"Mengapa aku tidak boleh tertawa, Yang botak kan kau sendiri, apa urusannya dengan kami?" Rasanya seperti ada bara api yang berkobar di dada Ong Tan .
Langsung saja dia mengirimkan sebuah serangan ke depan, jurus yang digunakannya adalah ilmu totokan yang istimewa, yakni Ular naga mencelat ke atas, burung Hong terbang di udara" Su Siong tertawa terbahak-bahak .
Kakinya menyurut mundur dan dengan secepat kilat Joanpian-nya sudah tercekal di tangan, senjatanya yang istimewa itu melayang ke pinggang lawan .
Ong Tan menghindarkan diri sambil dengan Boan-koan pit kirinya, Kedua senjata itu langsung beradu, sementara itu, duri-duri yang tajam dari Joanpian Hek Liong-pian mengancam bagian belakang kepala Ong Tan sehingga terpaksa dia menangkis pula dengan Boan-koan pit kanannya .
Su Siong segera menarik senjatanya ke beIakang, tetapi sekejap kemudian dia mengasongkan kembali ke muka lawan, Dia tidak menyerang dengan sungguhsungguh, hanya menggerakkannya ke depan dan kemudian ditarik kembali, lalu diselipkan di pinggangnya, Dalam segebrakan dia sudah membuat Ong Tan kerepotan .
Melihat kehebatannya, para pengikutnya langsung memberi sambutan yang meriah .
"Saudara Su, ternyata ilmumu memang hebat sekali, jurus yang kau gunakan barusan tentunya Sin-liong Sam-pa bwe (Naga sakti menggoyangkan ekornya)." "Tak berani aku menerima pujian setinggi itu, Harap jangan ditertawakan" sahut Hek Liong-pian .
Sementara itu, Ong Tan masih ragu apakah harus meneruskan serangannya atau tidak, Su Siong sendiri tidak menggubris Ong Tan lagi .
Sembari tertawa lebar dia memalingkan kepalanya kepada Mau Sip-pat .
"Orang she Mau, bangunlah" ikut kami meninggalkan tempat ini!" "Tidak demikian mudah, sahabat!" Sahut Mau Sip-pat dengan datar "Kalian berjumlah tiga belas orang, sedangkan aku hanya sendiri .
Meskipun rasanya tidak masuk akal satu sanggup melawan tiga belas orang, tapi aku ingin mencobanya juga." Mendengar kata-katanya Go Tay Peng langsung tersenyum .
"Mau heng, mengapa kau menganggap kami ini seperti orang luar saja" Kau bukan melawan mereka seorang diri, tetapi empat melawan tiga belas!" Mau Sip-pat tertegun sejenak, kemudian dia menoleh kepada Ong Tan .
"Saudara Ong, kau membantu pihak yang mana?" "Sudah tentu aku berpihak padamu!" sahut Ong Tan tegas .
"Tuan berdua, harap kalian jangan ceroboh, Siapa yang berani melawan pemerintah yang agung, urusannya bisa gawat sekali!" Go Tay Peng kembali tersenyum, dia berkata .
"Dikatakan memberontak, tentu kami tidak berani, Yang benar, menentang pihak yang sewenang-wenang!" "Apa bedanya" Orang she Go, apakah kau sudah bertekad untuk membantu pemberontak ini?" "Harap tuan jangan salah duga, sebaiknya kau memaklumi dulu duduk persoalannya, Setengah tahun yang lalu, saudara Mau dan saudara Ong ini sudah mengikat perjanjian untuk melakukan pertandingan persahabatan hari ini .
Di dalam urusan ini, aku yang rendah juga telah diikutsertakan .
Tetapi nyatanya, apa yang terjadi kemudian" pembesar negeri benar-benar memperlihatkan kesan yang kurang baik .
Mereka telah menangkap saudara Mau, kemudian memenjarakannya, sedangkan Mau adalah seorang laki-laki sejati, tidak nanti dia mengingkari janjinya sendiri .
Bisa-bisa jatuh nama baiknya di dunia kangouw dan dianggap sebagai pengecut .
Untuk menghindarkan hal yang tidak di'inginkan, terpaksa Mau heng melarikan diri dari penjara guna memenuhi perjanjian ini, Dalam hal ini, pembesar negerilah yang memaksa rakyat memberontak Sekarang, jika saudara sudi memandang mukaku, silahkan kau menarik pasukanmu dari tempat ini .
Biarkan kami menyelesaikan dulu urusan ini .
Besok kau boleh kembali lagi .
Pada saat itu kau hendak menawan Mau heng atau tidak, bukan urusan kami lagi!" "Tidak bisa!" sahut Su Siong tegas .
Salah seorang rekannya segera maju ke depan dan berkata dengan suara keras .
"Sahabat Su, buat apa banyak bicara?" Orang itu menghunus goloknya .
setibanya di depan Go Tay Peng, dia langsung mengirimkan serangan .
Tentu saja Go Tay Peng mendongkol sekali .
Dia segera menggeser kakinya ke samping kemudian mencelat ke atas .
Sebelah tangannya menjulur ke depan, dalam sekejap mata dia sudah berhasil mencengkeram orang yang masih duduk di ataskuda itu dan membantingnya dengan keras ke tanah .
"Pemberontak! Pemberontak!" Para prajurit lainnya segera berteriak sambil mencelat turun dari kuda masing-masing dengan kalang kabut, Mereka segera mengepung Go Tay Peng dan yang lainnya .
Dengan demikian, terpaksa Go Tay Peng dan Ong Tan melakukan perlawanan .
Tidak terkecuali Mau Sip-pat, meskipun keadaannya masih terluka dan terpaksa melawan dengan punggung bersandar pada sebatang pohon, tetapi serangannya lihai sekali .
Dua orang musuh yang menerjang ke arahnya langsung tertebas bagian pinggangnya sehingga menemui ajal seketika .
Su Siong masih belum turun tangan .
Dia menyaksikan jalannya pertempuran dari atas kudanya, sementara itu, Wi Siau Po yang cerdik mengerahkan akalnya, Diam-diam dia menggeser tubuhnya sedikit demi sedikit sehingga keluar dari kancah pertempuran .
Rupanya karena dia hanya seorang bocah cilik, pihak lawan tidak begitu memperhatikannya, Lagi-pula sejak perdebatan terjadi, dia sudah menyembunyikan diri di belakang sebatang pohon yang jaraknya kurang lebih satu tombak .
Di sana diamdiam dia berpikir "Sebaiknya aku kabur saja atau menonton terus jalannya pertempuran?" Hatinya diliputi kebimbangan .
"Mau toako cuma bertiga, sedangkan lawan jauh lebih banyak, Mana mungkin mereka bertahan terus, bisa-bisa malah tewas di tangan para prajurit ini .
Apakah perwira itu akan melepaskan aku kalau yang lainnya sudah mati" Tapi, Mau toako sudah menganggap aku sebagai sahabat sejatinya .
Lagi-pula aku sendiri yang mengatakan senang dan susah dicicipi bersama .
Kalau sekarang aku diam-diam kabur, tentu aku malu pada diriku sendiri .
Tidak pantas lagi aku disebut sebagai sahabat sejati!" Tepat pada saat itu, terdengar suara bentakan Go Tay Peng, seorang lawannya roboh binasa karena terhantam pukulannya, sementara itu, Ong Tan masih dikeroyok tiga orang lainnya .
Mau Sip-pat sendiri sudah berhasil menebas kutung kaki salah seorang lawannya yang kini terkulai di atas tanah, merintih kesakitan sembari mencaci maki dengan katakata yang kotor .
Tidak urung hati Su Siong tercekat juga melihat keadaan ini .
Dua orangnya sudah tidak berdaya dan tiga lainnya sudah binasa, sekarang sisanya tinggal tujuh orang lagi .
Memang kalau ditilik dari keadaannya, posisi mereka masih di atas angin, tapi siapa yang berani menjamin apa yang akan terjadi nanti" "Tidak boleh aku berdiam diri terlalu lama" katanya dalam hati, Terdengar dia mengeluarkan suara bentakan keras lalu melompat turun dari kudanya .
Yang diincarnya sudah barang tentu Mau Sip-pat .
Begitu sampai di hadapan orang itu, dia langsung menyerang dengan gencar Mau Sip-pat mengadakan perlawanan dengan goloknya, Setiap serangan dihadapinya dengan hati-hati, dia mengerahkan jurus Ngo-Houw Toan Bun To (llmu golok lima harimau) .
Tepat pada saat itu, kembali terdengar suara bentakan Go Tay Peng yang disusul dengan robohnya seorang lawan lagi .
Dengan demikian pihak prajurit kerajaan itu berkurang satu tenaga lagi .
Ong Tan masih kelabakan menghadapi tiga lawannya, Pahanya telah terluka karena bacokan golok musuh, tapi dia tetap mempertahankan diri .
Tiga lawan Go Tay Peng lainnya mempunyai kepandaian yang lumayan, itulah sebabnya mereka masih sanggup bertarung terus, Beberapa kali serangan Go Tay Peng dapat mereka hadapi dengan baik .
Sementara itu, diam-diam Su Siong merasa kagum melihat kepandaian Mau Sip-pat .
Musuhnya itu sedang terluka, kedua kakinya tidak dapat bergerak dengan leluasa pula, tapi serangan tangannya lihai sekali .
Terutama tangan kanan yang menggenggam golok, Sampai sekian lama, belum sempat Joan-pian lawan mengenai tubuhnya .
"Untung saja kakinya terluka, kalau tidak tentu sejak tadi aku sudah berhasil dikalahkan olehnya," pikir Su Siong dalam hatinya .
Segeralah ia menguras otaknya mencari akal untuk menghadapi lawan .
Tiba-tiba sebuah ingatan melintas dalam benaknya .
Dengan jurus Pek-Coa Tou Sin (Ular putih menyemburkan racun) ia menyambar bahu kanan lawannya .
Mau Sip-pat langsung menangkis .
Tidak dinyana, ternyata serangan itu hanya tipuan belaka, Tangan lawan berubah saat itu juga .
Dengan menggunakan siasat "Bersuara di timur, menyerang dari barat, Hek Liong-pian menyerang kembali dengan jurus "Giok-Tai Wi Yau" (Sabuk kumala melilit pinggang)" Joan-pian bergerak dari kiri ke kanan mengincar pinggang lawan .
seandainya sepasang kaki Mau Sip-pat dapat digerakkan, pasti dia akan bergerak maju ke depan atau mencelat mundur ke belakang .
Tetapi keadaannya justru tidak mengijinkan mau tidak mau dia terpaksa menyambut serangan lawannya dengan kekerasan! Gerakan tubuh Su Siong cepat sekali .
Ujung senjatanya tidak dapat tersentuh oleh golok lawan, Malah dia berhasil melilit tubuh lawannya sehingga melingkar tiga kali sehingga terikat di batang pohon .
Kemudian dia mengirimkan serangan ke arah dada lawan .
Mau Sip-pat terperanjat setengah mati, dadanya tertusuk oleh duri-duri yang terdapat di ujung Joan-pian .
Ketika mendapatkan perintah dari atasannya, Su Siong sudah dipesan wanti-wanti untuk membawa Mau Sip-pat dalam keadaan hidup, Biar bagaimana dia harus menuruti perintah itu .
Sekarang, setelah berhasil melumpuhkan Mau Sip-pat, dia akan membantu rekannya membereskan Go Tay Peng dan Ong Tan .
Dengan demikian tugasnya sudah selesai dan dia dapat kembali ke kota raja dengan tenang .
Itulah sebabnya dia segera membungkuk dengan maksud mengambil golok Mau Sippat dan mengutungkan lengan kanannya sehingga menjadi cacat untuk selamanya .
Tentunya niat perwira itu sudah kesampaian, apabila tiba-tiba tidak meluncur bayangan putih yang melesat ke arahnya sehingga dia jadi terkesiap dan panik .
Ternyata bayangan putih itu adalah sejenis bubuk yang langsung menerpa matanya sehingga tidak dapat dibuka .
Ada sebagian pula yang tersedot ke dalam hidung dan masuk atau tertelan ke dalam mulut, sehingga tenggorokannya bagai tercekat .
Tapi yang paling hebat justru bubuk yang masuk ke dalam kelopak malanya .