Halo!

Kaki Tiga Menjangan Chapter 26

Memuat...

Melihat kehadirannya, kaisar Kong Hi langsung meloncat turun dari kursinya .

"Kelima tipu jurusmu kemarin sudah diajarkan pemecahannya oleh guruku, Mari kita coba sekarang!"

Siau Po hendak menolak, tapi dia tidak berani Terpaksa dia mengiringi kemauan sang raja, Hari ini benar saja kelima tipuannya berhasil dipecahkan oleh Kong Hi .

"Kemarin aku mempelajari lagi enam jurus baru, mari kau coba!" Siau Po langsung menyerang, Dia sempat membuat lawannya kerepotan "Baiklah, Aku akan mempelajari cara untuk memecahkannya!" Mereka berpisah puIa, Demikianlah setiap hari Siau Po mempelajari jurus baru lalu dicobanya untuk menyerang kaisar Kong Hi, setelah kewalahan, raja itu akan mencari pemecahannya pula dari gurunya .

Sekarang bukan hal aneh lagi bila semua thay-kam maupun siwi dan para dayang tahu bahwa thay-kam cilik dari Siang sian tong ini adalah anak kesayangan raja, Sikap mereka juga jadi hormat .

Di pihak lain, Siau Po juga ingin memperoleh perhatian khusus dari Hay kongkong, Dia tidak lupa mencari kitab Si Cap Ji cing-keng, tapi sampai sejauh ini dia masih belum berhasil menemukannya, Sedikit-sedikit dia sudah mengerti ilmu surat karena Hay kongkong juga mengajarinya .

Pada suatu hari Kong Hi berkata kepada Siau Po .

"Siau Kui cu, besok kita akan melakukan satu pekerjaan besar, Pagi-pagi kau harus sudah datang dan tunggu aku di kamar tulis!" "Baik!" sahut Siau Po singkat .

Dia tahu Raja tidak suka banyak bicara, Karena kaisar Kong Hi tidak menjelaskan dia juga tidak menanyakan .

Keesokan harinya, pagi-pagi Siau Po sudah muncul di kamar tulis raja, Begitu dia muncul Kong Hi segera berbisik kepadanya .

"Aku ingin kau melakukan sesuatu, entah kau berani atau tidak?" "Kalau kau yang menyuruh, apa yang harus kutakutkan?" sahut Siau Po sok gagah .

"Tapi urusan ini hebat sekali .

Kalau kau gagal, bukan hanya jiwamu saja yang terancam bahaya, jiwaku juga!" Siau Po terkejut juga, Tetapi sesaat kemudian dia bertekad bulat .

"Paling juga aku kehilangan selembar nyawa, tapi kau adalah raja, siapa yang berani mencelakaimu." Melihat sikap Siau Po, Kong Hi pun berterus terang .

"Go Pay si menteri celaka itu sudah jelas berniat jahat .

Hari ini aku ingin menawannya, Kita bekerja sama, Beranikah kau?" Mendengar keterangan itu, bukan main senangnya hati Siau Po .

Memang selama ini, kecuali menemani raja berlatih silat, dia tidak mempunyai kegiatan apa-apa yang menggairahkan sekarang pun dia tidak pernah berjudi lagi, sedangkan hatinya memang membenci Go Pay yang dianggapnya congkak dan tidak tahu diri, Tentu dia senang diajak bekerja sama untuk menawannya .

"Bagus! Bagus! Aku toh pernah mengatakan bahwa kita berdua pasti bisa melawannya, Tidak perlu kita risaukan bahwa dialah tokoh nomor satu bangsa Boanciu, Bukankah kita berdua telah memperoleh banyak kemajuan Tidak perlu kita takut kepadanya!" Namun kaisar Kong Hi menggelengkan kepalanya .

"Bukan begitu maksudku, Kita memang bekerja sama, tapi bukan berarti kita turun tangan bersama menghadapinya, Kau harus tahu bahwa aku adalah seorang raja, aku tidak dapat turun tangan sendiri Go Pay mempunyai pengaruh yang besar dalam istana .

Dia juga pemimpin dari para pengawal dan pasukan tentara, Di dalam istana banyak siwi yang menjadi orang kepercayaannya .

Bila ia sampai memberontak, pasti sebagian besar berpihak kepadanya, jangan kata kita berdua, bahkan permaisuri dan ibu suri pun akan terancam bahaya..." Siau Po benar-benar tidak takut, dia malah menepuk dada .

"Kalau begitu, sebaiknya aku tunggu dia di luar istana, Secara tidak terduga-duga di mana dia tidak bersiap sedia, aku akan menyerangnya, Dengan sebatang golok, aku akan menikamnya, Syukur kalau aku berhasil, tapi kalau gagal, dia toh tidak akan tahu bahwa aku disuruh olehmu!" "Dia sangat gagah perkasa, sedangkan kau masih terlalu kecil Mungkin kau bukan tandingannya, LagipuIa di luar istana juga banyak pengawal Mana mungkin kau bisa mendekatinya" Taruh kata, kau bisa membunuhnya, tapi kau sendiri juga akan mati dikeroyok para siwi," kata Kong Hi panjang lebar "Aku mempunyai jalan lain yang lebih baik...." "Baik, apa itu?" Siau Po pun penasaran .

"Sebentar dia akan datang melaporkan sesuatu, Sebelum itu aku akan menitahkan para thay-kam kecil berkumpul di sini .

Kau harus memperhatikan aku .

Asal cawan teh di tanganku terlepas jatuh, langsung saja kau maju menotok jalan darahnya, Dalam waktu yang bersamaan, seluruh thay-kam cilik akan menyerangnya sehingga dia kerepotan .

Kalau kau gagal juga, terpaksa aku turun tangan membantumu!" "Bagus akalmu itu!" kata Siau Po .

"Apakah kau mempunyai golok" Usaha ini harus berhasil Kalau rencana kita sampai gagal, terpaksa aku harus membunuhnya!" Kong Hi menganggukkan kepalanya, Dari kaos kakinya dia mengeluarkan dua bilah pisau belati .

Yang satu diserahkannya kepada Siau Po, sedangkan yang lainnya dia simpan sendiri .

"Tenangkan hatimu," kata Siau Po .

"Sekarang kau pergilah dan panggillah kedua belas thay-kam cilik kemari!" perintah kaisar Kong Hi .

Siau Po menurut, Tidak Iama kemudian dia sudah kembali lagi dengan para thaykam cilik itu .

Kedua belas thay-kam cilik itu sudah berlatih ilmu gulat selama beberapa bulan atas titah kaisar Kong Hi .

Mereka memang tidak mengerti ilmu silat, tapi untuk menerjang, cengkeram kaki tangan, mereka sudah cukup pandai .

Raja segera berkata kepada mereka .

"Kalian sudah belajar beberapa bulan, entah sampai di mana kemajuan kalian" sebentar akan datang seorang jago gulat kami, aku menyuruh dia menguji kalian, Nanti kalau cawanku jatuh ke atas lantai, kalian harus menyerangnya serentak, Gunakan segenap kepandaian kalian, Siapa yang berhasil mencekalnya erat-erat, akan kuberikan hadiah besar." Selesai berkata, kaisar Kong Hi menarik lacinya dan mengeluarkan setumpuk uang Goan Po senilai lima puluh tail masing-masing lembarannya, dia menunjuk ke arah tumpukan uang itu kemudian berkata dengan nada berwibawa .

"Siapa yang menang, masing-masing akan mendapat selembar Goan Po ini .

Kalau kalian kalah, dua belas orang akan dipenggal batang lehernya, orang yang malas dan tidak berguna, tidak perlu dibiarkan hidup terus!" Kedua belas thay-kam itu langsung menjatuhkan dirinya berlutut dan berkata serentak .

"Budak sekalian akan bekerja dengan sepenuh hati bagi Sri Baginda!" "SebetuInya ini bukan tugas apa-apa .

Aku hanya ingin menguji kepandaian dan ingin mengetahui apakah selama ini kalian belajar dengan rajin atau hanya bermalasmalasan .

Nah, bangunlah." Menyaksikan gerak-gerik raja dan kata-katanya, hati Siau Po kagum sekali .

"Kaisar memang cerdik sekali Dengan demikian orang tidak akan curiga bahwa dia memang berniat menghancurkan Go Pay," pikirnya dalam hati .

Para thay-kam itu memberi hormat kemudian bangkit kembali Raja membalik lembaran bukunya dan membaca dengan suara kurang jelas, Siau Po memperhatikan dengan seksama, Raja itu tabah dan tenang, suaranya tidak gemetar sedangkan dia sendiri merasa kaki dan tangannya mulai berkeringat dingin .

"Ah, Siau Kui cu," katanya kepada diri sendiri "Kalau dibandingkan dengan Siau Hian cu, hari ini kau kalah semuanya, Kau kalah tenang dan kalah gagah!" Namun sesaat kemudian dia berpikir lagi Siau Hian cu adalah seorang raja, pantas dia mempunyai sikap demikian .

Umpama dia sendiri yang menjadi raja, dia juga yakin akan mempunyai ketenangan seperti Siau Hian cu .

Tidak lama kemudian, di luar kamar terdengar suara tindakan sepatu, disusul dengan suara seorang pengawal "Go siau-po datang menghadap Sri Baginda! Dia memujikan agar Sri Baginda dalam keadaan sehat wal'afiat dan berbahagia!" "Go siau-po, masuklah!" sahut Raja memberi ijinnya .

Tirai disingkapkan dan Go Pay melangkah masuk .

Dia memberi hormat dengan menekuk lututnya .

Kong Hi tertawa .

"Go siau-po, kebetulan sekali kau datang," katanya .

"Di sini ada dua belas orang thay-kamku, semuanya belajar ilmu guIat, Mereka ingin aku memberi petunjuk kepada mereka, sedangkan kau adalah orang kuat nomor satu bangsa Boanciu, Entah bagaimana pendapatmu?" "Apabila Sri Baginda mempunyai kegembiraan untuk menyaksikan tentu hamba bersedia melayani." sahut Go Pay sambil memberi hormat sekali lagi .

Kong Hi tertawa .

"Siau Kui cu, kau perintahkan semua siwi di luar sini untuk beristirahat, tanpa ada titah dariku, mereka tidak boleh datang kemari!" katanya kepada Siau Po .

"Baik!" sahut Siau Po yang langsung keluar menjalankan titahnya .

Kembali raja tertawa lebar, Kemudian dia berkata lagi kepada Go Pay .

"Go siau-po, pernah kau menganjurkan kepadaku agar jangan banyak membaca buku-buku bangsa Han .

sekarang aku pikir nasehatmu memang tepat sekali, sekarang kita pergi ke kamar tulisku saja dan bermain-main di sana .

Dengan demikian tidak ada orang yang mengetahuinya .

Apabila hal ini sampai diketahui oleh Thay hou (ibu suri) tentu aku akan dipaksanya membaca buku pula." Senang sekali hati Go Pay mendengar kata-kata sang Raja kecil ini .

"Betul, betul .

Segala buku bacaan bangsa Han memang tidak ada manfaatnya!" Raja tertawa, sementara itu Siau Po sudah kembali Dia melaporkan .

"Semua siwi sudah mengundurkan diri .

Mereka menghanturkan terima kasih buat kebaikan Sri Baginda." "Bagus!" seru kaisar Kong Hi sambil tersenyum "Nah, sekarang kita mulai bermainmain, Para thay-kam cilik, kalian memencarkan diri dan menjadikan kelompok yang terdiri dari dua orang." Kedua belas thay-kam itu segera mengiakan Kemudian mereka mengatur diri masing-masing .

Go Pay tertawa menyaksikan gerak-gerik para thay-kam cilik itu .

Terang dia tidak memandang mata pada mereka .

Dia yakin kepandaian mereka masih belum berarti Tampak dia menggelengkan kepalanya berulang kali .

Raja diam-diam memperhatikan gerak-gerik Go Pay .

Dia mengangkat cawannya kemudian minum seteguk .

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment