Halo!

Dendam Membara Chapter 12

Memuat...

Di antara mereka itu terdapat dua orang laki-laki yang usianya empat puluh tahun lebih, yang berdiri agak jauh dari Cin Han, namun mata mereka selalu melirik dan memperhatikan pemuda itu

Akhirnya Cin Han selesai memilih dan mendapatkan empat stel pakaian yang dianggap cocok, berbentuk sederhana dengan warna muda tidak menyolok

Tanpa rasa curiga diapun membayar harga empat stel pakaian itu dengan sepotong uang emas yang diambilnya dari kantung pemberian gurunya

Melihat ini, bukan saja pelayan itu yang terbelalak menerima sekeping uang emas, juga dua orang yang sejak tadi memperhatikan Cin Han, kini saling bertukar pandang dan ada kilatan mata aneh dibarengi senyum penuh arti

Mereka lalu menyelinap keluar dari toko itu tanpa membeli sesuatu dan menghilang di dalam kegelapan malam

Cin Han tidak tahu bahwa ketika menerima uang kembalian yang cukup banyak, pemilik toko telah merugikannya dengan memberi uang pengembalian yang jauh kurang dari yang sebenarnya

Akan tetapi dia tidak tahu dan merasa gembira melihat bahwa sekeping uang emas itu setelah dibelikan empat stel pakaian masih bersisa sedemikian banyaknya, merupakan potongan-potongan uang perak dan tembaga

Dia membawa buntalan pakaian keluar toko dan memasuki sebuah rumah makan, memesan masakan dan minuman

Ketika dia memasuki rumah makan, dari dalam keluarlah seorang gadis yang membuat Cin Han tertegun dan seperti orang linglung dia berhenti melangkah tadi dan menoleh, mengikuti gadis itu dengan pandang matanya

Bukan karena gadis itu cantik menarik dengan pakaian yang ringkas yang amat menarik hatinya, melainkan karena dia merasa seperti mengenal gadis itu! Akan tetapi hal itu tidak mungkin, bantahnya, sendiri

Selama sembilan tahun dia berada di kuil dan tidak pernah bertemu dengan seorang perempuan, bagaimana dia dapat merasa kenal dengan seorang gadis cantik? Dia segera berusaha melupakan gadis itu ketika mulai menghadapi masakan

Akan tetapi aneh, Sepasang mata itu, senyum itu selalu terbayang di depan matanya! Kini Cin Han melenggang dengan hati gembira meninggalkan restoran, menuju kembali ke rumah penginapan

Hatinya terasa puas

bahkan kenyang, minum arak yang baik, dan lengan kirinya mengempit buntalan empat stel pakaian

Mulai besok, dia tidak akan merasa canggung dan malu lagi karena pakaiannya

Tidak akan ada lagi orang menoleh dan memandang dengan senyum mentertawakan seperti yang sudah! Perjalanan menuju ke rumah penginapan itu melalui lorong yang agak sunyi dan gelap

Beberapa buah rumah yang berada di sekitar lorong itu sudah menutup pintu dan jendela dan jalan itu nampak sunyi

Namun, Cin Han melangkah dengan hati tenang dan gembira, tidak menyangka sesuatu yang buruk akan menimpanya

Tiba-tiba, dari tempat gelap, nampak dua orang berlompatan dan tahu-tahu mereka sudah menodongkan golok dari kanan-kiri, ke arah perut Cin Han! "Jangan berteriak atau bergerak, serahkan kantung emasmu atau kami akan membunuhmu !" bentak seorang di antara mereka dengan suara lirih namun tegas dan ujung goloknya sudah terasa oleh Cin Han, menekan kulit perutnya, Todongan kedua orang itu, biarpun berbahaya, tentu saja tidak sukar bagi Cin Han kalau hendak menghindarkan diri dan mendahului mereka dengan serangan

Akan tetapi dia terlalu heran dan kaget sehingga sejenak dia hanya bingung memandang ke kanan kiri

