Halo!

Ilmu Golok Keramat Chapter 06

Memuat...

Dengan pikiran jengkel Ho Tiong Jong menindakkan kakinya tanpa tujuan.

Dalam kantong tidak ada uang, dimana ia harus menginap" Dalam rumah penginapan, tidak mungkin sebab harus mempunyai uang untuk membayar sewanya, ia tidak mempunyai sahabat, seorang pun dalam kota Lok-yang itu, kepada siapa ia harus minta pertolongan" Pikarannya jadi melayang-layang, ia tidak tahu kakinya sudah membawa dirinya kemana.

Tiba-tiba ia dibikin kaget ketika dari belakang orang menepuk bahunya, ia cepatcepat menoleh orang yang menepuknya seperti orang dari kantor piauwkiok.

Saudara ini bukannya yang bernama Ho Tiong Jong" tanya orang itu sambil ketawa, tampaknya ia ramah sekali seperti juga bicara terhadap kenalan lama.

Ho Tiong Jong membisu sejenak.

karena ia tidak kenal dengan orang yang menanya dirinya itu.

Ketika ia hendak membuka mulutnya menjawab, orang itu sudah mendahului berkata pula.

Aku bernama ong Kong Gie, pegawai dari Lok-yang Piauw-kiok.

Tadi aku mendengar dari Lim Piauw-tao, katanya saudara baru saja datang ke kota ini, Betulkah." Ya, betul aku memang baru datang, Barusan aku bicara dengan Lim Piauw-tao, belum ada keputusannya sudah ditinggal pergi begitu saja, Aku tidak tahu, entah itu ada adatnya yang angkuh atau karena dia terlalu repot, hingga melupakan kesopanan" ong Kong Gie tertawa mendengar bicaranya Ho Tiong Jong.

Saudara Ho jangan kau kecil hati.

Memang pada belakangan ini Lim Piauwtao ada sangat repot dengan urusan pribadinya, hingga kadang-kadang ia tidak sadar dengan kelakuannya yang dapat membikin orang mendelu hatinya, Aku yang menjadi anak buahnya dengan ini memohon maaf banyak-banyak atas sikapnya Lim Piauw-tao.

Ho Tiong Jong lumer mendongkolnya mendengar kata-katanya ong Kong Gie yang ramah dan jenaka, maka ia juga bikin habis urusan itu dan menanyakan maksud ong Kong Gie datang kepadanya ada urusan apa" Saudara Ho, kata ong Kong Gie, sambil menyekal lengan orang.

Biarlah aku menjadi tuan rumah untuk menyambut kedatanganmu dari jauh-jauh, Mari, mari kita mencari makan untuk menangsal perut, Aku kira saudara Ho tentu sudah lapar, bukan " Ho Tiong Jong agak kemerah-merahan mukanya, akan tetapi ia tidak berkata apaapa, sebab memang waktu itu ia sedang laparnya, ia mengikuti sang sahabat yang baru dikenal itu mencari salah satu rumah makan.

Tidak sukar ong Tong Gie membawanya Ho Tiong Jong masuk kedalam sebuah rumah makan yang lezat makanannya.

Ia memesan pada pelayan makanan dan minuman yang istimewa, sementara menanti barang hidangan disiapkan ong Kong Gie lah menanya pada Ho Tiong Jong, Saudara Ho, apakah kau datang dikota Lok-yang ini hanya sendirian saja" Bagaimana dalam perjalanan apa tidak menemui apa-apa yang mengherankan" Betul, aku hanya datang sendirian saja, Di perjalanan tidak ada apa-apa yang aku ketemukan mengherankan.

jawab Ho Tiong Jong ia tidak mau menceritakan pengalamannya sudah bertempur dengan Sepasang orang ganas, dan pertemuannya dengan si pemuda pelajar yang berbadan sangat mewah.

Saudara Ho, sebenarnya ada sesuatu yang aku ingin bicarakan denganmu, oh, sebentar saja jikalau sudah habis makan Seiring dengan kata-katanya, ong Kong Gie membantu pelayan mengatur makanan yang dipesan diatas meja.

Demikian mereka telah makan minum dengan diseling oleh pembicaraan yang tidak ada hubungannya dengan jalannya cerita.

