Halo!

Kaki Tiga Menjangan Chapter 25

Memuat...

"Sekarang kau kembali dulu kepada Hay kong-kong!" perintahnya kepada kacung yang sudah dijadikannya sahabat itu .

"Belajarlah dengan giat, besok kita akan bertanding lagi!" Siau Po menurut .

"Baik!" "lngat, urusanku dengan Go Pay ini jangan kau ceritakan kepada siapa pun juga!" "Baik!" "Di sini tidak ada orang lain, begitu aku mau pergi, aku langsung pergi .

Aku tidak perlu menekuk lutut!" kata Siau Po terus terang .

Kong Hi tersenyum .

"Ya, tidak usah bertekuk lutut .

Pergilah!" Siau Po tersenyum dan berlalu, begitu bertemu dengan si thay-kam tua, dia tidak mengatakan apa-apa .

Keesokan harinya kembali dia berkelahi dengan Kong Hi .

Dia mengira dirinya dapat berlaku wajar, tetapi ternyata tidak .

Setelah mengetahui siapa adanya Siau Hian cu, hatinya menjadi tidak tenang apabila berhadapan langsung, Dia tidak seperti sebelumnya yang berani menjotos atau menghajar betulan, Tanpa terasa seperti yang lainnya, dia pun selalu mengalah .

Kaisar Kong Hi menghentikan pertempuran Dia juga tidak bersemangat lagi untuk berkelahi terus, Diajaknya Siau Po ke sebuah ruangan khusus untuk berlatih gulat, Di sana dia menyuruh salah seorang bawahannya untuk menghadapi Siau Po .

Demikianlah hari-hari terus berlalu .

Lama-lama Hay kongkong menjadi curiga, sekarang Siau Po tidak banyak bercerita lagi bila kembali ke kamar Karena itu dia berniat menyelidiki sebabnya .

"Bagaimana dengan Siau Hian cu?" tanyanya ketika mendengar suara langkah kaki Siau Po masuk ke dalam kamar .

"Biasa, Hanya kurang bersemangat." "Apakah dia sakit?" tanya Hay kongkong kembali "Tidak." "Coba kau jelaskan jalannya pertempuran!" Siau Po kehabisan akal, Terpaksa dia menceritakan apa yang dilihatnya di ruang berlatih gulat, Dan dia mengaku bahwa dia yang kalah .

"Kau sengaja mengalah?" tanya Hay kongkong, "Tidak, Aku hanya merasa sungkan karena aku telah menjadi sahabatnya," sahut Siau Po .

"Oh, kau telah menjadi sahabatnya, Aku tahu, sebenarnya kau tidak berani berkelahi lagi dengannya, karena kau sudah tahu...." Siau Po terperanjat .

"Tahu apa?" tanyanya gugup .

"Coba katakan .

Dia yang mengaku sendiri atau kau yang mengetahuinya?" "Apa yang kau maksudkan kongkong" Aku tidak mengerti!" "Ayo, katakanlah terus terang, Cepat katakan, bagaimana kau bisa mengetahui perihal Siau Hian cu?" Sembari berkata, thay-kam tua itu langsung menyambar tangan kiri Siau Po kemudian menekannya sehingga bocah itu menjerit kesakitan .

"Aku menyerah!" "Cepat katakan!" bentak Hay kongkong garang .

"Aku toh sudah menyerah, mengapa kau tidak melepaskan cekalanmu?" "Aku bertanya kepadamu dan kau harus menjawabnya baik-baik!" "Baik .

Kalau kau memang sudah tahu siapa Siau Hian cu, aku akan menjelaskannya .

Tapi jangan main paksa, kalau tidak, mati pun aku tidak akan mengatakan apa-apa!" "Kau kira apanya yang mengherankan" Siau Hian cu adalah raja, Sejak semula aku memang sudah mengetahuinya." Senang hati Siau Po mendengar kata-kata thay-kam tua itu .

"Rupanya sejak semula kau sudah mengetahuinya .

Baiklah, aku akan bicara, Tidak apa-apa, bukan?" Siau Po langsung menceritakan semuanya, Termasuk sikap Go Pay terhadap raja .

Hay kongkong mendengarkan dengan seksama, Beberapa kali dia bertanya kembali untuk mendapat penegasan .

"Tapi Sri Baginda telah berpesan bahwa aku tidak boleh membuka rahasianya, kalau tidak, dia akan menghukum mati aku," kata Siau Po mengakhiri ceritanya .

"Kau toh sahabatnya, mana mungkin dia menghukum mati padamu" seandainya akan dihukum mati, pasti akulah orangnya!" "Syukurlah kalau kongkong sudah tahu." Hay kongkong berdiam diri sekian lama, Terdengar dia bergumam seorang diri .

"Buat apa raja melatih tiga puluh thay-kam cilik" Apakah dia menyesal tidak dapat berkelahi lagi denganmu sehingga memerintahkan orang dari ruang berlatih untuk mendidik tiga puluh thay-kam cilik yang kemudian akan dijadikan lawannya" Aih! Sungguh sukar ditebak kemauannya, Eh, Siau Kui cu, inginkah kau menjadi orang kesayangan raja?" Siau Po heran, Dia menatap thay-kam tua itu lekat-lekat .

"Dia adalah sahabatku, sudah sepatutnya aku membuatnya bahagia," sahut Siau Po .

"Bagaimana caranya aku bisa membuat diriku disukainya?" "Sekarang kau dengar kata-kata ku baik-baik! selanjutnya kalau Sri Baginda menyebutmu sahabat, jangan mau .

Coba bayangkan, sekarang usianya masih kecil, sikapnya masih kekanak-kanakan, kalau hatinya senang, apa pun dapat dikatakannya, Tetapi setelah dia dewasa nanti, asal kau salah bicara sedikit saja, dia akan membuat kepalamu pindah dari batang lehermu itu." Siau Po cerdas, dia mengerti apa yang dimaksudkan oleh Hay kongkong .

"Ya, aku tahu, selanjutnya aku akan ingat kata-kata kongkong baik-baik!" "Hm!" Thay-kam tua itu mendengus dingin, "Sekarang aku tanya lagi, apakah kau ingin mempelajari ilmu silat yang hebat?" "Tentu saja aku mau .

Apakah kongkong mau mengajarkan" sesungguhnya aku merasa heran, kepandaian kongkong tinggi sekali, mengapa kongkong tidak menerima seorang murid saja?" "Di dalam dunia ini banyak manusia licik dan jahat, Bagaimana kalau aku keliru memilih" Bukankah aku mencari penyakit untuk diriku sendiri?" Siau Po terkesiap, Diam-diam dia berpikir dalam hati .

"Apakah dia sudah tahu samaranku dan tahu aku yang menyebabkan kedua matanya buta?" Tapi Siau Po menekan perasaan curiganya .

Cepat-cepat dia berkata: Tapi aku setia kepadamu, Kau sendiri toh tahu bagaimana aku berani menempuh bahaya pergi ke Gi Si Pong untuk mencuri sebuah kitab untukmu, sayangnya jumlah buku di sana terlalu banyak dan aku tidak bisa membaca...." "Kau tidak bisa membaca?" tanya Hay kongkong heran .

Sekali lagi jantung Siau Po berdenyut dengan kencang, Dia tidak tahu apakah Siau Kui cu pernah belajar ilmu surat atau tidak, Kalau Siau Kui cu bisa, celakalah dia .

"Karena itu, cepat-cepat dia menambahkan "Berulang kali aku mencari kitab itu, tapi sejauh ini aku belum berhasil menemukannya, Biarlah, waktu toh masih banyak, Apalagi sekarang aku sudah menjadi sahabat raja, Setiap waktu aku bisa menghadap ke kamar tulisnya .

Suatu hari aku pasti akan menemukan kitab itu." "Asal kau tidak melupakannya saja!" "Mana mungkin aku melupakan bahwa Kong-kong memperlakukan aku dengan baik .

Budi besar itu belum sempat aku balas, Kalau aku sampai melupakannya, sungguh aku tidak patut disebut manusia!" "Hm.,, kalau kau tidak tahu membalas budi, memang sungguh kau bukan seorang manusia!" kata Hay kongkong mengulangi ucapan Siau Po .

Hati Siau Po tercekat, namun sesaat dia telah pulih kembali .

"Sekarang aku akan mengajarkan kau ilmu Tay Cu, Tay Pi, Cian Yap-jiu!" Hati Siau Po masih was-was, dia takut Hay kongkong akan mencelakainya, tetapi ternyata orang tua itu sungguh-sungguh mengajaknya ilmu silat, Siau Po pun memperhatikan dengan seksama kemudian menirunya .

"Perlu kau ketahui bahwa jurus ilmu ini sangat banyak, jumlahnya seribu jurus sesuai dengan namanya, tidak lebih tidak kurang .

Maka kau jangan berharap dapat menguasainya dalam waktu singkat "Baik, aku akan belajar sungguh-sungguh, Tidak perduli berapa lama waktunya!" Hari itu Siau Po berlatih sampai jauh malam, Keesokan harinya dia menemui Kong Hi, Ditemuinya Kaisar itu sedang meninju bangku kulit dengan kesal setelah melihat kehadiran Siau Po, baru dia tersenyum .

"Hatiku sedang jengkel, Mari kau temani aku bermain-main!" "Kong kong baru mengajari aku sebuah ilmu baru .

Namanya Tay cu, Taypi Cian Yapjiu .

Katanya ilmu ini lebih hebat dari Toa kim na-hoat .

Kalau aku sudah berhasil menguasainya, kau tidak akan sanggup melawanku lagi!" "Ilmu yang bagaimana?" tanya Kong Hi penasaran, "Coba kau tunjukkan kepadaku!" "Baik!" Siau Po pun bergerak menuruti ajarkan Hay kongkong .

Kong Hi memperhatikan dengan seksama .

semua serangan Siau Po ditujukan kepadanya, Kong Hi tidak sempat berkelit Dia kena diserang sebanyak lima kali, tapi karena serangannya perlahan, dia tidak merasa nyeri ataupun terjatuh karenanya .

"Aih! Sungguh bagus ilmu yang kau tunjukkan itu .

Baik Aku akan menemui guruku dan memintanya untuk mengajarkan ilmu lain yang dapat melawan ilmu barumu itu!" Siau Po kembali ke kamarnya, dia menceritakan kepada Hay kongkong apa yang dialaminya bersama Kong Hi .

"Entah ilmu apa yang akan diajarkan gurunya" Sudahlah, sekarang kau harus berlatih jurus lainnya." Siau Po menurut Hay kongkong langsung bergerak perlahan-lahan agar Siau Po dapat melihatnya dengan teliti, mulutnya pun terus memberikan penjelasan mengenai tipu daya jurus itu .

Tetapi ilmu itu memang terlalu rumit Tidak seluruhnya dapat dimengerti oleh Siau Po .

Dia hanya dapat meniru gerakannya saja .

Besoknya seperti dijanjikan, Siau Po langsung menuju Gi Si Pong, ia heran sewaktu mendapatkan ada empat siwi yang menjaga di depan pintu .

Satu di antaranya malah tersenyumn simpul sambil menyapa .

"Kau tentunya Kui kongkong, bukan" Sri Baginda Raja menitahkan agar kau masuk saja!" Siau Po terkejut Siapa itu Kui kongkong" Tetapi sesaat kemudian dia mengerti, tentu dia sendiri yang dimaksud dengan Kui kongkong, Mungkin siwi itu tahu bahwa dia sudah menjadi orang kepercayaan Kaisar sehingga bersikap sungkan terhadapnya .

"Selamat bertemu!" Dia segera menjura kepada para siwi itu .

Mereka membalasnya dengan hormat Siau Po dipersilahkan masuk ke dalam kamar tulis .

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment