Halo!

Naga Beracun Chapter 60

Memuat...

Ia telah pandai memainkan belasan jurus ilmu silat yang indah dan tangguh

Bagus sekali!

terdengar seruan disusul tepuk tangan

Ai Yin dan Bi Lan cepat membalikkan tubuh dan Bi Lan mengerutkan alis nya ketika melihat seorang pria muda te lah berdiri di situ

Muncul dari balik sebatang pohon dan kini bertepuk tangan memuji

Betapa kurang ajarnya laki-laki ini, pikirnya dan ia memandang dengan curiga, dan siap menghadapinya kalau orang ini hendak membuat keributan

Akan tetapi, kalau tadinya ia mengira sang pute ri akan marah-marah, sebaliknya begitu melihat laki-laki yang bertepuk tangan memuji itu, Ai Yin tersenyum girang dan lari menghampiri

Aih, kiranya paduka yang datang, pangeran.! Kenapa tidak memberitahu lebih dulu agar kami dapat menyambut.

Dan Ai Yin cepat memberi hormat dengan sete ngah berlutut

Pemuda itu menyentuh pundak Ai Yin dan berkata,

Bangkitlah, Ai Yin

Kita ini keluarga sendiri, mengapa harus memberi kabar lebih dulu

Dan aku girang sekali tadi tidak memberi kabar sehingga dapat melihat engkau berlatih silat

Engkau hebat! Kelak te ntu akan menjadi seorang wanita sakti

Ha-ha-ha kelak suamimu harus berhati-hati, jangan sampai membuat kesalahan padamu, bis a remuk kepalanya, ha-ha..!

Ai Yin juga te rtawa gembira

Bi Lan te rte gun

Inikah putera mahkota yang juga menjadi panglima besar itu

Inikah pute ra kaisar yang pernah ia dengar dari Siauw Can

Bukan main! Masih begini muda sudah dapat memimpin rakyat dan menggulingkan pemerintah Kerajaan Sui! Bahkan mendiang suaminya pernah bicara tentang Li Si Bin sebagai seorang pemuda yang menerima petunjuk Tuhan sehingga mampu menggerakkan peran rakyat je lata! Namanya berada di ujung bibir setiap orang yang memuji dan memujanya

Inikah orangnya

Pangeran itu sudah menggandeng tangan Ai Yin dan menghampirinya

Melihat Kwa Bi Lan hanya berdiri te rte gun, Ai Yin segera berseru,

Heii, enci Bi Lan

Cepat beri hormat

Ini adalah kakak sepupuku, yang mulia Pangeran Mahkota Li Si Bin, panglima besar yang namanya sudah menggetarkan seluruh kolong langit!

Bi Lan cepat memberi hormat kepada pangeran itu, kemudian ia memondong Lan Lan dan berdiri dengan kepala tertunduk, karena pangeran itu mengamatinya dengan pandang mata tajam penuh silidik

Mata itu! Mencorong seperti mata naga, pikirnya dengan je rih

Wibawanya luar biasa, membuat ia merasa dirinya menjadi kecil sekali

Engkaukah yang bernama Kwa Bi Lan dan kini menjadi pengawal keluarga di rumah pamanku?

tanya Pangeran Li Si Bin

Benar, pangeran,

jawab Bi Lan lirih, diam-diam merasa heran bahwa pangeran ini sudah mendengar pula tentang dia

Bukan hanya pengawal keluarga, pangeran

Akan te tapi juga menjadi guruku

Akan te tapi aku tidak mau menyebutnya subo (ibu guru)

Lihat ia masih begitu muda dan cantik, bagaimana aku dapat menyebutnya subo

Enci Bi Lan, kau belum memberitahu, berapa sih usiamu?

Bi Lan merasa canggung dan sungkan sekali

Kalau mereka berada berdua saja, tentu semua pertanyaan pribadi dari Ai Yin akan dijawabnya dengan senang hati

Akan tetapi kini pertanyaan te ntang umur ditanyakan di depan seorang pria, walaupun pria itu adalah pute ra mahkota dan panglima besar! Betapapun juga, ia tidak berani untuk tidak menjawab, maklum akan kekerasan hati Ai Yin yang mudah te rtawa, mudah menangis dan mudah marah-marah itu

Duapuluh empat tahun, siocia,

jawabnya lirih sambil menundukkan mukanya

Sungguh membuat orang kagum.!

Kata pangeran itu dengan suara lirih dan sungguh-sungguh, tidak bernada mengeluarkan pujian kosong atau merayu belaka

Seorang wanita semuda ini sudah dapat memiliki ilmu kepandaian yang tinggi dan mampu mengalahkan seorang jagoan seperti Gondalu! Sungguh paman pangeran beruntung sekali mendapatkan seorang pengawal keluarga seperti nyonya muda ini

Akan te tapi, sungguh menyedihkan dan mengharukan, wanita semuda ini telah menjadi seorang janda dengan seorang anak.

Berdebar rasa jantung dalam dada Bi Lan

Ucapan itu begitu jujur dan sempat membuat ia te rharu, akan te tapi ia tetap menunduk dan tidak menjawab, hanya mendekap Lan Lan ke dadanya

Pangeran belum melihat kakak sepupunya yang bernama Siauw Can

Dia le bih lihai lagi dan sekarang menjadi pengawal pribadi ayah!

kata Ai Yin

Aku sudah berte mu dengan dia di luar tadi,

kata Pangeran Li Si Bin, lalu dia kembali memandang kepada Bi Lan yang menunduk saja

Kwa Bi Lan, kulihat tadi engkau mengajarkan kuda-kuda dan jurus-jurus ilmu silat Siauw-limpai

Apakah engkau murid Siauw-lim-pai?

Bi Lan te rkejut

Kiranya pangeran ini berpemandangan tajam dan pasti pandai ilmu silat maka dapat mengenal jurus-jurus Siauw-lim-pai

Tanpa mengangkat muka ia mengangguk

Benar, pangeran.....

-ooo0dw0ooo-

Bi Lan, angkat mukamu dan pandanglah aku kalau bicara denganku

Aku tidak suka bicara dengan orang yang selalu menundukkan mukanya seperti orang yang menyembunyikan kesalahan.

Ucapan itupun bukan kata-kata yang mengandung kemarahan, akan tetapi mengandung perintah yang mutlak dan tidak mungkin dapat dibantah atau tidak ditaati

Bi Lan mengangkat muka memandang

Hamba pernah menjadi murid Siauw-lim-pai, pangeran....

katanya lirih, hamper tidak kuat menahan sinar mata mencorong seperti naga itu, yang memandang kepadanya dengan bersih dan jujur akan te tapi seperti hendak mengukur kedalaman isi hatinya

Hemm, sekarang ini jarang ada pendekar Siauw-lim-pai yang benar-benar memiliki kepandaian tinggi

Sungguh sayang

Kelaliman Kerajaan Sui telah menghancurkan Siauw-lim-pai, sehingga ketuanya membakar diri! Sekarang aku berte mu murid Siauw-lim-pai yang pandai

Bi Lan, coba kau perlihatkan ilmu silatmu dengan melayaniku beberapa jurus.

Setelah berkata demikian, Pangeran Li Si Bin sudah menuju ke te mpat tadi kedua orang wanita itu berlatih silat, yaitu di lapangan rumput yang luas dekat kolam ikan

Bi Lan menunduk lagi

Hamba.......hamba tidak berani, pangeran......

Pangeran Li Si Bin mengerutkan alisnya

Ini perintah, Kwa Bi Lan!

Ai Yin segera berkata

Enci Bi lan, ayah sendiri tidak akan membangkang te rhadap perintah pangeran Mahkota, apalagi engkau!

ia lalu menghampiri Bi Lan dan memondong Lan Lan,

Kupangku dulu Lan Lan, kau layani pangeran!

Bi Lan te rkejut

Hampir ia lupa bahwa pangeran yang berada di depannya ini merupakan orang yang paling berkuasa di kerajaan Tang! Bahkan menurut Siauw Can, kaisar sendiri, ayah pangeran ini, masih kalah besar kekuasaannya! Maka ia cepat memberi hormat lalu bangkit dan menghampiri pangeran yang sudah berada dilapangan rumput

Pangeran itu tersenyum senang

Nah, begitu sebaiknya, Bi Lan

Aku ingin melihat apakah engkau te pat untuk melatih pasukan pengawal wanita di is tana yang sedang kupersiapkan! Bah, kau maju dan seranglah aku, dan jangan sungkan atau takut

Keluarkan kepandaianmu agar aku dapat menilainya.

Tepat dugaannya

Pangeran ini hendak menguji kepandaiannya dan mendengar bahwa pangeran ini ingin agar ia melatih pasukan pengawal di istana, jantungnya berdebar penuh ketegangan

Ia akan menjadi pelatih di istana Kais ar! Bukan main! Tak pernah ia bermimpi untuk dapat memasuki istana Kaisar, apalagi menjadi pelatih di sana

Ia melihat betapa pangeran itu s udah memasang kuda-kuda yang kokoh

Kuda-kuda yang dikenalnya sebagai kuda-kuda ilmu silat aliran Kun-lun-pai, maka iapun cepat menyalurkan sinkang ke arah kedua tangannya, kemudian menggeser kakinya maju, mengangkat kedua tangan ke depan dada sebagai penghormatan, kemudian berkata lembut,

Maafkan hamba!

Mulailah!

Pangeran Li SI Bin tampak gembira sekali melihat gerakan kaki dan tangan wanita itu yang biarpun nampak le mbut dan indah, namun mengandung tenaga sin-kang yang membuat s etiap gerakan itu Nampak mantap berisi

Bi Lan tidak ragu-ragu lagi setelah melihat betapa pangeran itu memang seorang ahli silat

I a menerjang maju dengan pukulan tangan te rbuka, dan mempergunakan jurus-jurus ilmu silat Siauwlim-pai yang pernah dipelajarinya sebelum ia menjadi murid Sin-tiauw Liu Bhok Ki

Tentu saja ia memilih jurus-jurus terampuh, dan karena ia telah memperoleh kemajuan dalam hal sin-kang dan ginkang setelah belajar kepada Sin-Tiauw Liu Bhok Ki, te ntu saja gerakannya jauh lebih hebat dibandingkan sebelumnya

Ge rakannya cepat dan setiap serangannya mengandung te naga yang kuat sekali

Bi Lan menjadi kagum

Kiranya pangeran itu benar lihai sekali, melampaui dugaannya

Setiap serangannya dapat dielakkan atau ditangkis oleh pangeran itu, dan setiap kali lengan mereka berte mu, ia merasa betapa lengannya tergetar hebat! Agaknya Pangeran Li Si Bin tidak main-main dalam menguji wanita itu

Ia memang membutuhkan seorang pelatih yang baik untuk regu pengawalnya yang baru dibentuknya

Dia sedang membentuk sebuah regu pengawal wanita, te rdiri dari para dayang, gadis -gadis muda pilihan untuk menjaga keamanan keluarga di dalam istana, sehingga tidak perlu menggunakan pengawal thai-kam (orang kebiri)

Memang banyak jagoan silat di istana, akan tetapi kalau dia menyuruh seorang jagoan untuk melatih dan menggebleng regu pengawal wanita itu, tentu akan te rjadi hal-hal yang tidak enak

Dia tidak dapat menyalahkan para jagoan itu

Siapa dapat bertahan diri menghadapi seregu dayang yang muda dan cantik-cantik itu

Maka, sebaiknya mencari pelatih seorang wanita pula dan kalau Kwa Bi Lan ini mempunyai kepandaian tinggi seperti yang didengarnya, dia akan minta agar wanita ini menggembleng regunya itu

Karena dia ingin mengukur Bi Lan, maka Pangeran Li Si Bin segera membalas serangan Bi Lan dengan serangan yang tak kalah hebatnya! Bi Lan cepat mengelak dan mengandalkan kecapatan gerakannya untuk menghindarkan diri

Akan te tapi pangeran itupun dapat begerak cepat mengimbangi kecepatannya, sehingga sejenak Bi Lan te rdesak dan main mundur sambil mengelak dan menangkis ! Karena pangeran itu te rus mendesak, tiba-tiba Bi Lan mengubah gerakannya dan tubuhnya mencelat ke udara lalu ia menukik dan menyambar bagaikan seekor burung rajawali

Ia telah memainkan ilmu silat Hui-tiauw Sin-kun ( Silat sakti Rajawali terbang ), yang dipelajarinya dari mendiang suaminya! Begitu ia menyerang dengan ilmu silat ini, keadaannya menjadi te rbalik! Kini pangeran itu te rdesak dan berulang-ulang dia berseru kaget dan kagum

De ngan serangan yang menyambar- nyambar seperti itu, pangeran Li Si Bin nampak bingung dan beberapa kali hampir saja tangan Bi Lan mengenai pundak dan dadanya

Akan te tapi tentu saja wanita itu tidak berani melanjutkan serangannya dan selalu menarik kembali serangannya, apabila serangannya hampir mengenai sasaran

Cukup....!

Pangeran Li Si Bin berseru dan Bi Lan meloncat mundur, merangkap kedua tangan memberi hormat

Harap paduka memaafkan hamba.....

Wah, engkau memang hebat!

Pangeran itu berseru,

Akan tetapi, ilmu silatmu yang te rakhir tadi tentu bukan dari Siauw-lim-pai!

Maafkan hamba, karena paduka tadi mendes ak, te rpaksa hamba mempergunakan ilmu simpanan itu yang memang bukan dari Siauw-lim-pai.

Pangeran Li Si Bin mengerutkan alisnya

Dia merasa penasaran karena sudah banyak dia mengenal ilmu silat, akan tetapi ilmu silat yang menyambar-nyambar dan membingungkannya seperti tadi belum pernah dilihatnya

Post a Comment