Halo!

Kisah Sepasang Rajawali Chapter 98

Memuat...

"Ban-tok Mo-li, kau lihatlah dulu muridmu yang cantik jelita dan muda belia ini terbang ke bawah sana agar tubuhnya hancur lebur di dasar jurang yang tak tampak dari sini, dengar saja jeritnya yang melengking nanti agar dapat kau nikmati sebelum kau mampus pula di tangan kami. Ha-ha-ha!"

Bersama kakak kembarnya, Lam-thian Lo-mo mengayun-ayun tubuh dara itu dan siap untuk melepaskan pegangan dan melemparkan tubuh itu ke dalam jurang.

"Tunggu....! Tahan....! Kalian menghendaki catatan racun? Sudah kubuatkan....!"

Nenek itu menjerit penuh kegelisahan melihat tubuh muridnya sudah hampir dilempar ke jurang.

"Ha-ha-ha-ha, siapa percaya omonganmu, nenek busuk?"

Lam-thian Lo-mo mengejek.

"Bedebah! Ini kitabnya! Sudah kupersiapkan!"

Nenek itu merogoh pinggangnya mengeluarkan sejilid kitab kecil bersampul hitam.

"Bagus! Berikan itu kepada kami dan kami akan membebaskan muridmu,"

Kata pula Lam-thian Lo-mo, girang bukan main karena isi kitab itu akan membuat mereka berdua bertambah lihai.

"Lemparkan dia kepadaku dan aku akan melemparkan kitab ini kepadamu!"

Nenek itu kini menahan karena melihat betapa musuh amat menginginkan kitab itu.

"Baik, aku akan melemparkannya kepadamu. Akan tetapi kau juga harus melemparkan kitab itu kepadaku."

Lam-thian Lo-mo berkata.

"Nanti dulu, Lam-te!"

Pak-thian berkata tenang.

"Jangan sampai dapat ditipu nenek busuk itu! Peganglah tangan gadis ini!"

Lam-thian Lo-mo memegang pergelangan kedua kaki Ceng Ceng dengan tangan kiri sedangkan tangan kanannya kini menggantikan kakak kembarnya memegangi kedua pergelangan tangan gadis itu. Kuat sekali kedua tangan kakek kurus bermuka merah ini sehingga Ceng Ceng merasa betapa kedua kaki tangannya seperti dijepit alat dari baja dalam genggaman jari-jari tangan kakek itu. Pak-thian Lo-mo lalu mengeluarkan sepasang sarung tangan putih, kemudian memakainya. Setelah itu baru dia berkata,

"Nah, sekarang pertukaran boleh dilakukan, Lam-te."

"Ha-ha-ha, kau benar cerdik, Pak-heng. Aku sampai lupa bahwa tentu kitab itu penuh dengan racun berbahaya pula!"

Dia memandang nenek itu yang kelihatan marah-marah.

Post a Comment