Halo!

Pendekar Bunga Cinta Chapter 13

Memuat...

Suasana dipenjagaan kelihatan tenang-tenang sewaktu Liu Giok Ing memasuki bagian halaman dari istana itu tanpa ada seseorang yang mengetahui. Tetapi selekas itu juga, lalu terdengar pekik-teriak dari banyak orang, dan penuh petugas pengawal yang langsung mengurung dia rapat rapat !

“Tangkap pembunuh ! Tangkap pembunuh !" teriak para petugas itu; dan beberapa macam senjata tajam langsung digunakan buat menyerang Liu Giok Ing.

Sejenak liehiap Liu Giok Ing terkejut menghadapi kejadian itu, akan tetapi kemudian dia menyadari tentang adanya perangkap yang memang sudah disediakan buat dia. Jelas liehiap Liu Giok Ing bertambah marah terhadap pangeran Gin Lun, dan bertambah yakin dia tentang adanya etikad tidak baik dari pangeran Gin Lun, yang hendak melakukan

6 pemberontakan, sekaligus hendak membunuh dia dan suaminya.

Mulai liehiap Liu Giok Ing mengamuk, menghunus pedang ku-tie kiam yang terkenal ampuh dan tajam; mengakibatkan banyak senjata dari petugas pengawal yang putus menjadi dua, menyusul kemudian mayat-mayat mulai bergelimpangan, disamping banyaknya petugas yang terluka parah terkena senjata pedang yang ampuh dan tajam itu.

Seorang perwira yang sudah cukup tua usia dan sudah cukup lama mengabdi dengan setia kepada pangeran Gin Lun; menjadi marah waktu menyaksikan perbuatan liehiap Liu Giok Ing, sehingga dia berteriak memaki:

“Liu Giok Ing, ternyata kau benar-benar seperti iblis yang haus darah. Kau pembunuh pengecut di kota raja, dan kini kau menyebar maut didalam istana pangeran Gin-Ong-... !!"

Sejenak liehiap Liu Giok Ing seperti terpukau waktu mendengar perkataan perwira yang cukup tua itu, yang kenal dengan nama Cia Tiong Gok, yang dulu pernah dia tempur, 10 tahun yang lalu !!

“Cia lo ciangkun. Bukan aku, sebaliknya Gin Lun Hoat ong yang sebenarnya merupakan ... -"

“Tutup mulutmu, iblis keparat ...!" ciangkun Cia Tiong Gok memaki sebab naik darah; dan ciangkun tua ini bahkan mendahului menyerang memakai tombaknya, menggunakan jurus lt wie touw kang' dengan sebatang galah menyeberang telaga.

7 Berulangkali tombak yang cukup panjang itu berusaha hendak menikam liehiap Liu-Giok Ing, tetapi liehiap Liu Giok Ing selain berhasil menghindar berkelit, tidak melakukan perlawanan terhadap perwira yang cukup tua usianya itu; sebaliknya pedang ku-tie kiam berulangkali berhasil melukakan beberapa petugas lain yang ikut mengepung dan ikut melakukan penyerangan.

Bertambah marah dan menjadi penasaran perwira Cia Tiong Gok yang tidak berhasil mencapai niatnya, masih seperti dulu; dan dia merobah gerak serangannya, memakai ilmu 'hwee-tauw sie-an,' memutar kepala, melihat gili-gili, dan gerak tombak itu kelihatan bertambah galak mencari sasaran dibagian kepala liehiap Liu Giok Ing.

Sementara itu, bayangan hitam yang tadi dikejar oleh liehiap Liu Giok Ing sempat menanggalkan dan menganti pakaian; lalu menghilang ditengah kesibukan orang orang yang hendak menangkap atau membunuh liehiap Liu Giok Ing !

Sebaliknya pangeran Gin Lun yang mengetahui kedatangannya Liu Giok Ing yang sedang mengamuk, ikut keluar dan ikut melihat; sehingga dia terlihat oleh liehiap Liu- Giok Ing, meskipun nyonya muda yang perkasa itu sedang sibuk menghadapi serangan kepungan para petugas lain.

