Lan-moi, aku memang bersalah malam itu
Akan te tapi ketahuilah bahwa aku cinta padamu, aku rindu padamu dan malam itu aku tidak dapat menahan diri sehingga melakukan hal yang tidak se patutnya kulakukan
Aku minta maaf, Lan-moi.
Bi Lan menarik napas panjang
Sebetulnya, ia pernah tertarik kepada pemuda ini dan betapa akan mudahn ya membalas cintanya
Akan te tapi, peristiwa malam itu sungguh telah menyapu bersih semua perasaannya terhadap Siauw Can! Biarpun demikian, ia tidak dapat merasa benci kepada pemuda ini, karena iapun dapat memakluminya sekarang
Ia te ringat akan semua kebaikan Siauw Can, teringat betapa pemuda itulah yang mengajaknya ke kota raja sehingga kini ia mendapatkan pekerjaan yang baik dan terhormat
Semua penghuni istana kaisar bahkan menghormatinya karena ia telah menjadi orang kepercayaan Pangeran Mahkota
Semua itu dapat te rjadi karena Siauw Can yang mengajaknya ke kota raja
Kalau ia tidak bertemu dengan pemuda itu, entah bagaimana keadaannya sekarang
Can-toako, aku sudah melupakan peristiwa itu
Aku memaafkanmu, akan te tapi kuminta mulai saat ini, engkau jangan lagi bicara tentang cinta padaku
Aku hanya akan menjadi muak dan te ringat akan peristiwa itu lagi saja
Kita hanya sahabat, toako, dan untuk membalas semua kebaikanmu, aku berjanji tidak akan membuka rahasia dirimu kepada siapapun juga.
Hanya itulah yang dapat dihasilkan Siauw Can biarpun dia sudah mencoba untuk bersikap manis, le mbut, merendah bahkan merengek terhadap Bi Lan
Agaknya janda itu sudah menutup pintu hatinya terhadap cintanya! Sikap Bi Lan ini, selain mengecewakan hati Siauw Can karena cintanya ditolak, juga membuat dia bingung
Dia harus dapat memperalat Bi Lan demi membuat jasa besar kepada Pangeran Tua
Diapun merundingkan hal ini dengan Poa Kiu, mengatur siasat
Siauw Can juga tak pernah lalai memperhatikan Ai Yin
Sejak semula dia sudah berusaha mendekati gadis bangsawan itu dan dia mengerahkan segala daya untuk menaklukkan hati gadis itu
Dia memang tampan, lincah dan pandai bicara
Apalagi karena dia mendapatkan kesempatan
Ai Yin bukan hanya belajar ilmu silat dari Bi Lan, akan tetapi juga seringkali meminta petunjuk darinya dan setiap kali Bi Lan pergi ke istana untuk melatih para dayang is tana, Siauw Can selalu mempergunakan kesempatan ini untuk memberi petunjuk kepada Ai Yin
Dengan sendirinya, pergaulan mereka menjadi akrab dan gadis bangsawan yang kurang pengalaman itu, yang memiliki pembawaan manja dan genit, tentu saja mudah runtuh ole h seorang pria yang berpengalaman seperti Siauw Can
Pemuda ini bukan saja mempergunakan ketampanan dan kegagahannya untuk menarik perhatian, bahkan dia mempergunakan kekuatan sihirnya yang pernah dia pelajari dari mendiang ayahnya
Terhadap seorang yang memiliki tenaga sakti sekuat Bi Lan, kekuatan sihirnya itu tidak akan bermanfaat
Akan te tapi terhadap Ai Yin, gunaguna sihir yang dipergunakan Siauw Can te ntu saja amat ampuh! Siauw Can bersikap hati-hati dan le mbut, tidak mau mempergunakan kekerasan, tidak mau te rse ret oleh nafsunya sendiri yang bahkan mungkin dapat menggagalkan usahanya
Dia harus dapat memikat Ai Yin dan mendapatkan gadis itu sebagai isterinya secara te rhormat, dapat diterima dengan baik oleh gadis itu dan keluarganya
Maka diapun berperan sebagai seorang pemuda yang sungguh jatuh cinta, yang sopan dan menghormati gadis yang dicintanya! Ketika dia pada suatu pagi, setelah memberi petunjuk ilmu silat kepada Ai Yin, melihat kesempatan baik, diapun mendekati Ai Yin yang duduk di atas bangku dalam ruangan berlatih silat itu
Gadis itu tampak segar, kedua pipinya kemerahan, napasnya agak terengah, dahi dan le hernya basah oleh keringat setelah tadi berlatih silat dan menggunakan te naga
Ia tersenyum, cerah dan menyusut keringat dengan saputangan sambil memandang kepada Siauw Can dengan wajah berseri
Bagaimana pendapatmu, toako
Sudah majukah gerakanku?
Ai Yin memanggil pemuda itu toako (kakak) menirukan Bi Lan
Dia tidak senang kalau disebut taihiap (pendekar besar), maka Ai Yin menyebutnya toako yang menyenangkan kedua pihak
Baik sekali, nona
Engkau memang berbakat, gerakanmu cukup cekatan, cukup kuat, cepat dan indah
Bahkan gerakanmu le bih indah dibandingkan gerakan Lan-moi.
Ai Yin tertawa dan ketika mulutnya terbuka, nampak rongga mulut yang merah dan deretan gigi yang putih dan rapi
Hi-hik
engkau memuji te rlalu tinggi, toako
Mana mungkin gerakanku le bih indah dibandingkan gerakan enci Lan
Engkau merayu, ya?
Siauw Can te rsenyum, akan te tapi lalu berkata dengan serius
Sungguh mati, aku berani bersumpah, nona
Aku tidak merayu, dan bukan memuji kosong, hanya berkata sesungguhnya
Tentu saja engkau tidak dapat menyamai kelihaian Lan-moi, akan te tapi dalam keindahan gerakan, nona jauh lebih hebat
Kalau nona bermain silat, gerakanmu seperti seorang bidadari sedang menari, gerakan kaki tangan dan badanmu..........
Wanita mana di dunia ini yang hatinya tidak runtuh menghadapi pujian, apa lagi kalau pujian itu keluar dari mulut seorang pria muda tampan
Bahkan andaikata ia tahu bahwa pujian itu hanya rayuan gombal sekalipun, hati wanita itu akan berkembang dan penuh rasa senang dan bangga.! Agaknya memang sudah pembawaan alam, berlaku untuk mahluk apapun juga, betina selalu suka sekali dipuji dan pria selalu suka sekali memuji.! Percaya atau tidak bahwa pujian Siauw Can itu benar, tetap saja hati Ai Yin menjadi senang bukan main dan tawanya lepas dan gembira
Jangan bohong kau, Can-toako! Enci Lan seringkali menegurku, mengatakan bahwa yang membuat gerakanku kaku adalah badanku, ehh......pinggulku, katanya te rlalu menonjol ke belakang!
Siauw Can membelalakkan matanya dan berkata dengan nada penuh penasaran,
Ah, Lan-moi te rlalu kejam untuk mencelamu
Hem, menurut penglihatankku, justeru pinggulmu amat indah bentuknya dan membuat gerakanmu nampak serasi dan menawan!
Kembali Ai Yin te rsenyum, akan te tapi sekali ini ia mengerling genit dan kedua pipinya agak kemerahan
Siauw Can yang sudah berpengalaman dapat melihat bahwa gadis itu sudah mulai te rpikat
Dia mengenal batas dan tidak melanjutkan rayuannya karena hal itu akan menimbulkan kecurigaan
Dia bersikap biasa kembali dan dengan sopan dia mulai pula memberi petunjuk-petunjuk sehingga gadis itu kehilangan rasa canggungnya
Akan te tapi diam-diam benih yang ditanam Siauw Can mulai tumbuh, dan sepasang mata yang manja itu mulai memandang Siauw Can bukan hanya karena kagum akan kepandaiannya, akan tetapi juga dengan perhatian yang lain, perhatian seorang gadis remaja yang mulai tertarik kepada seorang pria yang menyenangkan hatinya, yang pandai mengelus perasaannya
Jerat mulai dipasang untuk menangkap kelinci muda yang belum berpengalaman itu, perangkap mulai dipasang te rhadap burung yang baru belajar terbang
Sikap Siauw Can yang mulai berubah, rayuanrayuan maut berupa pujian-pujian dengan suara le mbut, pandang mata yang je las membayangkan berahi, senyum-senyum penuh pikatan, membuat Ai Yin maklum bahwa pemuda yang selama ini dianggapnya sebagai seorang pendekar yang membantu ayahnya itu cinta kepadanya! Hal ini merupakan pengalaman baru bagi gadis bangsawan ini, membuat ia kadang suka melamun dalam kamarnya
Ia mulai gelisah dan akhirnya, pada suatu kesempatan ia berdua saja dengan Bi Lan, ia mengaku te rus terang kepada pendekar wanita yang menjadi sahabat dan gurunya itu.!
Enci Bi Lan, aku ingin membicarakan sesuatu, akan te tapi engkau harus berjanji dulu padaku bahwa engkau akan merahasiakan semuanya ini dan juga bahwa engkau tidak akan merasa te rsinggung.!
Bi Lan memandang gadis itu dengan sinar mata penuh selidik
Ia mengenal Ai Yin sebagai seorang dara remaja yang cantik, genit dan manja
Akan tetapi yang memiliki dasar watak yang baik, yang akrab pula dengan saudara sepupunya, yaitu Pangeran Mahkota Li Si Bin
Iapun merasa sayang kepada Ai Yin, sungguhpun ia tahu bahwa gadis itu sebagai murid tidaklah memuaskan karena tidak memiliki bakat ilmu silat
Baik, nona, aku berjanji tidak akan merasa te rsinggung dan akan merahasiakan apa yang akan kaubicarakan,
jawabnya sambil tersenyum, merasa seperti menghadapi seorang anak-anak yang manja
Setelah bersangsi sebentar, dengan kedua pipi berubah merah, Ai Yin lalu bertata
Enci Lan, kakak mis anmu itu.....
Diam-diam Bi Lan te rkejut
Ada apa dengan Siauw Can
Jantungnya berdebar
Jangan-jangan pemuda itu mengulang lagi perbuatannya seperti yang pernah dilakukan kepadanya pada malam itu, dan kini yang didekatinya adalah gadis bangsawan ini
Can-toako
Kenapa dengan dia?
tanyanya cepat
Melihat Bi Lan terkejut
Ai Yin tersenyum dan menggeleng kepala
Tidak apa-apa
enci
Hanya dia.......dia agaknya jatuh cinta padaku..
Dara itu menundukkan mukanya dengan malumalu dan Bi Lan te rbelalak
Hemm, kiranya Siauw Can kini mengalihkan perhatian dan perasaannya kepada gadis bangsawan yang usianya baru tujuhbelas tahun ini.! Akan te tapi, agaknya Ai Yin juga dapat menerima perasaan pemuda itu
Kalau tidak demikian, tentu akan berbeda sikapnya
Tentu dara itu akan marah-marah, tidak bersikap malumalu seperti ini
Sikap malu-malu menghadapi pernyataan cinta seorang pria sama artinya dengan menyambut pernyataan itu dengan senang hati
Dara ini telah terpikat dan jatuh hati pula kepada Siauw Can! Akan tetapi, apa salahnya
Siauw Can adalah seorang pemuda yang baik
Tampan dan gagah, dan menjadi orang kepercayaan Pangeran Tua, ayah gadis ini
Ia tidak melihat suatu cacat pada diri Siauw Can, kecuali peristiwa malam itu yang telah dapat ia maklumi
Siocia (nona), dia tidak melakukan sesuatu yang tidak semestinya kepadamu, bukan?
Bi Lan memancing dan gadis itu cepat menggeleng kepala dan mengangkat muka memandangnya
Tidak, dia amat baik kepadaku, enci.
Hemm, kalau begitu.......kenapa kauceritakan hal ini kepadaku?
Wajah Ai Yin menjadi semakin merah
Aku..
.aku bingung, enci, aku........aku takut karena belum pernah aku merasakan seperti ini
Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, aku ingin bertanya kepadamu, bagaimana pendapatmu te ntang pemuda yang menjadi kakak misanmu itu?