Halo!

Pendekar Bunga Chapter 15

Memuat...

"Apa yang telah membuat kau berkata begitu, heh?" bentaknya dengan sengit.

"Aku telah mengatakan bahwa aku datang kekuil ini atas permintaan dari Ong Peng Hin.

Titik.

Dan kau sendiri, mau apa kau berkeliaran dikuil ini juga?!" 57 Kolektor E-Book "Akupun telah diperintah Ong Peng Hin!" menyahuti orang bertopeng itu.

"Tetapi Ong Peng Hin tadi telah mengatakan bahwa hanya aku seorang diri saja yang bertugas malam ini untuk melakukan penyelidikan dikuil ini." "Aku tidak tahu! Itu urusan dari Ong Peng Hin sendiri! Mengapa harus diributkan?! Aku hanya memenuhi permintaannya dan telah melakukan penyelidikan dikuil ini.

Habis perkara!" Mendengar perkataan Thio Sun Kie, orang bertopeng itu mengeluarkan suara tertawanya.

"Tetapi kau salah sahabat....

kau jangan marah dulu! Tetapi sudah kukatakan ada sesuatu yang sangat mengherankan sekali bagiku! Kau mengatakan bahwa dirimu telah dimintai oleh Ong Peng Hin untuk melakukan penyelidikan ditempat ini, tetapi setahuku, Ong Peng Hin tidak kenal dengan kau!" kata orang tersebut dengan suara yang dingin sekali.

Mendengar perkataan orang bertopeng itu, tentu saja Thio Sun Kie jadi gusar bukan main.

Dia tidak bisa membendung perasaan amarahnya.

Dengan mengeluarkan suara bentakan yang keras bukan main, dia telah melancarkan serangan yang tiba-tiba dengan tangan kanannya.

"Jaga serangan!" dia memperingati.

Serangan yang dilancarkan oleh Thio Sun Kie bukan main hebatnya.

Tenaga dalam yang dipergunakannya itu juga sangat kuat sekali.

Sebagai seorang tokoh rimba persilatan, jelas dia melancarkan serangannya itu dengan mempergunakan perhitungan yang matang sekali.

Dan memang maksud dari Thio Sun Kie menguntit orang yang bertopeng ini, yang sikapnya sangat mencurigakan sekali, untuk membekuknya.

Dengan membekuk orang ini, jelas dia bersama si niekouw Bin An Sienie bisa mengorek keterangan yang sangat banyak sekali.

Tetapi orang bertopeng itu rupanya juga memiliki kepandaian yang sangat tinggi.

Karena biarpun dirinya telah diserang dengan pukulan yang tiba-tiba begitu, dia tidak menjadi gugup.

Dengan mengeluarkan suara tertawa dingin, dia telah melompat kebelakang.

Dengan gerakan tubuh yang manis dan indah sekali, dia telah membarengi melompat kesamping lagi.

Dengan cara mengelakkan diri begitu rupa, ternyata si orang bertopeng telah berhasil untuk menghindarkan diri dari tenaga dalam yang bergelombang dari Thio Sun Kie.

Kenyataan seperti ini menambah kemarahan hati Thio Sun Kie saja.

Dengan mengeluarkan suara bentakan yang cukup keras kedua tangannya tahu-tahu telah digerakkan sekaligus.

"Weeeerrrrr.....!" Serangkum angin serangan yang bukan main kuatnya telah menerjang orang bertopeng.

Gerakan yang dilakukan oleh Thio Sun Kie dengan kekuatan dan perhitungan yang matang.

Dia juga melancarkan serangannya itu pada jurusan yang berbahaya ditubuh orang bertopeng ini.

Sedangkan orang bertopeng itu juga jadi kaget bukan main.

58 Kolektor E-Book Dia telah melihatnya bahwa kepandaian yang dimiliki oleh Thio Sun Kie bukan merupakan kepandaian yang dapat diremehkan begitu saja.

Angin serangannya saja sudah kuat bukan main, mendatangkan tenaga serangan yang dahsyat.

Dengan sendirinya, orang bertopeng telah berlaku lebih waspada.

Sambil menangkis dengan tangan kanannya, dia telah membentak : "Katakanlah yang sebenarnya, siapa kau ini sesungguhnya!" bentakannya itu nyaring sekali, dibarengi dengan terbenturnya tangan mereka.

"Bukkkk!" Dan tubuh mereka telah terhuyung mundur, sama-sama terpengaruh oleh akibat benturan tenaga dalam mereka itu.

Dengan sendirinya, Thio Sun Kie jadi tambah murka saja, kepalanya dirasakan berdenyut denyut saking murkanya yang belum dapat dilampiaskan.

"Aku tidak pernah mengganti she dan nama! Akulah Thio Sun Kie!" "Hah?!" berseru orang bertopeng itu waktu mendengar nama Thio Sun Kie.

"Ini....

ini....!" suaranya jadi begitu tergetar dan gugup sekali.

Rupanya dia sering mendengar kehebatan dari kepandaian yarg dimiliki oleh Thio Sun Kie.

Dan dia juga telah mendengar banyak mengenai kepunsuan Thio Sun Kie yang disegani lawan dan kawan.

Dengan sendirinya, sekarang dikala dia mengetahui orang tua berjanggut ini yang tengah dihadapinya ternyata adalah Thio Sun Kie yang sangat terkenal didalam rimba persilatan itu, membuat orang bertopeng itu jeri sendirinya.

Maka ketika Thio Sun Kie melancarkan serangan pula kearahnya, cepat-cepat dia telah mengelakkan diri.

"Wuttttt....!" Angin serangan yang dilancarkan oleh Thio Sun Kie lewat dekat sisi dari orang bertopeng itu.

Dengan sendirinya, dia cepat-cepat telah menjejakkan kakinya dan melompat mundur lagi.

Sebab orang bertopeng ini ngeri kalau-kalau Thio Sun Kie membarengi untuk melancarkan serangan susulan padanya.

Maka dari itu, dia telah mencelat sejauh mungkin.

Namun Thio Sun Kie mana mau melepaskan orang bertopeng ini.

Dia memang ingin membekuknya untuk ditawan.

Melihat orang menjejakkan kaki menjauhkan diri, maka Thio Sun Kie telah membentak : "Mau kabur kemana kau?" dibarengi kedua tangannya bergerak lagi.

"Wuttttt! Weeerrrrrr!" Keras bukan main serangkum angin serangan menyambar kearah orang bertopeng itu.

Dan terpaksa orang bertopeng ini tidak melihat ada jalan lain untuk mengelakkan diri.

59 Kolektor E-Book Dia telah mengangkat kedua tangannya dan menangkisnya dengan kekerasan juga.

"Bukkkk!!" Tubuh orang bertopeng itu jadi terpental keras sekali.

Tubuhnya bagaikan sehelai daun kering, telah terlontarkan empat tombak lebih ketengah udara.

Tentu saja hal ini membuat orang bertopeng itu jadi kaget setengah mati.

Untung saja dia memiliki kepandaian yang tinggi dan ginkang yang cukup sempurna.

Maka dalam saat yang berbahaya buat dirinya, dia telah menggentakkan kedua kakinya.

Tubuhnya seketika itu juga telah berpoksay.

Dengan cara berjumpalitan seperti itu, orang bertopeng ini telah mengurangi daya luncur dari tubuhnya yang akan terbanting jatuh ditanah.

Dan dia telah mengeluarkan suara seruan sambil menjejakkan kakinya begitu kedua kakinya itu menginjak tanah.

Tubuhnya dengan cepat sekali telah mencelat lagi ketengah udara.

Tetapi dia melompat begitu untuk menjauhkan diri.

Maksudnya tentu saja ingin kabur dari tempat itu.

Dan tampaklah jelas sekali, bahwa orang bertopeng ini memang merasa jeri bukan main pada Thio Sun Kie.

Karena orang bertopeng itu juga menyadarinya bahwa dia tidak mungkin dapat menandingi kepandaian yang dimiliki oleh Thio Sun Kie.

Mau tidak mau memang jalan satu-satunya ialah melarikan diri.

Tetapi Thio Sun Kie yang tengah bergusar itu dan bernafsu sekali untuk membekuknya, tidak mau melepaskan begitu saja orang kabur.

"Hemmm, engkau memang mudah untuk datang kemari, tetapi tidak semudah itu kau meninggalkan tempat ini!" mengejek Thio Sun Kie dengan suara yang dingin.

Dan dengan cepat sekali tubuh Thio Sun Kie telah mencelat gesit sekali.

Bagaikan seekor burung elang, dia telah meluncur cepat bukan main.

