Halo!

Golok Sakti Chapter 09

Memuat...

Napsu membunuhnya timbul lagi, tapi lenyap lagi ketika matanya yang berkilat-kilat bentrok dengan matanya si pemuda yang jernih diantara mukanya yang cakap tampan-

"celaka" ia kata dalam hatinya sendiri. Mana aku tega membunuh dia yang secakap ini? oh, kemana perginya ketelengasanku... ia jadi gelisah tak dapat mengambil putusan, Akhirnya ia berkata pada Ho Tiong Jong, "orang she Ho, kau sudah mendengar dan menyaksikan percakapanku dengan siauw Pocu, aku harap kau suka pegang rahasia, tidak menceritakan kepada orang lain, Apa kau suka berjanji ?"

"Aku suka berjanji." jawab Ho Tiong Jong sungguh-sungguh.

"Bagus, seorang laki-laki akan memegang janjinya dengan betul." le Ya kata, sambil memasukkan pula pedang nyakedalam sarungnya . Mendadak Ho Tiong Jong ingat sesuatu.

"Hei, apa kau tahu tentang ilmu silatnya orang yang bernama Khoe Tok dengan julukan si "Siluman dan anak muridnya?" ia menanya. Li-losat le Ya agak kaget mendengar ditanya demikian-

Hatinya yang telah terpincuk oleh kecakapannya Ho Tiong Jong membuat ia ingin lama-lamaan pasang omong dengan pemuda itu. Maka ia sambil mengawasi wajah yang tidak membosankan dari sipemuda, ia berdiam lama juga sebelum memberikan jawabannya, Ho Tiong Jong tidak sabaran- Tapi sebelum ia menegur lagi le Ya sudah menjawab katanya.

"Yang kau maksudkan bukankah ong Boe Kie si Tangan Telengas dan dua saudara oet ti yang terkenal namanya? Aku memang tahu ilmu silatnya mereka berapa tinggi mereka amat sombong. tidak memandang mata kepada orang lain seolah-olah dirinya punya kepandaian sudah tidak ada yang menandinginya, Memang mereka punya kepandaian ada lebih tinggi sedikit dari "Sepasang orang ganas ^, cuma saja diantara mereka semua ada bangsa berengsek, tidak ada satu yang boleh dipilih " Ho Tiong Jong anggukkan kepalanya

Pikirnya, tiga musuhnya itu lihay lihay kepandaiannya, maka ia harus waspada menghadapinya. Saat itu ia sudah hendak meneruskan perjalanannya, maka ia ambil selamat berpisah dari Li lo-sat ie Ya.

"Nona ie, biarlah sampai disini saja kita berpisahan ." "Hei, kau ada urusan apa yang penting yang dapat aku membantunya." "Oh, tidak ada apa-apa, selamat tinggaL"

Ho Tiong Jong sudah lantas angkat kaki dari hadapan Li lo-sat ie Ya, hingga si iblis wanita menjadi melongo karenanya.

Ho Tiong Jong percepat tindakannya. dalam sekejapan sudah menghilang dari pemandangan le Ya. waktu itu sudah jam tiga malam, bulan sedang terangnya, maka Ho Tlong Jong tidak begitu takut masuk keluar rimba. Tapi apa mau ketika ia melewati satu tempat yang sangat sunyi, ia jadi jerih juga. Sebab disitu selainnya terdengar berkreseknya cabang-cabang pohon yang beradu satu dengan lain, adalah suaranya burung hantu terdengar menyeramkan.

Ia menabahkan hatinya dan berjalan terus, pengharapannya kalau-kalau ia dapat menjumpai salah satu orang, rasa takutnya pasti akan hilang.

Apa celaka, justru ia jalan melewati tempat yang banyak kuburan malang melintang, hingga hatinya semakin dak dik duk saja. ia berhenti beristirahat di bawahnya sebuah pohon yang rindang, Matanya celingukan melihat ke kanan kiri, tiba-tiba ia seperti melihat ada seorang berbaju putih berdiri di bawahnya sinar rembulan yang terang.

