Halo!

Kaki Tiga Menjangan Chapter 11

Memuat...

"Tidak bisa! Kita kan bersahabat, berarti kedudukan kita sama, Kalau sekarang aku menyembahmu sebagai guru, itu kan berarti derajatku lebih rendah satu tingkat darimu" Dasar setan tua, niat mu tidak baik, licik, egois!" Siau Po lupa diri, kembali mulutnya mengoceh sembarangan Tentu saja Sip-pat menjadi tidak senang, Banyak orang yang ingin menjadi muridnya justru dia tolak mentah-mentah .

Selalu saja timbul perasaan bahwa niat mereka itu tidak tulus atau ada beberapa orang di antaranya yang mempunyai bentuk tubuh kurang bagus dan kurang sesuai untuk belajar ilmu golok Ngo-Houw Koan Bun (Lima harimau menutup pintu), LagipuIa sebelumnya dia sibuk, tidak ada kesempatan atau waktu luang untuk mendidik seorang murid, sekarang dia tertarik kepada Siau Po dan berniat mengangkatnya sebagai murid, eh.. .

malah bocah ini yang menolaknya .

Saking kesalnya hampir saja tangannya melayang untuk menampar pipi anak itu, tetapi untung saja dia melihat bekas luka cambukannya sehingga dia membatalkan niatnya .

"Biar aku beritahu kepadamu!" katanya kemudian "Sekarang ini perasaanku sedang senang, maka aku suka menerima kau sebagai murid .

Tetapi kelak, meskipun kau berlutut di hadapanku dan memohon-mohon, pasti aku akan menolaknya!" "Tidak jadi masalah!" sahut si bocah yang tetap ugal-ugalan, "Kelak, meskipun kau berlutut dan menyembah padaku sampai ratusan kali bahkan dengan suara meratapratap, tetap saja aku tidak sudilmenjadi muridmu .

Kalau aku menjadi muridmu, berarti dalam hal apa pun aku harus menuruti kata-katamu, mana enak" Tidak! Aku-tidak mau belajar ilmu silat!"

Mau Sip-pat mendongkol sekali, Hatinya juga mulai marah .

"Baiklah, urusanmu sendiri mau belajar silat atau tidak, Tetapi kalau kau sampai tertangkap lawan dan disiksa sehingga hidup tidak mati pun tidak, waktu itu kau jangan menyesali." "Apa yang harus disesalkan" Lagipula, apa hebatnya belajar ilmu silat darimu" Buktinya kau bisa dililit oleh Su Siong begitu saja, dan ketika melihat dua bocah dari keluarga Bhok, kau langsung ketakutan Aku tidak mengerti ilmu silat, tapi aku tidak ketakutan seperti kau .

Hal ini membuktikan bahwa bisa ilmu silat saja belum tentu hebat!" Kemarahan dalam hati Mau Sip-pat benar-benar meluap .

Tanpa dapat mengendalikan emosinya lagi, dia melayangkan tangannya menampar pipi Siau Po keras-keras .

Tetapi bocah itu bukannya menangis kesakitan malah tertawa terbahakbahak .

Benar-benar anak yang kuat, juga bandelnya tidak ketulungan! "Nah, benar kan" Aku sudah membuka rahasia hatimu sehingga kau menjadi marah dan melampiaskan kekesalan pada diriku, Coba kalau kau benar-benar tidak takut, tentu kau tidak akan begini marah hanya karena ucapanku tadi!" Sip-pat membungkam .

Dia benar-benar kehabisan akal menghadapi bocah yang satu ini .

Ditegur salah, dihajar kasihan, ingin meninggalkannya begitu saja, dia tidak sampai hati padahal adatnya juga keras sekali, tetapi kali ini dia terpaksa mengekang diri .

"Huh!" Dia hanya mendengus satu kali, kemudian berdiri termangu-mangu .

Siau Po yang melihat keadaannya juga turut berdiam diri, pikirannya melayanglayang, dia ingat ibunya di rumah pelesiran, Sejak mengenal Mau Sip-pat, dia bertekad untuk menjadi orang gagah .

Ternyata tidak mudah .

Dia juga tahu hilang sudah kesempatan baginya unjuk belajar silat, tapi dia tidak menyesal .

Dia meraba-raba mukanya yang bengap parah di sudut bibirnya sudah kering .

Tiba-tiba sebuah ingatan melintas di benaknya, pikirnya dalam hati .

"Tidak apa-apa aku tidak jadi belajar ilmu silat darimu, yang penting aku bisa ikut terus mengembara .

Pasti aku bisa memperhatikan gerak-gerikmu ketika kau berkelahi, apa aku tidak bisa menirunya sedikit demi sedikit" Bahkan aku bisa melihat gerakan musuh .

Dengan demikian aku bukan hanya belajar ilmu silatmu saja, ilmu silat orang lain juga bisa kucuri belajar .

Dengan memiliki kepandaian beberapa orang sekaligus, bukankah lama kelamaan aku bisa mempunyai kepandaian yang lebih tinggi dari padamu" Hm! Sementara itu, Mau Sip-pat merasa perutnya lapar sekali .

"Mari kita pergi!" katanya sambil langsung mengangkat tubuh Siau Po .

Siau Po tidak membantah .

Mereka mencari tempat untuk beristirahat .

Keduanya mengisi perut, membersihkan tubuh, mengganti pakaian juga mengoles obat .

Kemudian, untuk melanjutkan perjalanan, Sip-pat menyewa kereta .

Kakinya terluka, gerakannya tidak leluasa, Kedua ekor kuda rampasannya ditinggalkan begitu saja .

Dengan menumpang kereta, dirinya juga tidak mudah terlihat orang .

Bukankah dia seorang pelarian dari kota Yang-ciu" Tujuan mereka tetap utara, Pada suatu siang, mereka sampai di propinsi Soa Tang, Ketika mereka menempuh perjalanan, tiba-tiba terdengar suara derap kaki kuda, Siau Po melongokkan kepalanya, Dia melihat tiga kereta mendatangi dengan perlahan .

Pada bagian depan kereta terdapat sehelai bendera kecil atau panji yang warna dasarnya putih dan tepiannya bersulamkan benang biru .

Di tengah-tengahnya tertera huruf "Sou" Persis sama dengan bendera kecil yang mereka lihat tempo hari .

Tanpa berpikir panjang lagi, Siau Po segera membangunkan Mau Sip-pat yang sedang tidur .

"Coba lihat!" Mau Sip-pat membuka matanya .

Ketika melihat kereta dengan benderanya itu, wajahnya menyiratkan ketegangan .

Sekejap kemudian, kereta itu telah melewati mereka dan terus melaju menuju selatan .

Tampak Mau Sip-pat menghela nafas lega .

"Apakah yang lewat barusan juga kereta keluarga Bhok dari In Lam?" tanya Siau Po .

"Mengapa kau bisa mempunyai dugaan itu?" "Karena aku melihat semangatmu seperti terbang melihat kereta itu, itulah sebabnya aku bisa menduga demikian." "Kapan semangatku terbang" jangan sembarangan mengoceh!" bentak Mau Sip-pat .

Meskipun mulutnya berkata demikian, tapi Sip-pat menyadari bahwa suaranya rada bergetar .

"Kau tidak takut aku justru sebaliknya," sahut Siau Po .

"Apa yang kau takutkan?" "Aku takut kau tidak sanggup menahan perasaan terkejut sehingga sakit parah," sahut Siau Po seenaknya, "Bisa juga kau mati kaget .

Kalau hal itu sampai terjadi, bagaimana dengan aku?" "Celaka! Gawat!" Terdengar Mau Sip-pat menggerutu .

Dia tidak menggubris ucapan Siau Po .

Mungkin telinganya sudah kebal, Dia hanya menggumam seorang diri, "Keluarga Sou pun berangkat ke selatan .

Pasti di sana telah terjadi sesuatu yang hebat!" "Apa sebenarnya arti huruf "Sou" itu?" tanya Siau Po penasaran "Di samping huruf "Sou" masih ada tiga huruf lainnya, yakni huruf "Lau", "Pui" dan "Pek" Mereka adalah nama keluarga yang menjadi Ke Ciang bagi keluarga Bhok, sedangkan keluarga Bhok itu keluarga bangsawan, tingkat Kim Kok-kong." "Kim Kok-kong itu sejenis makhluk aneh atau hantu?" "Tampaknya mulutmu memang harus dicuci biar bersih, Di dalam dunia kangouw, nama Kim Kok-kong bahkan lebih menciutkan nyali dari pada makhluk aneh atau hantu apa pun." "Oh, begitu rupanya." "Hm..." kata Mau Sip-pat .

"Pada waktu Baginda Beng Tay-cou mengerahkan angkatan perangnya menentang kerajaan Goan, Bhok ongya, Bhok Eng telah membuat jasa besar, sebab dia berhasil merampas propinsi In Lam, Karena itu Sri Baginda mengangkatnya sebagai penguasa di wilayah In Lam turun temurun .

Setelah dia meninggal dia dianugrahkan gelar kehormatan Raja Muda Kim Len ong, sedangkan keturunannya mendapat gelar kehormatan Kim Kok-kong .

"Di zaman akhir pemerintahan Kerajaan Beng ketika Kaisar Kui-ong menyingkir ke In Lam, Kim Kok-kong Bhok Tian Po dengan setia melindunginya, Kim Kok-kong bahkan mengajak Kui-ong menyingkir ke Birma." "Celakanya di sana Kui-ong dibunuh oleh orang jahat, sehingga Kim Kok-kong turut menjadi korban, jarang ada panglima merangkap menteri yang demikian setia kepada junjungannya." "0h... .

Kalau begitu yang dipanggil loya Bho Tian Po itu merupakan cucu Bhok Eng seperti yang dikisahkan dalam cerita Eng Liat Toan .

Memang Bhok ongya itu gagah sekali dan menjadi panglima kesayangan Baginda Raja." Siau Po dapat mengatakan hal itu karena dia sudah terlalu sering mendengar legenda-legenda tukang cerita seperti Eng Liat Toan yang di dalamnya dikisahkan para pemeran utamanya, yakni Bhok Eng, Ci Tat, Siang Oi Cun, dan Oh Toa Hay .

Mereka semua terdiri dari para panglima yang perkasa .

"Aih! Kenapa kau tidak menjelaskannya dari semula?" gerutu Siau Po seakan menyalahkan Sip-pat .

"Kalau aku tahu keluarga Bhok dari In Lam itu masih keturunan Bhok ongya, Bhok Eng .

Tentu aku akan bersikap lebih sopan sedikit .

Coba kau ceritakan orang-orang seperti apakah keempat keluarga Lau, Pek, Pui dan Sou itu?" Mereka adalah para Ke Ciang dari keluarga Bhok .

Leluhur mereka turut mengambil bagian ketika Kim Leng-ong menaklukkan In Lam dan ketika Kim Kok-kong Bhok Tian Po melindungi raja menyingkir ke Birma, hampir seluruh keturunan para Ke Ciang itu ikut tewas .

Hanya beberapa yang sempat meloloskan diri .

Di kemudian hari keturunan dari keempat keluarga itu dihadiahkan masing-masing sebuah panji kecil berwarna putih dengan alas biru oleh Tan Ho cu dari Tian-te hwe sebagai lambang .

Siapa pun tokoh persilatan yang melihat panji kecil itu, wajib memberikan bantuan atau pun melindungi mereka .

itulah sebabnya aku juga menaruh hormat melihat panji kecil itu .

Bukan takut, hanya sungkan, kalau aku sampai membuat kesalahan, tentu aku akan menjadi orang terhina di dunia ini!" sahut Mau Sip-pat yang tampaknya senang menerangkan secara panjang Iebar, "Oh, begitu, Memang benar, bila bertemu dengan keturunan panglima atau menteri yang setia sudah selayaknya kita berlaku hormat." "Sejak berkenalan dengan kau, baru kali ini ak mendengar-ucapan yang tepat!" kata Sip-pat sambil menganggukkan kepalanya berkali-kali .

"Aku sendiri, entah kapan pernah mendengar kau mengucapkan kata-kata yang pantas seperti sekarang ini!" sahut Siau Po tidak mau kala "Siapakah yang tidak menghormati Bhok ongya yang hanya dengan terompet tembaga dapat menyeberangi sungai dan dengan sebatang panah dapat membunuh gajah?" Mau Sip-pat kebingungan mendengar ucapannya, Diperhatikannya bocah itu lekatlekat .

"Apa yang dimaksud dengan terompet tembaga dapat menyeberangi sungai dan dengan sebatang panah api dapat membunuh gajah?" Siau Po tertawa lebar .

"Kau cuma tahu bagaimana harus menghormati keluarga Bhok, tetapi kau tidak tahu sampai mana kegagahannya, Tahukah kau ada hubungan apa antara Bhok ongya dengan Sri Baginda Raja." "Siapa yang tidak tahu bahwa dialah panglimanya Raja." "Panglima" Ya, ya betul .

Dukungan & Donasi

Bantu kami terus update dengan memberi dukungan melalui:

BCA 7891767327
Trakteer
Post a Comment