Halo!

Naga Beracun Chapter 53

Memuat...

Siauw Can cepat memberi hormat

Tai-jin, terus te rang saja kami berdua hendak pergi ke kota raja memang untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan kami.

Bagus! Kalau begitu cocok sekali

Kalian mencari pekerjaan dan Pangeran Tua memang sedang mencari orang-orang yang memiliki kepandaian silat tinggi seperti kalian

Marilah ikut dengan kami

Namaku Poa Kiu dan aku orang kepercayaan Pangeran Tua Li Siu Ti.

Tai-jin maksudkan adik dari Sri Baginda Kaisar?

tanya Siauw Can dengan girang

Siapa lagi kalau bukan beliau yang disebut Pangeran Tua

Nah, mari kalian ikuti rombonganku memasuki kota raja, pasti aman.

Poa Tai-jin yang bernama Poa Kiu itu lalu menunggang kudanya, diikuti oleh enam orang pengawal dan Siauw Can cepat mengikuti dari belakang dengan keretanya

Dari dalam kereta, Bi Lan bertanya kepada Siauw Can,

Can-toako , siapa sih orang-orang asing itu

Kenapa mereka merajalela di kota raja dan kenapa pula Poa Tai-jin mendiamkan saja mereka, hanya menegur dan tidak mengambil tindakan?

Alh, kiranya engkau belum tahu duduknya persoalan, Lan-moi,

jawab Siauw Can lirih agar jangan terdengar orang lain

Pasukan Turki merupakan rekan dari pasukan yang digerakkan oleh Panglima atau Pangeran Mahkota Li Si Bin, sehingga berhasil menggulingkan Kerajaan Sui dan mendirikan Kerajaan Tang

Oleh karena itu, tentu saja orang-orang Turki itu menjadi besar kepala dan berani merajalela di sini

Mereka merasa telah berjas a pada pendirian Kerajaan Tang

Bahkan di antara tokoh-tokoh mereka banyak yang diangkat menjadi panglima dan pembesar-pembesar tinggi oleh Sribaginda Kaisar.

Tapi......mengapa begitu

Mengapa para pendiri Kerajaan Tang itu bersekutu dengan orang-orang Turki?

Hal itu tidaklah aneh

Ketahuilah bahwa pemimpin pemberontak yang menggulingkan Kerajaan Sui adalah Li Si Bin yang kini menjadi panglima besar dan pangeran mahkota

Dan dia adalah seorang peranakan Turki

Ayahnya, yang sekarang menjadi Kaisar Tang Kao Cu adalah seorang Han, akan tetapi ibunya adalah seorang wanita Turki, yang kini menduduki jabatan Permaisuri Muda

Nah sebagai seorang peranakan Turki, te ntu saja hubungannya dengan bangsa Turki amat baik dan dia memang membutuhkan bantuan pasukan Turki untuk memenangkan perjuangannya menggulingkan Kerajaan Sui

Setelah berhasil, tentu saja bangsa Turki itu mendapat angin dan berani merajalela di sini.

De ngan singkat, di sepanjang perjalanan ke kota raja

Siauw Can menceritakan keadaan keluarga kaisar yang diketahuinya dengan baik

Dia menceritakan betapa yang paling berkuasa di kota raja adalah Panglima atau Pute ra Mahkota Li Si Bin, yang sebetulnya merupakan orang yang menjadi pemimpin besar dalam menggulingkan Kerajaan Sui

Karena dia masih harus melakukan pene rtiban dan pembersihan, maka dia mengangkat ayahnya menjadi kaisar pertama Kerajaan Tang, yaitu kaisar yang sekarang berjuluk Kaisar Tang Kao Cu

Adapun Putra Mahkota Li Si Bin sendiri menjadi Panglima besar dan dialah yang berhasil menundukkan semua pemberontak, melakukan penertiban di mana-mana

Setelah Li Si Bin berhasil, tentu saja otomatis keluarga Li mendapat anugerah, menjadi keluarga kaisar! Juga Li Si Bin tidak melupakan keluarga ibunya dari Turki dan banyak orang pandai dari Turki diberinya kedudukan untuk membantu lancarnya pemerintahan Tang yang baru

Di antara para keluarga Li, yang paling menonjol kedudukann ya adalah adik kandung kais ar sendiri, atau paman dari Li Si Bin yang bernama Li Siu Ti

Paman inipun sudah berjasa membantu perjuangannya, maka setelah mereka berhasil mendirikan Kerajaan Tang, Li Siu Ti menjadi Pangeran Tua yang menjadi penasihat kaisar, bahkan mengepalai para pangeran sebagai wakil kaisar

Demikianlah, Lan-moi

Sekarang kita diundang ke s ana! Kalau kita dapat bekerja kepada Pangeran Tua Li Siu Ti, berarti bintang kita sedang te rang! Dia merupakan orang yang paling berkuasa di istana, te ntu saja sesudah kaisar dan putera mahkota!

Bi Lan ikut merasa gembira

Iapun ingin mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya agar ia mendapatkan te mpat tinggal yang baik, serba bercukupan sehingga ia akan dapat mendidik Lan Lan dengan baik

Ia sudah hampir lupa bahwa Lan Lan adalah puteri Si Han Beng dan Bu Giok Cu

Ia merasa bahwa Lan Lan adalah anaknya sendiri dan segala yang ia lakukan adalah demi kepentingan Lan Lan yang amat disayangnya

-ooo0dw0ooo- Ge dung itu besar dan indah

Mungkin hanya kalah megahnya dengan istana kaisar saja

Hal ini saja membuktikan kebesaran penghuninya

Dan semua orang tahu belaka bahwa pemilik istana itu Pangeran Tua Li Siu Ti, adalah orang yang paling berkuasa sesudah kaisar dan putera mahkota atau panglima besar

Pangeran Li Siu Ti, biarpun disebut Pangeran Tua sebagai tanda bahwa dia bukan pute ra kaisar, melainkan adiknya, belumlah tua benar

Usianya sekitar empatpuluh lima tahun

Tubuhnya tinggi besar dan gagah, matanya membayangkan kecerdikan dan kadang-kadang mulutnya memiliki senyum yang penuh rahasia

Sejak dia kebagian kemuliaan menjadi Pangeran Tua dan diangkat menjadi penasihat kakaknya yang menjadi kaisar, Pangeran Li Siu Ti telah membuat banyak jasa

Dia memang cerdik dan nasihatnya kepada kaisar selalu te pat

Banyak membantu kelancaran jalannya roda pemerintahan dari Kerajaan Tang yang baru itu

Pangeran Li Siu Ti mempunyai seorang isteri dan lima orang selir

Akan tetapi, hanya dari selir ke dua saja dia mempunyai keturunan, yaitu seorang anak perempuan yang pada waktu itu teluh menjadi seorang gadis remaja berusia tujuhbelas tahun, bernama Li Ai Tin

Puteri ini berwajah cantik, apalagi karena ia pandai dan suka bersole k

Bentuk tubuhnya yang ramping padat juga menggairahkan, sehingga banyak pemuda di kalangan bangsawan te rgila-gila kepadanya

Ketika rombongan Poa Kiu yang mengantar Siauw Can dan Bi Lan memasuki pekarangan yang luas dari gedung tempat tinggal Pangeran Tua, kedua orang ini melihat bahwa te mpat itu terjaga oleh pasukan keamanan

Akan te tapi karena yang mengawal kereta adalah Poa Kiu yang dikenal oleh semua pengawal, maka kereta itu tidak ditahan dan dapat dijalankan sampai di bawah anak tangga beranda depan gedung itu

Siauw Can dan Bi Lan diam-diam memperhatikan keadaaan te mpat itu dan melihat bahwa di antara para anggota pasukan penjaga tidak nampak seorangpun bangsa Turki

Kepada kepala pengawal, Poa Kiu minta agar dikabarkan kepada Pangeran Tua bahwa dia mohon menghadap bersama dua orang tamu yang amat penting, guna dihadapkan kepada pangeran

Kepala pengawal tahu bahwa Poa Kiu adalah orang kepercayaan dan tangan kanan sang pangeran, maka tanpa banyak tanya lagi dia lalu langsung saja masuk ke dalam untuk memberi laporan kepada majikannya

Tak lama kemudian, kepala pengawal itu muncul kembali dan mempersilakan Poa Kiu dan dua orang tamu itu langsung saja memasuki ruangan tamu di bagian kanan bangunan

Kalau tadi Bi Lan dan Siauw Can mengagumi pekarangan depan yang mempunyai taman amat indahnya, dan beranda depan yang luas dan dihias arca-arca singa dan naga, kini mereka menjadi makin kagum ketika memasuki lorong menuju ke ruangan tamu, didahului oleh kepala pengawal dan Poa Tai-jin

Ge dung itu memang indah sekali

Pot-pot tanaman bunga yang te rukir indah, dengan tanaman bunga yang langka didapat

Guci-guci besar menghias sudut-sudut di sepanjang lorong, te mpat-tempat lampu yang beraneka bentuk dan warna

Pilar-pilar yang te rukir, tirai-tirai sutera, permadani dan pada dinding te rgantung lukisanlukisan dan tulisan huruf indah yang tak te rnilai harganya

Ketika mereka memasuki kamar tamu, Pangeran Tua Li Siu Ti sudah duduk di situ, di atas s ebuah kursi yang berwarna merah

Di kanan kiri dan belakangnya berdiri selosin pengawal pribadi

Kepala pengawal itu menjatuhkan diri berlutut dengan kaki kiri dan memberi hormat

Poa Kiu juga memberi hormat kepada atasannya dengan menjura dan membungkuk

Melihat ini, Siauw Can dan Bi Lan juga mengangkat kedua tangan di depan dada dan membungkuk untuk memberi hormat

De ngan tangannya

Pangeran Li Siu Ti menyuruh kepala pengawal mundur, kemudian dia memandang kepada pembantu utamanya

Poa Kiu, siapakah dua orang muda ini dan kenapa engkau membawa mereka menghadapku?

Dalam pertanyaan ini terkandung te guran karena agaknya sang pangeran kecewa

Tadi kepala pengawal melaporkan bahwa Poa Kiu mohon menghadap bersama dua orang penting.! Tidak tahunya hanya seorang pemuda sederhana dan seorang wanita muda yang memondong seorang anak perempuan!

Ampun, pangeran,

kata Poa Kiu

Sekali ini saya membawa berita amat menggembirakan

Tanpa disengaja di tengah perjalanan, saya telah berte mu dengan dua orang pendekar ini yang tentu akan amat berguna bagi paduka

Mereka inilah orang-orang yang selama ini paduka cari, yang paduka butuh kan

Mereka berdua memiliki ilmu kepandain silat yang hebat.

Lalu Poa Kiu menceritakan kepada sang pangeran te ntang sepak te rjang Bi Lan dan Siauw Can ketika diganggu oleh tujuh orang Turki di jalan tadi

Sang pangeran mendengarkan dengan penuh perhatian, akan tetapi dia mengerutkan alis mengamati dua orang itu

Agaknya, sukar baginya untuk dapat mempercayai cerita itu

Post a Comment