Halo!

Si Rajawali Sakti Chapter 79

Memuat...

Melihat Pangeran Chou Ban H roboh dan Chou Kian Ki melarikan ay nya yang terluka, empat orang dat yang membantu mereka itu pun me jalan keluar mengikuti Chou Kian melarikan diri sanvbil mengamuk di panjang jalan.

Pangeran Chou K uang Tlan mem^ tadinya mencegah per? perajurit c pembantunya meiKlesak pihak Lawan telah- melihat Chou Ban Heng, biang ladinya, telah roboh. Akan tetapi fnelih betapa Chou Kian Ki diikuti em^at ora datuk sakti itu melarikan diri, dia te

kt bahwa mereka itu tetap merupa -bahaya bagi negara. Maka dia segera ►mberi aba-aba kepada para pendekar >da dan para panglima. "Kejar mereka!" Pertgejarann dilakukan. Lima orang itu r larikan diri keluar dari pintu gerbang Uta

-raja sebelah utara, Apa yang di-«t akan Pangeran Chou K uang Tian tadi i-iak bohong karena pada saat itu, di par pintu gerbang telah terjadi pertem-iran antara ratusan orang anak buah rromboian pendukung pemberontak dan isukan kerajaan yang memang ditugaa-m untuk menggempur mereka. Biarpun tthak gerombolan pemberontak kalah raar Jumlahnya, namun mereka dipimpin iteh orang-orang yang memiliki ilmu Hat tinggi. Di antara mereka terdapat tongsan Siansu, Ang-hwa Niocu, KangUm | ' nkiam K wan In Su, Im-yang Toau, Kal-Lm dan Boan Su Kak murid Tung- hal n ok. Mereka mengamuk dengan ganas kian banyak perajurit yang roboh 4i ta-an mereka.

Ketika tiba di tempat itu, Chou Ban

Heng tewas dalam pondongan puter Kepada Chou Kian Ki dia hanya men galkan pesan dengan suara terputus-pi "Kian K i selamatkan dirimu..». I

kelak dapat membalas dendam

terutama kepada Pangeran Kuang Tlan "

Melihat ayahnya tewas, Kian K i Jadi marah bukan main. Dia metil betapa tiga orang gurunya, Hongsan Si su, Kwan In Su, dan Im-yang Tosu mengamuk, maka dia lalu meleta jenazah ayahnya dt bawah sebatang hon besar yang agak jauh dari te~ pertempuran, lalu dia terjun ke dai* pertempuran 'dari ikut mengamuk.

Ketika para pengejar dari istana t' di situ, mereka segera terjun dalam f tempuran yang dahsyat itu. Si Han segera menghadapi Okou Kian K i y sedang mengamuk dengan Hek-kong-k« (Pedang Sinar HrtamjV dan meroboh banyak perajumu "Cringgg !!" Bunga api berpijar

nyilaukan mata ketika pedang hitam i ditangkis pedang Pek-sim«kiam (Peda.

Ali Putih) yang bersinar putih di tangan B Han Lin. Ketika itu cuaca sudah mu-Li terang karena malam telah terganti myi sehingga mereka dapat saling me-li> dengan jelas. Kian K i terkejut ka-m>ia pedangnya terpental akan tetapi dia m, -ra memandang dengan mata melotot kfika melihat bahwa penangkisnya adabi pemuda yang pernah ditandinginya kali. Pertama kali ketika pemuda itu p| indung i Ong Hui Lan, dan ke dua linya ketika semalam pemuda itu me-amar sebagai Kaisar Sung Thai Cu tam kamar. Dia menjadi marah sekali, >alagi ketika diingat bahwa pemuda ini JNemiliki ilmu yang sama seperti yang rnah dipelajarinya dari mendiang Thian g Siansu.

"Keparat, siapakah engkau sebenar-hva? Dan dari mana engkau mencuri Imu Keluarga Kok?"

Dengan tenang Si Han Lin menjawab. < hou Kian K i, aku bernama Si Han Lin i .n guruku adalah Thai Kek Siansu, pewaris ilmu silat Keluarga Kok. Sebaliknya bagaimana engkau dapat mempela-

jari ilmu warisan Keluarga Kok?" "Aku belajar dari guruku, T hai n Beflg Sbnsuf "Ah, kiranya engkau murid Su couw (Paman Kakek Guru) Thian Siansu?" Sj Han Lin terkejut.

"Hemmm, kalap mendiang guru susiok-couwmu, berarti engkau murid keponakanku. Mengapa memusuhiku?"

"Aku tidak memusuhimu, Chou K

K i, aku menentang segala bentuk buatan tarku seperti yang diajarkan g ku. Engkau dan ayahmu hendak merampas tahu kerajaan, bunuh banyak pejabat tinggi dan menimbulkan perang yang menaakiba tewasnya banyak orang. Itu kejahatan besar, maka aku harus nentangnya!"

"Huh, tahu apa engkau tentang jahatan? Chou Kuang Yin (kini Ka Sung Thal Cu) itulah pemberontak penjahat besar. Kami hanya mem juangkan hak-hak kami» Engkau rr. bantunya, berarti engkau juga pengkhia»

t yang patut dibunuh! Hailiiittttt...Ml" aaikan angin badai Kian Ki menyerang bngan pedang di tangan kanannya di-» ling tamparan tangan kirinya yang *rngandung tenaga sakti amat kuat.

Han Lin cepat menangkis sambaran mar hitam dan mengelak dari tamparan, arena dia mengenal baik serangan latan, maka tidak sukar baginya untuk tenghtndarkan diri dan Nan Lin seperti Masa banyak mengalah. Dia berkelahi hanya untuk melindungi dirinya, dan dia n-embalas serangan hanya untuk melemahkan serangan lawan. Kedua orang itu bertanding dengan cepat sehingga yang tampak hanya gulungan sinar hitam melawan sinar putih yang saling desak dan saling himpit.

Sementara itu, para pendekar muda yang membantu Pangeran Chou Kuang Tian juga menemukan lawan-lawan yang amat tangguh sehingga terjadilah pertempuran antara orang-orang yang memiliki kesaktian sehingga tidak ada pera-rit kerajaan atau anak buah gerombolan pemberontak yang berani mendekati mereka. Pa*a perajurit itu bertempur lawan gerombolan dan karena ju para perajurit jauh lebih besar, n mereka mulai dapat mendesak para buah gerombolan yang Kini tidak dib~ oleh para pimpinan mereka yang s sendiri menghadapi para pendekar mu

Orang ke dua dari para datuk bantu Chou Ban Heng yang paling I setelah Chou Kian Ki adalah Thong Lama. Pendeta gundul jubah merah Tibet yang tinggi besar bermuka hi ini bersenjatakan seuntai tasbih biji hitam dan sepak terjangnya dahsyat kali.

Melihat kehebatan pendeta L' ini, Liu Cin segera melompat maju i hadapuiya. Liu Cin sekarang jauh ber" dengan Liu Cin dulu sebelum dia I sama Hui Lan mempelajari ilmu da kitab Thian-te Im-yang Sin-kun. Biar ilmu itu baru tampak kedahsyatann kalau dimainkan berdua dengan Hui L" namun latihan itu menambah kuat naga dalamnya, juga terdapat banyak rusnya yang dapat dimainkan seorang < dengan daya serang yang amat dahsyat.

Pendeta gundul jubah merah dari Tibet anc tinggi besar bermuka hitam ini ber- iatakarT seuntai tasbih biji baja hitam dan sepak terjangnya dahsyat sekali.

Dia melompat sambil memainkan semat nya yang terdiri dari dua buah tonp pendek yang dimainkan seperti sepala pedang, dapat memukul dan menotok.

Melihat lawannya seorang pemU baju kuning yang memiliki Ilmu si) dengan dasar aliran silat Siauwlimp* Thong Thian Lama tertawa bergeli Sejak dulu para pendeta Lama rnemai dang rendah ilm»-silat Siauwhmpai kafi na mereka menganggap bahwa ilmu sil itu didasari ilmu peninggalan Tat N Couwsu yang datang dari India dan d anggap kalah tua dibandingkan ilmu ya* merupakan aliran Ilmu silat para pendet! Lama di Tibet. Mereka tidak menyadari bahwa ilvtu silat Siauwhmpai telah beri kembang -pesat berbaur dengan ihnu-ilml dari lain daerah. Apalagi Lva Cin tela» memperkaya ilmu silatnya dengan ikm Thfan-te Im-yang Sm-kun, sebuah ilml yang langkah dan luar biasa.

Begitu mereka berdua saling serang Thong Thian Lara* tidak dapat menera Uwekannya lagi karena oa mendapat kenyataan bahwa lawannya yang masif

ini benar-benar amat tangguh, lihat sambaran tasbihnya selalu dapat tangkis dan dielakkan lawan, dia menit marah, melompat ke belakang dan lontarkan tasbih itu ke udara. Tasbih itu mengeluarkan bunyi "wirrr.. t dan berputar-putar di udara, lalu layang dan menyambar ke arah kepala lu Cin bagaikan seekor burung menyam-r- nyambar dengan kekuatan dahsyat pala orang dapat pecah kalau disambar tasbih dengan biji besi atau baja hitam u!

Sebagai murid Ceng In Hosiang tokoh Itauwlimpai, Liu Cin maklum bahwa [lawannya menggunakan kekuatan sihir i»ntuk menggerakkan tasbih itu. Para |K-ndeta Lama memang terkenal dengan Ilmu sihirnya. Namun dia tidak menjadi gentar. Di Siauwhmpai (Kuil Siauwli iia selain ilmu silat juga mempelajari ilmu agama Siauwlim dan dia dapat mengerahkan tenaga batinnya untuk menolak pengaruh sihir itu dan menggunakan tongkatnya untuk menangkis sambaran tasbih. Thong Thian Lama kini maju menyerang dengan kaki tangannya sehingga Liu merasa dikeroyok oleh pendeta itu oleb tasbih yang bergerak sendiri nyerang dari" atas.' Diserang secara d kian, Liu Cin menjadi terdesak j akan tetapi berkat meningkatnya tcn4 sakti yang diperolehnya dari latihan il Thian-te Inv-yjarjg Kun-hoat, dte rrr dapat melindungi dirinya dengan baik.

Hongsun Siansu Kwee Cin Lok amat lihai dan karena tadi dia rhei amuk di dekat Thong Thian Lama, kini Ong Hui Lan yang ingin berta melawan musuh dekat dengan Liu C segera menyerangnya. Gerakan Hui ' kini juga cepat dan kuat sekali ber latihan Thian-te Im-yang Kun-hoat. dangnya Cheng-hwa-kiam yang bers hijau berkelebat menyambar ke ar leher Hongsan Siansu. Ketua HongsarT ini tersenyum mengejek ketika meli siapa yang menyerangnya. Tentu saja d mengenal Hui Lan yang pernah tinggal istana Jenderal Chou Ban Heng, bahka telah menjadi tunangan Chou Kian K Dia pun telah mengetahui sampai

Post a Comment