Kedua tangannya telah diulurkan akan mencengkeram baju orang bertopeng itu.

Tentu saja kegesitan yang dimiliki oleh Thio Sun Kie membuat orang bertopeng itu jadi kaget setengah mati.

Dengan sekuat tenaga yang ada padanya, dia telah berusaha untuk mengelakkan diri.

Tetapi sayang, kepalanya bergerak agak lambat sedikit.

Jari-jari tangan dari Thio Sun Kie, telah berhasil menjambret topeng mukanya.

"Breeeettt.....!" Topeng itu telah berhasil ditarik terlepas oleh Thio Sun Kie.

Dengan sendirinya wajah orang bertopeng itu dapat dilihat oleh Thio Sun Kie.

Namun orang bertopeng itu masih berusaha untuk melarikan diri.

60 Kolektor E-Book Namun Thio Sun Kie dengan kegesitan yang bukan main telah berusaha menghadangnya.

"Hemmm, sudah kukatakan tidak semudah kau datang jika ingin pergi dari tempat ini!" ejek Thio Sun Kie dengan suara yang bengis.

Karena jago tua she Thio ini telah murka bukan main.

"Wuttt......!" Keras bukan main angin serangan tangan dari Thio Sun Kie.

Dan serangkum angin yang bagaikan gunung runtuh itu menyambar orang bertopeng yang telah terlucutkan topengnya itu.

Mau tidak mau orang bertopeng yang sudah kena dirobek topeng mukanya oleh Thio Sun Kie, telah menangkisnya dengan sekuat tenaganya.

"Bukkkk!" Genting dari wuwungan kuil itu telah kena terpijak pecah satu oleh orang bertopeng itu.

Tubuhnya juga telah terhuyung akibat benturan keras dari dua kekuatan tenaga raksasa ini.

Dan tubuh orang itu hampir saja terjungkel rubuh diatas tanah.

Untung saja dia masih bisa mengempos semangat dan tenaga dalamnya.

Disalurkan pada kedua kakinya.

Dengan sendirinya, kedua kakinya itu dapat berdiri tetap lagi.

Dan dia telah berdiri berhadapan dengan Thio Sun Kie.

Saat ini, Thio Sun Kie juga telah berhasil melihat wajah orang bertopeng itu.

Dia mendengus.

"Hemmmm....

kiranya kau!" kata Thio Sun Kie dengan suara yang dingin.

Karena segera juga Thio Sun Kie mengenalinya bahwa orang bertopeng ini kiranya Ong Peng Hin sendiri.

Pantas saja waktu Thio Sun Kie mengatakan bahwa dia telah diminta oleh Ong Peng Hin untuk menyelidiki keadaan kuil ini.

Orang bertopeng itu telah berkata-kata seperti menyelidiki dan mengejek.

Sekarang Thio Sun Kie baru mengerti, pantas saja orang she Ong itu sendiri yang telah berhadapan dengannya.

Dan disebabkan telah melihat lawannya adalah biang keladi kerusuhan yang bisa menimbulkan badai di Gobie Pay, maka darah Thio Sun Kie jadi meluap.

"Manusia kadal seperti kau ini memang tidak pantas untuk dibiarkan hidup!!" memaki Thio Sun Kie dengan penuh kemarahan.

Kedua tangannya telah bergerak lagi, dia telah melancarkan serangan yang bukan main kuatnya.

Angin serangan yang menyambar datang kearah Ong Peng Hin dahsyat sekali.

"Wutttt....! Burrr!!" 61 Kolektor E-Book Angin serangan yang dilancarkan oleh Thio Sun Kie mempergunakan hawa murni yang sifatnya Yang (panas), maka dari itu, tenaga ini juga merupakan tenaga yang mengandung unsur unsur kekerasan.

Ong Peng Hin yang melihat tibanya serangan yang dahsyat dari lawannya ini, jadi terkesiap hatinya.

Biar bagaimana sekarang memang Ong Peng Hin telah mengetahui bahwa lawannya itu adalah seorang tokoh rimba persilatan yang memiliki kepandaian tinggi.

Dan memang juga Ong Peng Hin telah melihatnya, betapa setiap kali Ong Peng Hin melancarkan serangan, selalu serangannya itu mengandung tenaga yang bukan main hebatnya.

Maka, sekarang dia berlaku jauh lebih waspada dan hati-hati sekali.

Post a Comment