Halo!

Pedang Wucisian Chapter 07

Memuat...

Cin Bwee meneruskan perjalanan dengan wajah sayu, langkah tidak bertenaga.

Kemanakah ia harus pergi " Pikirannya bekerja, kemanakah Su-to Yan pergi " ia pernah dengar pemuda itu mengatakan bahwa maksud tujuannya adalah lembah Hui-in digunung Bu-san, mendapat tugas sang guru untuk menemui nona Ie Han Eng, menyerahkan pedang In-liong-kiam.

Ie Han Eng mempunyai sejilid kitab ilmu pedang Maya Nada, dengan pedang In-liong-kiam, tentunya Su-to Yan dapat menerima kitab ilmu pedang itu, Cin Bwee tidak akan mengiri akan hal ini.

Cin Bwee berpikir lagi, adanya Ie Han Eng yang turut serta didalam hubungan mereka menimbulkan rasa dengkinya, Ie Han Eng adalah seorang nona yang terkenal cantik, seluruh rimba persilatan maklum hal ini.

Ia sangat cemburu, ia harus turut serta didalam pertikaian itu, ia harus menyusul kelembah Hui-in.

Cin Bwee berganti arah, langsung menuju kelembah Hui-in digunung Bu-san.

Dilain pihak, Su-to Yan melanjutkan perjalanan dengan otak dikeliling oleh bayangan-bayangan wajah Cin Bwee yang sangat berkesan, ternyata kawan itu bukan pria, masuk di akallah yang mempunyai gerakan-gerakan dan prilaku yang lain daripada lainnya.

Su-to Yan menggunakan tempo satu hari satu malam untuk sampai disungai Tiang-kang, melewati sungai yang menjadi perbatasan Utara dan Selatan, bebaslah kekangan Kong-sun Giok kepada dirinya.

Sipemuda masih berpikir, mengapa si Pedang Selatan belum mengadakan gerakan-gerakan " Disini Su-to Yan menemukan sedikit keanehan, Pada sebatang pohon terikat seorang yang bertubuh kurus kering, kepalanya terbelah oleh sebuah kampak tipis, darah masih mengalir keluar, kejadian itu belum lama.

Hati si pemuda tercekat.

Kampak tipis adalah senjata yang paling khas dari dua belas jago utama si Pedang Utara Auw-yang le, Ternyata tokoh akhli pedang itu mempunyai dua belas jago utama yang paling diandalkan, senjata mereka adalah kampak tipis, dimainkan dengan jurus tipu gerakan pedang, lebih praktis dari kampak biasa.

Su-to Yan mengerti, mengapa orang-orang Kong-sun Giok tidak bergerak, tentunya dua-belas jago utama akhli kampak tipis dari si Pedang Utaralah yang menggagalkan mereka!

Disini ada suatu bukti, seorang anak buah Kongsun Giok lagi mati dibawah kampak tipis.

Pernah, pada beberapa waktu berselang, Si Pedang Utara Auwyang le membawa dua belas jago utama ini menyebrangi sungai Tiang kang itu waktu, ia tidak berhasil, Walaupun Kong sun Giok menderita luka-luka, beberapa kampak tipis binasa ditangan Bengcu tersebut, Auw-yang Ie harus melatih lama, mencari pengganti pengganti baru.

Mulai dari saat itu, dua akhli pedang mendendam.

Masing-masing maklum akan kepandaian lawan, mereka tidak berani mencari urusan, sungai Tiang kang ditetapkan sebagai daerah demarkasi, sebelah utara sungai tersebut berada dibawah kekuasaan Auw-yang le, dan Kong-sun Giok berkuasa untuk daerah Selatan.

Kini, dua belas jago utama akhli kampak tipis telah menyebrangi sungai Tiang-kang, maksud mereka sangat jelas, tentunya bertujuan pedang In-liong.

Su-to Yan meninggalkan orang yang sudah mati, ia meneruskan perjalanan, Tibalah ia ditepi Sungai Tiang-kang.

Mata Su-to Yan celingukan mencari tukang perahu, lebar dan panjang sungai Tiang-kang tiada tara, perahu kecilpun takut ditenggelamkan oleh arus sungai itu, jarang sekali ada orang yang mau mengerjakan tugas tersebut.

Hanya perahu-perahu besar yang berani mengarungi sungai Tiang-kang.

