Ilmu silat apakah itu?
Namanya Hui-tiauw Sin-kun.
Hemm, memang pantas
Engkau menyambarnyambar bagaikan burung rajawali saja
Dari siapa engkau mempelajari ilmu hebat itu, Bi Lan?
Dari...
mendiang suami hamba pangeran.
Siapakah mendiang suamimu yang lihai itu?
Namanya Liu Bhok Ki....
Si Rajawali Sakti
Aih, pantas
Kiranya engkau isteri seorang pendekar besar
He mm, jadi engkau ini isterinya dan dia sudah meninggal dunia
Engkau janda pendekar itu dan itu......anakmu?
Pangeran Li Si Bin menunjuk kepada Lan Lan
Benar, pangeran .
Pada saat itu muncul Pangeran Tua Li Siu Ti sambil tertawa-tawa
Biarpun dia paman dari pangeran muda ini, namun karena kedudukannya kalah tinggi, Pangeran Li Siu Ti lebih dulu member hormat kepada keponakannya
Pangeran, sudah lamakah dating berkunjung
Ai Yin, kenapa tidak member tahu kepadaku?
Kanda pangeran menguji kepandaian enci Bi Lan, ayah,
kata Ai Yin gembira dan bangga karena gurunya membuat pangeran itu kagum
Maaf, paman,
kata pangeran Li Si Bin
Saya mendengar tentang dua orang anda yang menjadi pengawal di sini
Saya kagum sekali setelah menguji kepandaian Kwa Bi Lan
Paman memang beruntung sekali mendapatkan dua orang muda itu sebagai pengawal pribadi
Setelah menguji Kwa Bi Lan, saya ingin mengajukan sebuah permintaan kepada paman, harap paman suka mengabulkannya.
Diam-diam pangeran Tua Li Siu Ti merasa khawatir
Mungkinkah pute ra mahkota ini tertarik kepada Bi Lan dan ingin mengambilnya untuk tinggal dalam is tananya sendiri
Kalau demikian halnya, dia akan kehilangan sekali
Sukar mencari pengganti seorang wanita perkasa seperti Bi Lan
Tentu saja dia tidak berani menyatakan kekhawatirannya ini
Tidak demikian dengan Ai Yin
Biarpun dia selalu bersikap ramah dan sopan penuh hormat kepada putera mahkota yang ia tahu memiliki kekuasaan tertinggi, akan tetapi gadis ini lebih berani dan terbuka, tidak se perti ayahnya
Maka iapun segera berkata,
Aihh, kanda pangeran, apakah paduka akan membawa enci Bi Lan pindah dari sini ke istana paduka
Lalu bagaimana dengan saya?
Pangeran Li Si Bin te rsenyum
Tidak, Ai Yin, aku hanya ingin agar ia suka melatih pasukan dayang pengawal khusus di istana, setiap hari beberapa jam saja
Tentu saja kalau paman pangeran membole hkan dan terutama sekali kalau Bi Lan yang bersangkutan tidak berkeberatan.
Bi Lan te rbelalak
Pangeran ini yang kekuasaannya demikian besar, ternyata masih bersikap demikian lunak! Kalau ia tidak berkeberatan
Sungguh sikap yang sama sekali tidak pernah disangkanya, dan sikap pangeran ini membuat Bi Lan semakin kagum dan suka sekali kepada pangeran muda yang rendah hati dan tidak sewenang-wenang itu
Aih, tentu saja saya setuju, pangeran!
kata Pangeran Tua Li Siu Ti dengan ramah
Bagus! Terima kasih, paman
Dan bagaimana dengan engkau Bi Lan
Maukah engkau membantuku melatih pasukan dayang agar mereka dapat menjadi pengawal yang dapat diandalkan
Setiap hari tiga atau empat jam saja dan untuk je rih payahmu itu, tentu saja kami akan memberi imbalan.
Hamba akan mentaati perintah paduka, pangeran.
Kata Bi Lan dengan wajah berseri
Entah bagaimana, ia merasa senang dapat bekerja kepada seorang pangeran seperti ini.!
Baik, te rima kasih
Mulai besok pagi, aku akan menyuruh je mput dengan kereta, setelah selesai melatih, engkau akan diantar kembali kesini dengan kereta
Kalau anakmu itu tidak dapat berpisah darimu, boleh kau ajak ke istana.
Setelah berkata demikian, Pangeran Li Si Bin berpamit dari rumah pamannya dan iapun melangkah keluar, diantar oleh Pangeran tua Li Siu Ti sampai di depan istananya
00000ooooo000 Betapa indahnya taman itu, seperti taman sorga dalam dongeng
Matahari senja Nampak bulat merah redup, seperti sebuah lampu gantung yang besar dan bulat
Matahari sudah hamper menyelesaikan tugasnya sehari penuh dan biarpun nampaknya tidak berkuasa dan bersinar lagi, namun bekas kekuasaannya masih nampak membakar langit
Langit kebakaran, merah kuning dan ada garis -garis biru putih di sana-sini, adapula warna seperti lautan perak dihias awan putih le mbut begumpal-gumpal seperti sekawanan domba putih sedang berangkat pulang ke kandang
Keindahan alam yang membuat hati te rasa nyaman, membuat orang ingin bersenandung
Dan sesosok bayangan seorang pria menghampiri
Bi Lan te rsenyum dan perasaan hangat mesar menyelubungi hatinya
Betapa besar cinta kasihnya kepada suaminya! Suaminya, Sin-tiauw Liu Bhok Ki menghampirinya dengan langkahnya yang te gap, dengan wajahnya yang jantan, dengan sinar matanya yang penuh kasih dan penuh kebijaksanaan, dengan senyumnya yang menenangkan hati
Ketika suaminya mendekat sambil mengembangkan kedua lengan, iapun membiarkan dirinya tenggelam dalam pelukan mesra
Bibir itu mengecup lehernya, panas
Terasa betapa le hernya digigit dengan dengus penuh nafsu
Suaminya tidak pernah berbuat hal seperti ini
Suaminya selalu tenang dan tidak pernah dilanda gairah nafs u yang menggelora seperti ini
'Thhh...!
ia merenggut dirinya le pas
Bukan suaminya! Dan ia tidak berada di dalam taman, di senja yang indah
Ia berada di dalam kamarnya, di atas pembaringan dan yang tadinya muncul sebagai suaminya dalam mimpi, ternyata adalah Siauw Can atau Can Hong San! Ia tadi bermimpi! Dan kenyataannya, Can Hong San telah memasuki kamarnya seperti maling dan tadi telah memeluknya dan mengecup, menggigit le hernya dengan penuh nafsu
Kau.....!
bentaknya dengan lirih dan kini ia sudah meloncat turun dari atas pembaringan
Wajahnya menjadi merah dan terasa panas sekali ketika melihat betapa kancing bajunya bagian atas terlepas sebagian
Jari-jari tangannya cepat mengancingkan kembali baju itu dan matanya mencorong menatap wajah pemuda itu
Bi Lan ..Lan-moi.
..engkau tahu betapa aku mencintaimu, Lan-moi..! Aku cinta padamu dan tidak tahan lagi,..Kuharap engkau tidak membuat aku terpaksa menggunakan paksaan....
Bi Lan te ringat bahwa kepandaian pemuda ini jauh lebih tinggi darinya dan kalau pemuda ini menggunakan paksaan, mungkin ia tidak akan mampu menghindarkan diri dari penghinaan, dari perkosaan
Cepat ia meloncat dan di lain saat, ia telah berada di dekat pembaringan kecil di sudut, di mana Lan Lan tertidur, dan sekali sambar, ia telah memondong anaknya yang masih tidur itu
Kalau engkau tidak segera pergi, aku akan berte riak dan melawan mati-matian, aku akan melaporkan kepada Pangeran Tua dan Pangeran Mahkota
Akan hancur semua pekerjaan kita selama ini!
Lan-moi, kenapa....
Bukankah selama ini aku baik kepadamu, selalu membantumu
Aku cinta padamu, dan aku percaya bahwa engkaupun cinta padaku.
Cukup, pergilah atau aku akan berte riak!
kembali Bi Lan mengancam
Hal ini sungguh tidak disangka sama sekali Can Hong San atau yang sekarang dikenal sebagai Siauw Can
Tadinya dia merasa yakin bahwa kalau dia melakukan pendekatan, janda muda itu tentu akan menyambutnya dengan hangat
Dari sikap janda itu, sinar matanya kalau memandangnya, senyumnya, semuanya menunjukkan bahwa janda itu kagum dan suka kepadanya
Apalagi kalau diingat bahwa sejak pertemuan pertama, dia selalu menolong janda itu, bukan saja menyelamatkannya, juga selanjutnya membimbingnya sehingga mereka berdua dapat memperoleh kedudukan yang menyenangkan dan mulia di rumah Pangeran Tua, bahkan janda itu kini ditugaskan melatih pasukan dayang di istana! Dia tahu betapa Bi Lan merasa berhutang budi kepadanya, oleh karena itu, kalau dia melakukan pendekatan, tentu Bi Lan akan menyambutnya dengan mesra
Ketika tadi dia memperoleh kesempatan, berhasil menyelinap memasuki kamar janda itu, lalu merangkul, membelai dan mengecupnya, dalam keadaan setengah sadar Bi Lan menyambutnya dengan hangat
Akan te tapi, kenapa sekarang keadaannya berubah sama sekali
Tentu s aja dia merasa kecewa bukan main, kecewa, mendongkol dan menyesal
Sia-sia saja semua kebaikan yang dilakukannya selama ini te rhadap Bi Lan.!
Lan-moi, benarkah engkau menolak cintaku
Engkau mengusirku?
Sudahlah, pergi cepat! Aku bukan menggertak saja!
Bi Lan mencabut sepasang pedangnya yang te rgantung di dinding
Baik, aku pergi
Tak kusangka bahwa engkau adalah seorang perempuan yang tidak mengenal budi!
Dan aku tidak menyangka bahwa engkau hanyalah seekor binatang buas berbulu domba!
balas Bi Lan
Uhh!
Siauw Can keluar dari dalam kamar itu melalui daun jendela, sepeti masuknya tadi