Halo!

Kelelawar Tanpa Sayap Chapter 16

Memuat...

Setelah menghela napas, si Kelelawar melanjutkan: "Jika kau tak pernah berhasil mendapatkan hati seorang wanita, apa gunanya kau dapatkan badannya, apa faedahnya meski kau dapat menikmati tubuhnya?

" Tanpa terasa Lui Hong manggut manggut "Oleh sebab itu" kata si Kelelawar, walaupun sudah banyak sekali wanita yang berhasil kupancing masuk kemari, tak seorang pun diantara mereka yang pernah kutiduri, aku hanya mengambil bagian tubuh mereka yang paling cantik, bahkan aku pilih sendiri bahan kayu terbaik, memahatnya dengan teliti dan seksama" Setelah tarik napas, tambahnya: "Oleh karena itu kau tak perlu kuatir" Lui Hong tertawa dingin.

Si Kelelawar menghela napas "Aku tahu, setelah meninggalkan tempat ini nanti, kau pasti akan sangat membenciku, bahkan selama masih bisa bernapas, kau pasti tak pernah akan melupakan aku!

" "Sekarang juga aku akan tinggalkan tempat ini!

" bentak Lui Hong nyaring, sambil berkata dia mulai beranjak. Baru satu langkah, mendadak ia merasa kepayahan, seolah sama sekali tak berkekuatan. Semacam perasaan aneh timbul dari tubuhnya, seakan perintahnya tidak lagi ditaati setiap organ tubuhnya.

Mungkinkah dalam arak itu benar benar telah dicampuri obat perangsang Kelelawar merah" Sekujur badan Lui Hong menggigil kencang, bulu romanya bangkit berdiri Berbareng dengan keputusan Lui Hong untuk beranjak pergi, si Kelelawar memasang telinganya pula si Kelelawar memasang telinganya pula untuk mendengarkan dengan seksama, kemudian berkata: "Seharusnya saat ini daya pengaruh Kelelawar merah sudah mulai bekerja" Begitu ucapan tersebut masuk ke dalam pendengarannya, entah kenapa, Lui Hong merasa dunia jadi berputar, kepalanya pusing sekali, kakinya sempoyongan sukar berdiri tegak.

Sambil tertawa kembali si Kelelawar melanjutkan: "Obat ini sudah kuramu ulang, kini daya rangsangnya telah berkurang hingga batas terendah, jika kau adalah seorang gadis yang masih suci, masih perawan, bagimu boleh dibilang obat itu tak bermanfaat lagi, kau tak bakalan terangsang birahimu karenanya" Sambil menggigit bibir Lui Hong maju lagi dua langkah, biarpun hanya dua langkah namun telah menggunakan segenap kekuatan yang dimiliki, dalam perasaannya, ke dua langkah itu serasa lebih jauh daripada berjalan sejauh tiga puluh langkah.

Dia mulai ketakutan, perasaan ngeri, seram, berkecamuk menjadi satu Si kelelawar tidak menggubris, ujarnya: "Aku rasa kau pun termasuk gadis yang masih suci, masih perawan, walaupun obat perangsang itu tidak sampai membangkitkan napsu birahi mu, tapi masih cukup untuk menjerumuskan dirimu ke dalam situasi setengah hidup, maksudnya separuh dari kekuatanmu akan hilang lenyap, kau akan lemas tak punya kemampuan apa apa" Setelah tertawa lanjutnya: "Hahaha, aku sendiripun tak tahu bagaimana harus menerangkan kepadamu, kalau dibilang obat tersebut sejenis obat pemabuk, seharusnya kau sudah pingsan tak sadarkan diri, tapi kalau dibilang bukan sejenis obat pemabuk, kenyataannya obat itu memiliki kemampuan yang tak berbeda dengan obat pemabuk, dalam waktu singkat kau akan kehilangan tenaga, ingin berdiri tak sanggup, mau bicara pun tak mampu, namun kau tidak pingsan, kau tetap memiliki kesadaranmu seperti normal" Ia berhenti sejenak dan tarik napas, setelah itu baru menambahkan: "Apa pun yang bakal kulakukan terhadap dirimu, dapat kau lihat dan rasakan, namun kau hanya bisa menerima semua itu dengan pasrah, kau tak sanggup memberikan perlawanan" "Kau berani,,,,,,,”

jerit Lui Hong sambil menggigit bibir, sayang teriakan itu lemah, sama sekali tak bertenaga. Si Kelelawar menyeringai "Setelah dipertimbangkan berulang kali, aku baru putuskan untuk menggunakan obat jenis ini, dan berkat obat jenis ini pula, pekerjaanku memahat baru dapat dilangsungkan dengan lancar tanpa hambatan sedikit pun" Sesudah menerangkan sampai disini, dia baru menanggapi teriakan dari Lui Hong tadi: "Tentu saja aku berani, dikolong langit saat ini, tak seorang manusia pun yang bisa membuat aku takut, apa pun yang ingin kulakukan, tak nanti ada orang yang bisa mencegah, mampu menghalangi" "iba tiba dia lempar lampion yang dipegangnya ke tengah udara.

