Halo!

Naga Beracun Chapter 74

Memuat...

Masih dalam rangka siasat Pangeran Li Si Bin, keadaan di is tana seolah-olah telah tenang kembali

Tidak ada bekas ketegangan sebagai akibat sakitnya pute ra mahkota yang kabarnya keracunan he bat itu

Sang pangeran melarang siapa saja bicara tentang hal itu, dan Bi Lan juga tidak memperlihatkan kecurigaan apapun

Wanita itu secara resmi diangkat menjadi pengawal pribadi putera mahkota sehingga tidak ada seorangpun yang menduga hal yang bukan-bukan kalau melihat wanita cantik dan perkasa ini berduaan saja dengan pute ra mahkota, bercakap-cakap dengan akrab sekali

Tadinya memang pute ra mahkota hanya menginginkan Bi Lan menjadi pengawal pribadinya, akan te tapi karena masing-masing mengetahui akan isi hatinya, tahu bahwa mereka saling mengagumi dan saling mencinta, maka tidaklah mengherankan kalau kemudian putera mahkota akan mengangkat Bi Lan menjadi seorang selir terkasih

Bi Lan tahu diri

Ia hanya seorang wanita biasa, bahkan seorang janda yang sudah yatim piatu

Dibandingkan dengan pute ra mahkota, ia bagaikan seekor burung gagak bersanding dengan burung Hong

Oleh karena itu, dengan hati penuh penyerahan, penuh pengabdian dan cinta kasih, ia menyerahkan diri dengan segala kerendahan hatinya, rela untuk dijadikan selir merangkap pengawal pribadi

Karena tugasnya sebagai pengawal inilah, ia jauh lebih dekat dan le bih sering berdekatan dengan pute ra mahkota dibandingkan selir lainnya, kemudian

Dan iapun sudah merasa berbahagia sekali kalau berada di dekat pria yang dijunjungnya dan dicintanya itu

Menjadi kelanjutan siasat mereka kalau Bi Lan bersikap seolah sudah melupakan peris tiwa penculikan pute rinya dan jatuh sakitnya pute ra mahkota

Akan te tapi sesungguhnya, ia tidak pernah lengah sebentarpun

I a selalu waspada dan memperhatikan setiap orang yang berada di dalam istana, memperhatikan setiap kejadian yang sekecil apapun, dan diam-diam mencurigai setiap orang.! Ketekunan dan ketelitiannya itu akhirnya berhasil

Pada suatu malam, secara sembunyi Bi lan meronda ke bagian belakang daerah keputren

Ia sudah diceritakan oleh pute ra mahkota tentang sikap thai-kam Ciu yang dahulu diutus permaisuri untuk menengoknya ketika dia sakit atau lebih te pat berpura-pura sakit

Malam ini, Bi Lan sengaja mencari thai-kam itu untuk menyelidiki keadaan dirinya

Sore tadi ia melihat thai-kam itu seperti orang gelisah, wajahnya pucat, rambut dan pakaiannya kusut dan ketika berjumpa dengannya, orang itu menunduk, pura-pura tidak melihat dan tampak gugup

Ketika ia menyelinap mendekati tempat tinggal para thai-kam, tiba-tiba ia melihat thai-kam Ciu membuka pintu dan keluar menuju ke taman dengan sikap hati-hati sekali

Bi Lan membayangi dari jauh agar jangan sampai terlihat

Karena inilah, maka ketika memasuki taman, ia kehilangan bayangan thai-kam Ciu

Selagi ia kebingungan, mencari-cari kemana perginya orang yang dicurigainya itu, tiba-tiba ia mendengar suara orang mengaduh-aduh dan suara sambaran senjata tajam berdesing

Cepat Bi Lan melompat dan lari ke arah suara itu dan ia masih sempat melihat seseorang diserang orang lain dengan sebatang pedang

Orang yang diserang itu agaknya sudah te rluka, akan tetapi masih berusaha mengelak dan berloncatan ke s ana-sini, akan tetapi ketika Bi Lan muncul, penyerang itu berhasil menusukkan pedangnya lagi dan orang itupun roboh

Heiii, tahan senjata!.

bentak Bi Lan dan si penyerang itu agaknya te rkejut, menarik kembali pedangnya dan meloncat jauh, lenyap dalam kegelapan malam

Sinar lampu pene rangan taman itu agak jauh dan sinarnya hanya remang-remang saja mencapai tempat itu, namun cukup bagi Bi Lan untuk melihat bahwa korban itu berpakaian sebagai seorang thai-kam dan ketika ia berjongkok untuk memeriksanya, ia terkejut ketika mengenalnya sebagai thai-kam Ciu yang dicurigai oleh pute ra mahkota! Orang itu sudah payah, luka tusukan pedang membuat tubuhnya berle potan darah dan napasnya tinggal satu-satu

Ia harus bertindak cepat sebelum terlambat

Ditotoknya beberapa bagian tubuh orang itu dan iapun bertanya

Cepat katakan siapa pembunuhmu dan apa hubungannya dengan penculik anakku dan musuh putera mahkota!

Karena totokan-totokan itu, thai-kam Ciu dapat mengerahkan tenaga te rakhir dan dengan suara penuh penyesalan dan rasa penas aran, diapun berkata,

Semua diatur oleh Pangeran Tua.......dibantu Poa Kiu dan Siauw Can........

kemudian bibirnya hanya bergerak-gerak tanpa mengeluarkan suara dan tak lama kemudian diapun te rkulai, te was

Akan tetapi keterangan itu sudah cukup bagi Bi Lan

Keterangan yang membuat kedua kakinya gemetar dan tubuhnya le mas, yang membuat ia sampai lama tidak mampu bangkit berdiri, te rmangu-mangu

Pangeran Tua Li Siu Ti

Dan Siauw Can..........

Kini mengertilah ia, walaupun ia masih te rkejut karena sama sekali tidak pernah mengira bahwa semua peris tiwa itu diatur oleh orang-orang yang selama ini dianggapnya baik dan dipercaya sepenuhnya

Yang membuat hatinya sakit seperti ditusuk adalah Siauw Can.

Pemuda yang dianggapnya se bagai seorang pendekar itu, bahkan yang pernah dikagumi dan dicintanya, telah menculik Lan Lan dan hendak memaksanya untuk membunuh pute ra mahkota! Ia dapat menduga bahwa te ntu Siauw Can diperalat oleh Pangeran Tua, akan tetapi kenapa pemuda yang katanya mencintanya itu mau melakukan perbuatan keji dengan menculik Lan Lan dan memaksanya membunuh pute ra mahkota, sungguh membuatnya penas aran bukan main

Ingin rasanya saat itu juga ia lari mencari Siauw Can atau Can Hong San untuk memaki dan menyerangnya

Akan tetapi ia teringat bahwa pemuda itu adalah seorang lawan yang amat tangguh, apalagi te ntu dia akan dibantu oleh anak buah Pangeran Tua

Tidak, urusan ini terlalu besar untuk ia tangani sendiri

Cepat ia meninggalkan taman dan malam itu juga ia mencari Pangeran Li Si Bin

Pangeran Li Si Bin tidak terkejut mendengar laporan Bi Lan

Memang pangeran ini pernah mempunyai kecurigaan te rhadap pamannya, Pangeran Tua, hanya karena belum ada bukti maka dia tidak dapat melakukan sesuatu

Kini tahulah dia akan rahasia itu dan pada malam itu juga dia memanggil para panglima yang membantunya dan pasukan khusus dikerahkan

Tanpa membuang waktu lagi Pangeran Li Si Bin sendiri, dibantu para panglimanya dan tidak ketinggalan Bi Lan sendiri, lalu menyerbu ke istana Pangeran Tua Li Siu Ti

Ge gerlah di kota raja

Terjadi pertempuran yang hanya pendek saja karena Pangeran Li Siu Ti sama sekali tidak mengira bahwa malam itu akan terjadi penyerbuan besar-besaran yang dilakukan oleh pasukan istimewa yang dipimpin sendiri oleh pute ra mahkota! Dan penyerbuan itupun sudah direstui kaisar yang malam itu juga mendengar laporan pute ranya

Mereka yang berani melakukan perlawanan segera dibabat roboh dan yang lain cepat melempar senjata dan menjatuhkan diri berlutut

Pangeran Li Siu Ti sekeluarga ditangkap

Akan te tapi, dengan hati yang le ga Bi Lan mendengar bahwa Ai Yin lolos dari penangkapan

Disamping kelegaan hatinya, juga ia merasa penas aran karena Can Hong San juga lolos

Kiranya pemuda inilah yang melarikan Ai Yin dan Bi Lan dapat menduga bahwa bayangan yang dilihatnya membunuh thai-kam Ciu tentulah Can Hong San

Pemuda itu tentu sudah merasa khawatir melihat perbuatannya ketahuan, sudah dapat menduga bahwa mungkin saja Bi Lan akan melapor dan thaikam Ciu membuka rahasia

Hong San te ntu sudah dapat menduga kemungkinan datangnya serbuan dari pute ra mahkota, maka begitu tiba di istana Pangeran Tua, dia segera mengajak Ai Yin pergi dan tidak lupa membawa barang-barang berharga dari is tana itu

Ketika Ai Yin mendesak dan minta keterangan kepadanya, Can Hong San tidak mau mengaku dan setengah memaksa gadis yang te lah ditunangkan dengannya itu meninggalkan istana secepatnya, bahkan malam itu juga mereka kabur keluar dari pintu gerbang kotaraja, menunggang dua ekor kuda pilihan

Keluarga Pangeran Tua Li Siu Ti ditangkap dan dipenjara, kemudian setelah diadili, pangeran itu dijatuhi hukuman mati sedangkan keluarganya dihukum buang

Setelah terjadi peristiwa itu, Bi Lan makin disayang dan dipercaya oleh Pangeran Li Si Bin dan iapun menyerah dengan senang hati ketika pute ra mahkota itu mengangkatnya sebagai selir te rkasih dan te rpercaya

De ngan sendirinya Lan Lan yang kini diaku sebagai pute ri sang pangeran dengan nama menjadi Li Hong Lan, mendapat perlakuan sebagai seorang pute ri dan pendidikan dan perawatannya diserahkan kepada para ahli yang di is tana bertugas untuk mendidik para pute ri yang masih kecil

-ooo0dw0ooo- Anak laki-laki itu berusia kurang le bih duabelas tahun, namun tubuhnya tinggi tegap seperti orang dewasa saja

Juga wajahnya yang tampan itu nampak dewasa, dengan mata yang tajam mencorong penuh pengertian, mulut yang membayangkan keteguhan hati dan ketabahan

Kalau ada ahli silat melihatnya pada saat dia berlatih itu, tentu ahli silat itu akan terkagumkagum

Anak berusia duabelas tahun itu berlatih silat di atas bambu-bambu runcing yang ditanam di tanah setinggi satu meter

Kedua kakinya bertelanjang dan dengan kedua kaki bertelanjang itu dia bersilat di atas bambu-bambu yang runcing

Ge rakannya demikian gesit dan tangkas, kedua kakinya yang melangkah ke kanan kiri, depan belakang, bahkan kadang melompati sebatang bambu runcing dan hinggap di atas bambu runcing berikutnya, tak pernah meleset

Orang akan merasa ngeri karena sekali terpeleset, anak itu akan te rjatuh dan bambu-bambu runcing akan menyambut perut dan dadanya atau punggungnya

Dan mengingat betapa kedua kaki te lanjang itu berloncatan di atas bambu-bambu runcing, sungguh mengerikan dan sekaligus mengagumkan

Tak jauh dari situ, di bawah pohon yang tumbuh di belakang sebuah pondok baru, duduk seorang pria tua yang tinggi besar bermuka kemerahan dan je nggotnya panjang

Pria berusia sekitar lima puluh delapan tahun itu masih nampak gagah dan berwibawa

Dari wajah dan sikapnya mudah diduga bahwa dia bukan orang sembarangan

Dia mengelus jenggotnya dan mulutnya te rsenyum, kepalanya mengangguk-angguk melihat kelincahan anak laki-laki remaja yang berlatih silat itu

Dari gerakan-gerakannya saja, jelas nampak bahwa anak itu memang memiliki bakat yang bes ar sekali

Ge rakannya demikian lentur dan indah, tidak kaku dan setiap gerakan mengandung te naga yang tepat penggunaannya, tidak berlebihan juga tidak lemah

Post a Comment