"Terima kasih, Kun Tek dan selamat tinggal."
"Nanti dulu, Bi Lan!"
"Ada apa lagi?"
"Baru saja engkau menyelamatkan diriku dari tangan Hong Beng dan aku sungguh merasa menyesal sekali dengan peristiwa yang terjadi dengan dia. Dia seorang murid keluarga Pulau Es dan sahabat baikmu...."
"Aku dongkol padanya. Dia terlalu cemburu, ada hak apa dia mencampuri urusan pribadiku? Dia cemburu tanpa alasan! Engkau dan aku adalah sahabat baik, dan engkau mengobati aku dengan hati jujur dan bersih. Tidak ada alasan baginya untuk mencemburuimu."
Kun Tek menarik napas panjang.
"Dia tidak bersalah, Bi Lan, dan memang ada alasannya maka dia mencemburui aku."
"Heiii? Apa maksudmu?"
"Maksudku, dia beralasan untuk cemburu karena memang sesungguhnya akupun.... jatuh cinta padamu, Bi Lan."
"Ehh....?"
Ingin Bi Lan tertawa gembira. Inilah saatnya yang dinanti-nanti. Memang ia sudah berusaha untuk menjatuhkan Kun Tek, dan ketika meninggalkan pemuda itupun termasuk siasatnya. Akan tetapi tak pernah disangkanya ia akan berhasil secepat dan semudah itu.
"Mana mungkin? Kita baru semalam berkenalan, Kun Tek!"
"Mengenalmu satu malam bagiku seperti telah mengenalmu bertahun-tahun, Bi Lan."
"Tapi.... tapi bagaimana engkau bisa begitu yakin?"
"Ketika kita bercakap-cakap, ketika kita makan bersama, ketika aku mengobatimu, kemudian ketika engkau pergi meninggalkan aku. Perasaanku takkan menipuku, Bi Lan. Ketika engkau pergi, aku merasa begitu hampa dan berduka, aku takut kehilangan engkau, dan sekarangpun aku takut kehilangan engkau karena aku aku cinta padamu, Bi Lan."
Bi Lan memandang tajam.