Cahaya lentera yang semula putih pucat, mendadak berubah jadi hijau menyeramkan, tak berbeda seperti api setan. Begitu lampion itu berada ditengah udara, cahaya bintang pun menyebar ke empat penjuru.

Pada hakekatnya dia seperti sedang bermain sulap, seketika itu juga Lui Hong merasa ketakutan luar biasa, dia menjerit, berteriak sekeras kerasnya. Begitu jeritan berkumandang, cahaya api pun sirap, padam Dari balik kegelapan yang mencekam, hanya suara tertawa aneh si Kelelawar yang bergema, ditambah jerit ketakutan Lui Hong.

Untuk kedua kalinya gadis itu terperosok ke dalam suasan yang sangat gelap, sedemikian gelap hingga tak bisa melihat apa apa Semacam perasaan ngeri, seram, perasaan takut yang luar biasa dengan cepat muncul dari lubuk hatinya.

Dia menjerit, dia ingin kabur, menyerbu ke hadapan si Kelelawar, mengayunkan goloknya sambil membacok Namun sepasang kakinya sudah lepas kendali, sama sekali tak mau menuruti perintahnya lagi Lambat laun tubuhnya semakin lemah, semakin bertambah lemas sebelum akhirnya roboh terkapar ke tanah.

Biar begitu, kesadarannya masih utuh, dia masih segar ingatannya dan bisa merasakan segala sesuatu dengan jelas Entah berapa lama sudah lewat. Padahal semua itu hanya berlangsung dalam sekejap, namun bagi Lui Hong, saat itu begitu lama, sebab dia sama sekali tak bisa memastikan, sebab apa yang disaksikan waktu itu hanya kegelapan yang luar biasa.

Dia sudah tak mampu bergerak lagi, perasaan letih yang luar biasa, perasaan yang sukar dilukiskan dengan kata, mencekam dan menjalar di sekujur badannya Namun dia tidak mengantuk, sama sekali tak ingin tidur, sepasang matanya bahkan terbelalak sangat lebar.

Namun hanya kegelapan yang dilihat, lain tidak Gadis itu ingin sekali menangis, namun dia berusaha menahan diri, tidak membiarkan air matanya menetes.

Bagaimana pun, dia adalah seorang gadis yang tangguh, sekeras baja hatinya Suara tertawa si Kelelawar sudah berhenti, dalam kegelapan tidak terdengar lagi suara tertawa maupun pembicaraan Ke mana dia telah pergi" Entah kenapa, Lui Hong justru mempunyai satu perasa an aneh, dia merasa si Kelelawar berada disisinya, sedang mengawasinya.

Si Kelelawar adalah orang buta, kegelapan merupakan kerajaan dari kaum Kelelawar, dengan kemampuan kungfunya, biarpun sedang bersembunyi disisinya pun, dia tak nanti akan mengeluarkan sedikit suara pun.

Didalam kenyataan, meskipun Lui Hong dibilang sadar, saat itu dia tidak sesadar kondisi biasa Berada dalam kepekatan yang begitu gelap, bagi Lui Hong, sedetik sama seperti satu jam lamanya &n bsp;.

Waktu serasa bergerak bagai siput, lama sekali ber lalunya Suasana dalam ruang itu tercekam dalam keheningan yang luar biasa, sedemikian hening sampai Lui Hong dapat mendengar detak jantung sendiri.

Waktu kembali bergerak sangat lama, dari balik kegelapan tiba tiba terdengar suara yang sangat aneh. Dia mendengar ada orang sedang berjalan menghampirinya, bergerak semakin dekat Siapa dia

"Si Kelelawar" Sekarang dia makin yakin, suara itu memang suara lan gkah kaki, suara orang berjalan Hanya saja dia merasa langkah itu seolah tidak berpijak diatas tanah, walaupun berada dalam suasana yang begitu hening dan sepi, namun masih tetap tak kedengaran terlalu jelas.

Padahal lantai ruangan itu penuh berserakan patung kayu, namun anehnya sepasang kaki itu sama sekali tidak menendang sebuah benda pun yang tergeletak disitu.

Sudah pasti orang itu adalah sang Kelelawar. Benarkah Kelelawar memiliki pendengaran yang begitu tajam, begitu sensitif sehingga semua benda yang menghalangi jalan perginya bisa terdengar dengan nyata" Lui Hong mulai merintih, mulai mendesis karena seram Suara yang aneh, suara langkah yang aneh dengan cepat mengarah pada sasaran yang jelas, bergeser menuju ke hadapan Lui Hong.