Tiba-tiba, sebuah perahu besar mendatangi kearahnya, sangat cepat sekali, perahu itu sudah menurunkan layar, siap-siap mengadakan pendaratan.

Su-to Yan berpikir: "Mungkinkah bertujuan kepadaku?" Perahu itu telah dekat sekali, dari dalam muncul seseorang, langsung memandang Su-to Yan berteriak.

"Su to kongcukah disana" Bila kongcu membutuhkan perahu, aku Thung Kun Ie bersedia menyediakan tenaga?" Su-to Yan tidak kenal kepada Thung Kun le, tapi dari pembicaraan orang, ia seperti tahu bahwa Thung Kun Ie itu adalah salah satu dari anak buah Kong-sun Giok.

Sambil tertawa, Su-to Yan menjawab: "Terima kasih, Dimanakah Kong-sun beng-cu berada ?" Sebelum Thung Kun Ie memberikan jawaban, dari dalam perahu muncul lagi seseorang itulah Kong-sun Giok, dengan wajah tersungging senyuman, bengcu itu berkata kepada Su-to Yan.

"Kong-sun Giok ada ditempat ini.

Saudara Su-to, naiklah, aku ingin berunding denganmu." Su-to Yan tertawa, ia bernyali besar, dengan satu gerakan yang enteng, ia melayang dan menuju keperahu Kong-sun Giok, terakhir dengan gerakan Peng-san Kie-ya, meletakkan kedua kakinya dipapan perahu.

"Bagus!" Kong-sun Giok memberikan pujian.

"ilmu meringankan tubuh saudara Su-to juga luar biasa." "Terima kasih." Su-to Yan memperhatikan keadaan perahu itu, cukup besar, tidak ada yang mencurigakan Disaat ini . . . Dari hulu sungai mendatangi lain perahu sangat besar kecepatannya luar biasa.

Sangat pesat sekali, bilamana bila dari jauh perahu tadi terlihat kecil, kini sangat jelas, lebih besar dari perahu Kong-sun Giok, sebentar kemudian, sudah merendengi perahu Pedang Selatan itu.

Kong-sun Giok memperhatikan kedatangan Sang perahu, panji perahu berbendera kuning segi tiga, itulah bendera tanda si pedang utara Auw-yang Ie.

Apakah maksud kedatangan Auw-yang Ie" Mungkinkah turut menghendaki pedang In-liong kiam " Sebelum Kong-sun Giok dapat memecahkan pertanyaan itu, tibatiba tampak seorang pemuda berwajah kuning berada di geladak depan dari perahu yang baru datang, itulah Auw-yang Ie.

-ooo0dw0oooSi pedang Utara Auw-yang Ie memunculkan diri !

Perlahan-lahan, Auw-yang Ie mengangkat kedua tangannya, ia memberi hormat berkata: "Selamat bertemu Kong-sun bengcu." "Orang she Auw-yang, kau telah mengingkari janji tempo hari?" Kong-Sun Giok mengadakan teguran.

Auw-yang Ie tertawa terbahak-bahak.

"Saudara Kong-Sun." ia berkata.

"dahulu kita mengadakan perjanjian untuk memisahkan daerah kekuasaan secara tegas.

Sungai Tiang-kang adalah garis demarkasi, kau di Selatan dan aku menguasai daerah Utara.

Hari ini, kita sama-sama berada diatas permukaan sungai Tiang kang, sama-sama didaerah demarkasi, aku tidak mengadakan teguran, bagaimana kau boleh menegur diriku" Apa yang kau maksudkan melanggar janji " Ha, ha, ha, ha...." Kong-sun Giok tidak dapat mendebatkan kali ini, ia kalah suara.

"Saudara Kong-sun," berkata lagi Auw-yang le!

"Hampir kau meninggalkan daerah ke kuasaanmu, tentunya ada urusan luar biasa, perkara apakah yang menyulitkan dirimu ?" Kong-sun Giok segera menjawab pertanyaan: "Aku hendak mengadakan perundingan dengan saudara Su-to Yan ini, perihal bagaimana harus meminjam pedang In-liong-kiam.

Mungkinkah kau mempunyai maksud tujuan yang sama ?" Si Pedang Utara Auw-yang Ie menganggukkan kepala, ia membenarkan dugaan orang, katanya: "Cocok!

