Halo!

Naga Beracun Chapter 62

Memuat...

Bi Lan menutupkan daun je ndela, merebahkan kembali Lan Lan, kemudian ia terhuyung dan menjatuhkan diri di atas pembaringannya

Seluruh tubuhnya gemetar dan lemas, dan iapun tak dapat menahan diri lagi, menangis tanpa suara! Betapa mengerikan bahaya yang tadi mengancam dirinya

Kalau saja ia tidak bermimpi berte mu mendiang suaminya, kalau saja ia tidak sadar, betapa akan mudahnya te rjeblos, betapa akan mudahn ya menyeleweng dan menyerahkan dirinya kepada pemuda yang sesungguhnya amat dikagumi dan disukainya! Dan kini ia menangis bukan karena marah, melainkan karena penyesalan melihat kenyataan yang amat pahit itu

Siauw Can bukanlah pria seperti yang dibayangkannya semula! Dan inilah yang membuatnya kini menangis

Ia merasa kehilangan seorang sahabat baik, seorang yang selama ini dianggapnya seperti kakak sendiri

Bahkan ia harus mengakui bahwa besar sekali kemungkinannya kelak ia akan menerima cinta kasih pemuda itu dengan hangat, dengan penuh harapan

Akan te tapi kini semua telah musnah! Semua telah hancur, karena perbuatan Siauw Can malam itu

Ia kini merasa hidup seorang diri, dan tidak dapat mengandalkan siapapun

Sementara itu, Siauw Can memasuki kamarnya dengan wajah muram

Berulang kali dia mengenal tinju dan menyumpah-sumpah dalam hatinya

Dia telah gagal sama sekali! Kegagalan yang sama sekali tidak pernah dia bayangkan

Dia memang sengaja hendak merayu Bi Lan, bahkan kalau perlu menggunakan paksaan untuk menggauli janda itu

Sekali Bi Lan te lah menyerahkan dirinya, dia tidak akan kehilangan janda yang sesungguhnya te lah menjatuhkan hatinya itu

Dia mencintai Bi Lan

Inilah yang memusingkan dirinya

Kalau tidak demikian halnya, te ntu dia tidak akan sekecewa ini

Banyak wanita yang le bih cantik daripada Bi Lan bias dia dapatkan

Akan te tapi dia mencintai Bi Lan dan tidak ingin kehilangan Bi Lan

Tadinya, usahanya malam ini adalah untuk mengikat agar Bi Lan tidak akan terlepas lagi dari tangannya

Dia merencanakan hal yang le bih besar

Dia ingin mendekati Li Ai Yin! Kalau dia berhasil mendapatkan dara bangsawan itu, membuatnya te rgila-gila, dan berhasil menjadi mantu Pangeran Tua, te ntu dia memperole h kemajuan yang hebat! Dan biarpun hal itu tetjadi, kalau Bi Lan sudah berhasil dikuasainya, te ntu Bi Lan tidak dapat berbuat sesuatu! Kelak dia menikah dengan Ai Yin, dan Bi Lan menjadi selirnya

Betapa akan membahagiakan hatinya

Wanita yang akan mengangkat derajatnya menjadi isterinya dan wanita yang dicintanya menjadi selirnya! Akan te tapi, dia telah gagal sama sekali! Bi Lan menolaknya, dan ancaman Bi Lan bisa berbahaya

Tidak, selama dia tidak mengganggu lagi, Bi Lan juga tidak akan begitu bodoh untuk melaporkan apa-apa kepada Pangeran Tua maupun Putera Mahkota

Laporan yang tidak ada buktinya! Pula, kalau melaporkan peristiwa semalam, kedua orang bangsawan itupun tidak akan mencampuri, dan andaikata kedua bangsawan itu tidak suka kepadanya, te ntu Bi Lan akan terbawa pula

Siauw Can merebahkan diri tanpa melepas sepatunya, rebah terlentang di atas pembaringannya sambil melamun

Kini dia telah tahu akan segala rahasia Pangeran Tua

Pangeran itu merupakan orang yang berambis i besar dan seorang pembenci Turki

Dan dia sendiri telah menjadi orang kepercayaan Pangeran Tua Li Siu Ti, disamping Poa Kiu

Baru kemarin dia menerima tugas yang amat berat, akan tetapi juga amat rahasia

Tugas itu saja menunjukkan betapa Pangeran Li Siu Ti percaya sepenuhnya kepadanya