Mukanya tak dapat dilihat tegas, Ketika ia meneliti orang berbaju putih itu hanya seorang diri saja, Tapi sebentar setelah ia alihkan pandangannya ke lain jurusan sejenak dan melihat lagi kepada orang berbaju putih tadi ternyata ia sudah menghilang entah pergi kemana.

-ooo00dw00ooo-

HO Tiong Jong melihat kejadian itu jadi tertegun

Perlahan-lahan ia meraba goloknya, kemudian dihunus keluar, Pikirnya, setelah memegang golok ia tak usah kuatir apa-apa.

Apakah mungkin pikirannya keingatan saja kepada Li-lo-sat yang membikin kaget padanya ketika dengan tiba-tiba ia sudah berada diatas pohon? Tengah memikirkan si baju putih tadi, mendadak bayangan putih tadi muncul lagi.

Kini hanya berjarak dengannya dua tumbak saja, Hatinya mendongkol lalujalan menghampiri pada si baju putih, apa mau bayangan itu kembali telah menghilang. Hei, apakah dia setan? Diam-diam ia menanya dalam hatinya sendiri.

Ia lalu memalingkan kepalanya ke lainjurusan, kembali ia nampak seorang berbaju putih sedang berdiri sebelumnya ia menegasi kembali orang itu telah menghilang. Di lihat keadaan disitu banyak kuburan, kemungkinan besar si baju putih tadi ada setan penasaran yang gentayangan diwaktu malam, ia tabahkan hatinya seberapa bisa.

"Hmm" ia menggeram "Jangan main-main terhada tuan besarmu, kalau kau benar manusia lekas unjukkan cecongormu, aku nanti kasih rasa golokku yang tajam ini. Apa dengan menakut-nakati orang itu kiranya aku si orang she Ho akan jadi gentar? Ha ha bisalah hitung sana... "

Kata-katanya tersendat seketika, karena merasa bahunya tiba-tiba dipegang orang dari belakang, ia bergidik dan bulu romanya berdiri, sebab dikiranya yang memegang bahunya itu setan yang marah karena ia barusan menantang dengan sengitnya.

cepat ia memalingkan kepalanya, kiranya yang memegang bahunya tadi adalah Si tangan Telengas Song Boe Ki, muridnya si siluman Khoe Tok.

Dari kaget Ho Tiong Jong berubah menjadi gusar, sebelum ia membuka mulut telah didahului oleh Song Boe Ki.

"Nyalimu memang besar, tidak punya rasa takut, sayang kepandaian silatmu sangat rendah. coba barusan aku pegang bahumu dan mengerahkan tenaga dalamku, pasti tulang-tulangmu akan menjadi remuk karenanya, Ha ha ha" Ho Tiong Jong panas hatinya.

"Apa kau kira aku takut dengan kepandaianmu yang tinggi? Hmm Kau salah sahabat, Siapa yang lebih unggul kepandaiannya barulah dapat ditetapkan jikalau diantara kita sudah mengadu ilmu silat, Dan-.. "

Ho Tiong Jong berhenti bicaranya, karena dari jauh ada meluncur dua buah benda melayang kearahnya, ia mengira akan senjata rahasia musuh, maka ia cepat-cepat mengerahkan tenaganya untuk menyambuti, sebab-benda yang diluncurkan itu ada besar seperti bungkusan-

Setelah dua benda itu berada ditangannya kiranya itu hanya dua jubah putih.

Selagi ia bengong mengawasi dua jubah putih itu, tiba-tiba dari kedua sampingnya muncul dua orang yang bukan lain daripada oet ti bersaudara.

Sambil tertawa terbahak-bahak dua saudara oet ti mengejek pada Ho Tiong Jong, siapa dikatakan nyalinya kecil, karena melihat bayangan putih saja sudah ketakutan setengah mati.

Kini Ho Tiong Jong mengerti, bahwa dua bayangan putih yang muncul saling susul dan menghilang kembali kiranya ada oet ti bersaudara yang main sandiwara, Tidak heran kelau ia sangat marahnya, apalagi dikatakan, pengecut dan bernyali kecil oleh mereka. Dengan keras ia berkata.

"Kalian kita aku takut mari? Meskipun betul kalian sudah mampus menjadi roh gentayangan mengganggu aku, juga aku tidak takuti kalian- Apalagi kalian masih segar bugar begini, siapa yang takuti kalian? Hmm"

"Aduh sombongnya "Oet-ti Koen mengejek "Baru dapat menempur "Sepasang orang ganas" saja sudah kepala gede, Apa sih kepandaianmu?"

Ho Tiong Jong tertawa tergelak- gelak. Kelakuannya yang demikian tenang mau tidak mau telah membikin tiga muridnya si siluman Khoe Tok menjadi kagum juga. Apakah mungkin tidak takuti mereka bertiga? Demikian ada pertanyaan dalam hatinya masing-masing. Terdengar Ho Tiong Jong berkata.

"Mungkin orang memuji tinggi ilmu kepandaian kalian bertiga, hingga mendengar namanya saja sudah lari ketakutan- Tapi, hmmm... Aku si orang she Ho tidak gentar barang sedikit terhadap kalian, Nah, marilah sekarang kalian boleh maju, Satu demi satu sekaligus maju tiga-tiganya, aku bersedia untuk melayaninya, Sebentar, kalau kita sudah bertanding sepuluh jurus baru ketahuan siapa yang lebih unggul dan boleh bicara lagi tentang siapa yang ilmu silatnya rendah" Suatu tantangan yang hebat sekali.

Mereka seolah-olah tidak dipandang mata oleh Ho Tiong Jong, tidak heran kalau oet-ti Koen yang berangasan menjadi berjingrak karenanya.

Dengan amarah meluap-luap oet-ti-K.oen menjawab, "Kalau kami bertiga dalam sepuluh gebrakan dikalahkan olehmu, kami akan membunuh diri saja"

"Bagus, bagus... " kata Ho Tiong Jong sambil tertawa. "Seorang laki-laki kalau sudah mengeluarkan perkataannya seperti juga ludah tidak boleh diji... "

"Samte, pelahan dahulu" si Tangan Telengas Song Boe Ki menyelak ditujukan kepada oet-ti Koen "Menghadapi macam tikus begini, untuk apa kita salah satu yang maju kalau kemudian kenyataan satu persatu kita dikalahkan olehnya, kita boleh melepaskan ia pulang saja."

oet-ti Kang menimbrung. "Memang sebenarnya begitu, tapi biarpun demikian rasanya aku merasa jijik untuk turun tangan kepada tikus begini, sebab hanya mengotor-ngotori tangan saja, Dia tidak punya kepandaian yang berarti untuk kita ambil sebagai pelajaran-"

Ho Tiong Jong mendelik matanya, "Jangan banyak rewel hayo maju Lihat aku membuka

serangan lebih dahulu " Seiring dengan kata-katanya, Ho Tiong Jong sudah mainkan golok

bajanya.

Ilmu golok keramat delapan belas jurus ia mulai kasih unjuk golok bekelebatan demikian cepatnya, seolah-olah yang mengurung kepada mereka bertiga.

oet-ti Kang yang menyambuti Ho Tiong Jong bertarung untuk melayani ilmu golok keramat Ho Tiong Jong, si orang she oet-ti telah mainkan ilmu pedang Tujuh bintang. Untuk menambah hebatnya serangannya, oet-ti Kang telah menyalurkan tenaga dalamnya ke pedang, Tidak heran, ketika pedang dan golok beradu membuat Ho Tiong Jong terhuyung-huyung mundur, karena merasakan gempuran yang dahsyat sekali dari oet-ti Kang

Melihat itu, Song Boe Ki berteriak "Jite, ia begitu, Jangan kasih kesempatan lolos kepadanya sebab kalau ia bisa lolos berarti nama kita buruk dikalangan kang-ouw. Ya, begitu terus cecer saja bikin dia tidak berdaya... "

Mendengar anjurannya sang suheng, oet-ti Kang lantas merubah serangan dengan ilmu pedang "Tiga belas gerakan pedang terbang keawan-. Pedangnya berkilat-kilat menyambar dari segala jurusan-

Post a Comment