Halo!

Naga Beracun Chapter 63

Memuat...

Tanpa adanya nafsu-nafsu itu, kita tidak akan hidup sebagai manusia

Akan tetapi, kalau sampai nafsu-nafsu yang semula ditugaskan menjadi pembantu kita itu dibiarkan meliar dan menjadi majikan, mencengkeram dan menguasai hati dan akal pikiran, maka kita akan diseret dan yang kita kejar hanyalah kesenangan-kesenangan duniawi yang membuat kita mabok dan tidak pantang melakukan hal-hal yang amat buruk

Lalu bagaimana daya kita

Kita hidup membutuhkan nafsu, akan tetapi nafsu juga yang menyeret kita ke dalam kegelapan

Kitapun tidak dapat mengendalikan nafsu, karena kita yang ingin mengendalikan inipun dikemudikan nafsu! Tidak ada kekuasaan di dunia ini yang akan dapat menguasai nafsu kecuali kekuasaan Sang Maha Pencipta

Tuhan yang mencipta semua itu, dan hanya Tuhan pula yang akan dapat mengatur dan membereskan keadaan yang menyimpang dari kebenaran itu

Kini manusia hanya tinggal menyerah! Kita menyerah sepenuhnya dengan tawakal dan ikhlas kepada Tuhan Yang Maha Kuas, batin dan lahir

Batinnya menyerah kepada Tuhan sebagai dasar yang kokoh, lahirnya kita berusaha dan berikhtiar agar selalu melalui jalan hidup yang benar

De ngan demikian te rdapat keseimbangan lahir dan batin

Doa dan kerja! Yang dua ini harus selalu jalan bersama

Hidup bagaikan naik perahu

Doa merupakan kemudinya, kerja merupakan pendayungnya

Tanpa kemudi perahu akan te rsesat

Tanpa pendayung, perahu takkan maju

Tanpa kerjas ama antara keduanya, perahu akan ditelan ombak

-ooo0dw0ooo-

Sialan, semua siasat kita telah gagal akibat ulah Pangeran Li Si Bin keparat itu!

Pangeran Tua Li Siu Ti berjalan mondar-mandir di ruangan rumahnya yang luas itu, wajahnya muram alisnya berkerut dan kedua tangannya dikepal

Dia marah sekali

Yang menjadi saksi ulahnya ini hanya dua orang saja, dua orang kepercayaannya, yaitu Poa Kiu dan Siauw Can! Tentu s aja kalau orang lain mendengar ucapannya tadi, orang itu akan terkejut dan heran bukan main mendengar pembesar itu berani memaki Pangeran Li Si Bin! Kemudian tiba-tiba pangeran tua itu menjatuhkan diri duduk di atas kursinya berhadapan dengan dua orang kepercayaannya dan berkata dengan te gas,

Kalian berdualah yang kupercaya

Kalian harus menemukan cara bagiku, dan harus berhasil! Poa Kiu, pergunakan kecerdikanmu dan engkau Siauw Can, pergunakan kepandaian silatmu!

Siauw Can saling pandang dengan Poa Kiu

Siauw Can atau Can Hong San diam-diam merasa heran mengapa majikannya itu membenci benar orang-orang Turki dan mengapa pula hendak mengadu domba antara orang-orang Turki dengan kaisar

Harap paduka ceritakan dulu, kenapa paduka marah-marah

Bukankah tugas saya telah te rlaksana dengan baik?

Tanya Siauw Can, penas aran

Poa Kiu, kauceritakan kepadanya.

Kata Pangeran Tua Li Siu Ti

Kauceritakan segalanya, kemudian kalian berunding dan nanti sampaikan usul-usul kalian kepadaku!

Setelah berkata demikian, Li Siu Ti bangkit dan meninggalkan dua orang kepercayaannya itu berbicara berdua saja di ruangan tertutup itu

Sungguh heran, mengapa dia marah-marah?

Tanya Siauw Can setelah pembesar itu pergi

Bukankah tu gasku sudah kulaksanakan dengan berhasil baik

Kenapa dia mengatakan siasat kita gagal karena ulah Pangeran Li Si Bin

Apa artinya itu?

Poa Kiu menghela napas panjang

Pangeran Tua Li Siu Ti sudah menceritakan segalanya kepadanya dan dia tahu bahwa Siauw Can dapat dipercaya

Bukankah tadi pangeran tua itu menyuruh dia menceritakan segalanya kepada pemuda perkasa itu

Tugas yang kaulaksanakan dengan baik itu bertujuan mengadu domba antara orang-orang Turki dan Kaisar memang hamper berhasil

Kaisar marah-marah karena selirnya diculik dan diperkosa dan dibunuh, dan raja Muda Baducin juga marah-marah karena pute ranya, Gala Sing, te rbunuh

Memang keduanya sudah siap untuk saling menyalahkan dan kemungkinan besar te rjadi bentrokan dan permusuhan di antara mereka

Akan tetapi muncullah Pangeran Li Si Bin dan pangeran ini mele rai, mengakurkan kembali Baducin dan Kaisar

Dia mengatakan bahwa urusan pribadi tidak semestinya berkembang menjadi urusan Negara

Dan dia menghibur kedua belah pihak, mengatakan bahwa penculik dan pemerkosa selir kaisar sudah terhukum dan te rbunuh, sebaliknya pembunuh Gala Sing juga sudah membunuh diri

Keduanya sudah mati, semua dendam sudah te rbalas

Nah, turun tangannya Pangeran Li Si Bin itulah yang membuat keributan mereda, dan baik Baducin maupun Kaisar sudah dapat menerima kenyataan dan tidak marah-marah lagi.

Siauw Can mengangguk-angguk

Pantas saja Pangeran Li Siu Ti marah-marah karena memang semua je ruh payahnya itu sia-sia saja, tidak ada hasilnya

Sudah sejak dia diterima menjadi pembantu pangeran Li Siu Ti, dia merasa heran mengapa majikannya yang adik kaisar itu nampaknya tidak suka kepada kaisar dan membenci orang Turki

Kesempatan baik ini harus dia pergunakan untuk mengetahui dasar pemikiran dan perasaan majikannya, apalagi karena dia bercita-cita untuk dapat menjadi mantunya!

Paman Poa,

kini sebagai rekan dia menyebut paman kepada pembesar itu,

kalau boleh aku mengetahui, kenapa Pangeran Li Siu Ti membenci orang-orang Turki dan mengapa pula nampaknya tidak suka kepada Pangeran Li Si Bin?

Poa Kiu mengangguk-angguk

Me mang sebaiknya kalau engkau mengetahui semuanya, Siauw Can, dan pangeran juga sudah memberi ijin kepadaku untu k menceritakannya kepadamu.

Pembesar itu lalu menceritakan semua keadaan dengan terus terang kepada Siauw Can

Pangeran Tua Li Siu Ti merasa ikut berjasa ketika te rjadi gerakan menggulingkan Kerajaan Sui

Ketika kakaknya, Li Goan, diangkat menjadi kaisar pertama Kerajaan Tang sebagai Kaisar Tang Kao Cu, Pangeran Li Siu Ti tentu saja mengharapkan agar kelak dia menjadi pengganti kakaknya, mengingat bahwa kakanya tidak mempunyai anak laki-laki dari permaisuri

Akan tetapi, ketika Li SI Bin menjadi putera mahkota, mulailah dia merasa iri dan marah

Li Si Bin hanyalah anak dari selir bangsa Turki! Perasaan iri hati ini membuat ia membenci orang-orang Turki yang membantu Li Si Bin

Demikianlah Siauw Can

Pangeran Tua Li Siu Ti merasa bahwa dialah keturunan keluarga Li yang asli setelah kakaknya, dan Pangeran Li Si Bin hanyalah seorang berdarah Turki yang tidak pantas menjadi putera mahkota dan kelak menggantikan kedudukan kaisar

Karena orangorang Turki itu mendukung Pangeran Li Si Bin, maka mereka perlu disingkirkan, dan untuk itulah engkau bertugas mengadu domba itu

AKan te tapi te rnyata siasat itu gagal, maka kita harus mencari siasat baru.

Siauw Can menganggu-angguk

Ah, kalau saja tahu lebih dahulu, tentu aku tidak menyetujui siasat mengadu domba itu

Bagaimana mungkin mereka diadu domba kalau Pangeran Li Si Bin berdarah Turki pula

Tentu dia akan selalu menentang perpecahan di antara mereka.! Sebaiknya diatur agar kedudukan pemerintahan menjadi lemah dengan jalan membujuk Kaisar dan Putera Mahkota agar te nggelam ke dalam kesenangan dan kurang memperhatikan pemerintahan

Dengan jalan demikian, para pejabat tinggi dan rakyat akan merasa tidak suka kepada kaisar

Kalau sudah begitu, baru ada kemungkinan menjatuhkan mereka

Sementara itu, Pangeran Li SIu Ti harus dapat mengangkat namanya agar popular di kalangan rakyat

Juga perlu mengumpulkan orang-orang pandai untuk membantu.

Hemm, kiranya di samping lihai ilmu silatmu, juga engkau memiliki kecerdikan, Siauw Can

Engkau te lah dapat melihat cita-cita menjatuhkan kaisar dan putera mahkota, agar kedudukan kais ar dapat beliau kuasai

Dan kalau kita membantu sekuat tenaga, kita akan dapat menikmati hasilnya.

Siauw Can mengangguk-angguk

Dalam keadaan seperti itu, dia harus menempel orang kurus bungkuk ini!

Baik, paman Poa Kiu

Aku akan membantumu sekuat tenagaku

Bahkan semua usulku tadi anggap saja sebagai buah pikiranmu sendiri terhadap pangeran

Engkauolah yang mengatur semuanya, aku yang melaksanakan

Engkau menjadi otak pangeran, aku yang menjadi kaki tangannya

Tentu kita harus saling bantu, bukan?

Poa Kiu amat cerdik

Dia tahu bahwa a da udang di balik batu, maka dia harus mengetahui udang macam apa itu

Siauw Can, aku terima uluran tanganmu

N ah, jangan ragu, katakan bantuan apa yang dapat kuberikan padamu.

Siauw Can juga tidak kalah cerdiknya

Dia dapat menjenguk isi hati orang itu, maka diapun tidak merasa ragu lagi untuk membuka rahasia hatinya

Paman tentu mengerti bahwa seorang laki-laki harus dapat memperhitungkan dan menyesuaikan jalan pikiran dan perasaan hatinya

Nah

Terus te rang saja, hatiku tertarik oleh pute ri Li Ai Yin, dan aku jatuh cinta kepadanya

Aku yakin bahwa tidak sukar menjatuhkan hati pute ri itu

Kalau saja aku dapat menjadi suaminya, maka seiringlah jalannya perasaan dan pikiranku

Aku mendapatkan is teri yang te rcinta, juga aku mendapatkan mertua yang kita bantu agar kelak menjadi kaisar

Dengan demikian maka ikatan hubungan di antara kita dapat le bih erat lagi

Bukankah begitu, paman?

Poa Kiu memandang kepada pemuda itu dengan kagum

Pemuda ini memang hebat

Tinggi ilmu silatnya, cerdik dan mempunyai ambisi yang bes ar! Dia menagangguk dan mengelus jenggotnya yang jarang

Semua itu memang baik sekali, Siauw Can

Akan te tapi dalam hubungan asmara ini, bagaimana aku dapat membantumu?

Siauw Can te rsenyum

Urusanku dengan Ai Yin, te ntu tidak perlu dibantu, karena itu tergantung dari diriku sendiri

Akan tetapi setidaknya paman dapat membantu agar aku nampak berharga di mata pangeran, agar kelak tidak timbul te ntangan darinya kalau tiba saatnya aku melamar pute rinya.

Ahhh, baiklah

Itu mudah sekali, Siauw Can

Tentu saja engkaupun harus memperlihatkan jasajas a yang lebih banyak lagi.

Kalau kita berkerja sama, pasti kita berdua akan dapat membuat jasa, paman.

Akan te tapi, bagaimana dengan nyonya muda Kwa Bi Lan, adik misanmu itu

Apakah ia akan suka bekerja sama dengan kita?

I a adalah seorang wanita dan ia belum tahu akan kerjas ama ini, ia belum tahu pula akan citacita pangeran

Post a Comment