang-kunang, kepalanya berat dan juga tenaga murninya seperti juga bergolak hebat, naik sampai kedada.

Hati Ong Peng Hin jadi mencelos, karena dia tahu apa artinya dari semua yang tengah terjadi itu.

Kalau memang dia memaksakan diri untuk mempertahankan diri dari gempuran tenaga yang dilancarkan lawannya, dia pasti akan memuntahkan darah.

Dan jika hal itu terjadi, disaat dia memuntahkan darah berarti dia akan terluka hebat sekali dan akan menemui kematiannya.

Dengan nekad, dia telah mengempos seluruh sisa tenaganya, lalu dengan mengeluarkan suara bentakan, dia telah berusaha mendorong dengan mempergunakan seluruh tenaga yang ada padanya.

Membarengi mana, begitu tiba-tiba dia menarik pulang tenaga dalamnya dan melompat kesamping, menjatuhkan tubuhnya bergulingan diatas tanah! Thio Sun Kie merasakan goncangan yang cukup kuat ketika Ong Peng Hin mendorong sekuat tenaganya itu, dan dia jadi terkejut waktu tubuhnya tiba-tiba ringan, karena seluruh kekuatan tenaga dalam yang dimiliki oleh Ong Peng Hin telah ditarik pulang.

Tetapi waktu dia melihat Ong Peng Hin membuang dirinya bergulingan diatas tanah, Thio Sun Kie mendengus gusar.

"Hemmmm, mau kabur kemana kau?" bentaknya sambil melompat akan menerjang lagi.

Ong Peng Hin menyadari, biar bagai mana dia tidak mungkin menandingi kepandaian Thio Sun Kie.

Maka cepat-cepat dia mendekati jari tangannya kebibirnya dan terdengarlah suara siulan yang panjang.

Membarengi dengan suara siulannya yang panjang itu, maka dari tempat-tempat yang gelap sekeliling kuil itu telah melompat keluar belasan sosok tubuh dengan gerakan yang gesit bukan main.

Thio Sun Kie sebetulnya sedang bersiap-siap akan melancarkan serangan kepada lawannya ini, tetapi ketika dia melihat belasan sosok tubuh yang telah menerjang keluar dengan gerakan yang bukan main gesitnya,dia jadi terkejut.

Karena seketika itu juga Thio Sun Kie menyadarinya bahwa kuil Gobie-pay telah dikurung dan dikepung oleh orang-orangnya Ong Peng Hin.

Dan orang she Ong tersebut ternyata tidak datang hanya seorang diri.

Tentu saja kenyataan seperti ini telah membuat Thio Sun Kie tambah murka saja.

Dengan mengeluarkan suara teriakan yang mirip-mirip raungan kemarahan, kakek tua she Thio tersebut telah menjejakkan kakinya.

Tubuhnya dengan cepat telah mencelat ketengah udara akan melancarkan serangan yang mematikan kepada Ong Peng Hin.

Namun Ong Peng Hin sendiri rupanya menyadari akan bahaya yang akan menimpah dirinya.

Dengan cepat dia telah menyingkir kesamping.

Dan disaat itulah, sesosok bayangan justeru itu telah menggantikan kedudukan Ong Peng Hin, menangkis serangan yang dilancarkan oleh Thio Sun Kie.

Dua kekuatan tenaga yang dahsyat bukan main saling beradu ditengah udara, dan kesudahannya memang sangat luar biasa sekali.

Tubuh Thio Sun Kie telah terpental kebelakang ditengah udara, dan orang yang menggantikan kedudukan Ong Peng Hin untuk menangkis serangan kakek tua she Thio itu, juga telah terlambung ketengah udara.

Hal itu telah memperlihatkan, bahwa dua kekuatan yang tadi telah saling bentrok itu masing-masing memiliki tenaga yang dahsyat sekali.

63 Kolektor E-Book Thio Sun Kie sendiri jadi terkejut, waktu dia tengah terlambung ditengah-tengah udara, dia jadi berpikir entah siapa orang liehay ini.

Dan dengan mempergunakan gerakan "Burung Hong Melayang", tubuhnya telah menjadi ringan, dan telah bergerak mengganti kedudukan dirinya.

Meluncur turun ketanah dengan kedua kaki terlebih dulu, sehingga dia tidak perlu sampai terbanting ketanah.

Sedangkan lawan Thio Sun Kie sendiri telah berhasil hinggap diatas tanah tanpa kekurangan suatu apapun juga.

Ternyata orang ini seorang lelaki tua, dengan bentuk muka yang sangat menyeramkan, karena giginya tampak bertonjolan tidak rata, kulitnya seperti telah dirusak oleh api, dan matanya memancarkan sinar yang sangat mengerikan sekali.

Usianya diantara lima puluhan tahun, dengan pakaian yang berwarna hijau tua.

Dia tampak berdiri dengan memperlihatkan sikap memandang enteng pada Thio Sun Kie.

"Aku Ban Ouw Hie, memang sudah lama mendengar nama besar dari engkau orang she Thio" katanya dengan suara yang dingin sekali.

"Dan hari ini, sungguh beruntung aku bisa main main beberapa ratus jurus dengan kau!" Dan tanpa menantikan jawaban dari Thio Sun Kie, orang yang mengakui dirinya bernama Ban Ouw Hie itu telah mengeluarkan suara seruan keras sekali, dia telah melancarkan serangan kearah Thio Sun Kie.

Saat itu Thio Sun Kie tengah terkejut bukan main mendengar orang dihadapannya ini adalah Ban Ouw Hie.

Karena orang she Ban itu adalah seorang tokoh rimba persilatan yang sukar diterka dari jalan hitam atau jalan putih.

Hal ini disebabkan Ban Ouw Hie memiliki watak yang ugal-ugalan dan selalu melakukan sesuatu sekehendak hatinya.

Kalau dia senang, tentu dia akan melakukan pekerjaan yang baik untuk membela seseorang yang lemah, namun jika sedang sintingnya datang, tidak keruan juntrung dia bisa membunuh duapuluh orang yang tidak bersalah! Namun disebabkan serangan Ban Ouw Hie telah menyambar datang dengan cepat, dengan sendirinya, Thio Sun Kie tidak bisa berpikir terlalu lama.

Dengan cepat dia mengempos tenaga murninya, karena dia mengetahui orang she Ban ini tidak boleh dianggap remeh.

JILID 4 BAN OUW HIE merasakan tenaga gempurannya itu telah kena ditangkis oleh lawannya, dan dia merasakan betapa tenaga serangan yang dilancarkannya itu seperti macet ditengah udara terbentur oleh hadangan yang kuat sekali.

Dengan sendirinya, dia tidak berhasil dengan serangannya itu.

Dan sebagai orang yang memiliki kepandaian sangat tinggi sekali, dia tidak mau membuang-buang waktu.

Dengan cepat dia telah mengeluarkan suara erangan, dan telah menambah tenaga serangannya.

Begitu dia menarik pulang tangannya, dia sudah lantas membarengi dengan serangan lainnya pula.

Gerakan yang dilakukannya begitu beruntun, sehingga mau tidak mau Thio Sun Kie harus mengimbanginya.

Sebab dia merasakan tenaga dalam yang mengancam dirinya bukanlah serangan sembarangan, mau tidak mau dia memang harus dapat menghadapinya jika tidak mau dirinya kena dicelakai oleh orang she Ban itu.

Dengan sendirinya pula, mereka berdua jadi saling tempur dengan mengeluarkan kepandaian masing-masing.

Ong Peng Hin telah berdiri dikejauhan dengan belasan orang lainnya.

Semuanya bersiap-siap disuatu saat akan turun tangan untuk mengeroyok Thio Sun Kie.

Memang dikala Thio Sun Kie menghadapi Han Ouw Hie ini, hati Thio Sun Kie sendiri telah tergoncang keras, dia merasakan bahwa ancaman yang ada tentunya tidak kecil.

Jika saja belasan orang itu telah menyerbu mengeroyok dirinya, tentunya dia akan menghadapi kesulitan yang tidak kecil dan hal ini dapat dibanding-bandingkan dengan kepandaian Ban Ouw Hie.

64 Kolektor E-Book Belum lagi kepandaian dari belasan orang-orang itu yang tentunya tidak rendah.

Post a Comment