"Sobat, apa artinya ini

,

? Apakah kalian berkelakar?" tanyanya, masih belum sadar bahwa dia telah ditodong dan hendak dirampok, karena sama sekali tidak menyangka bahwa di dalam kota terdapat penodongan dan perampokan! "Jangan cerewet, lekas keluarkan kantung emas itu dan berikan kami, atau kami akan merobek perutmu!" bentak orang ke dua yang suaranya serak

Melihat sikapnya yang tidak ragu-ragu, akhirnya Cin Han maklum bawa dia berhadapan dengan dua orang penjahat yang agaknya sudah biasa melakukan perampokan dan bahwa ancaman mereka tentu bukan kosong belaka

Selagi dia hendak melakukan perlawanan, tiba-tiba terdengar bentakan

"Perampok busuk, berani kalian merampok di tempat umum?" Dua orang perampok itu terkejut dan biarpun yang membentak hanya seorang wanita, namun mereka agaknya khawatir kalau suara wanita itu akan membangunkan orang-orang yang tinggal di sekitar tempat itu

Mereka lalu berloncatan menghilang ke dalam kegelapan malam

Sejenak Cin Han dan wanita itu berdiri berhadapan saling pandang

Akan tetapi malam gelap dan lorong itu tidak memperoleh penerangan dati rumah-rumah yang sudah menutup daun pintu dan jendela sehingga di bawah sinar remang-remang dari bintang-bintang di langit, Cin Han tidak dapat melihat wajah itu dengan jelas

Akan tetapi, jantungnya berdebar penuh ketegangan ketika dia mengenal pakaian wanita itu

Gadis yang dilihatnya keluar dari restoran tadi

Tak salah lagi, Bajunya berkembang-kembang, dan model gelung rambutnya itu, juga bentuk tubuhnya yang ramping, Sebelum dia dapat berkata sesuatu, gadis itu telah mendahuluinya

"Berhati-hatilah berjalan di tempat sepi, apa lagi kalau membawa barang berharga

" Setelah berkata demikian, gadis itu membalikkan tubuhnya dan pergi dengan cepat

Cin Han sudah menggerakkan tangan dan bibir untuk memanggil, akan tetapi dia menahan diri

Mau apa dia memanggil? Sungguh tidak pantas seorang laki-laki memanggil seorang gadis yang tidak dikenalnya di tengah jalan, jalan sunyi dan malam-malam lagi

Maka diapun hanya dapat menarik napas panjang, kemudian melanjutkan perjalanannya kembali ke rumah penginapan

Malam itu, Cin Han gelisah sendiri di dalam kamarnya

Dia sudah melupakan peristiwa penghadangan dua orang perampok tadi, akan tetapi dia tidak pernah dapat melupakan gadis yang demikian beraninya membentak dua orang perampok sehingga mereka melarikan diri

Dicobanya melupakan gadis itu dengan melibat dan mengenakan pakaian barunya berganti-ganti, akan tetapi setelah dia menyimpan pakaiannya dan merebahkan diri di atas pembaringan, kembali wajah gadis itu terbayang di depan matanya

Dia hanya baru melihat jelas satu kali saja, di rumah makan tadi yang cukup terang dan melihat wajah itu sekilas saja

Akan tetapi bagaimana wajah itu kini dapat melekat di dalam benaknya dan tidak pernah lagi mau meninggalkan ingatannya

Sampai jauh malam Cin Han tidak dapat pulas, suasana di rumah penginapan itu sudah sunyi sekali

Beberapa orang yang tadi bermain ma-ciok di ruangan belakang dan membuat gaduh dengan permainan itu, kini agaknya sudah tidur semua

Suasana sunyi sekali

Tiba-tiba Cin Han mendengar suara yang tidak wajar

Suara gerakan orang di atas genteng! Dia merasa yakin benar akan pendengarannya dan dengan hati-hati diapun mengenakan sepatu dan pakaian, lalu dengan hati-hati membuka daun jendela dan melompat keluar

Tak lama kemudian dia sudah melayang naik ke atas genteng dan mengintai

Hampir dia tertawa geli ketika melihat dua orang membongkar genteng, tepat di atas kamarnya dan di bawah sinar bintang-bintang di langit, dia mengenal dua orang perampok yang tadi mencoba untuk merampoknya di lorong sunyi

