Halo!

Naga Sakti Sungai Kuning Chapter 79

Memuat...

penuh kelembutan, penuh kehangatan, penuh keharuman memikat, akan tetapi juga banyak durinya, bebas, liar dan mempesona. ” Cui-beng Sai-kong mengakhiri ceritanya dengan puji-pujian kepada gadis yang diculik kepala perampok itu.

Hong San yang sejak tadi mendengarkan penuh perhatian, merasa kecewa, kiranya suhunya hanya menceritakan sebuah dongeng sederhana! Tentang seorang gadis Nepal yang diculik kepala rampok dan dipaksa menjadi isterinya! Akan tetapi dia seorang murid yang baik, tidak mau mengecewakan hati gurunya dan dia berlagak amat tertarik oleh cerita itu.

"Aduh, betapa senangnya kepala rampok itu, Suhu! Gadis cantik jelita memang tentu saja jauh lebih "berharga daripada segala macam harta. Lalu bagaimana, Suhu? Apakah gadis itu akhirnya mau menjadi seorang isteri yang membalas cinta suaminya?"

Cui-beng Sai-kong tertawa bergelak sehingga tubuhnya yang tinggi besar terguncang, mukanya yang seperti singa nampak menyeramkan sekali.

"Ha-ha-ha-ha, aku Cui-beng Sai-kong memang bukan seorang laki-laki yang haus wanita, akan tetapi sekali aku jatuh cinta dan menundukkan seorang wanita tentu bertekuk lutut dan menyerah sebulatnya, Ha-ha!"

Pemuda itu tertarik sekali sekarang, bukan pura-pura. "Wah, kiranya Suhu sendirikah kepala perampok itu?"

Cui-beng Sai-kong tersenyum lebar "Dua puluh enam tahun yang lalu masih muda, seorang laki-laki yang gagah dan menarik walaupun ilmu kepandaianku belum berapa tinggi. Puteri bangsawan Nepal itu menyerah, menjadi istriku. Aku benar-benar jatuh cinta padanya, ia pun agaknya dapat membalas cintaku, akan tetapi. " Dan tiba-tiba saja kakek

raksasa bermuka singa itu menangis menggerung-gerung seperti orang gila! Hong San hanya memandang saja dan tidak menegur, akan tetapi dia merasa semakin tertarik. "Apakah yang telah terjadi, Suhu? Dimana Subo sekarang?" tanyanya walaupun dia sudah dapat menduga bahwa tentu subonya (ibu gurunya) itu agaknya sudah meninggal dunia sehingga kini terkenang akan isteri tercinta itu gurunya menangis. Kalau masih hidup tentu dia pernah bertemu dengan wanita itu.

Seperti juga ketika mulai, secara tiba-tiba saja Cui-beng Sai-kong menghentikan tangisnya dan kini sepasang mata yang lebar dan besar itu melototinya memandang kepada muridnya dengan sinar mata penuh kemarahan mencorong dari sepasang mata yang kemerahan itu

"la sudah mati! Ahhh, ia sudah mati ketika melahirkan engkau, keparat! Karena itu aku harus membunuhmu untuk menebus dosamu yang menyebabkan kematian orang yang kukasihi!" Dan tiba-tiba saja Cui-beng Sai-kong menyerang dengan terkaman seperti seekor singa yang marah!

Pemuda itu merasa sangat terkejut. Pertama karena mendengar bahwa dia adalah putera wanita bangsawan Nepal yang menjadi isteri suhunya itu, berarti adalah putera suhunya, dan kedua karena tiba-tiba orang yang selama ini dianggap guru dan ternyata ayah kandungnya itu telah menyerangnya dengan amat dahsyat! Cepat dia melempar tubuh ke belakang dan tubuhnya berjung balik membuat salto sampai lima kali barulah dia berhasil melepaskan diri serangkaian serangan yang dilakukan gurunya dengan dahsyat. Serangan kakek raksasa itu merupakan serangan maut yang mengarah nyawanya! Dengan muka agak pucat dan mata mencorong marah Hong San berseru.

"Suhu, apakah Suhu sudah gila?"

Akan tetapi, jawaban kakek itu adalah serangan yang lebih hebat lagi! Tubuhnya meliuk-liuk, kedua tangannya membentuk cakar naga, matanya seperti bernyala dan mulutnya yang terbuka itu mengeluarkan suara mendesis panjang dan ada uap tipis keluar dari mulutnya, yang mengandung hawa panas! Kemudian, dia mengeluarkan suara parau seperti suara burung gagak dan tubuhnya condong kedepan, kedua tangan yang membentuk cakar itu bergerak- gerak seperti menggaruk-garuk atau mencakar ke depan.

Hong San mengerutkan alisnya. Itulah Koai-liong-kun (Silat Naga Setan), yang merupakan ilmu silat tangan kosong yang paling dahsyat dari gurunya! dia maklum bahwa dia tidak akan mungkin dapat menyelamatkan diri kalau menggunakan ilmu silat lain, maka dia meniru gerakan gurunya, tubuhnya meliuk- liuk dan kedua tangannya membenntuk cakar naga, mulutnya mendesir mengeluarkan hawa panas. Dia pun mu bersiap dengan ilmu Koai-liong-kun pula

"Keparat? Pembunuh isteriku tercinta. Sudah lama kutunggu saat ini. Kau harus mampus di tanganku!" bentak Cui-be Sai-kong dengan suara menggeledek.

Hong San tersenyum mengejek, matanya berkilat. "Hemmm, coba saja kalau kau mampu!" Diam-diam dia pun merasa penasaran bukan main. Orang ini adalah gurunya, bahkan mengaku sebagai ayah kandung, akan tetapi kini bersikeras hendak membunuhnya! Karena merasa disudutkan, dihimpit dan direndahkan bangkit kemarahan dalam hati pemuda yang wataknya juga amat aneh ini. tahu betapa lihainya orang yang selama ini dianggap gurunya, dan dia harus me ngerahkan seluruh tenaga dan kepandaiannnya untuk melawan. Dia harus dapat membunuhnya lebih dulu sebelum dibunuh!

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment