Halo!

Jodoh Rajawali Chapter 167

Memuat...

Tanyanya. Tek Hoat mengangguk.

"Maafkan kalau aku telah mengganggumu, Touw-ong. Akan tetapi, tadinya aku mengira bahwa engkau telah menculik Puteri Bhutan."

"Puteri Bhutan?"

Kakek itu berkata dan mengerutkan alisnya.

"Sungguh aneh, betapa banyak orang mencari Puteri Bhutan!"

"Apa maksudmu....?"

"Swi Hwa, jangan!"

Tiba-tiba kakek itu berteriak dan dengan tenang Tek Hoat miringkan tubuhnya, membiarkan pedang yang ditusukkan oleh Swi Hwa itu lewat di samping tubuhnya, kemudian dia menggunakan jari tangannya membabat ke bawah.

"Trakkk!"

Pedang itu patah dan Swi Hwa menjerit karena tangannya terasa nyeri dan gagang pedang itu terlepas.

"Swi Hwa, jangan sembrono kau!"

Kembali Touw-ong membentak dan gadis itu meloncat ke samping gurunya sambil memegangi tangan kanannya dan memandang kepada Tek Hoat dengan mata berapi dan penuh kemarahan.

"Hek-sin Touw-ong, apa maksudmu mengatakan bahwa banyak orang mencari Puteri Bhutan?"

"Baru-baru ini, See-thian Hoat-su kakek ajaib penghuni Gua Tengkorak juga datang ke sini dan menanyakan apakah aku melihat Puteri Bhutan dilarikan orang. Ketika aku mengatakan bahwa aku tidak melihatnya, dia lalu pergi. Dan sekarang, engkau dan Mauw Siauw Mo-li datang mencari Puteri Bhutan pula."

Hati Tek Hoat kecewa sekali.

"Aku telah dibohongi oleh wanita jalang itu. Jadi engkau benar tidak pernah melihat puteri itu, Touw-ong?"

"Guruku sudah bilang tidak melihatnya, mengapa banyak cerewet lagi?"

Tek Hoat menarik napas panjang. Dia maklum mengapa gadis ini marah-marah, karena betapapun juga, dua orang Saudara Ma itu tadinya datang bersama dia sebagai kawan-kawannya.

"Sudahlah, maafkan aku kalau kalian tidak tahu!"

Post a Comment