Halo!

Cinta Bernoda Darah Chapter 91

Memuat...

Semua tamu menjadi berisik. Kagetlah mereka bahwa diam-diam telah terjadi hal yang demikian hebat, padahal suasananya tetap gembira dan tenang saja. Hal ini membuktikan bahwa Nan-cao di bawah Beng-kauw benar-benar pandai menyimpan rahasia dan pandai pula mengatasi keadaan. It-gan Kai-ong hanya menyeringai dan kadang-kadang meludah ke kanan kiri seperti sengaja hendak menghina si pembicara.

"Baiknya usaha busuk itu dapat digagalkan oleh Empek Gan yang mulia."

Semua orang tertawa dan mata mereka mencari-cari, namun tidak tampak mata hidung Empek Gan.

"Siapakah yang melakukah usaha busuk ini? Tidak lain adalah kaki tangan It-gan Kai-ong. Malah Tok-sim Lo-tong juga telah dipergunakan untuk menghalang-halangi campur tangan Empek Gan"

Semua orang memandang kakek tinggi kurus bersikap kanak-kanak yang telanjang dan iblis ini tidak mempedulikan itu semua, enak-enak bermain dengan ularnya. Adapun It-gan Kai-ong kembali menotokkan tongkatnya ke tanah.

"Kauw Bian Cinjin, jangan sembarangan membuka mulut. Apa buktinya tuduhan-tuduhan itu?"

Mata yang tinggal sebelah itu mengeluarkan sinar kemarahan.

"Buktinya memang sukar diadakan karena kami telah membunuh orang-orang kami sendiri yang berkhianat dan dapat kau pikat untuk bersekutu. Akan tetapi, It-gan Kai-ong, ada sebuah perbuatan lagi yang jahat dan dapat dibuktikan. Kau telah menculik puteri Beng-kauwcu"

Orang-orang menjadi ribut lagi. Tentu saja mereka semua tahu siapa puteri Beng-kauwcu, yaitu gadis cantik jelita yang menjadi penyambut tamu, gadis yang pakaiannya hitam putih dan aneh. Akan tetapi It-gan Kai-ong tetap terkekeh mengejek.

"Omongan bau. Semua omonganmu bau dan bohong. Tidak ada saksi tidak ada bukti, apakah Beng-kauw bisanya hanya menuduh dan memfitnah tanpa bukti?"

Tiba-tiba terdengar suara merdu nyaring,

"Aku di sini, kakek jahat. Apakah kau hendak menyangkal lagi?"

Dan dari sebelah dalam ruangan berlarilah Liu Hwee bersama Bu Sin, menuju ke pekarangan itu. Kiranya tadi ketika It-gan Kai-ong muncul, Liu Hwee cepat mencari Bu Sin dan memberi isyarat kepada pemuda ini untuk menyembunyikan diri, menanti saat baik untuk muncul membantu paman gurunya membuka rahasia It-gan Kai-ong. Melihat munculnya gadis itu, bukan main kaget dan herannya It-gan Kai-ong sehingga ia berdiri memandang dengan mulut bengong. Tiba-tiba kakek pengemis itu tertawa terkekeh-kekeh.

"Ho-ho-ho, sama sekali tidak ada hubungannya. Nona ini kutahan karena memang dia berani menyerang teman-temanku. Tentang meracuni utusan Sung, ha-ha-ha, orang Beng-kauw, apakah kau sudah mabuk? Aku orang dari Kerajaan Wu-yue yang selalu menjadi sahabat Sung sejak dahulu, malah aku pun sudah banyak membantu Kerajaan Sung. Mana mungkin aku berusaha mengganggu utusan Sung? Harap saudara-saudara utusan Kerajaan Sung memberi penjelasan"

Matanya yang hanya sebuah itu mencari-cari di antara tamu. Dua orang panglima dari Kerajaan Sung melompat ke depan. Mereka ini adalah perwira tinggi Ouwyang Swan dan pembantunya, Tan Hun. Ouwyang Swan sejenak memandang ke arah It-gan Kai-ong, kemudian menghadapi Kauw Bian Cinjin sambil berkata.

"Cinjin, memang ada usaha untuk meracuni kami. Akan tetapi kami dapat memastikan bahwa bukan It-gan Kai-ong yang melakukannya, juga kami tak dapat menduga beliau mencampuri urusan busuk ini, karena beliau adalah sahabat baik kami. Terus terang saja, secara diam-diam It-gan Kai-ong malah ikut mengawasi dan melindungi barang sumbangan kami, dari utara ke sini."

"Ho-ho-ho, bukankah jelas sekarang bahwa Beng-kauw memfitnah orang? Siapa tidak mengerti akan akal busuk ini? Ho-ho, bagi orang yang otaknya beku, tentu saja mudah dikelabui dan mengira Beng-kauw merupakan tuan rumah yang paling bersih dan baik. Akan tetapi sebetulnya semua telah diatur. Siapa tidak tahu bahwa kehilangan emas permata sumbangan Kerajaan Sung itu sebetulnya dilakukan oleh orang-orang Beng-kauw sendiri? Semua sudah mendengar tentang peti mati yang berisi mayat orang Beng-kauw sendiri, keributan yang terjadi di rumah pemondokan utusan Hou-han. Dua orang Beng-kauw, kabarnya bernama Su Ban Ki dan Ciu Kang, dibunuh oleh peti mati hidup. Ho-ho-ho, siapa lagi si peti mati hidup kalau bukan si iblis Cui-beng-kui (Iblis Pengejar Roh)? Dan sudah lama dunia kang-ouw menduga bahwa Cui-beng-kui adalah orang Beng-kauw. Kemudian terdengar lagi dua orang pelayan yang melayani utusan Sung berusaha meracuni para tamu dari Sung, juga terbunuh mati oleh Kauw Bian Cinjin sendiri. Apa artinya ini semua? Bukan lain karena semua itu adalah akal busuk orang-orang Beng-kauw sendiri yang diatur oleh Kauw Bian Cinjin"

Hening di situ, mendengar ucapan panjang lebar ini. Hebat, pikir para tamu. Keadaan diputar balik, kalau tadi It-gan Kai-ong dituduh, sekarang si kakek mata satu berbalik menjadi penuduh dan menimpakan semua kesalahan kepada Beng-kauw. Suasana menjadi tegang sekali dan kini semua mata ditujukan kepada Kauw Bian Cinjin untuk mendengar apa yang akan menjadi jawaban wakil ketua Beng-kauw itu.

"It-gan Kai-ong, tidak percuma kau dijuluki seorang di antara Thian-te Liok-koai"

Jawab Kauw Bian Cinjin.

"Akan tetapi semua omonganmu hanya pemutar-balikan fakta belaka, tanpa dasar dan bukti.."

"Ho-ho-ho, dengar baik-baik, Kauw Bian Cinjin"

Kau menuduh yang bukan-bukan kepada para tamu yang jauh-jauh datang untuk menyampaikan hormat. Kalau memang semua ini bukan buatan Beng-kauw sendiri, mengapa semua orang yang bersalah dibunuh? Coba yang mencuri barang sumbangan, yang menaruh racun pada makanan, tidak dibunuh, tentu mereka dapat dipaksa mengaku siapa yang berdiri di balik ini semua. Tapi Cui-beng-kui serta-merta membunuh dua orang murid Beng-kauw, dan kau sendiri membunuh dua orang pelayan. Terang sekali kau memang sengaja mengatur ini untuk mengadu domba para utusan agar negara-negara dan kerajaan-kerajaan saling bermusuhan. Kalau kerajaan-kerajaan lain bermusuhan dan lemah, tentu Beng-kauw akan menjagoi dunia. Siapa tidak tahu akan akal busukmu?"

Para tamu menjadi ribut saling bicara sendiri ketika mendengar ucapan ini, ada yang membenarkan It-gan Kai-ong ada pula yang menentangnya. Agaknya Kauw Bian Cinjin yang pendiam dan tenang itu kalah bicara oleh si raja pengemis. Tiba-tiba terdengar suara orang tertawa dan tahu-tahu seorang pemuda berpakaian sastrawan, bertubuh tinggi tegap bermuka tampan, telah berada di situ dan berkata.

"It-gan Kai-ong, di mana-mana kau menimbulkan keributan belaka. Kepada orang lain kau boleh memutar lidah, akan tetapi kepadaku tidak mungkin. Aku sudah mengenal isi perutmu"

"Suling Emas, kau mau apa? Urusan ini tidak ada sangkut-pautnya denganmu. Ataukah sekarang pendekar gagah perkasa Suling Emas telah menjadi kaki tangan Beng-kauw pula?"

Ejek It-gan Kai-ong, dan Toat-beng Koai-jin mengeluarkan suara menggereng ketika melihat campur tangannya Suling Emas sambil berkata,

"Suling Emas masih ada perhitungan denganku"

Suling Emas tidak mempedulikan kakek telanjang berpunuk, juga tidak pedulikan ejekan It-gan Kai-ong, melainkan ia memandang ke arah para tamu yang kini sudah memenuhi tempat itu sambil berkata.

"Cu-wi sekalian sudah mengenal akan watak jahat iblis ini, maka harap jangan mempercaya ocehannya. Pada hakekatnya, dia diperalat oleh muridnya yang bernama Suma Boan. Siapa tidak mengenal putera pangeran ini di Kerajaan Sung? Suma Boan itulah, dengan bantuan gurunya ini, berusaha menggunakan akal untuk mengadu domba kerajaan-kerajaan dengan Kerajaan Sung agar Kerajaan Sung menjadi lemah dan dia berkesempatan merebut tahta kerajaan. Siauwte (aku) mempunyai hubungan baik dengan panglima-panglima Sung, tahu benar akan keadaan di sana dan sudah lama aku mengawas-awasi jejak guru dan murid pengkhianat ini.."

"Suling Emas, tutup mulutmu. Kalau kau hendak mencari perkara denganku, tak perlu di sini. Kau ini seorang jantan atau seorang perempuan bawel? Ataukah kau sudah diperalat pula oleh Beng-kauw? Ho-ho, agaknya ada sesuatu rahasia di antara kau dan Beng-kauw. Majulah, jangan kira aku takut terhadapmu"

"Kau tadi bilang, bukan di sini tempat kita bertanding. Mari kita pilih tempat yang sunyi, jangan di tempat suci ini."

"Tempat suci? Beng-kauw suci? Ho-ho-ho, siapa tidak tahu akan rahasia Beng-kauw yang kotor?"

It-gan Kai-ong yang kini merasa terdesak sengaja hendak merendahkan Beng-kauw agar para tamu lebih percaya kepadanya.

"Siapa tidak mendengar akan keganasan mendiang Pat-jiu Sin-ong? Siapa pula tidak mendengar sepak terjang puterinya, Tok-siauw-kui Liu Lu Sian? Ha-ha-ha, setan cilik yang cantik itu, yang menjatuhkan hati banyak laki-laki yang jahat seperti setan berbisa.."

Tiba-tiba semua orang terkejut karena secara mengherankan sekali, dari dalam ruangan itu terdengar suara melengking tinggi, disusul dengan munculnya sebuah peti mati yang berloncat-loncatan, berguling-gulingan secara cepat dan aneh ke tempat itu. Sambil bergerak meloncat-loncat, peti mati ini mengeluarkan bunyi melengking tinggi menyedihkan, namun yang membuat banyak tamu yang kurang tinggi kepandaiannya, roboh lemas di atas tanah. Suara itu seakan-akan menusuk hati mereka dan melumpuhkan kedua kaki, hanya mereka yang sin-kangnya sudah kuat, cepat mengerahkan tenaga dalam untuk melindungi jantung dan menahan getaran yang melumpuhkan ini.

"Cui-beng-kui.. ho-ho-ho, akhirnya kau muncul juga"

It-gan Kai-ong sambil tertawa-tawa girang.

"Nah, sekarang yang hadir semua dapat menyaksikan bahwa Beng-kauw adalah tempat sembunyi Cui-beng-kui. Apakah ini bukan menjadi tanda benarnya dugaanku tadi?"

Peti mati itu kini terletak di pekarangan, empat meter jauhnya dari It-gan Kai-ong. Suara melengking berhenti dan diganti suara yang agaknya terdengar dari dunia lain, bergema menyeramkan.

"It-gan Kai-ong manusia sombong"

Post a Comment