Dua orang muda itu sama sekali tidak mengesankan sebagai orang-orang berilmu tingggi, apalagi wanita itu, yang masih muda, cantik dan kelihatan lemah le mbut
Bagaimana mungkin dengan tangan kosong mampu mengalahkan tujuh orang Turki yang kuatkuat itu
Dan pemuda itu dengan sebatang suling saja mampu melucuti senjata tujuh orang Turki itu
Tak masuk akal! Akan te tapi pada saat itu, kepala pengawal datang menghadap dan melaporkan bahwa Raja Muda Baducin datang bertamu! Mendengar nama ini, wajah Pangeran Li Siu Ti berseri dan dia mengerling ke arah Poa Kiu
Bagus! Agaknya ini ada hubungannya dengnn dua orang muda ini
Poa Kiu engkau ajak mereka keluar dari sini, tunggu di ruangan sebelah
N anti kalau aku memberi is yarat memanggil, kalian masuklah ke sini.
Kemudian pangeran itu memerintahkan kepala pengawal untuk mempersilakan Raja Muda Baducin untuk memasuki ruangan tamu
Poa Kiu maklum akan apa yang dimaksudkan majikannya, maka diapun mengajak Siauw Can dan Bi Lan keluar melalui pintu s amping dan menunggu di ruangan sebelah
Tak lama kemudian, masuklah tiga orang ke dalam ruangan tamu itu
Yang menjadi tamu kehormatan adalah Raja Muda Baducin, seorang laki-laki bangsa Turki berusia limapuluhan tahun, bertubuh tinggi kurus
Matanya le bar dan tajam sekali, hidungnya seperti paruh kakaktua, kumis dan jenggotnya terpelihara rapi dan kulitnya coklat mengarah hitam
Pakaiannya mewah dan kepalanya tertutup sorban putih dari sutera, orang yang menemaninya selalu berada di belakangnya arah kanan kiri dan sekali pandang saja orang akan mengetahui bahwa mereka adalah dua orang saudara kembar
Wajah mereka, bentuk tubuh mereka, bahkan pakaian mereka, serupa dan sukarlah membedakan yang satu dengan yang lain
Usia mereka sekitar empat puluh tahun, pakaian mereka seperti pakaian perwira perang, dan di pinggang mereka tergantung pedang bengkok yang ujung dan gagangnya terhias emas permata
Kumis mereka melintang panjang, melengkung ke atas , dan jenggot mereka dipotong agak pendek, membuat mereka tampak jantan dan kokoh kuat
Apalagi keduanya memang bertubuh tinggi besar seperti raksasa, sehingga baru berte mu saja, orang akan merasa gentar
Setelah saling bersalaman dan mempersilakan tamunya duduk; Raja Muda Baducin duduk di atas kursi dan dua orang kembar itu te tap saja berdiri di belakangnya, seperti juga selosin pengawal pribadi yang te tap berdiri di belakang Pangeran Li Siu Ti, Pangeran itu lalu berkata kepada kepala pengawal
Engkau boleh keluar dan sediakan minuman untuk pasukan pengawal Raja Muda!
Baik, Yang Mulia Pangeran!
kata kepala pengawal itu lalu keluar dari situ
Seperti biasa, kepala para orang Turki itu te ntu saja datang dengan sepasukan pengawal yang tadi menanti di luar, sedangkan yang masuk hanya dia bersama dua orang pengawal pribadi yang setia
Kalau saja orang melihat keadaan kedua
orang besar
ini beberapa tahun yang lalu, te ntu apa yang dilihatnya sekarang ini mirip dengan pertunjukan panggung sandiwara saja
Baru beberapa tahun yang lalu, Pangeran Tua Li Siu Ti yang kini disebut yang mulia dan paduka yang mulia, hanyalah orang biasa saja, bahkan dari keluarga petani
Akan tetapi begitu sekarang keluarganya berhasil meraih tahta kerajaan, dia menjadi seorang bangsawan tinggi yang dimuliakan orang
Juga orang yang kini disebut Raja Muda Baducin, tadinya adalah seorang kepala gerombolan orang Turki yang te rmasuk golongan hitam atau sesat yang di negerinya dimusuhi sendiri oleh pemerintahnya
Baducin dapat bersekutu dengan Li Si Bin dan membantu gerakan perwira muda itu s ehingga berhasil menggulingkan Kerajaan Sui
Maka, sebagai balas jasa, setelah Li Si Bin berhasil, Baducin menerima anugerah, yaitu sebutan
raja muda
dan kedudukan yang mulia! Dan kini dua orang yang berasal dari rakyat jelata ini, sekarang saling berhadapan seperti dua orang bangsawan tinggi, le ngkap dengan semua peralatan dan peraturannya
Setelah gadis -gadis pelayan yang cantik datang menyuguhkan makanan dan minuman kepada tamu kehormatan itu, dan mereka berdua makan minum dengan gembira sambil memberi hormat dengan minum arak, barulah Pangeran Li Siu Ti menanyakan maksud kunjungan raja muda itu
Kunjungan paduka Raja Muda Baducin merupakan suatu kehormatan besar bagi kami, akan tetapi kunjungan yang mendadak ini agaknya membawa urusan penting
Atau hanya merupakan kunjungan is eng belaka untuk melepas rindu?
tanya sang pangeran dengan ramah
Raja Muda Baducin te rtawa bergelak sambil mengelus jenggotnya yang rapi
Ha-ha-ha, tepat sekali apa yang diduga oleh Paduka Pangeran Tua
Orang yang se lalu sibuk seperti kami ini mana ada kesempatan untuk membuang waktu hanya untuk iseng
Sesungguhnya kunjungan kami ini untuk mohon keterangan dari paduka te ntang peristiwa yang amat tidak menyenangkan hati kami.
Hemm, peristiwa apakah itu
Harap paduka segera menceritakan kepada kami.
Begini, pangeran
Pagi tadi, tujuh orang anggota Pasukan Pedang Bengkok sedang mengadakan patroli di luar pintu gerbang kota raja
Mereka melihat sebuah kereta dan karena curiga mereka menghentikan kereta itu untuk melakukan pemeriksaan
Akan te tapi penumpang kereta itu, seorang pemuda dan seorang wanita muda, membantah dan terjadi percekcokan dan perkelahian
Akan tetapi, ketika anak buah kami hendak memberi hukuman kepada orang-orang yang menghina itu, muncul pembantu paduka, yaitu Poa Kiu
Dia mencegah anak buah kami bertindak dengan mengatakan bahwa dua orang itu adalah sanak keluarga paduka yang datang dari dusun
Dan tadi, mata-mata kami mengetahui bahwa dua orang itu memang datang ke gedung ini! Nah, setelah mendapatkan laporan itu, kami bergegas datang berkunjung untuk mohon penjelasan agar tidak sampai te rjadi kesalah pahaman di antara kita.
Pangeran Li Siu Ti mengangguk-angguk dan te rsenyum
Biarpun cerita yang didengarnya dari raja muda ini berbeda dengan yang didengarnya dari Poa Kiu, tentu saja dia lebih percaya kebenaran cerita pembantunya yang setia
Dan diapun maklum bahwa tentu orang-orang Turki itu tidak berte rus terang kepada pimpinan mereka bahwa mereka telah dikalahkan pemuda dan wanita muda itu!
Me mang benar apa yang paduka dengar itu, karena memang mereka adalah masih sanak keluarga dengan kami, walaupun masih jauh
Mereka datang berkunjung untuk membantu pekerjaan kami
Menurut cerita mereka, memang te rjadi kesalah-pahaman dengan tujuh orang anak buah paduka
Akan te tapi, keributan itu tidak sampai berakibat jauh, tidak ada pihak yang te rluka parah atau tewas
Maka, kami harap paduka menghabis kan saja urusan di antara anak buah kita itu.
Raja Muda Baducin itu te rtawa,
Ha-ha-ha, kalau memang mereka itu sanak keluarga paduka, te ntu saja kami yang mohon maaf atas kelancangan anak buah kami
Hanya yang membuat kami merasa penasaran
Kabarnya kedua orang muda itu memiliki ilmu kepandaian yang tinggi sekali sehingga anak buah kami menjadi permainan mereka.
Pangeran Li Siu Ti te rsenyum bangga
Me mang kedua orang sanak jauh itu merupakan dua orang pendekar yang memiliki ilmu kepandaian silat yang tinggi!
Bagus, kalau begitu, ingin sekali kami berte mu dan berkenalan dengan mereka, dan dapat melihat dengan mata kepala sendiri dua orang muda, seorang pemuda dan seorang gadis , yang telah mampu mengalahkan tujuh orang anak buah pasukan Pedang Bengkok! Kalau mereka berada di sini, dapatkah kami berte mu dengan mereka, pangeran?
Tentu saja boleh! Bahkan mereka berduapun berada di sini, akan tetapi untuk menghormati paduka, kami memerintahkan mereka menyingkir ke ruangan lain
Pangeran Li Siu Ti bertepuk tangan dan muncullah Poa Kiu diiringi Siauw Can dan Kwa Bi Lan yang memondong Lan Lan
Anak itu sedang makan kembang gula dengan asyiknya
Pangeran Tua segera memperkenalkan tamunya kepada dua orang muda itu, sedangkan Poa Kiu sudah menjura dengan sikap hormat
Tamu te rhormat kita ini adalah Raja Muda Baducin yang mengepalai semua pasukan Turki yang berada di sini, dan beliau ingin berkenalan dengan kalian berdua.
Bi Lan sendiri meragu, dan andaikata tidak ada Siauw Can di situ, belum tentu dia mau memberi hormat kepada orang itu
Biarpun raja muda, ia adalah seorang Turki dan tadi pagi orang-orang Turki bersikap amat kasar dan menghina kepadanya
Bagaimana ia dapat memberi hormat
Akan te tapi, Siauw Can mendahuluinya dan pemuda ini member hormat dengan menjura, yang diturut pula oleh Bi Lan
Sementara itu, melihat bahwa dua orang yang telah mengalahkan tujuh orang anak buahnya itu hanya seorang pemuda kerempeng dan seorang wanita muda cantik yang le mah le mbut, hati Raja Muda Baducin menjadi semakin penasaran
Aha, kiranya dua orang ini masih amat muda! Pantas saja lancang dan berani menghina tujuh orang anggota Pasukan Pedang Bengkok kami!
katanya
Mendengar ini, Siauw Can cepat menjawab
Paduka mendapat keterangan yang keliru
Kami berdua sama sekali tidak pernah menghina tujuh orang itu.
Ho-ho-ho, kalian mengalahkan tujuh orang anggota Pedang Bengkok di jalan raya, disaksikan banyak orang kalian telah melucuti senjata pedang mereka dan memandang rendah mereka, bukankah itu penghinaan besar namanya! Kalau tidak muncul Poa Tai-jin, tentu telah terjadi perkelahian mati-matian!
Maafkan kami,
kata pula Siauw Can mengalah
Ha-ha-ha, kalau kami tidak memaafkan, apa kami mau berkunjung ke sini
Kami justru kagum kepada kalian dan kami ingin menyaksikan sendiri sampai di mana kelihaian kalian berdua! Nah, di sini ada dua orang pengawalku
Kalau kalian berdua mampu mengalahkan dua orang pengawalku ini, aku akan memberi selamat kepada Pangeran Tua yang beruntung sekali mendapatkan pembantu-pembantu yang amat lihai!
Itu merupakan tantangan terbuka! Bi Lan sudah menjadi merah wajahnya, akan tetapi Siauw Can yang cerdik member hormat ke arah Pangeran Li Siu Ti yang sejak tadi hanya mendengarkan saja
Kami berdua telah bekerja di sini maka kami tidak dapat melakukan apapun tanpa perintah dari Paduka Pangeran Tua! Kami berdua menanti perintah!
Pangeran Li Siu Ti tersenyum lebar
Inilah kesempatan baginya untuk menguji kedua orang itu
Akan tetapi Poa Kiu merasa khawatir
Tentu saja dia sudah mengenal siapa dua orang pengawal pribadi Raja Muda Baducin ini
Dua orang raksasa kembar itu merupakan orang-orang yang paling kuat dan paling lihai di antara semua orang Turki yang berada di kota raja
Nama mereka Gondulam dan Gondalu, dua orang saudara kembar yang selain bertenaga gajah juga pandai ilmu gulat, pandai silat bahkan memiliki kekuatan sihir! -ooo0dw0ooo-
Maaf, Paduka Raja Muda Baducin! Saya kira, urusan anak buah adalah urusan kecil, apa perlunya dibesarkan lagi
Biarlah lain hari kami akan mengirim obat kepada tujuh orang anggota pasukan Pedang Bengkok itu disertai maaf kedua orang muda ini.
Aih, Poa Kiu, kenapa begitu