Halo!

Naga Beracun Chapter 69

Memuat...

Lan-moi, aku memang bersalah malam itu

Akan te tapi ketahuilah bahwa aku cinta padamu, aku rindu padamu dan malam itu aku tidak dapat menahan diri sehingga melakukan hal yang tidak se patutnya kulakukan

Aku minta maaf, Lan-moi.

Bi Lan menarik napas panjang

Sebetulnya, ia pernah tertarik kepada pemuda ini dan betapa akan mudahn ya membalas cintanya

Akan te tapi, peristiwa malam itu sungguh telah menyapu bersih semua perasaannya terhadap Siauw Can! Biarpun demikian, ia tidak dapat merasa benci kepada pemuda ini, karena iapun dapat memakluminya sekarang

Ia te ringat akan semua kebaikan Siauw Can, teringat betapa pemuda itulah yang mengajaknya ke kota raja sehingga kini ia mendapatkan pekerjaan yang baik dan terhormat

Semua penghuni istana kaisar bahkan menghormatinya karena ia telah menjadi orang kepercayaan Pangeran Mahkota

Semua itu dapat te rjadi karena Siauw Can yang mengajaknya ke kota raja

Kalau ia tidak bertemu dengan pemuda itu, entah bagaimana keadaannya sekarang

Can-toako, aku sudah melupakan peristiwa itu

Aku memaafkanmu, akan te tapi kuminta mulai saat ini, engkau jangan lagi bicara tentang cinta padaku

Aku hanya akan menjadi muak dan te ringat akan peristiwa itu lagi saja

Kita hanya sahabat, toako, dan untuk membalas semua kebaikanmu, aku berjanji tidak akan membuka rahasia dirimu kepada siapapun juga.

Hanya itulah yang dapat dihasilkan Siauw Can biarpun dia sudah mencoba untuk bersikap manis, le mbut, merendah bahkan merengek terhadap Bi Lan

Agaknya janda itu sudah menutup pintu hatinya terhadap cintanya! Sikap Bi Lan ini, selain mengecewakan hati Siauw Can karena cintanya ditolak, juga membuat dia bingung

Dia harus dapat memperalat Bi Lan demi membuat jasa besar kepada Pangeran Tua

Diapun merundingkan hal ini dengan Poa Kiu, mengatur siasat

Siauw Can juga tak pernah lalai memperhatikan Ai Yin

Sejak semula dia sudah berusaha mendekati gadis bangsawan itu dan dia mengerahkan segala daya untuk menaklukkan hati gadis itu

Dia memang tampan, lincah dan pandai bicara

Apalagi karena dia mendapatkan kesempatan

Ai Yin bukan hanya belajar ilmu silat dari Bi Lan, akan tetapi juga seringkali meminta petunjuk darinya dan setiap kali Bi Lan pergi ke istana untuk melatih para dayang is tana, Siauw Can selalu mempergunakan kesempatan ini untuk memberi petunjuk kepada Ai Yin

Dengan sendirinya, pergaulan mereka menjadi akrab dan gadis bangsawan yang kurang pengalaman itu, yang memiliki pembawaan manja dan genit, tentu saja mudah runtuh ole h seorang pria yang berpengalaman seperti Siauw Can

Pemuda ini bukan saja mempergunakan ketampanan dan kegagahannya untuk menarik perhatian, bahkan dia mempergunakan kekuatan sihirnya yang pernah dia pelajari dari mendiang ayahnya

Terhadap seorang yang memiliki tenaga sakti sekuat Bi Lan, kekuatan sihirnya itu tidak akan bermanfaat

Akan te tapi terhadap Ai Yin, gunaguna sihir yang dipergunakan Siauw Can te ntu saja amat ampuh! Siauw Can bersikap hati-hati dan le mbut, tidak mau mempergunakan kekerasan, tidak mau te rse ret oleh nafsunya sendiri yang bahkan mungkin dapat menggagalkan usahanya

Dia harus dapat memikat Ai Yin dan mendapatkan gadis itu sebagai isterinya secara te rhormat, dapat diterima dengan baik oleh gadis itu dan keluarganya

Maka diapun berperan sebagai seorang pemuda yang sungguh jatuh cinta, yang sopan dan menghormati gadis yang dicintanya! Ketika dia pada suatu pagi, setelah memberi petunjuk ilmu silat kepada Ai Yin, melihat kesempatan baik, diapun mendekati Ai Yin yang duduk di atas bangku dalam ruangan berlatih silat itu

Gadis itu tampak segar, kedua pipinya kemerahan, napasnya agak terengah, dahi dan le hernya basah oleh keringat setelah tadi berlatih silat dan menggunakan te naga

Ia tersenyum, cerah dan menyusut keringat dengan saputangan sambil memandang kepada Siauw Can dengan wajah berseri

Bagaimana pendapatmu, toako

Sudah majukah gerakanku?

Ai Yin memanggil pemuda itu toako (kakak) menirukan Bi Lan

Dia tidak senang kalau disebut taihiap (pendekar besar), maka Ai Yin menyebutnya toako yang menyenangkan kedua pihak

Baik sekali, nona

Engkau memang berbakat, gerakanmu cukup cekatan, cukup kuat, cepat dan indah

Bahkan gerakanmu le bih indah dibandingkan gerakan Lan-moi.

Ai Yin tertawa dan ketika mulutnya terbuka, nampak rongga mulut yang merah dan deretan gigi yang putih dan rapi

Hi-hik

engkau memuji te rlalu tinggi, toako

Mana mungkin gerakanku le bih indah dibandingkan gerakan enci Lan

Engkau merayu, ya?

Siauw Can te rsenyum, akan te tapi lalu berkata dengan serius

Sungguh mati, aku berani bersumpah, nona

Aku tidak merayu, dan bukan memuji kosong, hanya berkata sesungguhnya

Tentu saja engkau tidak dapat menyamai kelihaian Lan-moi, akan te tapi dalam keindahan gerakan, nona jauh lebih hebat

Kalau nona bermain silat, gerakanmu seperti seorang bidadari sedang menari, gerakan kaki tangan dan badanmu..........

Wanita mana di dunia ini yang hatinya tidak runtuh menghadapi pujian, apa lagi kalau pujian itu keluar dari mulut seorang pria muda tampan

Bahkan andaikata ia tahu bahwa pujian itu hanya rayuan gombal sekalipun, hati wanita itu akan berkembang dan penuh rasa senang dan bangga.! Agaknya memang sudah pembawaan alam, berlaku untuk mahluk apapun juga, betina selalu suka sekali dipuji dan pria selalu suka sekali memuji.! Percaya atau tidak bahwa pujian Siauw Can itu benar, tetap saja hati Ai Yin menjadi senang bukan main dan tawanya lepas dan gembira

Jangan bohong kau, Can-toako! Enci Lan seringkali menegurku, mengatakan bahwa yang membuat gerakanku kaku adalah badanku, ehh......pinggulku, katanya te rlalu menonjol ke belakang!

Siauw Can membelalakkan matanya dan berkata dengan nada penuh penasaran,

Ah, Lan-moi te rlalu kejam untuk mencelamu

Hem, menurut penglihatankku, justeru pinggulmu amat indah bentuknya dan membuat gerakanmu nampak serasi dan menawan!

Kembali Ai Yin te rsenyum, akan te tapi sekali ini ia mengerling genit dan kedua pipinya agak kemerahan

Siauw Can yang sudah berpengalaman dapat melihat bahwa gadis itu sudah mulai te rpikat

Dia mengenal batas dan tidak melanjutkan rayuannya karena hal itu akan menimbulkan kecurigaan

Dia bersikap biasa kembali dan dengan sopan dia mulai pula memberi petunjuk-petunjuk sehingga gadis itu kehilangan rasa canggungnya

Akan te tapi diam-diam benih yang ditanam Siauw Can mulai tumbuh, dan sepasang mata yang manja itu mulai memandang Siauw Can bukan hanya karena kagum akan kepandaiannya, akan tetapi juga dengan perhatian yang lain, perhatian seorang gadis remaja yang mulai tertarik kepada seorang pria yang menyenangkan hatinya, yang pandai mengelus perasaannya

Jerat mulai dipasang untuk menangkap kelinci muda yang belum berpengalaman itu, perangkap mulai dipasang te rhadap burung yang baru belajar terbang

Sikap Siauw Can yang mulai berubah, rayuanrayuan maut berupa pujian-pujian dengan suara le mbut, pandang mata yang je las membayangkan berahi, senyum-senyum penuh pikatan, membuat Ai Yin maklum bahwa pemuda yang selama ini dianggapnya sebagai seorang pendekar yang membantu ayahnya itu cinta kepadanya! Hal ini merupakan pengalaman baru bagi gadis bangsawan ini, membuat ia kadang suka melamun dalam kamarnya

Ia mulai gelisah dan akhirnya, pada suatu kesempatan ia berdua saja dengan Bi Lan, ia mengaku te rus terang kepada pendekar wanita yang menjadi sahabat dan gurunya itu.!

Enci Bi Lan, aku ingin membicarakan sesuatu, akan te tapi engkau harus berjanji dulu padaku bahwa engkau akan merahasiakan semuanya ini dan juga bahwa engkau tidak akan merasa te rsinggung.!

Bi Lan memandang gadis itu dengan sinar mata penuh selidik

Ia mengenal Ai Yin sebagai seorang dara remaja yang cantik, genit dan manja

Akan tetapi yang memiliki dasar watak yang baik, yang akrab pula dengan saudara sepupunya, yaitu Pangeran Mahkota Li Si Bin

Iapun merasa sayang kepada Ai Yin, sungguhpun ia tahu bahwa gadis itu sebagai murid tidaklah memuaskan karena tidak memiliki bakat ilmu silat

Baik, nona, aku berjanji tidak akan merasa te rsinggung dan akan merahasiakan apa yang akan kaubicarakan,

jawabnya sambil tersenyum, merasa seperti menghadapi seorang anak-anak yang manja

Setelah bersangsi sebentar, dengan kedua pipi berubah merah, Ai Yin lalu bertata

Enci Lan, kakak mis anmu itu.....

Diam-diam Bi Lan te rkejut

Ada apa dengan Siauw Can

Jantungnya berdebar

Jangan-jangan pemuda itu mengulang lagi perbuatannya seperti yang pernah dilakukan kepadanya pada malam itu, dan kini yang didekatinya adalah gadis bangsawan ini

Can-toako

Kenapa dengan dia?

tanyanya cepat

Melihat Bi Lan terkejut

Ai Yin tersenyum dan menggeleng kepala

Tidak apa-apa

enci

Hanya dia.......dia agaknya jatuh cinta padaku..

Dara itu menundukkan mukanya dengan malumalu dan Bi Lan te rbelalak

Hemm, kiranya Siauw Can kini mengalihkan perhatian dan perasaannya kepada gadis bangsawan yang usianya baru tujuhbelas tahun ini.! Akan te tapi, agaknya Ai Yin juga dapat menerima perasaan pemuda itu

Kalau tidak demikian, tentu akan berbeda sikapnya

Tentu dara itu akan marah-marah, tidak bersikap malumalu seperti ini

Sikap malu-malu menghadapi pernyataan cinta seorang pria sama artinya dengan menyambut pernyataan itu dengan senang hati

Dara ini telah terpikat dan jatuh hati pula kepada Siauw Can! Akan tetapi, apa salahnya

Siauw Can adalah seorang pemuda yang baik

Tampan dan gagah, dan menjadi orang kepercayaan Pangeran Tua, ayah gadis ini

Ia tidak melihat suatu cacat pada diri Siauw Can, kecuali peristiwa malam itu yang telah dapat ia maklumi

Siocia (nona), dia tidak melakukan sesuatu yang tidak semestinya kepadamu, bukan?

Bi Lan memancing dan gadis itu cepat menggeleng kepala dan mengangkat muka memandangnya

Tidak, dia amat baik kepadaku, enci.

Hemm, kalau begitu.......kenapa kauceritakan hal ini kepadaku?

Wajah Ai Yin menjadi semakin merah

Aku..

.aku bingung, enci, aku........aku takut karena belum pernah aku merasakan seperti ini

Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, aku ingin bertanya kepadamu, bagaimana pendapatmu te ntang pemuda yang menjadi kakak misanmu itu?

Post a Comment