Halo!

Pendekar Bunga Chapter 13

Memuat...

Waktu dia kembali, dia telah membawa sebilah pedang yang sangat bercahaya sekali, berkilauan, sehingga waktu itu, keadaan didalam goa itu jadi terang menderang disebabkan sinar pedang ini.

"Pedang yang bagus!" berseru Bin An Sienie dengan suara yang nyaring, terlihat dia kagum sekali.

Siauw Sin Cing telah mengangguk.

"Ya!" dia menyahuti sambil mengangguk-anggukkan kepalanya tidak henti-hentinya dan telah menggerak-gerakkan pedang pusaka yang ada ditangannya itu.

"Baiklah Kiesu.....

kukira telah cukup banyak waktu kubuang begini saja, aku masih mempunyai banyak urusan yang harus kuselesaikan!" Siauw Sin Cing telah berdiam ragu, tetapi kemudian dia telah mengangguk.

49 Kolektor E-Book "Apakah Lonie tidak berselera untuk memiliki pedang ini, pedang pusaka?!" tanya Siauw Sin Cing dengan suara ragu-ragu.

Si niekouw jadi terkejut.

Dia cepat-cepat telah merangkapkan sepasang tangannya.

"Omitohud! Siancai! Siancai! Janganlah Kiesu mempunyai pandangan begitu rendah pada Pienie!" kata si niekouw yang tersinggung.

Si lelaki she Siauw itu cepat-cepat telah merangkapkan tangannya dan telah menjurah memberi hormat.

"Bisakah Lonie meninggalkan gelaranmu yang harum?" tanyanya kemudian dengan suara yang halus.

Bin An Sienie ragu sejenak, namun dia telah mengangguk juga akhirnya.

"Baiklah...

aku akan menceritakan, persoalan ini dari hal yang sesungguhnya! Sebetulnya aku adalah Ciangbunjin dari Gobie-pay....

biasanya Pienie digelari oleh orang-orang dan sahabat sahabat rimba persilatan dengan gelaran Bin An Sienie." "Hah?" Muka lelaki tua itu telah berobah, memperlihatkan perasaan girang bukan main.

"Kebetulan sekali Lonie! Kebetulan sekali!" katanya berulang kali penuh kegembiraan.

Si niekouw jadi heran.

"Apa yang kebetulan itu, Kiesu?" tanyanya tidak mengerti sama sekali.

"Memang aku sedang mencari orang pandai untuk melindungi pedang pusaka ini....!" kata Siauw Sin Cing sambil mengacungkan pedang pusakanya itu keatas.

"Dan tentunya Lonie bersedia untuk menerima pedang pusaka ini dan merawatnya baik-baik?" Mendengar pertanyaan orang, Bin An Sienie telah tersenyum tawar.

"Menyesal sekali aku tidak bisa meluluskan permintaanmu! Aku sendiri jadi jeri untuk berurusan dengan Pedang Bunga itu! Karena Pienie telah banyak mendengar perihal pedang itu, yang selalu membawa sial dan kematian buat majikannya!" Muka si lelaki tua Siauw Sin Cing jadi berobah.

"Jadi......

jadi benar-benar memang Lonie tidak berselera terhadap pedang ini?" tanyanya ragu.

Bin An Sienie mengangguk cepat sekali dan juga sikapnya tegas.

"Ya....

Kiesu simpan saja sendiri, mungkin nanti dibutuhkan oleh Kiesu.......!" kata si niekouw.

Sekarang si lelaki Siauw Sin Cing baru yakin bahwa niekouw tua ini bukanlah sebangsa manusia baik-baik.

Maka tahu-tahu Siauw Sin Cing telah menekuk kedua kakinya, dia telah berlutut memberi hormat.

"Lonie...

aku mempunyai satu permohonan padamu! Kalau kau tidak mau mengabulkannya, tentu aku berlutut dalam keadaan begini, sampai aku menemui kematian!" Mendengar perkataan jago tua she Siauw itu, tentu saja Bio An Sienie jadi kaget.

"Apa maksud dari Kiesu?" tanyanya bingung dan tidak mengerti.

50 Kolektor E-Book "Aku akan berlutut terus dalam keadaan demikian kalau memang Lonie tidak mau untuk menerima pedang pusaka ini sebagai hadiah dariku...!" Tetapi baru saja Siauw Sin Cing berkata sampai disitu, Bin An Sienie telak mengulap ulapkan tangannya.

