Halo!

Kisah Si Bangau Merah Chapter 64

Memuat...

"Ah, kenapa tidak Jiwi bawa sekalian tadi? Baiklah, saya tunggu kedatangan Jiwi bersama puteri Jiwi."

Sin Hong dan Hong Li segera berpamit untuk kembali ke Heng-tai yang belasan li jauhnya dari benteng pasukan di mana Liu Ciangkun tinggal di gedungnya itu.

Panglima itu mengantar mereka sampai di pintu gerbang dan melihat betapa panglima itu amat menghormati mereka, para perajurit penjaga juga memberi hormat secara militer seolah suami isteri itu merupakan dua orang yang berpangkat tinggi. Malam telah berganti pagi ketika Sin Hong dan Hong Li tiba kembali ke kota Heng-tai. Mereka langsung saja menuju ke rumah penginapan yang kini nampak sudah sunyi walaupun masih ada perajurit pengawal yang menjaga. Agaknya, rapat itu sudah selesai dan kini para tokoh sesat itu entah bersembunyi di mana Sin Hong dan Hong Li segera menyelinap dan bersembunyi ketika tiba di belakang hotel itu dan melihat kesibukan di antara para perajurit pengawal.

Kiranya Ouw Ciangkun sudah bersiap-siap meninggalkan rumah penginapan itu. Ketika Sin Hong dan Hong Li kembali ke kamar mereka, suami isteri ini mendapatkan pintu kamar tidak terkunci. Mereka mendorong daun pintu kamar terbuka dan tidak melihat puteri mereka di dalam kamar! Mereka mencari-cari di sekitar kamar, namun tidak nampak bayangan Sian Li! Mulailah mereka merasa khawatir, apalagi ketika mereka meneliti tempat tidur anak itu dan mendapat kenyataan, bahwa tempat tidur itu masih rapi, tidak ada bekas ditiduri anak mereka. Mereka cepat memanggil pelayan yang kemarin memberi kamar kepada mereka. Dengan sinar mata penuh ancaman, Hong Li mendorong pelayan itu masuk kamar dan mencengkeram pundaknya.

"Hayo katakan di mana anak perempuan kami!"

Pelayan itu meringis kesakitan dan kedua lututnya menggigil.

"Saya.... saya tidak tahu...., apa.... apa yang telah terjadi maka Jiwi marah kepada saya?"

"Malam tadi kami meninggalkan anak kami seorang diri di kamar ini. Akan tetapi sekarang ia tidak ada. Apakah engkau melihatnya semalam? Hayo katakan, kalau engkau tidak mengaku dan berbohong, kami akan membunuhmu!"

Sin Hong yang biasanya tenang dan lembut itu, kini terpaksa menghardik dan mengancam karena dia pun mulai gelisah sekali.

"Sungguh mati, Taihiap, Lihiap sungguh mati saya tidak tahu. Semalam kami semua sibuk sekali melayani semua perintah Ouw Ciangkun sehingga kami tidak sempat mengurus hal-hal lain. Kami semua tidak pernah melihat puteri Jiwi.... tidak nampak Siocia keluar kamar, Sungguh mati saya tidak tahu...."

Suami isteri itu saling pandang.

"Sudahlah,"

Post a Comment