Kini dia teringat dan sadar bahwa dia telah berlaku tidak hati-hati di dalam toko ketika membeli pakaian tadi

Tanpa curiga tadi dia membayar pakaian dengan uang emas dari kantungnya dan tentu kedua orang ini telah melihat bahwa dia memiliki banyak emas dalam kantung itu, maka kini mereka berusaha mati-matian untuk merampas kantung emasnya

Tiba-tiba dia melihat sesosok bayangan berkelebat di atas genteng rumah penginapan itu dan kembali jantungnya berdebar penuh ketegangan

Tak salah penglihatannya

Gadis yang bayangannya membuat dia tidak dapat tidur itu! Dan dia tertegun melihat gerakan yang demikian gesit dan ringannya dari gadis itu

Kiranya seorang gadis yang gagah perkasa, pikirnya bangga

"Hemmm, kalian sungguh tak tahu diri dan belum jera kalau belum dihajar!" bentak gadis itu dan suaranya yang tiba-tiba membuat dua orang calon maling itu terkejut

Mereka meloncat bangkit dan membalikkan tubuh

Ketika melihat bahwa yang membentak itu adalah gadis yang tadi telah menggagalkan perampokan mereka, kedua orang penjahat itu menjadi marah sekali

"Perempuan iblis, kembali engkau hendak menghalangi kami?" bentak seorang di antara mereka yang berjenggot panjang

Dia sudah menerjang dengan goloknya, membacok ke arah kepala gadis itu, sedangkan orang kedua yang bertubuh kurus juga menusukkan goloknya dari belakang

Cin Han sudah siap siaga untuk membela gadis itu kalau terancam bahaya, namun dia tertegun kagum

Gadis itu berkelebat dengan cepatnya dan dua serangan itu telah dapat dielakkannya dengan mudah dan dengan gerakan yang ringan sekali

Bahkan ia lantas membalikkan tubuhnya dan begitu kaki tangannya bergerak, dua orang perampok itu terhuyung sehingga beberapa buah genteng patah terinjak mereka! Gadis itu yang merasa kurang leluasa berkelahi di atas genteng, lalu melayang turun dikejar oleh dua orang penyerangnya

Cin Han juga diam-diam melayang turun dan mengintai

Kini mereka itu telah saling serang di bawah sinar lampu di sudut rumah penginapan sehingga dia dapat melihat dengan jelas keadaan gadis itu

Tidak keliru dugaannya

Gadis itu adalah gadis yang tadi juga, akan tetapi sekarang bukan saja nampak cantik jelita, melainkan juga gagah perkasa ketika sambil berdiri tegak ia menanti serangan dua orang lawannya yang mempergunakan golok tajam

Ia sendiri bertangan kosong, akan tetapi begitu serangan tiba, tubuh bergerak cepat dan berkelebatan di antara sinar golok

Jangankan dua batang golok itu mengenai tubuhnya, bahkan menyentuh ujung pakaiannyapun tak pernah

Bahkan sebaliknya, tendangan dan tamparan gadis itu membuat dua orang perampok yang juga bukan orang-orang lemah itu menjadi kewalahan

Beberapa kali mereka terhuyung dan pada saat itu, terdengar suara gaduh di dalam rumah penginapan, tanda bahwa beberapa orang sudah terbangun katena suara perkelahian di luar rumah penginapan

Hal ini tentu saja membuat dua orang penjahat menjadi takut, apa lagi karena mereka pun maklum akan kelihaian gadis itu, maka mereka lalu berloncatan dan melarikan diri

Gadis itu tidak mengejar dan melihat betapa kini ada suara orang-orang membuka daun pintu, iapun menghadapi Cin Han yang sudah keluar dari tempat pengintaiannya

Gadis itu nampak heran melihat Cin Han sudah berada di situ, akan tetapi agaknya ia tidak ingin banyak orang melihatnya, maka iapun berkata dengan suaranya yang halus

"Agaknya engkau membawa banyak barang berharga

Post a Comment