Begitu selesai makan, ong Kong Gie telah berkata.

Saudara Ho, aku harus mengucapkan selamat kepadamu.

Hei, selamat apa.

saudara ong" Selamat lantaran namamu sekarang telah naik tinggi.

Sebabnya" Kau sudah berani bermusuhan dengan Sepasang orang ganas yang sangat ditakuti dalam kalangan kang-ouw, Kau berani menempur dan mengalahkan mereka, sudah tentu namamu menjadi terkenal dimana-mana.

Kantor kami sudah mengetahui tentang saudara punya pengalaman, meskipun saudara sendiri kelihatannya sungkan untuk menuturkannya ketika aku menanyakan pengalaman saudara di perjalanan.

Saudara ong, kau terlalu memuji tinggi, Aku tidak mempunyai kepandaian apa-apa, kalau tokoh aku berani menempur pada Sepasang orang ganas disebabkan sang hati tidak tega melihat keganasan yang dilakukan oleh mereka terhadap orang-orang yang tidak salah berdosa, Maka, apa yang aku perbuat hanya sekedar untuk membela keadilan, bukannya dengan sengaja mau mencari nama dalam kalangan kangouw.

ong Kong Gie angguk-anggukan kepalanya.

Sambil mengacungkan jempolnya, ong Kong Gie berkata lagi.

itulah ada perbuatannya satu pendekar tulen.

Dengan tidak menghiraukan diri sendiri dan tidak memikirkan akan akibatnya urusan yang diperbuatnya, saudara sudah tunjukan diri untuk membela keadilan, jarang orang yang seper.

ong Kong Gie tidak meneruskan kata-katanya, karena diganggu oleh masuknya tiga orang laki laki berbadan tegap dengan sikap yang sombong sekali.

Mereka datang dengan berkuda, satu diantaranya yang berjalan di depan sungguh menjemukan lagaknya, ia berjalan lewat diantara tetamu yang pada makan di situ seolah-olah tidak memandang mata, sangat angkuh sikapnya, hingga yang melihatnya menjadi sebal.

Ho Tiong Jong yang melihat ong Kong Gie tidak meneruskan kata-katanya dan matanya mengawasi kesatu jurusan, ia pun berpaling mengikuti kemana ong Kong Gie mengarahkan penglihatannya.

Hatinya Ho Tiong Jong juga jadi mendelu melihat sikapnya orang sombong tadi.

ong Kong Gie udah sedari tadi menundukkan kepalanya lagi ia melihat Ho Tiong Jong masih mengawasi kepada tiga orang yang baru datang tadi, lalu berkata dengan suara berbisik saudara Ho sebaiknya jangan kita mengawasi mereka, kita bicara tentang urusan kita saja.

Kenapa" Apa saudara ong, kenal pada mereka" tanya Ho Tiong Jong.

ong Kong Gie punya pengalaman sebagai piauwsu sudah tiga puluh tahun, ia sudah kawakan dan mengenal banyak orang gagah dari rimba persilatan, baik yang gagah budiman maupun yang gagah jahat, pengalamannya banyak dan pengetahuannya sangat luas, Dengan suara berbisik ia menjawab pertanyaannya Ho Tiong Jong.

Ya, kalau tidak keliru mereka itu ada murid-muridnya dari si siluman Khoe Tok yang sudah mengasingkan dirinya selama tiga puluh tahun belakangan ini dari dunia kangouw.

Ho Tiong Jong berpaling pula mengawasi bajunya mereka agak aneh.

Hei, saudara ong, apakah kau kenal orang yang berbaju disulam mata satu siapakah gerangan dia" Kelihatannya dia sangat tajam.

Memang betul demikian, pemandanganmu tepat sekali.

Tentang riwayatnya siluman Khoe Tok sedikit sekali orang lain, di kota Lok yang ini barangkali hanya akulah yang dapat menyediakan riwayatnya.

Tiga tetamu congkak tadi ambil tempat agak berjauhan juga dari Ho Tiong Jong dan ong Kong Gie, sementara suara berisik dari tetamu yang pasang omong, membuat apa yang dibicarakan oleh Ho Tiong Jong dan ong Kong Gie tidak dapat didengar oleh yang lain.

Kalau begitu, kata Ho Tiong Jong, aku harap saudara ong suka, menceritakan kepadaku ada baiknya sekedar menambahkan pengalaman ku.

ong Kong Gie angguk-anggukkan kepala, Khoe Tok yang terkenal julukannya si Siluman, ong Kong Gie mulai menutur, pada masanya ia malang melintang dalam dunia kangouw perbuatannya sangat kejam, ia suka sekali menghisap atau minum darahnya manusia.

Darah dari wanita yang datang bulan ia bikin menjadi obat, entah obat untuk apa" Ketika ia beraksi dalam kalangan kangouw telah menggemparkan rimba persilatan karena kekejaman dan keganasannya.

Dia punya kebiasaan menghisap dan meminum darah manusia, membuat banyak pendekar yang berilmu silat dan budiman menjadi marah besar.

Banyak yang sudah mencari padanya, tapi ilmu silatnya Khoe Tok yang tinggi sukar dijatuhkan bahkan bukan sedikit kawanan pendekar yang menjadi korban kekejamannya.

Kalau begitu dia sukar dibunuh sukar disingkirkan jiwanya untuk menolong banyak korban dari keganasannya.

menyelak Ho Tiong Jong.

Memang begitu kenyataannya.

Rimba persilatan gempar dibuatnya kekejaman dan keganasannya si Siluman Khoe Tok semakin menjadi-jadi.

Saban kali ia membunuh orang dia hisap atau minum darahnya.

Yang paling gila, dia kumpulkan banyak wanita yang tengah datang bulan, masingmasing disuruh kumpulkan darahnya untuk dijadikan obat.

Wanita-wanita itu setelah berhenti datang bulan, lalu diganggu kehormatannya, siapa yang tidak menuruti digeragot lehernya dan dihisap darahnya, sehingga si korban mati seketika itu karena kehabisan darah.

celaka seru Ho Tiong Jong tertahan.

Husssst.

ong Kong Gie tempelkan jarinya dimulut, Kau jangan sibuk tidak karuan, nanti aku tidak mau meneruskan ceritanya, Sebab urusan ini kalau tiga muridnya itu tahu, terang jiwaku akan melayang.

Hmm Ho Tiong Jong menahan hawa amarahnya.

Ia sebenarnya sudah ingin berteriak-teriak mencaci maki Khoe Tok si siluman yang kejam dan ganas, akan tetapi mengingat kalau ia berbuat demikian akan menimbulkan onar yang tak diingini dan ong Kong Gie kena kejiret oleh karenanya, maka ia paksa tekan amarahnya yang hampir meluap dari takarannya.

Teruskan, aku tak akan mengganggu kau cerita kata Ho Tiong Jong dengan air muka agak beringas.

ong Kong Gie ketakutan, ia berpikir sebenak untuk meneruskan ceritanya, hingga membuat Ho Tiong Jong tak sabaran.

Teruskan, kenapa saudara ong diam saja" katanya menegur.

ong Kong Gie pikir, kalau tidak diteruskan akibatnya bisa runyam, melihat Ho Tiong Jong sangat bernapsu untuk mendengarnya, maka dengan apa boleh buat ia melanjutkan ceritanya.

Perbuatannya Khoe Tok itu membuat gusar satu pendekar pedang kawakan yang bernama cin Tong, siapa ada tergolong salah satu diantara Lima Tokoh yang tertinggi ilmu silatnya dalam dunia persilatan.

Cin Tong dengan seorang diri telah mencari sarangnya Khoe Tok dan menantang kepadanya, setelah membeber kejahatannya si siluman yang jahat kejam itu.

Bagus, bagus, menyelak Ho Tiong Jong tapi bagaimana, apa dia juga mati dibawah tangannya siluman kejam itu" ong Kong Gie geleng-geleng kepala, Tidak.

jawabnya, kali ini dia ketemu batunya, Dalam suatu pertempuran seru, Khoe Tok keteter, hingga perlu dibantu oleh muridnya yang terpandai bernama oet-ti Haa.

pertandingan bertambah seru.

Post a Comment