Halo!

Kisah Sepasang Rajawali Chapter 62

Memuat...

"Kalau tidak mengaku, mengapa?"

"Mengaku atau tidak, tetap saja aku sekarang mengenalmu. Buntalan itu! Aku membuangnya ke dalam sungai dan kau meloncat mengejar dan menyelam."

"Kau memang gadis liar dan galak!"

"Dan kau.... kau meninggalkan perahu, membuat perahu hanyut dan terguling. Dan enciku ehhhh, enciku.... dia tentu celaka....!"

"Hemm, semua gara-gara engkau juga! Mengapa engkau begitu jahat dan kejam, membuang buntalan orang? Sepatutnya engkau yang harus mati tenggelam, bukan kakakmu yang baik hati dan manis budi dan cantik jelita itu."

"Tidak, engkau yang meninggalkan perahu sampai perahu hanyut!"

Ceng Ceng membantah, marah.

"Kalau kau tidak begitu kejam membuang buntalanku, apakah aku meninggalkan perahu? Kau saja yang tak mengenal budi orang!"

Pemuda itu mengomel lalu mengambil sebuah topi caping lebar dari buntalan besar dan mengebut-ngebutkannya. Melihat caping itu, Ceng Ceng makin kaget dan memandang dengan matanya yang indah itu terbelalak lebar.

"Heiii....!"

"Ihhh!"

Pemuda itu mencela, terperanjat.

"Apa kau sudah gila, menjerit-jerit tidak karuan?"

"Capingmu itu! Kau adalah orang yang dulu mengganggu ketika sang.... eh, kakakku hendak mandi!"

Pemuda itu menoleh, tersenyum mengejek dan berkata,

"Benarkah?"

"Ternyata kau memang kurang ajar, agaknya sejak dahulu engkau membayangi kami, ya?"

Post a Comment