Ia telah pandai memainkan belasan jurus ilmu silat yang indah dan tangguh
Bagus sekali!
terdengar seruan disusul tepuk tangan
Ai Yin dan Bi Lan cepat membalikkan tubuh dan Bi Lan mengerutkan alis nya ketika melihat seorang pria muda te lah berdiri di situ
Muncul dari balik sebatang pohon dan kini bertepuk tangan memuji
Betapa kurang ajarnya laki-laki ini, pikirnya dan ia memandang dengan curiga, dan siap menghadapinya kalau orang ini hendak membuat keributan
Akan tetapi, kalau tadinya ia mengira sang pute ri akan marah-marah, sebaliknya begitu melihat laki-laki yang bertepuk tangan memuji itu, Ai Yin tersenyum girang dan lari menghampiri
Aih, kiranya paduka yang datang, pangeran.! Kenapa tidak memberitahu lebih dulu agar kami dapat menyambut.
Dan Ai Yin cepat memberi hormat dengan sete ngah berlutut
Pemuda itu menyentuh pundak Ai Yin dan berkata,
Bangkitlah, Ai Yin
Kita ini keluarga sendiri, mengapa harus memberi kabar lebih dulu
Dan aku girang sekali tadi tidak memberi kabar sehingga dapat melihat engkau berlatih silat
Engkau hebat! Kelak te ntu akan menjadi seorang wanita sakti
Ha-ha-ha kelak suamimu harus berhati-hati, jangan sampai membuat kesalahan padamu, bis a remuk kepalanya, ha-ha..!
Ai Yin juga te rtawa gembira
Bi Lan te rte gun
Inikah putera mahkota yang juga menjadi panglima besar itu
Inikah pute ra kaisar yang pernah ia dengar dari Siauw Can
Bukan main! Masih begini muda sudah dapat memimpin rakyat dan menggulingkan pemerintah Kerajaan Sui! Bahkan mendiang suaminya pernah bicara tentang Li Si Bin sebagai seorang pemuda yang menerima petunjuk Tuhan sehingga mampu menggerakkan peran rakyat je lata! Namanya berada di ujung bibir setiap orang yang memuji dan memujanya
Inikah orangnya
Pangeran itu sudah menggandeng tangan Ai Yin dan menghampirinya
Melihat Kwa Bi Lan hanya berdiri te rte gun, Ai Yin segera berseru,
Heii, enci Bi Lan
Cepat beri hormat
Ini adalah kakak sepupuku, yang mulia Pangeran Mahkota Li Si Bin, panglima besar yang namanya sudah menggetarkan seluruh kolong langit!
Bi Lan cepat memberi hormat kepada pangeran itu, kemudian ia memondong Lan Lan dan berdiri dengan kepala tertunduk, karena pangeran itu mengamatinya dengan pandang mata tajam penuh silidik
Mata itu! Mencorong seperti mata naga, pikirnya dengan je rih
Wibawanya luar biasa, membuat ia merasa dirinya menjadi kecil sekali
Engkaukah yang bernama Kwa Bi Lan dan kini menjadi pengawal keluarga di rumah pamanku?
tanya Pangeran Li Si Bin
Benar, pangeran,
jawab Bi Lan lirih, diam-diam merasa heran bahwa pangeran ini sudah mendengar pula tentang dia
Bukan hanya pengawal keluarga, pangeran
Akan te tapi juga menjadi guruku
Akan te tapi aku tidak mau menyebutnya subo (ibu guru)
Lihat ia masih begitu muda dan cantik, bagaimana aku dapat menyebutnya subo
Enci Bi Lan, kau belum memberitahu, berapa sih usiamu?
Bi Lan merasa canggung dan sungkan sekali
Kalau mereka berada berdua saja, tentu semua pertanyaan pribadi dari Ai Yin akan dijawabnya dengan senang hati
Akan tetapi kini pertanyaan te ntang umur ditanyakan di depan seorang pria, walaupun pria itu adalah pute ra mahkota dan panglima besar! Betapapun juga, ia tidak berani untuk tidak menjawab, maklum akan kekerasan hati Ai Yin yang mudah te rtawa, mudah menangis dan mudah marah-marah itu
Duapuluh empat tahun, siocia,
jawabnya lirih sambil menundukkan mukanya
Sungguh membuat orang kagum.!
Kata pangeran itu dengan suara lirih dan sungguh-sungguh, tidak bernada mengeluarkan pujian kosong atau merayu belaka
Seorang wanita semuda ini sudah dapat memiliki ilmu kepandaian yang tinggi dan mampu mengalahkan seorang jagoan seperti Gondalu! Sungguh paman pangeran beruntung sekali mendapatkan seorang pengawal keluarga seperti nyonya muda ini
Akan te tapi, sungguh menyedihkan dan mengharukan, wanita semuda ini telah menjadi seorang janda dengan seorang anak.
Berdebar rasa jantung dalam dada Bi Lan
Ucapan itu begitu jujur dan sempat membuat ia te rharu, akan te tapi ia tetap menunduk dan tidak menjawab, hanya mendekap Lan Lan ke dadanya
Pangeran belum melihat kakak sepupunya yang bernama Siauw Can
Dia le bih lihai lagi dan sekarang menjadi pengawal pribadi ayah!
kata Ai Yin
Aku sudah berte mu dengan dia di luar tadi,
kata Pangeran Li Si Bin, lalu dia kembali memandang kepada Bi Lan yang menunduk saja
Kwa Bi Lan, kulihat tadi engkau mengajarkan kuda-kuda dan jurus-jurus ilmu silat Siauw-limpai
Apakah engkau murid Siauw-lim-pai?
Bi Lan te rkejut
Kiranya pangeran ini berpemandangan tajam dan pasti pandai ilmu silat maka dapat mengenal jurus-jurus Siauw-lim-pai
Tanpa mengangkat muka ia mengangguk
Benar, pangeran.....
-ooo0dw0ooo-
Bi Lan, angkat mukamu dan pandanglah aku kalau bicara denganku
Aku tidak suka bicara dengan orang yang selalu menundukkan mukanya seperti orang yang menyembunyikan kesalahan.
Ucapan itupun bukan kata-kata yang mengandung kemarahan, akan tetapi mengandung perintah yang mutlak dan tidak mungkin dapat dibantah atau tidak ditaati
Bi Lan mengangkat muka memandang
Hamba pernah menjadi murid Siauw-lim-pai, pangeran....
katanya lirih, hamper tidak kuat menahan sinar mata mencorong seperti naga itu, yang memandang kepadanya dengan bersih dan jujur akan te tapi seperti hendak mengukur kedalaman isi hatinya
Hemm, sekarang ini jarang ada pendekar Siauw-lim-pai yang benar-benar memiliki kepandaian tinggi
Sungguh sayang
Kelaliman Kerajaan Sui telah menghancurkan Siauw-lim-pai, sehingga ketuanya membakar diri! Sekarang aku berte mu murid Siauw-lim-pai yang pandai
Bi Lan, coba kau perlihatkan ilmu silatmu dengan melayaniku beberapa jurus.
Setelah berkata demikian, Pangeran Li Si Bin sudah menuju ke te mpat tadi kedua orang wanita itu berlatih silat, yaitu di lapangan rumput yang luas dekat kolam ikan
Bi Lan menunduk lagi
Hamba.......hamba tidak berani, pangeran......
Pangeran Li Si Bin mengerutkan alisnya
Ini perintah, Kwa Bi Lan!
Ai Yin segera berkata
Enci Bi lan, ayah sendiri tidak akan membangkang te rhadap perintah pangeran Mahkota, apalagi engkau!
ia lalu menghampiri Bi Lan dan memondong Lan Lan,
Kupangku dulu Lan Lan, kau layani pangeran!
Bi Lan te rkejut
Hampir ia lupa bahwa pangeran yang berada di depannya ini merupakan orang yang paling berkuasa di kerajaan Tang! Bahkan menurut Siauw Can, kaisar sendiri, ayah pangeran ini, masih kalah besar kekuasaannya! Maka ia cepat memberi hormat lalu bangkit dan menghampiri pangeran yang sudah berada dilapangan rumput
Pangeran itu tersenyum senang
Nah, begitu sebaiknya, Bi Lan
Aku ingin melihat apakah engkau te pat untuk melatih pasukan pengawal wanita di is tana yang sedang kupersiapkan! Bah, kau maju dan seranglah aku, dan jangan sungkan atau takut
Keluarkan kepandaianmu agar aku dapat menilainya.
Tepat dugaannya
Pangeran ini hendak menguji kepandaiannya dan mendengar bahwa pangeran ini ingin agar ia melatih pasukan pengawal di istana, jantungnya berdebar penuh ketegangan
Ia akan menjadi pelatih di istana Kais ar! Bukan main! Tak pernah ia bermimpi untuk dapat memasuki istana Kaisar, apalagi menjadi pelatih di sana
Ia melihat betapa pangeran itu s udah memasang kuda-kuda yang kokoh
Kuda-kuda yang dikenalnya sebagai kuda-kuda ilmu silat aliran Kun-lun-pai, maka iapun cepat menyalurkan sinkang ke arah kedua tangannya, kemudian menggeser kakinya maju, mengangkat kedua tangan ke depan dada sebagai penghormatan, kemudian berkata lembut,
Maafkan hamba!
Mulailah!
Pangeran Li SI Bin tampak gembira sekali melihat gerakan kaki dan tangan wanita itu yang biarpun nampak le mbut dan indah, namun mengandung tenaga sin-kang yang membuat s etiap gerakan itu Nampak mantap berisi
Bi Lan tidak ragu-ragu lagi setelah melihat betapa pangeran itu memang seorang ahli silat
I a menerjang maju dengan pukulan tangan te rbuka, dan mempergunakan jurus-jurus ilmu silat Siauwlim-pai yang pernah dipelajarinya sebelum ia menjadi murid Sin-tiauw Liu Bhok Ki
Tentu saja ia memilih jurus-jurus terampuh, dan karena ia telah memperoleh kemajuan dalam hal sin-kang dan ginkang setelah belajar kepada Sin-Tiauw Liu Bhok Ki, te ntu saja gerakannya jauh lebih hebat dibandingkan sebelumnya
Ge rakannya cepat dan setiap serangannya mengandung te naga yang kuat sekali
Bi Lan menjadi kagum
Kiranya pangeran itu benar lihai sekali, melampaui dugaannya
Setiap serangannya dapat dielakkan atau ditangkis oleh pangeran itu, dan setiap kali lengan mereka berte mu, ia merasa betapa lengannya tergetar hebat! Agaknya Pangeran Li Si Bin tidak main-main dalam menguji wanita itu
Ia memang membutuhkan seorang pelatih yang baik untuk regu pengawalnya yang baru dibentuknya
Dia sedang membentuk sebuah regu pengawal wanita, te rdiri dari para dayang, gadis -gadis muda pilihan untuk menjaga keamanan keluarga di dalam istana, sehingga tidak perlu menggunakan pengawal thai-kam (orang kebiri)
Memang banyak jagoan silat di istana, akan tetapi kalau dia menyuruh seorang jagoan untuk melatih dan menggebleng regu pengawal wanita itu, tentu akan te rjadi hal-hal yang tidak enak
Dia tidak dapat menyalahkan para jagoan itu
Siapa dapat bertahan diri menghadapi seregu dayang yang muda dan cantik-cantik itu
Maka, sebaiknya mencari pelatih seorang wanita pula dan kalau Kwa Bi Lan ini mempunyai kepandaian tinggi seperti yang didengarnya, dia akan minta agar wanita ini menggembleng regunya itu
Karena dia ingin mengukur Bi Lan, maka Pangeran Li Si Bin segera membalas serangan Bi Lan dengan serangan yang tak kalah hebatnya! Bi Lan cepat mengelak dan mengandalkan kecapatan gerakannya untuk menghindarkan diri
Akan te tapi pangeran itupun dapat begerak cepat mengimbangi kecepatannya, sehingga sejenak Bi Lan te rdesak dan main mundur sambil mengelak dan menangkis ! Karena pangeran itu te rus mendesak, tiba-tiba Bi Lan mengubah gerakannya dan tubuhnya mencelat ke udara lalu ia menukik dan menyambar bagaikan seekor burung rajawali
Ia telah memainkan ilmu silat Hui-tiauw Sin-kun ( Silat sakti Rajawali terbang ), yang dipelajarinya dari mendiang suaminya! Begitu ia menyerang dengan ilmu silat ini, keadaannya menjadi te rbalik! Kini pangeran itu te rdesak dan berulang-ulang dia berseru kaget dan kagum
De ngan serangan yang menyambar- nyambar seperti itu, pangeran Li Si Bin nampak bingung dan beberapa kali hampir saja tangan Bi Lan mengenai pundak dan dadanya
Akan te tapi tentu saja wanita itu tidak berani melanjutkan serangannya dan selalu menarik kembali serangannya, apabila serangannya hampir mengenai sasaran
Cukup....!
Pangeran Li Si Bin berseru dan Bi Lan meloncat mundur, merangkap kedua tangan memberi hormat
Harap paduka memaafkan hamba.....
Wah, engkau memang hebat!
Pangeran itu berseru,
Akan tetapi, ilmu silatmu yang te rakhir tadi tentu bukan dari Siauw-lim-pai!
Maafkan hamba, karena paduka tadi mendes ak, te rpaksa hamba mempergunakan ilmu simpanan itu yang memang bukan dari Siauw-lim-pai.
Pangeran Li Si Bin mengerutkan alisnya
Dia merasa penasaran karena sudah banyak dia mengenal ilmu silat, akan tetapi ilmu silat yang menyambar-nyambar dan membingungkannya seperti tadi belum pernah dilihatnya