"Jangan berkata begitu, biarpun Kiesu mendesak bagaimana hebatnya, tetap saja Pienie menolaknya dengan keras, karena menurut pandangan mata Pienie, bahwa seorang dengan memiliki Pedang Bunga itu, pasti akan menghadapi banyak rintangannya! Itulah sebabnya.

Pienie pikir, ada baiknya jika memang Pienie tidak menerima pedang itu, dengan begitu, dengan begitu, kesulitan yang akan menimpah diri Pienie jadi tidak ada...!" Tetapi disaat itulah muka orang she Siauw tersebut jadi berobah hebat.

Karena dia telah melihatnya, betapa si niekouw tua tetap dengan pendiriannya tidak mau menerima pedang pusaka tersebut.

"Benar" Lonie tetap tidak mau menerima pedang ini?" tanyanya lagi.

Si niekouw telah menggelengkan kepalanya sambil tersenyum ramah.

"Baiklah!" kata Siauw Sin Cing dengan suara yang dingin.

"Kalau memang Lonie tetap tidak mau menerima Pedang Bunga ini, biarlah pedang ini yang akan membuntungi batang leherku!" Dan setelah berkata begitu, sengaja Siauw Sin Cing menggerakkan pedang di tangannya itu akan menebas batang lehernya sendiri.

Dia memang telah nekad.

Karena Siauw Sin Cing merasa berputus asa pada pendirian si niekouw.

Dia telah melihatnya, bahwa hari ini dia merasa cocok dan telah menemui orang yang sesuai untuk memegang pedang pusaka ini.

Dia bernafsu sekali untuk menyerahkan pedang pusaka yang menjadi rebutan tokoh rimba persilatan itu kepada Bin An Sienie.

Tetapi celakanya, justeru Bin An Sienie adalah seorang niekouw, yang sudah menjauhkan diri dari urusan keduniawian, maka dia tidak mempunyai selera untuk memiliki benda pusaka seperti Bunga itu.

Dan disebabkan putus asa, maka Siauw Sin Cing telah berpikir, kalau memang dia membunuh diri dengan pedang itu tentunya si niekouw akan menyesal dan akhirnya akan mengambil pedang itu untuk disimpannya.

Tetapi disaat pedang itu meluncur cepat sekali kebatang leher dari Siauw Sin Cing, disaat itulah dengan cepat sekali si niekouw Bin An Sienie telah bergerak.

Lengan jubahnya telah bergerak mengibas pedang yang tengah menyambar kearah batang leher Siauw Sin Cing.

Gerakan yang dilakukan oleh Bin An Sienie sangat cepat sekali.

Lengan baju yang mengandung tenaga dalam itu melibat pedang pusaka itu.

Dan sekali gentak, si niekouw telah berhasil menahan melajunya pedang itu.

"Tahan!" teriak Bin An Sienie.

Siauw Sin Cing menahan meluncurnya pedang itu.

51 Kolektor E-Book Wajahnya tampak berseri-seri waktu dia bertanya : "Apakah Lonie telah merobah pikiran dan mau menerima pedang ini sebagai hadiah dariku?" tanyanya.

Bin An Sienie telah mengerutkan sepasang alisnya, lalu tanyanya : "Sebetulnya apa maksud dari Kiesu?" Siauw Sin Cing telah tersenyum.

"Usiaku sudah terlalu lanjut, dan orang-orang didalam rimba persilatan terlalu banyak yang mengincar pedang ini, maka dari itu aku memang merasakan bahwa aku sudah tidak memiliki kekuatan untuk mempertahankan terus! Mau tidak mau aku mencari seseorang yang mau menyimpan pedang ini baik dan melindunginya agar tidak jatuh ditangan orang jahat..." Dan setelah berkata begitu, Siauw Sin Cing menghela napas panjang.

Tampaknya dia sangat berduka sekali.

Dan Bin An Sienie jadi sangsi bukan main.

Dia berdiam diri sejenak, dan kemudian telah berkata dengan suara ragu : "Baiklah...

kalau memang begitu juga yang menjadi persoalannya, aku tidak bisa mengatakan apa-apa....! Cuma terus terang kukatakan, bahwa pedang ini jika disimpan oleh Pienie, maka akan Pienie simpan disebuah tempat yang sukar di ketahui orang! Satu kalipun tidak akan Pienie pergunakan!" "Bagus!" berseru Siauw Sin Cing dengan suara yang nyaring.

"Dan nanti kalau memang Lonie sudah bertemu dengan seseorang yang Lonie rasa cocok sebagai pewaris pedang ini, dapat Lonie serahkan kepadanya!" Si niekouw telah mengangguk mengerti.

Maka terjadilah serah terima pedang pusaka Pedang Bunga itu.

Untuk selanjutnya Pedang Bunga berada ditangan Bin An Sienie.

Sedangkan, orang tua itu dengan senang hati telah berlalu.

Wajahnya berseri-seri, karena dia merasakan seperti terlepas dari suatu tanggung jawab yang sangat berat sekali.

Sedangkan Bin An Sienie sendiri selanjutnya mengalami gangguan yang tidak kecil.

Karena setiap harinya, sejak dari peristiwa itu, dia selalu dikejar-kejar oleh jago-jago rimba persilatan.

Dan setiap kali pula, ada-ada saja jago-jago rimba persilatan yang memiliki kepandaian lumayan tingginya telah berusaha untuk merebut pedang itu.

Keruan saja hal tersebut membuat Bin An Sienie jadi kaget sendirinya.

Bukan main terkejutnya dia memperoleh kenyataan bahwa Pedang Bunga itu membawa suatu malapetaka yang bukan main hebatnya.

Dan juga memang suatu saat memang Bin An Sienie terlalu hebat menerima serbuan dari orang-orang rimba persilatan.

Malah sampai pernah sampai duapuluh lebih dari jago-jago rimba persilatan telah mengepung Gobie Pay.

Namun berkat kepandaian dari Bin An Sienie yang bukan main tingginya, dengan sendirinya dia dapat mengusir dan menghadapi jago-jago itu.

52 Kolektor E-Book Dan juga diantara kedua puluh jago-jago yang datang menyerbu itu, ada beberapa orang yang telah dapat dibinasakan oleh si niekouw.

Diantaranya termasuk orang she Ong, Dan semua itu akhirnya ternyata orang she Ong tersebut adalah ayah dari Ong Peng Hin.

Itulah buntut dari persoalan dendam yang membara dihati Ong Peng Hin.

Dengan sendirinya, mau tidak mau memang hal ini telah membuat Ong Peng Hin berusaha mengumpulkan kembali orang-orang rimba persilatan untuk melancarkan penyerbuannya.

? ? ooo O ooo ? ? ????????? 3 ????????? SETELAH menceritakan segalanya itu, maka akhirnya Bin An Sienie telah menghela napas panjang.

Tampak wajahnya sangat berduka bukan main.

Biar bagaimana memang kenyataannya dia menghadapi kesulitan yang tidak kecil.

Dan masalah Pedang Bunga ini termasuk sebagai masalah rimba persilatan.

Karena terlalu banyak jago-jago yang berusaha untuk memiliki Pedang Bunga itu.

Mau tidak mau memang kenyataan seperti ini telah memaksa Bin An Sienie untuk memeras otak untuk mencari jalan keluarnya.

Kalau memang keadaan seperti ini terus menerus, pasti lama kelamaan Gobie Pay akan mengalami kehancuran juga.

Karena dari hari kehari, penyerbuan orang-orang rimba persilatan semakin banyak saja.

Thio Sun Kie yang mendengar cerita sahabatnya ini jadi ikut bingung.

Dia telah menyaksikan tadi, berapa banyaknya orang-orang rimba persilatan yang dari berbagai golongan telah berhasil dikumpulkan oleh Ong Peng Hin.

Dengan sendirinya, jika sudah tiba waktunya, yaitu Sie-gwe Cap-go tentunya Gobie Pay akan dilanda oleh suatu yang sangat hebat.

Maka dari itu, biar bagaimana keadaan seperti ini pasti bisa membahayakan keselamatan kuil Gobie-pay itu.

Dan diantara semua itu, Bin An Sienie telah mencarikan daya.

Dia tidak pernah berhasil menemukan jalan yang dirasa paling baik.

Saking kewalahan, maka dia telah meminta agar Thio Sun Kie untuk datang berkunjung ke Gobie Pay.

Post a Comment