Gadis itu benar benar terkesiap, dia hanya bisa menutup mulut sambil menggigit bibir, hanya bisa ketakutan tanpa mampu mengeluarkan sedikit suara pun. Sementara suara langkah kaki itu makin lama semakin bertambah dekat.

Si Kelelawar telah memastikan dimana Lui Hong berada saat itu Bersamaan dengan makin dekatnya si Kelelawar, suara langkah kakinya kedengaran makin jelas. Rasa ketakutan yang mencekam Lui Hong saat itu telah mencapai pada puncaknya, kalau bisa, ingin sekali dia menghardik orang itu, memerintahkan orang itu untuk menggelinding pergi.

Namun dia sama sekali tak mampu bersuara, tak sedikit suara pun mampu diucapkan Dia pun ingin menggeser badannya, biar seinci pun tidak masalah, biar setengah inci pun kalau bisa Tapi apa yang ingin dia lakukan gagal diwujudkan, dia sama sekali tak sanggup bergerak.

Saat itulah tiba tiba ruangan jadi terang kembali, terang benderang.

Sebuah lentera kaca berwarna hijau perlahan lahan muncul dari atap ruangan. Padahal langit langit ruangan tak ada lubang, namun lentera kaca itu tahu tahu muncul disana, bergelantungan ditengah udara Seterang apapun cahaya dari lentera itu, sinarnya tak terlalu benderang, namun sudah lebih dari cukup untuk menyaksikan semua disekeliling sana.

Kembali Lui Hong dapat menyaksikan kehadiran si Kelelawar, saat itu si kakek telah berdiri hanya tiga langkah dihadapannya Perasaan ngeri makin menyelimuti hatinya, rasa takut dan seram membuat sekujur tubuhnya gemetar keras.

Si Kelelawar masih seperti tadi, hanya sekarang kelihatan jauh lebih tua daripada penampilannya tadi Selain tua, tampak layu dan penuh keriput. Namun sepasang mata palsunya yang hijau menyeramkan, masih dipenuhi dengan kehidupan, seolah sedang melototi Lui Hong tanpa berkedip.

Gadis itu mengirik, begitu takutnya hingga napas pun ditahan sekuat tenaga. Dia tak tahu rencana busuk apa yang sedang disiapkan si Kelelawar, yang bisa dia lakukan sekarang hanya berusaha keras untuk menghindar dari pelacakan lawannya, berusaha agar si Kelelawar tidak berhasil menemukan posisi dirinya "api si Kelelawar seakan tahu kalau korbannya masih berada di posisi semula, tak mungkin pergi jauh, dia masih mendekat terus, menghampiri mangsanya Selangkah,,,,,

kembali selangkah Mendadak si Kelelawar menghentikan langkahnya lalu mulai berjongkok Kini wajahnya sudah berada tak sampai selangkah dari wajah Lui Hong, sedemikian dekat sampai gadis itu dapat merasakan dengusan napas si Kelelawar yang menyentuh pipinya.

Gadis itu semakin mengirik, ia mulai menggigil ketakutan Dan pada saat itulah, tangan kanan si Kelelawar mulai meraba wajah gadis itu Semisal dapat bersuara, saat itu Lui Hong pasti akan menjerit sekeras kerasnya "api kini dia seolah gagu, bisu, tak mampu bersuara, bahkan semua syaraf ditubuhnya seolah sudah mati rasa, sama sekali tak mampu bereaksi.

Yang dimiliki si nona waktu itu hanya perasaan, perasaan gugup, takut, ngeri, muak Yaa, hanya perasaan, lain tidak "angan si kelelawar yang kurus lagi kasar bagai cakar burung, mulai meraba dan menggerayang ke mana mana, membuat Lui Hong semakin mengirik, makin bergidik.

Perlahan tangan itu mulai bergeser, dia mulai meraba seluruh raut muka Lui Hong, meraba setiap lekukan, setiap garis mukanya.

Mimik muka si Kelelawar pun ikut berubah mengikuti gerak tangannya, terkadang tampak begitu gembira, terkadang tampak iba, kasihan, tapi semuanya tampak aneh, kelihatan misterius Lui Hong pasrah, dia sudah kehilangan semua kekuatannya, sudah tak mampu melakukan perlawanan.

Sekarang, tangan kiri si Kelelawar ikutan meraba, seperti cakar burung, sepasang tangannya meraba wajah si nona, lalu meraba wajah sendiri, tiba tiba ia tertawa, tertawa keras Kakek itu tertawa bagai orang idiot, bagai orang yang hilang ingatan.

Lui Hong merasa hatinya seakan terperosok ke dalam jurang, darah panas yang mengalir ditubuhnya seolah ikut mendingin, mulai membeku Sambil tertawa si Kelelawar menggeser tangannya lebih ke bawah, kali ini dia meraba tengkuk gadis itu "Gadis yang amat cantik!

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment