Halo!

Naga Beracun Chapter 65

Memuat...

Baik, Pangeran.

Katanya

Setelah Pangeran Li Si Bin meninggalkan ruangan belajar silat itu, Bi Lan melamun dan akhirnya ia membubarkan para muridnya, karena ia tidak dapat memusatkan lagi perhatiannya

Ia lalu pergi ke taman bunga yang amat luas di bagian belakang is tana

Karena mendapat kepercayaan Putera Mahkota, apalagi karena semua petugas mengenalnya sebagai guru dan pelatih para dayang, Bi Lan sudah biasa berjalanjalan di taman dan tidak ada seorangpun petugas yang melarangnya

Perasaan hatinya terguncang oleh undangan makan siang Pangeran Li Si Bin

Sampai lama dia te rmenung, duduk di te pi kolam ikan emans, agak te rlindung dan te rsembunyi di balik semak berbunga

Tiba-tiba ia melihat berkelebatnya bayangan orang

Sebagai seorang ahli silat yang sudah bertualang di dunia persilatan, sudah te rbiasa menghadapi bahaya, Bi Lan sudah waspada dan cepat ia menyelinap di balik semak dan mengintai

Bayangan itu mencurigakan sekali

Kalau orang itu seorang tukang kebun atau petugas istana, tentu gerakannya tidak se perti itu

Orang itu berloncatan dari pohon ke pohon, bersembunyi, kadang berjongkok di balik semak, menuju ke dapur yang te rletak di bagian belakang bangunan yang menjadi ruangan makan

Dari dapur, para petugas, yaitu para dayang dan para thai-kam (laki-laki kebiri) yang bertugas membawa hidangan ke kamar makan, akan melalui lorong pendek dari dapur ke ruangan makan yang je ndelanya menghadap ke taman itu

Melihat bayangan itu menyelinap masuk ke dalam dapur melalui jendela dengan gerakan ringan, Bi Lan semakin curiga

I a lalu mengintai ke dalam dapur melalui je ndela

Agaknya hidangan sudah dikeluarkan dan dapur itu nampak sunyi

Ia melihat orang tadi berdiri di dekat pintu

Ia tidak mengenal laki-laki itu yang bertubuh gendut pendek, usianya kurang le bih tigapuluh tahun, wajahnya tampan dan kulit mukanya halus tanpa kumis dan jenggot

Tak lama kemudian, dari pintu dapur masuklah seorang thai-kam yang biasa bertugas membawa hidangan dari dapur ke ruangan makan

Ketika thai-kam itu melihat lakilaki itu, dia kelihatan terkejut

Akan tetapi, si gendut itu sudah menangkap pergelangan tangan thai-kam itu dan bertanya dengan suara mendesis,

Sudah kau hidangkan guci arak itu?

Sudah, akan tetapi kenapa engkau memaksa aku untuk menghidangkan guci arak yang itu

Aku tidak mengerti dan.....................

Pada saat itu, si gendut sudah menggerakkan tangannya dan sebatang pisau menancap ke dada thai-kam itu dan sebelum dia sempat mengeluarkan suara, si gendut sudah menotok lehernya, sehingga dia te rkulai roboh tanpa dapat bersuara lagi

Heiiii, apa yang kau lakukan itu?

bentak Bi Lan sambil membuka daun je ndela

Akan tetapi, orang gendut itu tidak menjawab, bahkan cepat melompat bagaikan seekor rusa, melarikan diri keluar dari dapur itu ke dalam taman

Melihat ini, Bi Lan segera lari mengejar dan dengan mudah saja ia dapat menyusul

Orang gendut itu tiba-tiba membalik dan di tangannya sudah terdapat dua batang pisau seperti yang tadi dia pakai membunuh thai-kam di dapur

Diapun cepat menggerakkan kedua pisau itu menyerang Bi Lan! Akan tetapi betapa kuat dan cepat gerakan serangan kedua pisau itu, bagi Bi Lan masih te rlalu lambat, sehingga dengan amat mudahn ya ia mengelak mundur dan ketika sepasang pisau itu menyambar le wat dari kanan dan kiri, kakinya mencuat dan menendang kea rah lutut kiri penyerangnya

Akan te tapi, ternyata penyerangnya itupun bukan orang lemah

Dia mampu meloncat ke samping sehingga te ndangan itu luput, dan kembali dia menubruk ke depan, menggerakkan sepasang pisaunya dengan ganas

Orang itu menyerang untuk membunuh, serangan orang yang nekat dan yang melihat bahwa jalan satu-s atunya baginya untuk dapat meloloskan diri hanya membunuh siapa saja yang menghalanginya

Pembunuh keparat!

Post a Comment