Halo!

Suling Emas Chapter 185

Memuat...
ID
ID
ID

Liong-kauwsu tidak melanjutkan kata-katanya karena Suling Emas sudah memotong.

"Biarlah, Kauwsu. Orang ini lihai, biarkan kami main-main sebentar!"

Memang Suling Emas kagum menghadapi serbuan orang yang baru datang ini. Baru bergebrak sejurus saja tahulah ia bahwa ia berhadapan dengan seorang ahli yang tingkat kepandaiannya jauh lebih tinggi daripada tingkat kakek guru silat itu.

Pukulan kedua tangan dan tendangan kedua kakinya mendatangkan angin halus, seakan-akan tidak mengandung tenaga, namun ternyata penuh dengan tenagan sin-kang yang amat kuat. Juga gerakan-gerakannya aneh dan membingungkan, cepat sekali membuktikan bahwa gin-kang orang ini pun sudah mencapai tingkat tinggi! Suling Emas sudah menyimpan sulingnya dan cepat ia mengelak lalu balas menyerang, juga ia mempergunakan kecepatan gerakannya. Ketika merendahkan tubuh dengan menekuk kedua lutut sampai hampir berjongkok untuk menghindarkan hantaman kedua tangan kearah dada dan leher tadi, sambil secepat kilat membalas dengan tusukan jari-jari tangannya kearah pusar lawan, dengan amat cepatnya tubuh lawannya itu sudah melambung tinggi sehingga tusukannya tak berhasil.

Dari atas pengemis itu sudah berjungkir balik dan kini melakukan serangan dari atas, dengan kepala dibawah kaki diatas, tangan kiri mencengkeram kearah ubun-ubun kepala dan tangan bergerak membentuk lingkaran-lingkaran untuk mencegah jalan keluar! Suling Emas maklum bahwa menghadapi serangan ini, tidak ada jalan untuk mengelak. Satu-satunya jalan hanyalah mengadu tenaga. Karena lawan ini melayang turun sehingga tenaganya ditambah oleh berat tubuh serta tenaga luncuran turun, tentu saja orang itu lebih menguntungkan keadaannya. Namun ia tidak gentar, bahkan ia lalu memasang kuda-kuda. Kedua kakinya seakan berakar di atas tanah, membiarkan lawan melayang turun sampai dekat lalu tiba-tiba kedua tangannya bergerak mengimbangi kedudukan kedua tangan lawan untuk menangkis.

"Dukkk...!!"

Dua pasang tangan bertemu dan akibatnya, tubuh pengemis itu mencelat keatas sampai lima meter lebih, sedangkan kuda-kuda Suling Emas sungguhpun tidak tergeser, namun kedua kakinya melesak kedalam tanah sampai lewat sepatunya! Pengemis ini memang hebat. Walaupun tubuhnya terlempar begitu tinggi, namun ia tidak kehilangan akal. Beberapa kali pinggangnya bergerak, tubuhnya melentik seperti ular dan ia sudah berhasil memulihkan keseimbangan tubuhnya dan meloncat turun dengan gerakan ringan, tepat berdiri menghadapi Suling Emas. Keduanya saling pandang, penuh kekaguman.

"Kepandaianmu luar biasa sekali, sobat!"

Kata Suling Emas sambil tersenyum. Kata-kata ini keluar dari hatinya yang tulus, karena memang ia kagum menyaksikan kepandaian pengemis ini. Pula, ketika terlempar keatas, caping pengemis itu terlepas dan tampaklah kini wajahnya yang cukup tampan dan gagah. Wajah yang banyak membayangkan kepahitan hidup, rambutnya awut-awutan, namun bersih dan mengandung cahaya bersemangat. Dilain pihak, pengemis itu agaknya merasa penasaran, kagum, dan juga kaget. Tentu saja ia tidak menyangka akan berhadapan dengan orang yang begini sakti. Mendengar ucapan Suling Emas dan melihat senyum itu, ia salah sangka, mengira bahwa lawannya mengejek. Maka ia lalu memandang dengan sinar mata tajam, mulutnya berkata penuh geram,

"Orang muda, kau memang hebat! Akan tetapi jangan kau tertawa-tawa lebih dahulu. Aku Yu Kang baru menerima kalah kalau kau mampu mengalahkan senjataku ini!"

Suling Emas sudah menaruh hati sayang kepada pengemis yang amat lihai ini, maka ia tidak ingin menanam permusuhan.

Akan tetapi sebelum ia mampu menjawab, pengemis yang bernama Yu Kang itu dengan jari-jari kaki telanjang telah mengenjot tanah dan tubuhnya melayang kedepan Suling Emas, tangan kanannya sudah memegang sebatang tongkat rotan kecil. Tongkat itu tadinya terselip dibelakang punggungnya. Kelihatannya sederhana sekali, besarnya hanya seibu jari kaki, panjangnya dua lengan. Namun melihat betapa "senjata"

Yang lebih patut disebut senjata kanak-kanak bermain perang-perangan itu setelah berada ditangan pengemis ini menggetar-getar dan mengeluarkan suara melengking tiada hentinya, diam-diam Suling Emas kaget dan cepat ia pun mencabut sulingnya. Gerakan tongkat rotan yang mengeluarkan suara melengking itu mengandung tenaga khi-kang yang hebat, maka Suling Emas segera memutar sulingnya pula dan terdengarlah suara melengking lebih tinggi dan nyaring.

"Bagus! Sambutlah seranganku!"

Yu Kang berseru keras dan tubuhnya menyambar maju, tongkatnya bekelebatan dan membentuk sinar kilat menyambar amat cepatnya.

Suling Emas pun maklum akan bahayanya serangan ini, maka ia lalu menggerakkan sulingnya dan lenyaplah bentuk suling, berubah menjadi gulungan sinar kuning emas yang membentuk lingkaran-lingkaran. Ia telah mainkan jurus-jurus Pat-sian Kiam-hoat yang luar biasa ampuhnya. Harus diakui bahwa diantara para tokoh persilatan, banyak kiranya yang mengenal tokoh persilatan, banyak kiranya yang mengenal Pat-sian Kiam-hoat, bahkan banyak yang ahli. Namun Pat-sian Kiam-hoat yang dimainkan oleh Suling Emas ini lain daripada yang lain. Kalau Pat-sian Kiam-hoat biasa mempunyai enam puluh empat jurus, akan tetapi Pat-sian Kiam-hoat yang diwariskan oleh Kim-mo Taisu kepada Suling Emas hanya mempunyai enam belas jurus. Enam belas jurus yang sudah mencakup semua inti sari Pat-sian Kiam-hoat, bahkan sudah pula meliputi bagian-bagian terpenting yang terpendam.

Disamping ini, setelah semua pintu dalam tubuh Suling Emas dibuka oleh Bu Tek Lojin, maka sin-kang ditubuhnya dapat bergerak lancar sehingga permainan ilmu pedang ini menjadi makin hebat. Setiap gerakan, setiap getaran, mengandung hawa sakti yang dahsyat. Sin-kauw-jiu Liong Kong, guru silat yang telah menjadi pengemis itu, bersama murid-muridnya dan sutenya, menjadi penonton yang bengong terlongong. Terheran-heran mereka menonton pertandingan luar biasa ini. Tak dapat mata mereka mengikuti gerakan kedua orang muda itu, yang tampak hanyalah gulungan sinar kuning bercampur aduk dengan kilatan ujung tongkat yang menjadi ratusan banyaknya, membungkus bayangan dua orang yang tidak kelihatan bentuknya dan kabur saking banyaknya!

Diam-diam guru silat itu menarik napas panjang dan insyaf betapa ilmu kepandaian didunia itu tiada batasnya. Dahulu ia amat kagum kepada sahabatnya, Kim-mo Taisu yang gerakannya sama dengan Pendekar Suling Emas ini. Kemudian ia dibikin penasaran akan tetapi tidak berdaya oleh seorang tokoh muda yang baru, dua puluh tahun yang lalu, yaitu orang yang mengaku menjadi raja pengemis, berjuluk Pouw-kai-ong (Raja Pengemis Pouw) yang memiliki ilmu kepandaian hebat pula. Kini di depan matanya, bertanding dua orang muda yang begini hebat, benar-benar membuat ia merasa betapa tingkat kepandaiannya sendiri sebenarnya bukan apa-apa!

"Wah-wah-wah, kau hebat! Aku yang mengaku kalah!"

Tiba-tiba terdengar Yu Kang berseru keras dan tubuhnya terlempar sejauh enam tujuh meter dimana kedua kakinya berhasil menahan robohnya, akan tetapi ia masih tetap saja terhuyung-huyung! Suling Emas sudah menyimpan sulingnya, melangkah maju sambil menjura.

"Yu-twako, kau benar-benar hebat! Aku kagum sekali."

Pengemis muda itu menghela napas, berjalan maju, meyelipkan tongkatnya di belakang punggung sambil berkata,

"Sudahlah, tak perlu kau merendah. Sudah jelas aku bukan tandinganmu. Kalau saja si keparat she Pouw itu selihai engkau, biarlah aku mati ditangannya dan mendiang ayah takkan dapat tenang dalam kuburnya!"

Setelah berkata demikian, Yu Kang melangkah pergi.

"Yu-enghiong (Orang Gagah she Yu), nanti dulu...!"

Tiba-tiba Sin-kauw-jiu Liong-kauwsu berseru sambil mendekat. Yu Kang membalikkan tubuhnya.

Post a Comment