Kau sangat pandai menduga isi hati orang." "Oooo....silahkan naik ke atas perahuku," Berkata Kong-sun Giok.

"Kita mengadakan perundingan bersama." "Baiklah." sementara itu, tubuh Auw yang Ie telah berpindah ke atas perahu Kongsun Giok.

Kong-sun Giok, Su-to Yan dan Auw-yang Ie masuk kedalam perahu.

Setelah masing-masing mengambil tempat duduk, Kong-sun Giok membuka suara: "Saudara Su-to, bagaimana kita harus menyelesaikan persoalan pedang In-liong" Yang tahu rahasia itu hanya kita bertiga." "Maksudmu bagaimana?" Inilah suara pedang Utara Auw-yang Ie.

ia memandang rendah kepada kehadirannya Su-to Yan, langsung nyeletuk, memotong pembicaraan itu, pertanyaan diajukan kepada Kong-sun Giok.

Sipedang Selatan memberikan keterangan.

"Menurut janji yang diberikan oleh Ie Han Eng kepada rimba persilatan, pedang Ie-liong, dapat ditukar dengan ilmu pedang Maya Nada.

Siapa yang memiliki pedang Ie-liong, dia berhak untuk menuntut ilmu pedang luar biasa itu.

Nah, kini pedang telah berada diatas perahu, siapa diantara kita bertiga yang harus memilikinya?" Mendengar keterangan Kong-Sun Giok, Su-to Yan mengerti akan duduk perkaranya.

Betapa pentingnya pedang In-liong, ternyata dapat ditukar dengan semacam ilmu pedang luar biasa, ilmu pedang yang bernama Maya Nada itu!

Dikala Su-to Yan mendapat tugas untuk membawa pedang Inliong-kiam kelembah Hui-an, gurunya tidak memberi tahu tentang adanya syarat seperti itu, maka si pemuda kurang berhati-hati, memperlihatkan pedang tersebut kepada Kong-Sun Giok.

Kini segala sesuatu telah jelas, ia harus berhati-hati menjaga keselamatan Melihat sikap Su-to Yan yang diam, pedang Utara Auw-yang Ie memandang rendah pemuda itu, ia menduga kepada Sitolol yang mudah dihina, pemuda kemarin yang mudah dipermainkan.

Dan tanpa menganggap kehadiran Su-to Yan ditempat mereka, ia berkata kepada Kong-sun Giok: "Tentunya kau bermaksud menentukan hak milik dengan kekerasan, bukan" Aku sangat Setuju.

Sebagai pemimpin-pemimpin dari daerah Utara dan selatan, sekali lagi kita mengadakan adu keakhlian, siapa yang mempunyai ilmu pedang yang lebih tinggi, pasti dia keluar sebagai juara, Dan itulah orang yang berhak memiliki pedang In-liong Kiam." "Bagaimana dengan Saudara Su-to?" "Ha, ha, Dia pasti setuju, ia harus setuju kepada putusan kita." "Saudara Auw-yang, kau keliru." Berkata Kong-sun Giok.

"Saudara ini memiliki dua macam ilmu purbakala, Bagaimana kau dapat memandang rendah dirinya?" Auw-yang Ie terkejut, ia melirik kearah Su-to Yan, dilihat pemuda itu masih anteng-anteng ditempat semula, seolah-olah tiada hubungan sama sekali, pemuda tolol seperti ini haruskah ditakuti" Mungkinkah dapat memiliki ilmu silat jaman purbakala" Bahkan lebih dari satu macam" tidak mungkin Kong-sun Giok mengucapkan sesuatu yang tidak menjadi kenyataan, ilmu purbakala tidak boleh dipandang ringan, siapa yang memiliki satu macam dari 10 macam ilmu Silat mujijat tersebut, orang itu sudah digolongkan kedalam jago silat kelas satu, kini Su-to Yan memiliki dua macam ilmu luar biasa, tidak boleh dipandang ringan.

"Kalau begitu, bagaimana bila kita bersatu?" Auw-yang Ie memandang Kong-sun Giok, "Siapakah yang dapat mengalahkan tenaga gabungan, pedang Utara dan Pedang Selatan.

Urusan diantara kita lebih mudah diselesaikan, bukan?" "Tapi, aku lebih suka bekerja sama dengan saudara Su-to untuk mengalahkanmu." Berkata si pedang Selatan Kong-sun Giok.

Auwyang Ie melengak.

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment