Halo!

Pedang Wucisian Chapter 20

Memuat...

Sangat jelas, maksud tujuan Tong-hong Cie Ban adalah untuk menuntut balas, Hati Su-to Yan tercekat.

Orang yang menghadang perjalanan mereka adalah Pendekar tahun, dia pandai merawat diri, pernah memakan obat anti tua yang sangat mujijat.

maka sepintas lalu, orang menganggap dirinya sebagai jago muda, jago yang belum berumur 50 tahun, Tong-hong Cie Bun memperhatikan ketiga anak muda yang berdiri dihadapannya, kemudian melepaskan sinar pandangan matanya kearah Su-to Yan.

"Tentu kau yang menjadi murid Ciok Pek Jiak, bukan?" ia mengajukan pertanyaan.

Su-to Yan tersenyum.

Dia menganggukkan kepalanya.

"tidak salah." Dia membenakan pertanyaan itu "Cianpwee tentunya Pendekar Pedang kidal Tong-hong Cie Bun, bukan ?" Sie An dan Cin Bwee terkejut, mereka sedang berhadapan dengan pendekar pedang kidal Tong-hong Cie Bun" Orang yang telah lenyap tanpa kabar pada 40 tahun yang lalu" Sinar mata Tong-hong Cie Bun memancakan pujian.

Dia bangga, masih ada orang yang menyebut namanya, itulah suatu tanda bahwa betapa besar pengaruh kekuasaan pendekar pedang kidal Tong-hong Cie Bun.

"tidak mudah untuk mencari orang yang masih kenal kepadaku." ia berkata: Tanpa memberi kesempatan orang bicara, dia meneruskan kata katanya: "Tentunya, kau dengar cerita dari gurumu bukan" Seharusnya, gurumu itu memberi pesan, agar kau berhati-hati kepadaku, bukan" Aku adalah musuhnya.

tidak akan kulupakan, bagaimana ia mematahkan pedangku, itulah ilmu Iblis Sakti bersilat Sin-mo-cappat-Sek.

Kau adalah muridnya, aku mempunyai kesempatan untuk mengenal lebih mendalam ilmu itu." "Kukira, cianpwee akan dikecewakan olehku." Berkata Su-to Yan.

"Mengapa?" Tong-hong Cie Bun membelalakkan mata.

"Ilmu iblis sakti bersilat Sin-mo-cap-pat-sek belum kupelajari sempurna." Berkata Su-to Yan.

"Huh!

ingin memyembunyikan kepandaian gurumu" Ha, ha,,,., Hanya tiga jurus serangan pedang, aku akan memaksa kau menggunakan ilmu itu." Sebelum Su to Yan sempat memberikan jawaban, pendekar pedang Bayangan Sie An menampilkan dirinya kedepan, seraya ia berkata: "Saudara Su-to, berilah kesempatan padaku untuk melawan dirinya." Jago dari daerah Tiang-pek Sie An telah berhadapan dengan si pendekar pedang Tong-hong Cie Bun.

Tong-hong Cie Bun membentak: "Sebutkan namamu." "Sie An dari daerah Tiang-pek." "Ha, ha, ha..." Tong-hong Cie Bun tertawa, "Aku dengar kabar bahwa belakangan ini ada muncul tiga jagoan berengsek, tapi aku tidak nyana bahwa disini aku dapat menjumpai salah satu diantaranya.

Kau, manusia pendek ini yang menjadi tiga jago pedang dimasa ini" Ha, ha..." Sie An naik pitam, "Berani kau menghina orang?" Dia lompat menerkam.

Tong-hong Cie Bun menggeser kaki ke samping, dia memutarkan pedang dari tangan, kemudian, hekk,., gagang pedang berada didalam genggaman tangan yang semula, dengan tangan kiri, inilah ciri yang paling khas dari si pendekar Pedang kidal.

didalam rimba persilatan, hanya dia seorang yang memainkan ilmu pedang tanpa menggunakan tangan kanan.

"Didalam sepuluh gebrakan, aku akan mengalahkanmu." ia sesumbar.

Sie An tidak berani memandang ringan, lawannya adalah jago yang pernah menggemparkan rimba persilatan kecuali kalah dibawah tangan si pendekar Raja Sesat Ciok Pek Jiak, belum pernah ada orang yang mengalahkannya.

Menimbang kekuatan diri sendiri, mengingat lawan itupun telah mengeluarkan pedang, dia tidak lengah, sret, pedang telah keluar dari serangkanya.

