Halo!

Ilmu Golok Keramat Chapter 25

Memuat...

Aku tadi sudah berkata aku akan membuka larangan membunuh, bukan" Nah, kalau kau tidak mengerti tunggulah saja itu orang datang baru aku bicara lagi.

Ho Tiong Jong tidak puas.

Totiang, kau tidak boleh sembarangan mengikat orang, bukan" Hai, kaujangan banyak rewel kau bikin susah sendiri saja.

Kalau tidak tunduk lihatlah ini buktinya.

Ban Siong Tojin setelah berkata lantas menunjukkan kebutannya kearah lampu yang menyalah diatas meja, segera api lampu tadi menjadi kecil dan panjang seperti terkena oleh tenaga yang tidak kelihatan, arahnya pun tampak berbalik.

Jarak antara api dengan Ban Siang Tojin ada satu tombak lebih.

Ini menunjukkan bahwa tenaga dalamnya si tosu hebat juga, karena kalau tidak, tak dapat api itu dibalik kearah kebalikannya dan kecil memanjang.

ETIKA ia menarik pulang kebutannya, lantas api lampu tadi menjadi biasa lagi seperti bermula terangnya.

Nah, sekarang kau lihat sendiri.

Kau mau takluk tidak" Apa mau tidak diikat" Ho Tiong Jong memang tunduk terhadap.

ilmunya yang tinggi tadi, akan tetapi ia tidak mau tunduk dengan aturannya yang bukan-bukan.

Maka dengan gusar ia menjawab.

Totiang.

kau bicara tidak menurut aturan.

Apa boleh orang berbuat sesuka hatinya saja" Aku tidak ada tempo untuk bicara dengan kau.

jawab Ban Siong Tojin dengan marah melotot.

Hmm., ,

Ho Tiong Jong menggeram Boleh coba-coba mengikat aku, memangnya aku sebuah patung" Ban Siong Tojm melengak.

ia tidak nyana anak muda didepannya itu ada sangat tabah hatinya.

ia mundur tiga tindak.

Bocah, katanya apa barusan kau tidak lihat ilmu tenaga dalamku sampai dimana.

Ah, benar-benar kau ini tidak sadar dengan bahaya di-hadapan mata.

Ha ha ha.

Tak usah banyak perkataan yang tidak perlu, marilah kita mencoba-coba siapa yang nanti akan diikat, tantang Ho Tiong Jong.

Pemuda itu berkata sambil menghunus goloknya.

Ban Siong Tojin tertawa bergelak gelak, Bocah, kau mau apa " Lihat nih tambang apa" ia sembari mengunjukkan seutas tambang.

Tambang ini untuk mengikat binatang liar dan sebentar kau rasakan bagaimana ia akan mengikat dirimu.

Totiang, jangan banyak rewel, silahkan Demikian Ho Tiong Jong menantang, sambil palangkan goloknya didadanya siap untuk mengadu jiwa dengan tosu jumawa itu.

Bocah benar-benar kau tidak tahu tingginya langit dan tebalnya bumi.

Kau menantang untuk bertempur denganku" Ha ha ha.

Ho Tiong Jong tidak takut.

ia tertawa bergelak gelak seolah-olah mau menyaingi sitosu ketawa yang menggema diangkasa.

tiba-tiba terdengar Ban Siong Tojin berkata pula, Bocah, kalau kau tahan sepuluh gebrakan saja melawan aku, akan kuijinkan kau pergi begitu saja dari sini, kau mengerti " Ow, hanya sepuluh gebrakan apa susahnya" jawab Ho Tiong Jong girang, Hanya yang aku kuatirkan kau akan repot menangkis seranganku.

Ban Siong Tojin tidak menjawab.

Ia gerakan senjata kebutannya menerjang pada Ho Tiong Jong.

Benar serangan kebutannya itu amat lihay.

mengandung tenaga yang kuat sekali, hingga Ho Ting Jong terpaksa lompat mundur setengah tombak untuk menghindarkan serangan tadi.

Sebentar lagi tampak ia sudah putar goloknya, ilmu golok delapan belas jurus dimainkan dengan bagus sekali, hingga diam-diam Ban Siang Tojin memuji.

Ia mengerti bahwa ilmu silat golok demikian tidak mudah diterobos.

Tampak Ho Tiong Jong mainkan ilmu golok kramatnya makin lama makin kuat dan sampai hebat sekali, angin golok bajanya menyambar-nyambar.

Ban Siang Tojin kerutkan alisnya Dia gusar, sampai rambut dan jenggotnya pada berdiri.

Mukanya juga berubah menjadi hitam, satu tanda bahwa ia telah mengerahkan tenaganya Betul-betul untuk mengambil jiwanya si anak muda.

Menyolok sekali tanda kekurangan latihannya Ho Tiong Jong.

Menghadapi jago kelas wah id, Ho Tiong Jong merasa kewalahan.

Kebutannya sang lawan menyamber-nyamber seperti bayangan anginnya dahsyat sekali seolah-olah menekan dadanya hingga hampir sukar bernapas.

Tapi ia sudah nekad dan melawan terus.

Belakangan ia rubah bersilatnya dengan ilmu Kim-ci GiNi ciang.

hingga Ban Siang Tojin menjadi kaget juga.

Tapi dasar ia satu jago ulung, pelahan-lahan ia sudah dapat mengunjukkan keunggulannya dalam pengalaman bertempur.

Bocah goblok.

apa kau masih bisa bertahan berapa lama lagi" Ho Tiong Jong tidak menjawab.

ia terus mengerahkan tenaganya untuk menangkis tekanan tenaga kebutan musuh.

Ia kelihatan nekad, tidak mau kalah oleh lawannya.

Yang membikin ia heran tekanan Ban Siang Tojin sebentar berat dan sebentar ringan.

Entah apa maksudnya, jago kelas wahid itu tidak mau sekaligus, menekan lawannya hingga tidak berdaya" Ban Siong Tojin kelihatan mukanya sudah menjadi berubah hitam menakutkan dan terus merangsek musuh.

Dalam kenekadan-nya Ho Tiong Jong menyabetkan goloknya sambil membentak.

Tosu siluman, kenapa kau menggunakan ilmu sihirmu secara pengecut" Tapi serangan Ho Tiong Jong dapat dihindarkan.

Ban Siong Tojin merangsek lagi tangannya diangkat.Jari jarinya yang runcing hitam dan beracun kelihatan menyengkeram bahunya IHo Tiong Jong.

Tapi heran, ketika sudah dekat menyentuh sasarannya, tiba-tiba jari-jarinya berhenti setengah jalan dan membentak pada lawannya.

Hei, bocah goblok, apa yang kau katakan tadi" Ho Tiong Jong tidak lantas menjawab.

ia mengerti bahaya maut mengancam dirinya melihat jari-jarinya sang lawan yang runcing dan beracun sudah dekat menyentuh bahunya.

Tanpa terasa, keringat dingin telah membasahi badannya.

Tapi hatinya masih keras tidak mau tunduk kepada musuhnya ia menjawab pertanyaannya Ban Siong Tojin tadi.

Hmmm Kau ini bukannya manusia, tapi siluman.

Kau barusan sudah menggunakan ilmu siluman, Hmm manusia siluman Ha ha ha Ban Siong Tojin tertawa, bergelak gelak.

Bocah goblok, kau ini masih belum tahu lebarnya langit dan tebalnya bumi, kau mana tahu ilmuku yang istimewa.

ilmuku itu dilatih berdasarkan rokh-nya burung dari jaman purba.

Kau ini cari-cari itu dua pengemis apa gunanya, mereka sudah mengaku kalah kepadaku.

Ha ha ha.

Ho Tiong Jong sebal melihat lagaknya si tosu yang tengaL Ia sampai terlupa akan maksudnya mencari guru yang pandai, hingga sudah melewatkan kesempatan yang baik untuk mengangkat Bang Siong Tojin menjadi gurunya.

Hatinya diliputi kemendongkolan.

Kata-kata si tosu yang mengejek dibalas kontan dengan ejekan pula.

Dalam keadaan kepepet demikian, Ho Tiong Jong, tiba-tiba mendengar ada suara tindakan orang mendatangi.

Ban Siong Tojin kagit.

Siapa, tegurnya keras.

Aku Siong Hoat, jawabnya, segera kelihatan muncul seorang hweshio dengan muka pucat dan romannya seperti yang ketakutan.

Kiranya ia ada hweshio dari kuil ceng-in si.

Ketika ia sudah berhadapan dengan Ban Siong Tojin telah berkata.

Lo to ya, celaka itu dua pengemis sudah bisa bergerak lagi.

Aku sebenarnya tidak berani masuk kesini, tapi.

Hii, tidak bisa jadi dua manusia tolol itu dapat bergerak lagi Ban Siong Tojin tidak meneruskan kata-katanya, karena kaget, pada saat itu Siong Hoat sudah jatuh rubuh dan tidak bernapas lagi.