Dan jantungnya masih berdebar te gang kalau dia mengenang kembali tugasnya itu, yang dilaksanakan dengan baiknya malam kemarin

Sebelumnya dia sudah melakukan penyelidikan sehubungan dengan tugas rahasia itu dan dia tahu bahwa Gala Sing, pute ra Raja Baducin, pemuda berusia tigapuluh tahun yang tukang pelesir dan mata keranjang itu, malam itu berada di pondok indahnya di luar kota raja

Se perti biasa, Gala Sing bersenang-senang di pondoknya itu, dijaga oleh seregu anak buahnya, tukang-tukang pukulnya

Setelah membuat rencana dengan masak, seorang diri dia menyusup ke dalam istana bagian pute ri dan tidak terlalu sukar baginya untuk menangkap seorang selir kaisar, menotoknya sehingga tidak dapat bergerak dan tak mampu bersuara lagi

De ngan kepandaiannya yang tinggi, Siauw Can berhasil memanggul selir yang dimasukkannya ke dalam kantung kain besar itu keluar dari te mbok is tana, bahkan membawanya keluar dari kotaraja, menuju ke pondok indah milik Gala Sing di lereng sebuah bukit kecil

Ge gerlah istana di malam hari itu.! Beberapa orang dayang yang melayani selir itu, hanya melihat bayangan hitam berkelebat, berkedok dan selir itu diculik si bayangan hitam

Mereka menjerit dan para pengawal segera mencoba melakukan pencarian, namun sia-sia

Bayangan itu telah menghilang bersama selir kaisar

Mendengar ini, kaisar menjadi marah dan malam itu juga, kaisar memerintahkan pasukan keamanan untuk melakukan penggele dahan dan pencarian di seluruh kota raja

N amun sia-sia saja hasilnya

Dan pada keesokan harinya, yaitu pagi-pagi tadi, te rjadi kejadian yang le bih menghebohkan lagi

Para pengawal Gala Sing, pagi itu menemukan majikan mereka, Gala Sing, sudah menggeletak di atas pembaringan dalam keadaan telanjang bulat dan mati! Dadanya te rluka bekas tusukan pisau yang menembus jantungnya! Dan di sampingnya, Nampak selir kaisar yang sudah mati dengan tangan kanan masih memegang pisau yang menancap di dadanya sendiri

Seperti keadaan Gala Sing, selir inipun mati dalam keadaan te lanjang bulat

Selain mereka berdua, di lantai juga te rdapat mayat lain, mayat seorang gadis penari yang malam itu dipanggil oleh Gala Sing untuk menemaninya bersenang-senang

Juga penari ini tewas dengan tusukan di dada dan le her

Para penyelidik dari kota raja segera berdatangan dan menurut pemeriksaan mereka, selir itu telah diperkosa

Mudah saja diambil kesimpulan melihat keadaan di kamar itu

Tentu selir itu diculik orang, dan dibawa ke kamar itu, diperkosa oleh Gala Sing

Kemudian selir itu mendapat kesempatan untuk menyambar pisau, menusuk Gala Sing, juga membunuh penari yang mungkin membantu Gala Sing, kemudian untuk mencuci aib, membunuh diri sendiri

Tidak ada kemungkian lain lagi, kecuali kesimpulan itu! Siauw Can te rsenyum sendiri

Dia telah bertindak cerdik sekali

Tugas rahasia itu adalah agar Gala Sing dibunuh dan agar diatur supaya te rjadi bentrok antara pihak kaisar dan pihak Raja Muda Baducin

Hanya itu tugasnya dan dia sendiri yang mengatur siasatnya

Tentu saja dia yang menculik selir itu dan tanpa setahu para penjaga di luar pondok indah itu, dia berhasil membawa selir itu masuk

Dia membunuh Gala Sing dan penari itu

Dia pula yang memperkosa selir itu kemudian membunuhnya, akan te tapi semua itu diatur sedemikian rupa sehingga menimbulkan kesimpulan di atas tadi! Dan benar saja

Terjadi geger dan keadaan menjadi gawat

Raja Muda Baducin marah-marah dan berduka sekali karena pute ra tersayang tewas

Juga kaisar mencak-mencak karena selirnya diculik, diperkosa dan membunuh diri

Hal itu dianggap suatu penghinaan besar sekali

Dan Pangeran Tua Li Siu Ti merangkul pundaknya dengan girang bukan main

Tidak percuma engkau menjadi tangan kananku!

bisik pangeran itu setelah mendengar berita yang menghebohkan itu

Dan sore tadi, Pangeran Li Siu Ti dipanggil oleh kaisar

Tentu diadakan rapat atau perundingan yang serius sekali sehubungan dengan peristiwa itu sehingga sampai malam pangeran Tua belum juga kembali

Dan kesempatan itu dia pergunakan untuk mendekati Bi Lan

Namun sekali ini dia gagal! Tidak mengapa, dia menghibur diri sendiri

Bi Lan te ntu tidak akan berani menceritakan kepada siapapun juga

Andaikan diceritakanpun, apa salahnya kalau dia menyatakan cintanya kepada seorang janda, walaupun janda itu diakuinya sebagai saudara misan

Tentu Bi Lan akan dite rtawakan orang dan hal itu bahkan mendatangkan aib bagi dirinya sebagai janda muda! Tidak, Bi Lan tidak akan membuka mulut

Biarlah malam ini gagal, kelak masih banyak kesempatan dan masih banyak cara untuk membuat usahanya berhasil

Sekarang dia harus mengatur langkah berikutnya, yaitu pendekatan te rhadap Li Ai Yin! Siauw Can atau Can Hong San pernah menyesali semua pernuatannya yang sesat, dan ketika dia berte mu dengan Bi Lan, dia sedang berusaha untuk menjadi orang baik! Dia ingin belajar menjadi orang baik

Kebaikan adalah suatu keadaan batin, keadaan batin yang bersih dari pada pengaruh nafsu daya rendah

Keadaan batin, yaitu akal pikiran yang sepenuhnya digerakkan oleh jiwa, dibimbing kekuasaan Tuhan Yang Maha Kas ih! Belajar baik atau melatih kebaikan hanya akan membuahkan kemunafikan, karena kebaikan itu timbul dari keinginan

Ingin Baik! Dan keinginan baik ini tentu timbul pula ari keadaan

Seperti Hong San

Setelah dia hidup bergelimang kejahatan, dia mendapat kenyataan bahwa hidup secara itu tidak mendatangkan keuntungan, bahkan membuat dia selalu gagal dan sengsara

Kegagalan hidup dan kesengsaraan yang diakibatkan oleh perbuatan jahatnya itulah yang menimbulkan keinginan di dalam hatinya, ingin menjadi orang baik! Tentu saja pamrihnya adalah agar akibat perbuatan baik itu membuat dia berhasil dan senang dalam hidupnya

Jadi, kebaikan itu bukanlah sasaran mutlak, melainkan hanya akan dipergunakan sebagai suatu cara untuk mencapai tujuannya, yaitu kesenangan

Sasaran dari nafsu hanyalah s atu, yaitu kesenangan.! Usaha seperti itu, yaitu belajar menjadi baik, berlatih menjadi baik, jelas masih merupakan hasil karya nafsu, karena sasarannya adalah kesenangan sebagai akibat kebaikannya

Kalaupun orang menjadi baik karena itu, maka kebaikannya hanya merupakan kemunafikan belaka

Kebaikan seperti itu hanya polesan, mudah luntur

Karena yang diutamakan sasarannya, yaitu kesenangan, maka kebaikan yang hanya menjadi cadar itu dapat saja dengan mudah diganti dengan kebalikannya, yaitu kejahatan, asalkan sasarannya le bih cepat dapat dicapai, yaitu kesenangan

Apakah kalau begitu kita tidak perlu belajar menjadi orang baik

Siapa sesungguhnya yang mengajukan pertanyaan seperti itu

Siapa yang ingin belajar menajdi orang baik

Tentu saja pikiaran, dan pikiran kita telah bergelimang nafsu, telah dicengkeram oleh nafsu daya rendah

De ngan keadaan seperti itu, apapun yang diusahakan pikiran selalu hanya demi kepentingan diri pribadi

Dan ini memang menjadi tugas dari pikiaran

Pikiran merupakan satu di antara alat yang membantu manusia agar hidupnya di dunia dapat dipertahankan dpat diatur

Demikian pula dengan daya-daya rendah yang menyertai jiwa dalam kehidupannya sebagai manusia di dunia ini

Daya daya rendah itu memang disertakan kepada kita sebagai alat, sebagai pembantu

Post a Comment