Tong-hong Cie Bun menggunakan tangan kiri, segala tipu menyimpang dari tokoh tokoh silat lainnya, melengkungkan pedang, dia mengincar jalan darah Kie-hun hiat.

Serangan Sie An terbawa kesamping, dan dia merasakan ancaman pedang lawan, hatinya menjadi dingin, menarik kembali senjata, melintangkannya, menutup pedang Tong-hong Cie Bun.

"Tranggg..." Akhir pertarungan senjata mengejutkan si pendekar pedang kidal, didalam anggapannya Kong-sun Giok, Auw-yang Ie dan Sie An tidak mempunyai kepandaian yang berarti, hal itu dapat masuk diakal, mengingat umur mereka yang masih muda, sehingga dia berarti menyebutnya sebagai tiga jago pedang brengsek, dan kini ia dapat melihat bagaimana hasil dari akhir pertarungan pedang itu, sehingga tidak bisa menyebutnya sebagai jago brengsek.

Kekagetan Tong-hong Cie Bun tidak mengganggu jalannya permainan pedang, jurus pertama telah gagal, dan dia sudah melontarkan jurus yang kedua, pedangnya digetarkan dan bergoyang-goyang cepat, seolah-olah ratusan pedang menyerang posisi pertahanan belakang Sie An.

Sie An mendapat gelar pendekar pedang Bayangan, diapun pandai menggoyang-goyangkan pedang, yang belum berhasil dipelajari olehnya adalah kecepatan untuk menperlipat gandakan bayangan-bayangan itu, seperti apa yang Tong-hong Cie Bun perlihatkan kepada dirinya, itulah perbedaan mereka.

Bila memaksakan diri, mengikuti permainan pedang yang sama, dia hanya dapat mengubah puluhan bayangan saja, kurang cocok untuk mengadakan pembelaan cepat.

Dia menggenjot tubuhnya, dengan kedua kaki yang dilekukkan keras, tubuhnya melesat jauh keatas, melewati kepala lawan, cepat-cepat menikungkan diri, dan kini berada dibelakang Tong-hong Cie Bun, mengirim satu tusukan kearah leher orang.

serangan Sie An adalah serangan yang ganas dan kejam, rupanya tidak ada jalan kedua untuk menghindari ribuan bayangan pedang si pendekar pedang kidal, tidak tanggung-tanggung mengadakan serangan nekad, agar dirinya-tidak terdesak lagi.

Pikiran Sie An sangatlah beralasan, disaat yang sama, mengetahui musuhnya terbang tinggi, Tong-hong Cie Bun telah membalikkan badan dengan pedang yang diputar jauh, dari sana, Siuuutt....

menarik kembali, seolah-olah orang yang menyabit diladang.

Inilah serangan Tong-hong Cie Bun yang ketiga!

Pedang Sie An yang menurun berhasil di tempel olehnya.

Ditarik kedekat tubuh pendekar pedang kidal itu.

Sangat berbahaya.

Tubuhnya akan menubruk pedang tajam.

Sie An melepas tenaga, sangat mendadak tubuhnya jatuh cepat, dan tiba-tiba saja ia menggentaknya, pedang terlepas, membacok berulang kali.

Trang....

trang...

trang...

Tubuh Sie An melayang, sangat jauh sekali.

tidak berani ia menyerang kembali, bergulingan ditanah, dan memperpanjang jarak perpisahan itu.

Tong-hong Cie Bun tertawa berkakakan.

Nyali Sie An berhasil dimengkeretkan, nama pendekar pedang kidal memang luar-biasa, dia harus mengakui keunggulan itu, dia dikalahkan, hanya memakan waku tiga gebrakan saja.

Tong-hong Cie Bun menghadapi Su-to Yan kembali.

"Nah, katakanlah." Dia berbicara, "Katakanlah dengan terus terang, dimana suhumu sekarang?" Itu waktu, Cin Bwee sudah menghampiri Sie An, sipendek tidak menderita luka, hal itu menggirangkan mereka.

Su-to Yan berhadapan dengan Tong-Hong Cie Bun, Dia "Cian pwee, bukankah sudah boanpwee katakan, bahwa suhu telah meninggal dunia?" Tong-hong Cie Bun berdengus: "Bagus, Kau masih mau merahasiakan suhumu ada dimana " Akan kulihat, setelah kulukai muridnya, setelah kau terluka, mungkinkah dia tidak menampilkan dirinya?" Agaknya, si Pendekar Pedang kidal Tong-hong Cie Bun masih tidak mau percaya, bahwa pendekar Raja Sesat Ciok Pek Ciak sudah tiada.

