I bu.......! Ibu........!
Lan Lan..........!!
Bi Lan meloncat keluar dari kamarnya dan seperti te rbang memasuki taman
Benar saja, ia menemukan Lan Lan di te ngah taman, dalam keadaan sehat.! Ia menyambar tubuh Lan Lan, dipondongnya dan didekapnya, diciuminya dan kembali Bi Lan tak dapat menahan banjirnya air mata, air mata kebahagiaan
Ia sendiri merasa heran mengapa setelah ia jatuh cinta, begini mudah ia menangis! Ia membawa Lan Lan ke kamarnya, menutup pintu kamar dan dengan lembut dan penuh rasa sayang, ia menanyai Lan Lan kemana saja ia pergi selama tiga hari itu
Lan Lan adalah s eorang anak yang usianya baru tiga tahun, masih belum dapat memberi keterangan dengan je las
Ia hanya mengatakan bahwa ia ditempatkan dalam sebuah kamar, diberi banyak barang-barang mainan, dilayani oleh seorang laki laki yang baik hati
Bi Lan te ntu saja tidak dapat mengharapkan keterangan jelas siapa penculik anak itu, dan te ntu anak itu ditotok ketika diculik dan dikembalikan sehingga tidak tahu apa-apa
De ngan hati-hati Bi Lan menjaga Lan Lan malam itu di kamarnya dan pada keesokan harinya, pagi pagi ia sudah memondong Lan Lan keluar dari istana Pangeran Tua, menuju ke istana kaisar.! Karena ia dikenal baik sebagai guru silat yang melatih para dayang di istana, dengan mudah ia diperbolehkan masuk dan langsung saja Bi Lan menju ke kamar di mana Putera Mahkota
dirawat
oleh tabib
Dan dapat dibayangkan betapa gembiranya hati Pangeran Li Si Bin ketika melihat Bi Lan datang sambil memondong Lan Lan yang dalam keadaan sehat dan selamat! Dan berakhirlah
penyakit
putera mahkota itu pada hari itu juga
Seluruh penghuni istana menjadi gembira bukan main
Demikian pula kaisar ketika mendengari bahwa pute ranya te lah sembuh sama sekali
Yang mendapatkan jas a besar adalah Tabib Song tentu saja
Dia dianggap berjas a telah dapat mengobati dan menyembuhkan putera mahkota! Pada hari itu juga
Bi Lan ditahan di istana atas kehe ndak pute ra mahkota
De ngan alasan bahwa Bi Lan diangkat menjadi pengawal pribadi Putera Mahkota, maka wanita itu bersama puterinya tidak perlu lagi kembali ke istana Pangera Tua, bahkan barang-barangnya lalu diminta agar diantar ke istana! Bukan itu s aja
Bahkan tak lama kemudian Putera Mahkota secara berte rang mengangkat Bi Lan menjadi selirnya, merangkap pengawal pribadi! Karena ibunya menjadi selir pangeran, tentu saja dengan sendirinya Lan Lan juga menjadi seorang
puteri
! -ooo0dw0ooo-
Tabib Song keparat itu!
Pangeran Li Siu Ti mondar-mandir di dalam kamarnya, kadang mengepal tinju dan wajahnya.muram
Hatinya kecewa bukan main mendengar bahwa Putera Mahkota telah sembuh dari sakitnya
Bagaimana mungkin.
Padahal, menurut keterangan thai kam Ciu, keadaan pangeran Li Si Bin sudah parah sekali, sudah sekarat
Bagaimana tiba-tiba dapat menjadi sembuh?
Poa Kiu dan Siauw Can yang berada di kamar itu, saling pandang dan mereka berdua juga merasa kecewa dan heran
Mereka sudah mengembalikan Lan Lan kepada Bi Lan karena mereka sudah merasa yakin bahwa pute ra mahkota pasti akan mati
Mereka menganggap bahwa Bi Lan te rpaksa harus mentaati bunyi surat, yaitu meracuni Pangeran Li Si Bin untuk menyelamatkan nyawa Lan Lan
Mereka sudah percaya sepenuhnya bahwa usaha itu berhasil dan kini tahu-tahu pangeran itu sembuh, dan Bi Lan ditarik ke istana menjadi pengawal pribadi.!
Jangan-jangan adik misanmu itu yang berkhianat,
kata Pangeran Tua kepada Siauw Can atau Can Hong San
Buktinya
Pute ra Mahkota tidak te was dan setelah Lan Lan dikembalikan, ia segera membawa Lan Lan ke istana dan diangkat menjadi pengawal pribadi.
Saya kira tidak demikian, pangeran.
kata Hong San
Banyak saksinya bahwa pute ra mahkota benar-benar keracunan, bahkan banyak yang melihat dia sakit payah, hampir mati
Tentu tabib sial itu telah menemukan obat penawar yang amat mujarab
Tentang diangkatnya Bi Lan menjadi pengawal pribadi, hal itupun tidak aneh
Pangeran Li Si Bin agaknya suka kepada Bi Lan dan sudah lama Bi Lan te lah diberi tugas untuk melatih para dayang.
Keterangan Siauw Can memang benar, pangeran
Kalau s aja tabib Song tidak menemukan obat yang ampuh, te ntu usaha itu berhasil baik dan te ntu sekarang pute ra mahkota telah tewas
Bagaimanapun juga, Siauw Can telah membuat jas a dan dapat dikatakan bahwa tugasnya mengusahakan kematian Pangeran Li Si Bin telah dilaksanakan dengan baik.
Pangeran Tua Li Siu Ti mengangguk-angguk dan mengelus jenggotnya
Dia tahu apa maksud ucapan kedua orang pembantu utamanya itu
Tentu mengenai hubungan pembantu muda yang tampan dan pandai ini dengan puterinya, Ai Yin
Aku mengerti, dan akupun tidak akan menyalahi janji
Agaknya engkau dengan Ai Yln sudah saling mencinta, Siauw Can
Baiklah, engkau akan kujodohkan dengan Ai Yin dan pertunangannya akan segera diumumkan setelah engkau berhasil dengan sebuah tugas lagi yang amat penting, akan tetapi tidak begitu sukar bagimu.
Di dalam hatinya, Can Hong San merasa gembira sekali, akan tetapi juga mendongkol, te rcapai cita-citanya menjadi mantu seorang pangeran yang memiliki kekuasaan besar! Akan tetapi kembali dia diserahi tugas, itulah yang membuat dia mendongkol
Harap paduka katakan saja, apa tugas itu.Akan saya laksanakan dengan baik, pangeran.
Engkau harus cepat menyingkirkan thai-kam Ciu
Dia harus mati secepatnya!
Akan tetapi, kenapa, pangeran
Bukankah ia telah berhasil diselundupkan dan amat berguna bagi paduka sebagai mata-mata di sana?
tanya Poa Kiu terkejut, karena dia yang mengusulkan diselundupkannya thai-kam itu ke istana
Saya mengerti maksud paduka.
kata Hong San, sambil menoleh kepada Poa Kiu dengan senyum memandang rendah
Paman Poa, lupakah paman bahwa kita menyuruh thai-kam Ciu untuk menyelidiki keadaan Pangeran Li Si Bin pada hari ketiga
Dia berhasil melihat keadaan pute ra mahkota, dan siapa tahu, perbuatannya itu akan dilaporkan oleh Tabib Song dan Putera Mahkota akan merasa curiga kepadanya
Padahal, dialah satu-tunya orang yang mengetahui rahasia kita dan dapat membocorkannya.
Akan tetapi, tidak mungkin dia mengkhianati kita,
kata pula Poa Kiu
Siauw Can benar,
kata Pangeran Tua
Poa Kiu, lupakah engkau akan kamar siksaan dimana setiap orang, betapapun kuat dan setianya, akan mengakui segala perbuatannya kalau dia disiksa
Kurasa thai-kam Ciu tidak terkecuali
Kalau dia dicurigai, lalu ditangkap dan disiksa, pasti dia tidak tahan dan akan mengaku, membongkar semua rahasia kita.
Wajah Poa Kiu menjadi pucat
Kalau begitu........
kalau begitu...........
Jangan khawatir , Paman Poa
Aku akan menghabis inya sekarang juga
Serahkan saja urusan ini kepadaku, pasti beres!
Senanglah hati Pangeran Tua Li Siu Ti,
Jangan sekarang, Siauw Can
Kita harus menunggu sampai keadaan menjadi tenang
Tunggu tiga empat hari, setelah semua te nang baru engkau turun tangan melenyapkan thai-kam Ciu
Dan setelan tugas itu berhasil, pertunanganmu dengan Ai Yin akan kurayakan.
Bukan main senangnya hati Can Hong San
Dia segera menemui Li Ai Yin dan pada malam itu dia berhasil mengajak Ai Yin bicara berdua saja di dalam taman
Yin-moi,
sejak Ai Yin menyambut cintanya Hong San selalu menyebutnya Yin moi (dinda Yin) dan hanya menyebut nona kalau berada di depan keluarga pangeran tua itu
Mulai hari ini, kita telah bertunangan!
Dia lalu menceritakan janji ayah gadis itu
Ai Yin tersenyum senang dan membiarkan ke dua tangannya dipegang oleh pemuda yang dikaguminya itu
Kenapa te rjadi perubahan yang tiba tiba ini, Can ko
Bukankah ayah masih prihatin dengan peris tiwa di is tana, dimana kakanda pangeran mahkota hampir saja te was keracunan
Dan Lan Lan juga menjadi korban penculikan, untung sudah dikembalikan
Kemudian, kepergian enci Bi Lan yang demikian tiba-tiba, pindah ke istana
Semua ini membuat aku bingung
Akan te tapi ayah malah hendak membuat pesta pertunangan.
Aih, jadi engkau sudah tahu?
tanya Hong San gembira
Gadis itu mengangguk dan mengerling manja
Tentu saja
Kaukira ayah akan merahasiakan
Dia sudah memberitahukan dan menanyakan kepadaku, minta persetujuanku untuk ditunangkan denganmu.
Dan bagaimana jawabanmu, Yin-moi?
Wajah itu berseri, kedua pipinya berubah merah dan senyumnya genit manja, tangannya mencubit le ngan Hong San
Kaukira bagaimana jawabanku?
Ha, te ntu jawabanmu begini............!
Hong San lalu maju merangkul dan mencium pute ri pangeran itu
Ai Yin tertawa manja dan malu, akan te tapi karena ia sudah mendengar sendiri betapa ayahnya menyetujui pemuda ini menjadi calon suaminya, iapun tidak menolak
Akan te tapi ketika Hong San berbuat te rlalu berani, iapun mendorong muka pemuda itu
Hemm, apa yang kau lakukan ini.!
Can Hong San adalah putera mendiang Cui beng Sai-kong dan biarpun tidak sekuat mendiang ayahnya, dia telah menguasai ilmu sihir
Melihat betapa gadis bangsawan itu menolaknya, diapun merasa penasaran
Kalau saja dia tidak ditolak Bi Lan, te ntu diapun tidak bermaksud untuk menggauli Li Ai Yin sebelum mereka menjadi suami isteri, karena dia ingin menjadi mantu pangeran secara te rhormat
Akan tetapi, dia telah dikecewakan Bi Lan, maka gejolak nafsunya hendak dia puaskan dengan gadis bangsawan yang oleh ayahnya te lah diserahkan kepadanya itu
Dia memegang kedua pundak gadis itu dengan lembut, menatap wajahnya dengan tajam dan suaranya mengandung getaran kuat
Li Ai Yin, pandanglah aku baik-baik! Lihatlah betapa besar kasihku kepadamu dan engkau akan menyerah, tunduk dan menuruti semua kemauanku
Aku cinta padamu, Ai Yin dan engkaupun cinta padaku...............
Ai Yin terbelalak, kemudian iapun menjadi le mas dan iapun berte kuk lutut dan tidak te rdapat perlawanan sedikitpun lagi dalam hatinya
Ia menurut saja segala kehendak Hong San yang te rus merayunya, menurut dan menyerah saja ketika ia digandeng dan dituntun memasuki kamarnya
-ooo0dw0ooo- Empat hari kemudian