Halo!

Kelelawar Tanpa Sayap Chapter 20

Memuat...

Si Kelelawar tidak menjawab, dia hanya tertawa bodoh "Siapa saja nama mereka" Apakah kau masih ingat?

" kembali suara orang itu berkumandang "Siapa nama mereka?

" gumam si Kelelawar sambil berdiri tertegun, dia seolah sudah tak ingat lagi nama nama itu Terdengar suara orang itu berkata lagi: "Bukankah kau mengatakan Lau Ci-he termasuk salah satu diantaranya" "Aaah benar, memang dia termasuk, darimana,,,,

darimana kau bisa tahu?

" seru si Kelelawar tak tahan "Bukankah kau berasal satu tubuh denganku" Mana mungkin aku tidak tahu?

" "Aaah, betul, betul sekali "Apakah Botan (peony) hitam dari Shoatang dan teratai putih dari Hopak termasuk juga" "3etul, mereka termasuk juga!

" "Masih ada yang lain" Dengan wajah tertegun si Kelelawar berpikir berapa saat, tiba tiba dia menghantam batok kepala sendiri sambil berteriak: "Sialan, benar benar sialan!

"Kenapa" Tak teringat lagi?

" tanya orang itu sambil menghela napas "Maukah kau beritahu kepadaku?

" pinta si Kelelawar Sekali lagi orang itu menghela napas "Coba pikirlah dengan seksama, pasti akan teringat" katanya "Aku,,,,

aku,,,,,,”

dia hanya bisa memegangi kepala sendiri sambil dibenamkan kedalam sepasang lututnya, orang tua itu memang tak bisa mengingat kembali Orang itu tidak bersuara lagi, dia ikut membungkam Suasana dalam "ruangan" pun pulih kembali dalam keheningan dan kesepian yang luar biasa.

Entah berapa lama sudah lewat, akhirnya si Kelelawar mendongakkan kepala seraya mengeluh: "Aku benar benar tak bisa mengingatnya kembali, maukah kau beritahu kepadaku" Dia sedang bertanya kepada sang "sukma Tiada jawaban Sekali lagi si Kelelawar bertanya, namun tetap tiada jawaban, perasaan panik, takut, ngeri mulai menghiasi wajah orang tua itu, jeritnya lengking: "Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku" Kenapa" Tiada reaksi dari dalam ruangan, suasana tetap hening.

Si Kelelawar semakin panik, jeritnya: "Masa kau tinggalkan aku" Kau tak boleh berbuat begitu" Suara orang itu tak pernah berkumandang lagi. Tiba tiba si Kelelawar melompat bangun, sambil mencakar rambutnya dia menjerit: "Kau adalah sukmaku, kenapa tinggalkan diriku!

Nada suaranya diliputi perasaan panik, ngeri dan takut Ditinjau dari tingkah lakunya, orang tua itu pada hakekatnya sudah kehilangan kesadaran, sudah menyerupai orang sinting Nada suaranya yang sejak semula memang kedengaran aneh, dalam keadaan takut bercampur panik, suaranya kedengaran semakin aneh dan tak sedap didengar.

Cahaya lentera yang redup, pada saat itu pula makin melemah dan suram sebelum akhirnya sama sekali padam Suasana dalam ruang batu itupun tertelan kembali dalam kegelapan yang luar biasa Suara teriakan si Kelelawar masih menggema dalam ruangan, suara itu makin lama makin parau dan lirih Benarkah sukma si Kelelawar telah meninggalkan tubuh kasarnya" Meninggalkan dia dengan begitu saja" Bila seseorang sudah kehilangan sukmanya, lalu apa yang akan terjadi dengan dirinya" Dia akan berubah jadi apa".

\\//*Sebagian halaman Hilang*//\\.

Siau Jit tertawa dingin "Jadi kau anggap aku pasti bukan tandinganmu, pasti bakal mati diujung pedangmu?

" katanya "Benar, kau masih bukan tandinganku" "Kau yakin dugaanmu tak bakal salah?

" "Paling tidak, hingga sekarang dugaanku belum pernah meleset" "Ada satu hal mungkin belum kau ketahui" ujar Siau Jit tiba tiba "Soal apa" "Kau tak lebih hanya seorang manusia, bukan dewa "Maksudmu, selama sebagai manusia pasti akan melakukan kesalahan" "Betul!

Tiba tiba Ong Bu-shia mendongakkan kepalanya dan tertawa terbahak bahak "Hahahaha,,,,

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment