Halo!

Ilmu Golok Keramat Chapter 14

Memuat...

sambil menyusut matanya yang mengeluarkan air saking enaknya tadi ia ketawa.

Ada eorang kuasa disini yang menanyakan begitu kepadaku.

Aku sudah kibuli padanya, bahwa Lo-ni itu telah mengingkari janjinya dan telah menerima aku sebagai muridnya.

orang itu tidak percaya dan suruh aku mengunjukkan beberapa jurus ilmu silatnya Loni itu dihadapannya.

Habis, bagaimana" menyelak Ho Tiong Jong tidak sabaran.

Aku telah unjukkan ilmu itu untuk membikin yang menanya puas hatinya.

Aku tahu Lo-ni itu senjatanya kebutan yang dinamai Kim-soa Giok-peng in Tipu ilmu silatnya Lian-hoa-tjat yang sangat terkenal.

Aku sudah coba unjukkan itu, sekali aku bergerak orang yang tidak percaya tadi telah dibikin terpelanting, maka ia baru percaya aku ada muridnya si nikow tua, ha ha ha Ho Tiong Jong juga ikut ketawa, diam-diam berpikir.

Betul-betul kau nakal, tidak heran kalau gurumu memesan wanti-wanti Supaya jangan nakal diluaran.

Apakah orang yang begini lucu jenaka akan menghadapi bahaya" Ah.

sungguh sayang sekali.

Siapa orang yang kau sengkelit itu toako " Tanya Ho Tiong Jong Setelah aku berjalan dalam benteng seng kee-po ini baru saja, kalau dia itu ada si Ular Kumbang yang menjadi pengurus nomor dua dalam benteng ini.

Aku tidak takut sama segala ular, maka juga aku masih hidup sampai sekarang, ha ha ha.

Kali ini ia ketawa keterlepasan, hingga ia dengan kursinya telah terjungkel kebelakang dan membentur kaca jendela, hingga mengeluarkan suara prang yang nyaring sekali.

Kaca jendela telah menjadi pecah karenanya.

Ketika ditarik mundur, ternyata Kho Ke telah menindih seorang pelayan yang saat napasnya empas empis karena keberatan kena tertindih barang berat.

Pelayan itu justru bukannya lain dari pada Keng Jie.

Setelah kaca jendela yang pecah ditutup dengan kertas, Ho Tiong Jong dan Kho Kie meneruskan kongkonya (bercakap-cakapan ) kali ini mereka masing-masing mengisahkan riwayat dirinya.

Diam diem Ho Tiong Jong menyesalkan dirinya yang tidak bersekolah dan berkepandaian.

Dibandingkan dengan Kho Kie jauh benar pengetahuan surat dan ilmu silatnya.

Ia malu bergaul dengan Kho Kie yang jauh lebih pintar, akan tetapi Kho Kie sebaliknya merasa suka dan senang bergaul dengan anak muda itu yang dianggapnya ada orang baik-baik dan tidak sombong.

Kho Kie yang ramah tamah dan polos terus mengajak Ho Tiong Jong bergurau, hingga perasaan malunya si anak muda menjadi lumer sendirinya.

Selanjutnya mereka pasang omong dengan amat gembira sekali.

Selagi mereka sibuk dengan ceritanya masing-masing, tiba-tiba terdengar suara tindakan kaki mendatangi.

Ketika itu Kho Kie sudah siap hendak masuk kedalam tanah, tapi dilihatnya yang datang terayata adalah si Ular Kumbang.

Sebentar saja mereka sudah hadapan, Ho Tiong Jong sambil menjura telah memohon maaf untuk kaca yang tadi pecah itu karena tidak disengaja.

oh itu perkara kecil, jangan dibuat pikiran.

jawab si Ular Kumbang sambil tertawa.

Ho Tiong Jong merasa lega hatinya.

Kedatanganku adalah hendak memberitahukan kalian, kata pula si Ular Kumbang, tentang perjamuan menyambut tetamu, besok semua tetamu akan diperkenalkan satu persatu dalam perjamuan itu, yalah supaya tetamu satu dengan lain mengenali terlebih dahulu.

Ho Tiong Jong anggukkan kepalanya, sedang Kho Kie hanya ketawa saja.

Tengah mereka bertiga bercakap-cakap.

terdengar suaranya kaki wanita mendatangi.

Ketika mereka menegasi kiranya yang datang ada si nona in, pelayannya nona Seng putri kepala benteng dari Seng-kee-po.

Si Ular Kumbang telah menjura dengan hormat kepada nona pelayan itu, sebelumnya ia membuka suara terdengar nona ln berkata secara bergurau, setelah sejenak mengawasi kepada jendela yang pecah kacanya.

Ho Tiong Jong dan Kho Kie.

Hei, apa kalian sudah berkelahi sampai kaca jendela pecah" Wajahnya berseri-seri ia meneruskan berkata pada Ho Tiong Jong.

Bagaimana" Apa Ho Siang kong senang tinggal dalam kamar ini" senang.

senang, jawab Ho Tiong Jong seraya anggukkan kepala.

Nona in ketawa manis hingga Kho Kie yang melihatnya menjadi kesengsem.

sambil tertawa nyengir ia menimbrung.

Nona in,akupun pindah kemari, kalau engkau ada tempo sukalah sekali waktu datang menyambang kepada kita di sini.

Nona in tidak menjawab, hanya matanya mengerling galak.

Sambil menekap mulutnya karena merasa geli melihat gerak-geriknya Kho Kie yang lucu, nona pelayan itu telah meninggalkan mereka.

setelah nona in berlalu, si Ular Kumbang menegur pada Keng Jie.

IHei, Keng Jie.

perlu apa kau memanggil padanya kemari" Aku bukannya sengaja memanggil.

Selagi aku keluar berpapasan dengannya, dia menanyakan tentang keadaannya Ho Siang-kong, aku lantas ceritakan kejadian barusan sebab aku kira mereka telah berkelahi.

Katanya dia kebetulan mau melihat Ho Siangkong, maka dia bersama-sama aku kesini.

Eh perjamuan besok bukannya malam, tapi jam tiga sore demikian Keng Jie nyerocos bicara.

Ho Tiong Jong tidak perhatikan pelayan itu nyerocos lebih jauh hanya diam-diam memikirkan, apa perlunya nona in menengoki ia" Hatinya merasa tidak enak berbareng saat itu pelayan yang disuruh Kho Ki datang membawa barang-barangnya Kho Kie yang sudah dapat kesitu.

Sedang tukang kayu juga sudah muncul untuk membetulkan kaca yang pecah tadi.

Ho laote.

buat apa kita tinggal diam saja disini.

Mari kita keluar jalan-jalan makan angin ha ha ha.

Kho Kie kembali dengan suaranya yang Jenaka lucu.

Baiklah.

sahut Ho Tiong Jong.

Ia berkata sambil mengikuti, pikirannya terus melayang pada nona in yang sengaja datang untuk melihat ia, entah apa sebabnya " Maka setengah jalan, ia sudah berkata pada Kho Kie.

Kho Toako, aku mau kembali kekamarku dulu, ada yang hendak kutanyakan pada Keng Jie, harap kaujalan-jalan sendiri saja.

Sebentar kalau urusan sudah beres, aku akan mencari kau lagi" Ho Tiong Jong berbareng hendak membilukkan kakinya akan tetapi Kho Kie telah menyegah, katanya.

Ho siaocu.

kau jangan tinggalkan aku sendirian.

Biar saja.

sebentar lagi juga kita ketemu Keng Jie, apa yang perlu kau tanya boleh ditanyakan kepadanya bukankah sama juga" Ia berkata sambil menarik-narik lengannya Ho Tiong Jong, hingga anak muda itu kelihatannya apa boleh buat mengikuti si orang aneh tukang nerobos tanah itu.

Berdua terus berjalan jalan sambil ngobroL Tiba-tiba mereka berjumpah dengan nona cong ie.

Setelah saling memberi selamat.

Ho Tiong Jong telah memperkenalkan Kho Kie kepada si nona.

Engko Ho.

kata nona cong pada Ho Tiong Jong Malam ini mungkin aku meninggalkan tempat ini, aku menyesal sekali tidak dapat menghadiri berkumpulnya orang-orang gagah dalam benteng ini.

Ho Tiong Jong terkejut.

Ia lantas ingat, bahwa nona cong mau meninggalkan tempat ini tentu lantaran gara-garanya si Raksasa in Goei, maka ia lalu menanya.