Semakin marah dan penasaran liehiap Liu Giok Ing yang sempat melihat kehadiran pangeran Gin Lun, ingin dia lompat menerkam dan mencekik mampus pangeran itu, namun tak mudah dia melaksanakan niatnya.

8 Maka terdengar pekik suara yang luar biasa kerasnya. Pekik suara Ceng hwa liehiap Liu Giok Ing yang meluap rasa benci dan rasa dendam seperti dulu, lebih dari 10 tahun yang dulu; waktu meluap rasa benci dan rindu terhadap si pendekar tanpa bayangan Kwee Su Liang !!

Sepasang tangan Ceng hwa liehiap Liu-Giok Ing kelihatan gemetar, juga jiwanya terasa bergetar sebab dia sedang mengerahkan tenaga Eng jiauw kang; tenaga kuku garuda yang luar biasa, sehingga waktu sepasang tangan itu bergerak, maka tombaknya ciangkun Cia Tiong Gok patah tiga, sementara sarung pedang ku-tie kiam ditangan kiri berhasil membikin tiga orang pengawal menjadi lumpuh. Kemudian dengan suatu gerak yang indah dan pesat, tubuh liehiap Liu Giok Ing melesat tinggi dan jauh; sehingga dengan tiga kali gerak lompatan memakai landasan kepala manusia, maka berhasil dia berada di dekat tempat pangeran Gin Lun berdiri.

Akan tetapi, sejenak liehiap Liu Giok Ing berdiri seperti terpukau, tanpa dia mampu bersuara mengucap kata-kata; sebab dilihatnya disisi Gin Lun Hoat ong ikut berdiri seorang perempuan muda cantik dan gagah perkasa, Kang-lam liehiap Soh Sim Lan yang teman-baik Liu Goat Go, adiknya Ceng-hwa liehiap Liu Giok Ing.

Ya, Kang-lam liehiap Soh Sim Lan dara dari wilayah utara; yang namanya cukup menyemarak dikalangan rimba persilatan, yang kegagahannya pernah dia saksikan waktu dara yang perkasa itu tembus menjelajah kewilayah selatan. Mengapa dara yang perkasa dan berjiwa pendekar itu sekarang berada di sisi pangeran Gin Lun? Mengapa dia

9 kesudian membantu seorang manusia yang keji bahkan pengecut? Atau, mungkinkah Kang-lam liehiap sudah jadi isteri Gin Lun Hoat-ong ?

Cuma sejenak Ceng-hwa liehiap Liu Giok Ing sempat berpikir, cuma dua kali dia sempat menarik napas panjang bagaikan menyesal; setelah itu ciangkun Cia Tong Gok sudah mulai melakukan penyerangan memakai senjata golok, sebab ciangkun yang tua-usia ini sudah turut mengejar, menyimpan rasa marah dan penasaran, disamping merasa cemas memikirkan keselamatan sang pangeran.

Ciangkun Cia Tong Gok menyerang memakai senjata golok, sebagai pengganti senjata tombak yang telah patah menjadi tiga dan Ceng-hwa liehiap Liu Giok Ing menyadari bahwa ciangkun yang tua-usia itu memiliki ilmu silat golok golongan Pat-kwa to; disamping ilmu tombak Gak-hui yang sakti.

Serangan pertama yang dilakukan oleh perwira tua Cia Tong Gok memakai jurus 'tay-san ap-teng' atau gunung tay san menindih; golok yang tajam dan cukup berat itu bergerak dari arah atas menuju bagian bawah bagaikan angin membelah tubuh liehiap Liu Giok Ing. Akan tetapi dengan berkelit kesamping, liehiap Liu Giok Ing berhasil menghindar dari serangan itu; bahkan sebelah kakinya bergerak menendang, kena lengan kanan ciangkun Cia Tong Gok yang sedang memegang golok, mengakibatkan golok itu terbang menghilang lepas dari pegangan, sementara ciangkun Cia Tong Gok meringis menahan rasa sakit.