Maka dia mengajukan dan mengulang pertanyaannya.

tahun belum mati di panggil tuhan, sedangkan Ciok Pek Ciak yang mempunyai latihan tenaga dalam lebih mahir, mempunyai kondisi badan yang lebih kuat, bukanlah suatu keadilan, bila sampai terjadi orang seperti Ciok Pek Jiak sudah mati lebih dahulu.

Tong-hong Cie Bun menatap Su-to Yan tanpa mata terkedip.

Su-to Yan tidak gentar, dengan sikapnya sangat gagah dia berkata: "Boanpwee bersedia menerima pelajaran Cianpwee." Cin Bwee sangat terkejut, telah disaksikan bagaimana Tong-hong Cie Bun mengalahkan Sie An, hanya tiga gebrakan, bagaimana kekasih itu boleh menghadapi jago golongan tua yang ternama" Kegagahan Su-to Yan menimbulkan kecurigaan Tong-hong Cie Bun.

Dia berpikir.

"Tentunya kau telah mewarisi seluruh ilmu kepandaian gurumu, maka berani menantang aku, he?" Dia mengeluarkan kata-kata pujian: "Bagus, . . . Bagus!

. . . .

tidak kusangka, jago-jago muda pemberani masih cukup banyak." tidak lagi dia menggunakan istilah jago brengsek, tapi menyebut lawan-lawannya menjadi jago muda.

Memainkan pedangnya, Tong-hong Cie Bun berkata: "Keluarkanlah pedang!

Lima-puluh jurus untukmu." Si pendekar pedang kidal Tong-hong Cie Bun memperlipat gandakan kekuatan Sie An sampai lima kali.

Suatu bukti, penilaiannya kepada Su-to Yang lebih tinggi.

Su-to Yan tertawa.

"Lupakah Cianpwee, bahwa suhu boanpwee terkenal dengan tipu-tipu pukulan tangannya?" Si pemuda memberi peringatan kepada jago tua itu, bahwa pendekar Raja sesat Ciok Pek Jiak tidak menggunakan senjata pedang.

Tong-hong Cie Bun mengkerutkan alis, Su-to Yan adalah murid Ciok Pek Jiak, Ciok Pek Jiak tidak menggunakan pedang, bagaimana muridnya menggendong-gendong pedang" "Baiklah." Dia mengalah, "Karena kau tidak menggunakan pedang, tiga-puluh jurus saja pun cukup untuk pertahananmu." Dia mengurangi angka gebrakan sampai dua puluh jurus banyaknya.

Tong-hong Cie Bun terkenal karena permainan pedang kirinya, Ciok Pek Jiak terkenal karena iblis Sakti bersilat, tipu tipu telapak tangan kosong yang luar biasa.

Su-to Yan-adalah murid Ciok Pek Jiak, dengan pedang melawan tangan kosong, bukan berarti mau menang sendiri.

Walaupun demikian, dia mengurangi jumlah-jumlah batas jurus serangannya menjadi tiga puluh gebrakan.

Su-to Yan wajib menerima semua tantangan-tantangan yang hendak menuntut balas kepada gurunya, Betapa tinggipun ilmu kepandaian lawan itu, dia wajib berambekan pantang mundur.

Tong-hong Cie Bun berdengus, pedangnya dicongkelkan kedepan, itulah ciri-ciri khas dari pembukaan serangan partay Cengshia-pay.

Su-to Yan telah menyaksikan bagaimana Sie An jatuh ditangan jago ini, dia lebih berhati hati, tubuhnya bergeser kesamping, dengan jurus Hun-hoa-hut-liu atau mengelus bunga menyampingkan badan, memperlunak datangnya serangan.

Tong-hong Cie Bun meneruskan dengan serangan yang kedua.

Su-to Yan maklum bahwa Hun-hoa-hut-liu tidak dapat menekan serangan lawannya, sebelum serangan lainnya datang, dia telah bersiap-siap, dengan tipu Hui-song-cian lie atau Mengantar tuan sehingga ribuan lie, dan menyisihkan pedang Tong-hong Cie Ban menjauhi dirinya.

Dua jurus yang diperlihatkan oleh Su-to Yan mengejutkan Tonghong Cie Bun.

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment