Halo!

Naga Beracun Chapter 50

Memuat...

Mendengar suara yang mengandung duka itu, Hong San menarik napas panjang dan diam-diam dia menekan perasaan girangnya mendengar bahwa wanita ini adalah seorang janda!

Aih, maafkan pertanyaanku tadi, Lan-moi

Siapa kira, semuda ini engkau telah ditinggal mati suami dan hidup berdua saja dengan seorang pute ri

Kalau boleh aku bertanya, siapakah nama mendiang suamimu

Kalau dia menjadi gurumu, te ntu dia lihai sekali.

Nama mendiang suami dan juga guruku adalah Liu Bhok Ki...........

Hong San terbelalak dan dia demikian te rkejut sehingga bangkit berdiri dari kursinya

Dia......

Kau maksudkan Sin-tiauw (Si Rajawali Sakti) Liu Bhok Ki?

Melihat kekagetan pemuda itu, Bi Lan tidak merasa heran

Nama besar mendiang suaminya memang amat te rkenal di dunia persilatan

Iapun mengangguk bangga

Aihhhh, pantas kalau begitu,

kata Hong San sambil duduk kembali dan memandang kagum

Pantas kalau engkau memiliki ilmu silat yang lihai

Kiranya murid dan juga is te ri Si Rajawali Sakti

Akan te tapi, maaf Lan-moi

Kulihat tadi dalam gerakan silatmu ada dasar ilmu silat Siauwlim-pai.

Penglihatanmu tajam sekali, toako dan ini membuktikan bahwa ilmu kepandaianmu sudah sangat tinggi

Memang, sebelum aku menjadi murid suamiku, a ku pernah mempelajari ilmu silat Siau-lim-pai.

Hebat ...! Murid Siauw-lim-pai yang kemudian menjadi murid Si Rajawali Sakti! Aku girang sekali dapat berte mu dan berkenalan denganmu, Lanmoi! Lalu kemana engkau hendak pergi?

Sampai lama Bi Lan berdiam diri

Ia sendiri tidak dapat menjawab karena memang ia tidak tahu kemana ia akan pergi! Ia telah menculik Lan Lan dan ia tidak berani kembali ke rumah suaminya di Kim-hong-san, karena tentu Si Han Beng dan Bu Giok Cu akan mencari anak mereka dan mengejarnya kesana! Dan ia pasti tidak akan mampu mempertahankan kalau mereka itu merampas Lan Lan

Ilmu kepandaian mereka terlampau tinggi baginya

Melawan Bu Giok Cu saja ia tidak akan menang, apalagi melawan Si Han Beng dan lebihle bih menghadapi mereka berdua! Dan ia sudah jatuh cinta kepada anak itu yang kini menyebut ibu kepadanya

Ia tidak mempunyai suatu tempat untuk pergi, maka pertanyaaan Hong San membuat ia bingung, tidak tahu bagaimana harus menjawab

Kemudian ia te ringat kepada pamannya Lie Koan Tek

Daripada tidak dapat menjawab, dia lalu berkata

Aku masih mempunyai seorang paman, saudara dari mendiang ibuku

Aku akan mencari pamanku itu, toako.

Siapakah pamanmu itu?

Dia seorang tokoh Siauw-lim-pai namanya Lie Koan Tek.

Lie Koan Tek.......?

Hong San te rbelalak

Terbayanglah kini ketika dia berte mpur melawan Lie Koan Tek, dikeroyok oleh Poa Liu Hwa isteri mendiang Kam Seng Hin ketua Hek-houw-pang, kemudian muncul seorang gadis perkasa dan...........Hong San te rbelalak

Ahhhhh........!!

Dia meloncat dari tempat duduknya, bangkit berdiri dan memandang kepada Bi Lan dengan kaget

Inilah gadis yang dulu membantu Lie Koan Tek dan Poa Liu Hwa!

Ada apakah, toako

Engkau kelihatan te rkejut sekali.

Hong Sen cepat mengerahkan te naga untuk menenangkan hatinya dan wajahnya yang tadi berubah agak pucat itu menjadi merah kembali

Dia bukan terkejut mendengar nama Lie Koan Tek, melainkan terkejut ketika teringat bahwa gadis inilah yang dulu pernah membantu Lio Koan Tek mengeroyoknya

Tak dapat dia membayangkan bagaimana akan sikap wanita ini kalau mengenalnya!

Aku memang te rkejut mendengar nama pamanmu

Tentu saja aku mengenal nama itu

Yang mengejutkan adalah karena engkau hendak mencarinya

Padahal menurut pendengaranku, pamanmu adalah seorang pelarian dan buruan pemerintah! Kabarnya dia telah melarikan diri dari penjara, bahkan membantu gerakan pemberontak

Bagaimana engkau akan mencari pamanmu yang sedang diburu pemerintah?

Bi Lan menarik napas panjang

Tentu saja ia tahu akan hal itu dan kalau tadi ia mengatakan hendak mencari pamannya, hal itu dilakukan hanya agar dapat menjawab pertanyaan Hong San saja

Aku tahu akan hal itu, toako

Akan tetapi......aku tidak tahu lain tempat lagi yang dapat kuharapkan menjadi tempat tinggalku

Aku akan berkelana saja.......

katanya sedih

Hong San tersenyum

Dia sudah mampu menguasai dirinya lagi

Jelas bahwa Bi Lan tidak ingat kepadanya

Pertemuan antara mereka hanya te rjadi sebentar saja, dan itupun dalam perte mpuran, sehingga wanita ini tidak mengenal dan tidak mengingatnya sama sekali

Betapapun juga, dia harus berhati-hati dan ada sesuatu yang tidak nyaman rasanya di hati setelah dia mengetahui siapa wanita ini

Kalau sampai Bi Lan mengenalnya.!

Lan-moi, kalau engkau hidup seorang diri, kiranya tiada salahnya menjadi seorang pengelana seperti aku ini

Akan tetapi ingat, engkau mempunyai seorang pute ri yang masih kecil

Tidak mungkin akan mengajaknya berkelana tanpa tujuan

Tidak baik bagi pendidikan puterimu.

Aku mengerti, toako

Akan tetapi apa dayaku

Aku tidak tahu ke mana harus pergi.

He ning sejenak

Hong San tidak mau tergesagesa

Dia harus mengakui bahwa setelah kini wanita itu duduk di depannya, dekat dan di bawah sinar lampu sehingga dia dapat mengamati wajah itu dengan jelas

Setelah wanita itu bicara, apalagi setelah mendengar bahwa wanita itu s eorang janda muda yang hidup sebatangkara, hatinya semakin te rtarik dan dia tahu bahwa sekali ini dia jatuh cinta! Belum pernah perasaan seperti ini menguasai hatinya

Bias anya terhadap wanita cantik, hanya berahinya yang timbul

Akan te tapi sekali ini lain

Dia ingin memiliki Bi Lan seluruhnya dan sepenuhnya, untuk selamanya

Dia ingin menyenangkan hati wanita ini, membahagiakannya, dan dia ingin berdampingan selamanya! Dia ingin membuat wajah yang manis ini selalu tersenyum dan cerah berseri

Akan tetapi dia harus berhati-hati

Kalau janda ini sampai dapat menje nguk dan mengetahui latar belakang kehidupannya! Dia ngeri membayangkan akibatnya

Tiba-tiba dia seperti dipaksa ole h sesuatu mengangkat mukanya menatap wanita itu

Dan te rnyata wanita itupun sedang memandang kepadanya

Agaknya pandang mata wanita itulah yang tadi menyentuh perasaannya dan membuatnya mengangkat muka memandang

Dua pasang mata bertaut sejenak, lalu Bi Lan menundukkan mukanya

Lan-moi, apakah engkau percaya kepadaku?

tiba-tiba Hong San bertanya

Eh

Kenapa, toako

Tentu saja aku percaya padamu

Engkau adalah penolongku.

'Kita baru saja bertemu, engkau belum mengenal benar siapa diriku, dan orang macam apa adanya aku

Mungkin saja aku ini seorang penipu, seorang penjahat.....

Aih, jangan mengada-ada, toako

Aku yakin bahwa engkau seorang yang baik budi, gagah perkasa, dan.........

Belum te ntu, Lan-moi

Di dunia ini, di mana ada manusia sempurna tanpa salah

Akupun, sebagai manusia biasa, pernah melakukan kesalahan, pernah tersesat dan berdosa........

Sudahlah, toako

Apa sebetulnya yang hendak kaukatakan maka engkau bertanya apakah aku percaya kepadamu

Aku percaya.! N ah, lalu apa?

Hong San menelan ludah

Baru sekarang dia merasa begini gugup dan te gang!

Begini, Lan-moi.

Biarpun kita baru saja saling berte mu secara kebetulan dan saling berkenalan, namun rasanya bagiku engkau seorang sahabat lama dan kita saling percaya

Engkau dan puterimu hidup sebatangkara, dan akupun demikian

Maukah engkau kalau aku mencarikan sebuah tempat tinggal untuk engkau dan anakmu di mana e ngkau akan hidup dengan tenang dan tenteram?

Sejenak Bi Lan hanya memandang wajah pemuda itu

Sungguh luar biasa kalau ada kenalan baru hendak menolongnya seperti itu.! Ia merasa te rharu, akan tetapi juga heran

Can-toako, kita baru saja berkenalan dan engkau sudah bersikap begini baik kepada kami

Seorang anggota keluarga sendiri belum tentu sebaik engkau! Kenapa engkau begini baik kepada kami dan ingin mencarikan te mpat tinggal untuk kami

Ke napa, toako?

Menghadapi sepasang mata yang bersinar tajam, yang memandangnya penuh selidik ini, Hong San tidak tahan menentang terlalu lama

Dia khawatir kalau sinar mata itu akan mampu menje nguk dan melihat latar belakang kehidupannya yang lalu! Dia lalu menunduk, menghela napas panjang beberapa kali sebelum menjawab dengun sukar

Kenapa aku ingin menolongmu

Ah kenapa, ya

Mungkin karena aku merasa kasihan sekali kepadamu dan kepada pute rimu, Lan-moi

Sejak kita saling jumpa ketika engkau dikeroyok perampok itu sudah timbul perasaan yang luar biasa dalam hatiku

Aku tidak berani mengatakan.......eh, cinta, itu akan terlalu lancang karena kita baru saja berkenalan

Akan tetapi, aku merasa kasihan dan ingin menolongmu, membantumu, membahagiakan engkau dan anakmu, Lan-moi

Maafkan kelancanganku ini......

Sejenak Bi Lan berdiam diri, menundukkan mukanya yang menjadi merah sekali

Ia meneliti perasaan sendiri, merasa kagum kepada laki-laki ini, kagum dan berte rima kasih

Akan tetapi lakilaki ini menyinggung soal cinta dan untuk itu, ia harus menjenguk lebih dalam dan ini membutuhkan waktu untuk dapat menentukan

Toako, tidak perlu meminta maaf

Orang-orang seperti kita memang sebaiknya kalau berte rus te rang secara jujur,

katanya

Terima kasih, Lan-moi

Memang sebaiknya begitu, aku tadi hanya takut kalau sampai menyinggung perasaanmu

Aku tidak berani mengatakan cinta karena selama ini aku belum pernah jatuh cinta kepada seorang wanitapun

Banyak wanita yang menarik, akan te tapi belum pernah aku merasakan jatuh cinta

Akan tetapi yang je las, aku merasa kasihan dan sayang kepadamu

Terimalah uluran tanganku untuk membantumu, Lan-moi

Tentu saja, kalau engkau percaya kepadaku

Kalau e ngkau tidak percaya dan menyangka ada maksud te rtentu yang buruk dalam hatiku terhadap dirimu, tentu aku tidak akan berani memaksamu.

Kalaupun ada keraguan di hati Bi Lan, maka keraguan itu tentu akan lenyap setelah mendengar ucapan pemuda itu yang demikian

jujur

dan meyakinkan

Bagaimana aku berani menolak niat baikmu, toako

Apa lagi engkau tadi sudah menyuruh pemilik rumah ini mencarikan kuda dan kereta

Aku berte rima kasih dan menerima uluran tanganmu, akan tetapi dengan satu syarat, yaitu bahwa kalau kelak aku merasa tidak cocok dengan te mpat itu atau denganmu, aku akan membawa anakku pergi mengambil jalanku sendiri, dan harap engkau tidak menuduh aku tidak mengenal budi.

Hong San tertawa dengan gembira, wajahnya berseri

Tentu saja, Lan-moi

Tentu saja engkau bebas untuk menentukan langkahmu sendiri

Aku sudah merasa cukup bangga dan puas bahwa kau dapat mempercayaiku!

Pemilik rumah itu datang memberi laporan bahwa ada seorang penduduk dusun yang mau menjual kudanya, adapun keretanya dapat dibeli di kota Peng-lu

Post a Comment