0 Segera terdengar suara pekik halus dari Kanglam liehiap Soh Sim Lan, yang ikut melakukan penyerangan terhadap liehiap Liu Giok Ing; menyerang memakai pedang dan menggunakan jurus 'dewi-cantik persembahkan buah-tho', menikam bagian dada.

“Soh sumoay, kau ..." liehiap Liu Giok Ing bersuara haru, tetapi harus cepat-cepat bergerak mundur kebelakang tiga langkah.

Terasa pedih hati liehiap Liu Giok Ing, sangat pedih. Kanglam liehiap Soh Sim Lan yang kakak seperguruan dari adiknya, yang teman akrabnya; sekarang ikut menyerang dia melulu sebab urusan pangeran Gin Lun.

Sekali lagi liehiap Liu Giok Ing harus menghindar dari serangan Kanglam liehiap Soh Sim Lan, yang menikam seperti tadi; cuma jurusnya ganti memakai jurus 'cia-bwe keng-hud' atau mempersembahkan bunga untuk sang toapekong. Tetapi pada saat itu lo-ciangkun Cia Tong Gok menendang tanpa tahu liehiap Liu Giok ing; kena dibagian betis sehingga terasa sakit dan pedih, sehingga bagaikan diluar kesadarannya, pedang ku-tie kiam bergerak dan berhasil membuntungkan sebelah kaki ciangkun tua yang sudah cukup lama mengabdi kepada Gin Lun Hoat-ong !

Berteriak pangeran Gin Lun sekeras-kerasnya. Teriak haru dan teriak marah. Dikarenakan melihat pengawalnya yang setia kehilangan sebelah kaki dan marah menganggap perbuatan Liu Giok Ing terlalu kejam ! Sekilas terpikir oleh pangeran Gin Lun, entah apa kesalahannya sehingga sang kakak-ipar itu memusuhi dia entah apa sebabnya sehingga

1 sang kakak-ipar itu mengulang perbuatannya seperti 10-tahun yang lalu, membunuh dan mengacau kota-raja, bahkan didalam istana-kerajaan: untung ada 'seorang' yang memberi khabar kepadanya tentang malam itu sang kakak ipar akan mendatangi tempatnya, hendak membunuh dia !

Sebatang pedang pusaka siap ditangan pangeran Gin Lun, ingin dia menyabung nyawa dengan sang kakak ipar yang galak dan kejam itu, akan tetapi perbuatannya didahului oleh Kanglam liehiap Soh Sim Lan yang sudah menyerang terhadap sang kakak ipar itu.

Cuma sekali liehiap Liu Giok Ing menangkis serangan Kanglam liehiap Soh Sim Lan, menangkis memakai sarung pedang ku tie kiam. Terdengar bunyi suara benturan yang cukup keras, lalu dua duanya tersentak mundur merasakan tenaga tekanan yang cukup besar, sedangkan liehiap Liu Giok Ing sengaja meminjam tenaga benturan tadi, buat dia langsung menjauhkan diri dari tempat itu. Dengan gerak 'tui- rek sam-cia' dan dengan tiga kali lompatan memakai landasan kepala manusia; liehiap Liu Giok Ing menghilang dari halaman istana pangeran Gin Lun !

Ingin Ceng-hwa liehiap menangis setelah dia berhasil menghilang dari istana pangeran Gin Lun. Gagal segala usahanya yang hendak menangkap pangeran Gin Lun buat diajak menghadap kepada sri baginda maharaja, bahkan langkah kakinya timpang selagi dia melakukan perjalanan menuju kota raja, ingin pulang mengadu kepada sang suami yang besar kasih sayangnya terhadap dia.

2 Tidak mungkin lagi buat Ceng hwa liehiap Liu Giok Ing menggunakan ilmu lari cepat buat menuju pulang, sebab matahari sudah nongol dan lalu-lintas sudah cukup ramai. Kemungkinan orang-orang akan menganggap dia gila, kalau dia lari timpang di jalan-raya !

Terpaksa Ceng-hwa liehiap Liu Giok Ing harus jalan kaki perlahan-lahan, seperti orang-orang lain; cuma bedanya langkah kakinya timpang bekas kena tendang !

---o~dwkz^)(^hendra~o---

Post a Comment