Di hamparan gurun pasir yang sunyi membentang luas, tempat jejak sejarah terkubur di bawah gulungan angin, berkumpullah para pendekar dan Enghiong terkemuka dari segenap penjuru dunia persilatan. Mereka, dengan pengalaman tempur yang pahit dan jiwa ksatria yang tak tergoyahkan, menanti kehadiran sosok misterius yang telah memanggil mereka untuk sebuah pertemuan akbar yang menentukan. Apa tujuan di balik pertemuan di tengah padang pasir yang serba kekurangan ini, yang telah dinanti selama dua puluh tahun lamanya, dan berani mempertaruhkan jiwa serta raga?
Malam yang dingin menyelimuti, diiringi kabut dan bintang gemerlap. Ketegangan memuncak saat sebuah bayangan unta raksasa muncul dari kejauhan. Yang tiba di punggung unta di bawah cahaya rembulan hanyalah seorang pemuda belasan tahun. Sikapnya tenang, tatapannya tajam setajam pisau, seolah usia tak mampu menggoyahkan wibawanya di hadapan ratusan sesepuh Kangouw yang termasyhur.
Ia adalah pewaris sah dari mendiang Bing-tho-ling-cu, sang penguasa gurun yang legendaris, yang keberadaannya dua dekade silam telah mengguncang dunia persilatan. Dengan pusaka emas berkaki satu, Tok-ga-kim-sin, ia membuktikan klaimnya, meredakan keraguan para pemimpin aliran, termasuk Thong-sian Taysu dari Siau-lim yang disegani.
Sang pemuda menyatakan niatnya: mengembalikan 33 Ling-hu, tanda kepercayaan yang dipegang gurunya dari berbagai perguruan besar, yang kini berada di tangannya. Namun, untuk merebut kembali kehormatan yang telah lama tertahan itu, para pendekar harus memenuhi sebuah syarat – sebuah ujian terakhir yang ditinggalkan sang guru sebelum mangkat.
Apakah syarat itu? Di tengah keheningan mencekam gurun, takdir dunia persilatan akan segera ditentukan. Pertarungan bukan hanya fisik, melainkan juga mental dan spiritual, baru saja dimulai!
📘 Informasi Cersil
| Author: | GAN KH |
| Associated Names: | Tok Kak Cin Jin |
| Related Series: | N/A |
| Status: | Completed |