Ketika diperiksa, ternyata pada punggungnya ada kedapatan tanda bekas telapakan tangan yang berwarna merah darah.

Ban Siong Tojin beringas setelah melihat itu" cepat ia bangkit berdiri membawa senjata kebutannya ngeloyor keluar.

Ho Tiong Jong melihat musuhnya sudah pergi, hatinya merasa lega, Sambil menyeka peluh didahinya diam-diam berpikir.

Aku sudah menelan pil Siauw hoan tan tenagaku sudah sebat sekali, tapi menghadapi seorang jago ulung benar-benar aku tidak berdaya.

Perlu apa aku mencari ilmu lagi, membuang-buang tempo saja.

Habislah pengharapanku.

Aku lebih baik binasa saja seperti ini hweshio daripada hidup menderita kesusahan saja^.

Dengan pikiran kalut ia keluar dari situ, pergi kepelataran dimana ia lihat Ban Siong Tojin sedang celingukan mencari dua pengemis yang dikatakan telah bisa bergerak lagi dan telah membunuh Siong Hoat hweshio demikian kejamnya.

Terdengar si imam menantang sendirian.

Pengemis bangkotan, kau hanya namanya saja termashur dikalangan kangouw, tapi setelah ketemu orang yang tak mudah dibikin celaka olehmu sudah lantas menyembunyikan diri seperti kura-kura" Tidak terdengar jawaban, malah keadaan makin sunyi setelah suaranya menghilang.

Tidak kelihatan ada gerakan apa-apa.

Ho Tiong Jong yang melihat Ban Siong Tojin kesana-kemari beringas-beringas mencari mangsanya, dalam hati masih penasaran dan ingin menempur kembali pada lawannya itu.

Tidak memikir lama, ia sudah lantas menghampiri Ban Siong Tojin dan gerakkan ia punya golok menyerang pada si imam tosu.

Tapi serangannya mendapat tangkisan yang tepat sekali dari pihak lawan.

Ho Tiong Jong menyerang dengan menggunakan sepenuh tenaga, tidak heran kalau serangan itu ada berat sekali, hingga diam-diam Ban Siong Tojin merasa kagum.

Dalam hatinya berkata Bocah ini benar nekat, baru saja mengasoh sebentar tenaganya sudah pulih kembali begitu cepat Tosu siluman- bentak Ho Tiong Jong.

Perbuatanmu sewenang-wenang mau mengikat siauwyamu yang tidak bersalah dosa membikin orang jadi penasaran sekali.

Nah, keluarkanlah kepandaianmu sekarang Ho Tiong Jong tutup bicaranya dengan serangan golok kedada orang, tapi dengan gesit Bin Siong Tojin lompat mundur beberapa tindak.

Sebagai jago kawakan Ban Siong Tojin sudah merangsek lagi musuhnya.

Pertempuran menjadi berjalan seru, sudah golok berkelebat melawan kebutan yang seperti menari-nari.

Tiba-tiba terdengar suara tertawa dingin dari atas tembok pekarangan, Hei, hidung kerbau, kau beraninya dengan anak yang masih ingusan saja.

Tidak tahu malu.

Apa perbuatanmu ini dapat mengangkat namamu telah termashyur lagi" Ha ha ha ha.

Berbareng kelihatan melompat turun sesosok bayangan dari atas tembok pekarangan.

Kiranya ia ada Tok-kay Kang ciong.

la jalan menghampiri, tampak senjata bandringannya yang aneh berupa bola saja bergoyang-goyang dipinggangnya.

Ban Siong Tojin dan Ho Tiong Jong sementara itu sudah menghentikan pertempurannya dan mengawasi kedatangannya si pengemis tua beracun.

Ban Siong Tojin melihat datangnya musuh berat hatinya rada keder, dengan suara berat jawabnya.

Pengemis bangkotan kau sudah lama datang" Apa kau sudah memeriksa isi-nya kuil disni" Tok-koay Kang ciong tertawa bergelak-gelak.

Hmm terdengar ia, menggeram.

Untuk apa diperiksa lagi, semua penghuninya delapan puluh hweshio lebih sudah kukirim ketempatnya Giam-lo-ong.

celaka seru Ban Siong Tojin, matanya beringas tajam mengawasi Tok-kay Kang ciong.

Si pengemis beracun hanya tertawa nyengir.

Post a Comment