Apa si Raksasa in Goei belum pergi dari sini.

cong ie geleng kepala.

Hmm Sekarang belum tahu, sebentar malam baru mendapat kepastian dia pergi atau tidak.

Kho Kie yang mendengar pembicaraan Ho Tiong Jong dan cong Ie lantas mengerti bahwa nona itu akan meninggalkan benteng sebab takut oleh In Goei, maka hatinya mendadak sudah menjadi panas dan berkata.

Nona, kau tak usah meninggalkan tempat ini.

Biar aku usir si Raksasa itu, aku mendengar julukannya demikian sudah merasa sebal.

Kho toako.

menyelak Ho Tiong Jong kau tidak boleh berbuat begitu.

Kalau kau bikin onar ditempat ini aku tidak mau bersahabat dengan kau lagi.

Kho Kie tertawa nyengir.

cong ie kelihatan unjuk paras muka merengut, ia agaknya merasa kesal dengan soal yang dihadapinya ia mendengar kata-katanya si orang aneh, matanya yang bagus tiba-tiba melirik.

kemudian memandang pada Ho Tiong Jong yang menegur Kho Kie.

Ia masih berdiri sejenak didepan mereka, kemudian telah meninggalkan mereka dengan tidak berkata apa-apa lagi.

Ho Tiong Jong melongo melihat cong ie begitu ketus.

Ha ha ha.

tiba-tiba terdengar Kho Kie buka suara Ho laote barusan kau keliru melarang aku tidak boleh membuat onar, sebab dianggapnya oleh si cantik tadi kau tidak memihak kepadanya ikut membenci kepada orang yang dibencinya.

Sebaliknya kau lebih memandang berat diriku, mana dia tidak jadi marah " Ho Tiong Jong masih bingung dengan kata-katanya Kho Kie.

Kho toako, sebenarnya kenapa sih dia seperti yang ngambek berlalu dari sini Ha ha, kau masih belum mengerti juga orang omong.

Dia jengkel, karena kau menghalang-halangi untuk memberi hajaran kepada musuhnya, kau mengerti " Baru sekarang Ho Tiong Jong mengerti.

Ia kelihatan geleng-gelengkan kepalanya, tapi ia tidak mau disesalkan.

Biarlah kita jangan pusingkan yang begituan, aku memang lebih menghargai persahabatan daripada wanita dan-.

Perkataannya belum habis, cong ie tampak sudah muncul kembali didepan mereka.

Ia agaknya mendongkol pada Ho Tiong Jong, pada siapa ia berkata.

Mana itu selendangku, lekas kau kembalikan katanya dengan suara dingin.

Ho Tiong Jong terkejut, mukanya seketika itu juga merjadi merah karena merasa malu sudah menyimpan selendangnya si nona dan kini telah di tagih.

Ia merogo-rogo sakunya, Sudah tentu saja tidak kedapatan karena selendang itu ada dalam saku bajunya yang kotor, yang diambil oleh Keng Jie, Entahlah apakah Keng Jie mencuci bajunya sekalian dengan selendang itu turut dicuci" oh nona cong, maafkan aku kelupaan membawanya.

Sambil sipitkan matanya dengan kelakuan lucu sekali Kho Kie telah menyelak.

oh, selendang itu kepunyaannya nona cong" celaka tiga belas, sebenarnya aku tak seharusnya bersenda gurau dengan Ho laote, selendang itu aku telah curi dari Ho laote dan ada disini.

Ia terus meraba raba kantongnya yang besar kemudian dikeluarkan segala isinya Kira nya didalam kantong itu berisi macam-macam benda seperti baju tipis hiram untuk keluar masuk tanah, uang perakan beberapa, potong sebuah batu sebesar kepelan, dua mainan dari kayu, potongan besi bersegi tiga dan empat yang tajam sekali, sebagai penuntun ia keluarkan handuknya yang sudah dekil dan menyiarkan bau asam, hingga cong ie yang turut memeriksa apa isinya kantong telah menekap hidungnya.

Ia heran mengapa Kho Kie mengantongi banyak macam barang" Tadinya ia hendak marah akan tetapi melihat kelakuannya Kho Kie yang lucu diamdiam ia merasa sangat geli, ia ketawa dibalik tangannya yang menutupi mulutnya.

Post a Comment