Halo!

Naga Beracun Chapter 49

Memuat...

Akan tetapi kebaikan orang ini sudah berle bihan, bukan saja menyelamatkannya dan mengajaknya melarikan diri dari kota Peng-lu, akan tetapi bahkan hendak menyediakan kuda dan kereta.! Ini sudah melampaui batas dan menimbulkan kecurigaan

Sejenak Hong San tertegun karena kaget mendengar pertanyaan yang dirasakannya seperti suatu serangan kilat itu

Untung bahwa malam gelap menyembunyikan wajahnya

Dia segera dapat menenangkan hatinya yang tadi khawatir kalau-kalau gadis ini mengetahui latar belakang kehidupannya

Dia tertawa kecil dan berkata dengan suara halus

Aih, benar juga engkau, nona

Kita belum berkenalan, dan tentu saja nona curiga kepadaku

Nah, perkenalkan, aku Can Hong San.......

Dia berhenti lagi dan mencoba untuk menatap wajah cantik itu melalui kegelapan malam untuk melihat reaksi wanita itu ketika dia memperkenalkan namanya

Akan te tapi sunyi saja dan tidak ada tanda bahwa wanita itu mengenal namanya, maka diapun melanjutkan dengan hati lega

Aku hidup sebatangkara di dunia ini bebas le pas seperti seekor burung di udara

Kebetulan saja di dalam perjalanan, aku bertemu denganmu, nona

Aku te rtarik dan kasihan ketika melihat engkau dikeroyok perampok

Dan kebetulan pula di Peng-lu aku melihat nona memasuki rumah makan itu

Kemudian melihat nona pergi bersama para perwira naik kereta

Aku merasa curiga dan membayangi, kemudian turun tangan membantumu

Nah, demikianlah, nona

Dan te ntang memperhatikanmu dan baik kepada kalian, ehh.......kenapa

Bukankah sudah seharusnya hidup ini saling tolong?

Tapi.......tapi.......kalau engkau hidup sebatangkara, bagaimana engkau demikian royal, hendak membeli kuda dan kereta untuk kami seperti seorang hartawan besar saja?

Bi Lan menatap tajam, akan tetapi karena cuaca hanya remang-remang, te ntu saja ia tidak dapat melihat wajah pemuda itu dengan jelas

Oooooh, itukah?

Hong San te rtawa,

Pantas, saja engkau curiga, nona

Aku bukan seorang hartawan, bahkan rumahpun aku tidak punya

Akan tetapi sebulan yang lalu, aku menyelamatkan rombongan saudagar kaya dari serbuan para perampok

Mereka membawa barang dagangan yang banyak dan berharga sekali

Karena senangnya, mereka memaksaku menerima sekantung emas permata walaupun aku menolak dan tidak mengharapkan apa-apa

Melihat kerelaan dan kesungguhan hati mereka, agar tidak mengecewakan, aku menerimanya

Tadinya aku bingung, untuk apa harta itu bagiku, akan te tapi sekarang aku girang dapat menggunakan sebagian dari itu untuk membantumu

Engkau membawa anakmu yang masih kecil, maka sebaiknya kalau menggunakan kereta.

Lega rasa hati Bi Lan

Memang ia tidak mencurigai orang yang te lah dua kali menyelamatkannya dari ancaman bahaya, akan tetapi karena ia belum mengenal pemuda ini, ia harus berhati-hati

Kalau begitu, maafkanlah aku, tai hiap (pendekar besar), dan mari kita lanjutkan perjalanan ke dusun itu.

Ehhhh

Engkau belum memperkenalkan dirimu, nona.....

kata Hong San sambil mengejar ke depan

Nanti saja kita bicara lagi kalau sudah tiba di sana

Anak ini sudah tertidur.

Mereka melangkah, menuju ke dusun yang sudah kelihatan lampu-lampunya berkelap-kelip di kejauhan

Melihat wanita itu diam saja, Hong San merasa khawatir

Maaf, nona

Mungkin aku tadi keliru menyebut anak ini sebagai anakmu, mungkin ini adikmu atau keponakanmu.

Dalam kegelapan itu Bi Lan tersenyum

Ini anakku, namanya Lan Lan.

katanya singkat

Ah, maaf, kalau begini anda seorang nyonya, bukan nona.....! Kenapa nyonya melakukan perjalanan seorang diri bersama anak nyonya?

Sudahlah, nanti saja kita bicara.

Hong San maklum bahwa dia berhadapan dengan seorang wanita yang pendiam dan mungkin keras hati

Maka diapun tidak mau banyak bicara lagi dan menjadi penunjuk jalan memasuki dusun itu dan menghampiri sebuah rumah kecil yang berdiri di ujung jalan dusun itu

Dia mengetuk daun pintu sambil memanggil

Paman Gu, buka pintu, ini aku yang datang!

Daun pintu dibuka dari dalam dan seorang lakilaki berusia limapuluhan tahun, berpakaian petani sederhana, menyambut mereka

Begitu melihat Hong San, dia tersenyum ramah

Aih, kiranya Can-kongcu (tuan muda Can) yang datang! Bersama siapakah nona ini

Dan dari mana malam-malam begini..........?

Paman Gu, ini adikku dan pute rinya

Aku akan menyewa kamar itu, bekas kamar anakmu itu, untuk adikku dan keponakanku ini tidur

Aku sendiri dapat tidur bersama paman di kamar paman.

Ah, baiklah, kongcu

He mm, anak ini sudah pulas , sebaiknya cepat ditidurkan saja

Mari, nyonya muda, inilah bekas kamar anakku yang kini ikut suaminya

Tidurlah di sini bersama anakmu......

Petani itu membukakan pintu sebuah kamar sederhana yang cukup bersih

Aku pernah menyewa kamar ini selama seminggu

Tidurkanlah anakmu, di sini tenang.

kata Hong San

De ngan hati lega dan berterima kasih Bi Lan lalu memasuki kamar itu, menidurkan Lan Lan di atas pembaringan dan melepaskan buntalannya, meletakkannya di atas meja

Setelah menyalakan sebatang lilin lagi untuk menambah penerangan di kamar itu, iapun keluar dari dalam kamar

Baik, kongcu, aku akan berusaha mendapatkan apa yang kaucari itu

Nah, aku akan pergi sekarang juga

Nyonya, beristirahatlah, saya hendak pergi dulu mencarikan kuda dan kereta yang dipesan kongcu.

Petani itu menjura ke arah Bi Lan, lalu keluar dari pondok, menutupkan daun pintunya dengan hati-hati dari luar

Bi Lan kini duduk menghadapi meja bersama Hong San setelah pemuda itu mempersilakannya duduk

Mereka saling berpandangan, dan keduanya kagum

Di bawah sinar lampu yang remang-remang mereka saling mengagumi wajah masing-masing

Hong San melihat betapa wajah yang bulat itu berkulit putih mulus, juga leher dan tangan itu

Putih mulus yang wajar

Hidung yang mancung kecil itu mungil dan mata itu bagaikan sepasang bintang, gemerlapan tajam

Di lain pihak, Bi Lan juga kagum

Pemuda yang usianya sekitar duapuluh tujuh tahun itu memang tampan dan gagah

Pakaiannya seperti seorang sastrawan, sederhna namun bersih

Caping lebar yang tadi dipergunakannya, kini te rgantung di dinding

Wajah itu jantan

Hidungnya mancung dan besar, matanya tajam agak terlalu hitam, dan bibirnya kemerahan seperti bibir wanita, akan te tapi lebih besar dan penuh gairah

Kulitnya agak coklat dan wajah itu membayangkan ketampanan orang dari daerah barat

Hal ini tidak aneh karena Can Hong San memang berdarah Nepal

Ibu kandungnya seorang puteri Nepal!

Nah, sekarang kuharap engkau suka memperkenalkan dirimu, nyonya, te ntu saja kalau engkau percaya kepadaku.

Bi Lan menarik napas panjang

Tentu saja aku percaya kepadamu, tai-hiap.

!

Nanti dulu, nyonya!

Hong San menghentikan dengan mengangkat tangan kanan ke atas

Harap engkau tidak menyebut aku tai-hiap, sungguh hanya membuat aku merasa malu dan canggung!

Lalu ia menatap tajam wajah yang manis itu

Maukah engkau menyebut aku toako (kakak) saja

Namaku Hong San dan aku sama sekali tidak suka disebut tai-hiap (pendekar besar), apa lagi oleh seorang wanita perkasa seperti nyonya.

Bi Lan te rsenyum

Hemm, engkau melarangku menyebutmu tai-hiap, akan tetapi engkau sendiri menyebut aku nyonya! Seharusnya aku menyebut tuan kepadamu, akan te tapi engkau ingin aku menyebut toako

Kalau aku menyebut kakak, apa sebutan seorang kakak terhadap adiknya?

Hong San tertawa gembira

Biarpun tidak banyak bicara, te rnyata wanita ini dapat diajak berkelakar

Baiklah, aku akan menyebutmu moi-moi (adik perempuan)

Aneh, seorang kakak tidak tahu nama adiknya!

Toako, namaku Bi Lan, Kwa Bi Lan.

Hemmm, nama yang indah sekali!

Kiranya selain gagah perkasa, engkau juga seorang perayu, toako

Namaku biasa saja engkau katakan indah.

Maaf, Lan-moi

Aku bukan bermaksud merayu, hanya........ah, sudahlah, aku hanya berkelakar, lanjutkan bicaramu.

Bicara apa lagi

Sudah kuperkenalkan namaku

Aku Kwa Bi Lan dan ana kku itu, namanya Lan Lan.

Dan siapa nama suamimu

Di mana te mpat tinggalmu dan kenapa engkau melakukan perjalanan berdua saja dengan anakmu yang masih kecil

Darimana dan hendak ke manakah engkau pergi, Lan-moi?

Bi Lan melirik ke arah wajah pemuda itu, te rsenyum sedih

Orang ini demikian memperhatikan dirinya dan pertanyaannya datang seperti banjir saja

Toako, engkau ingin tnhu segalanya, akan tetapi engkau tidak mau menceritakan segalanya te ntang dirimu sendiri

Engkau hanya memperkenalkan namamu, dan akupun sudah membalas dengan memperkenalkan nama kami

Kalau ingin mendengar tentang keadaan dan keluargaku, tidakkah sepatutnya kalau seorang laki-laki lebih dahulu menceritakan tentang dirinya?

Ha-ha-ha, engkau tidak mau kalah, itu tandanya engkau belum percaya benar kepadaku

Baiklah, akan kuceritakan semua tentang diriku, akan tetapi tidak ada yang menarik tentang diriku

Aku berusia duapuluh tujuh tahun, aku hidup sebatangkara, belum pernah menikah, yatim piatu dan tidak mempunyai keluarga seorangpun

Aku tidak mempunyai te mpat tinggal yang te tap

Seorang kelana yang tidak mempunyai apa-apa

Guruku adalah ayahku sendiri yang sudah meninggal dunia, bernama Can Siok

Selama ini aku hanya mengembara, kemana saja hati dan kaki ini membawaku

Nah, hanya inilah cerita te ntang diriku, Lan-moi

Sama sekali tidak menarik, bukan?

Bi Lan mendengarkan dengan heran

Seorang pemuda yang begini tampan gagah, berilmu tinggi, usianya sudah sangat dewasa, kenapa hidup seorang diri saja dan tidak menikah

Tentu seorang pendekar petualang ynng selalu ingin hidup bebas.!

Eh

Kenapa engkau diam saja, Lan-moi

Aku sudah siap mendengarkan cerita tentang dirimu!

Bi Lan menghela napas panjang

Kalau engkau mengatakan bahwa riwayatmu tidak menarik, sebaliknya riwayatku le bih buruk lagi, malah hanya menyedihkan saja.

Yang sudah lalu hanya menjadi kenangan, Lanmoi, tidak ada gunan ya disedihkan lagi

Nah, ceritakanlah, aku ingin sekali mendengar agar perkenalan antara kita menjadi lebih akrab.

Akupun hidup berdua saja dengan anakku Lan Lan

Sekarang inipun aku masih belum mempunyai te mpat tinggal yang te tap.

Bi Lan berhenti seolah-olah cerita tentang dirinya habis sekian saja

Tapi, suamimu.........?

Hong San mendesak

Dan siapa pula gurumu, orang tuamu?

Kedua orang tuaku sudah lama meninggal dunia

Dan suamiku, dia juga guruku sendiri, dia sudah meninggal dunia.........

Post a Comment