Halo!

Naga Sakti Sungai Kuning Chapter 111

Memuat...

"Han Beng, kenapa tidak kau bunuh saja semua tikus sungai ini?" kata Giok Cu, sengaja berkata demikian untuk menakut-nakuti mereka. Dan benar saja, mendengar ucapan itu, kepala bajak dan anak buahnya yang kini banyak yang sudah siuman dari pingsan, segera mengangguk-angguk sambil berlutut ke arah gadis itu.

"Lihiap, ampunkan kami .......... kami bertaubat "

"Ingin kami mengetahui, bagaimana caranya kalian akan bertaubat. Kalau sekarang kami mengampuni kalian, lalu kalian kembali akan merajalela dengan perahu kalian ini dan menghadang orang-orang untuk dibajak?" tanya Han Beng.

"Ampun, kami tidak berani lagi. Dahulunya kami adalah nelayan yang mencari ikan dan menjual tenaga untuk mengangkut barang dagangan dengan perahu. Kami akan kembali bekerja seperti dulu "

"Hemmm, hendak kami lihat apakah kalian akan memegang janji ini. Sekali ini kami suka membebaskan kalian, akan tetapi ingat, kalau satu kali lagi kami mendapatkan kalian membajak, kami tidak akan mengampuni kalian lagi!" "Baik, Tai-hiap. Dan terima kasih, Tai-hiap, Li-hiap!" Kepala bajak itu dengan girang mengangguk-anggukkan kepalanya dan dia sudah lupa akan tangannya yang nyeri bukan main.

"Mari, Giok Cu, kita lanjutkan perjalanan." Mereka berdua lalu meloncat ke dalam perahu kecil mereka dan menyuruh tukang perahu mengembangkan layar agar pelayaran dapat dipercepat.

Akan tetapi tukang perahu itu bahkan mendayung perahunya ke tepi. "Maafkan, saya tidak berani lagi melanjutkan. Pengalaman tadi sudah cukup bagi saya. Saya harus mengingat nasib anak isteri di rumah. Kalau saya mati di dalam pelayaran ini, biarpun Ji-wi membayar banyak,apa gunanya uang?"

Giok Cu dan Han Beng saling pandang. Lalu Giok Cu berkata, "Kami membutuhkan perahu ini. Kalau engkau tidak berani mengantar kami pun tidak mengapa, akan tetapi perahumu ini harus diserahkan kepada kami. Akan kubeli, jangan khawatir. Kami bukan bajak-bajak macam tadi yang suka merampas milik orang lain!"

Mendengar ini, tukang perahu itu memandang dengan wajah berseri. Dia lalu memberi harga yang pantas dan tanpa menawar lagi Giok Cu membayarnya. Tukang perahu itu menghaturkan terima kasih dan cepat meninggalkan tempat yang dianggapnya amat berbahaya itu.

"Wah, engkau mengeluarkan banyak uang untuk membeli perahu ini, Giok Cu," kata Han Beng.

"Tidak mengapa, aku mempunyai uang, hasil menjual gelang emas pemberian Subo dahulu. Sekarang perahu ini milik kita, lebih leluasa dan dapat kita pergunakan selama kita masih membutuhkan. Kalau sudah tidak kita pakai, dapat dijual atau diberikan kepada nelayan miskin." Kini mereka berdua melanjutkan perjalanan dan beberapa hari kemudian perahu mereka 'pun mereka daratkan di kaki Bukit Kim-hong-san. Tempat itu sunyi, maka Han Beng lalu menarik perahu itu ke darat dan menyembunyikannya ke semak belukar sehingga tidak nampak dari luar. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan mendaki bukit.

ooOOoo

Liu Tai-jin menerima laporan pembantunya, yaitu Tabib Kui Song dari Siong-an tentang pemberontakan itu dan tentang keterlibatan Cang Tai-jin dengan para pemberontak. Mendengar laporan yang lengkap ini, Liu Tai-jin merasa girang sekali.

"Di mana adanya Huang-ho Sin-liong dan Nona Pendekar itu sekarang?" tanyanya karena dia mempunyai keinginan untuk menarik dua orang muda perkasa yang sudah berjasa besar itu menjadi pembantunya.

"Sayang sekali, Tai-jin. Mereka berdua mengatakan bahwa mereka sudah cukup memenuhi kewajiban dan mereka tidak ingin terlibat dengan urusan pemerintah, juga mereka tidak mengharapkan balas jasa. Mereka telah pergi karena masih mempunyai banyak urusan pribadi yang harus mereka selesaikan."

Pejabat tinggi itu menarik napas. "Sudah kuduga, memang para pendekar itu lebih suka berkelana dengan bebas, tidak mau terikat. Bagaimanapun juga, selama masih ada pendekar- pendekar seperti mereka itu, negara menjadi aman dan kejahatan pun berkurang."

"Akan tetapi, Tai-jin, menurut keterangan yang saya dapatkan, di antara para pemberontak itu pun terdapat banyak mereka yang menamakan diri pejuang dan pendekar!" "Ah, di mana ada pendekar menjadi pemberontak? Kalau memang rakyat tertindas, mereka akan menentang para penindas. Akan tetapi, sekarang ini rakyat tertindas oleh pejabat-pejabat yang korup. Kalau pemberontakan itu dimaksudkan untuk merebut kekuasaan dan mencari kedudukan, apalagi bersekutu dengan pejabat korup seperti Cang Tai-jin, jelas bahwa pendekar yang bergabung di situ adalah pendekar sesat! Orang yang pada dasarnya hanya mencari kesenangan pribadi dan berkedok sebagai pendekar. Lihat Huang-ho Sin-liong itu. Dialah seorang pendekar sejati! Tidak mau menerima imbalan jasa, tidak mempunyai pamrih keuntungan pribadi dalam sepak terjangnya. Sayang dia tidak mau membantu kita, kalau kita memiliki tenaga seperti dia, alangkah baiknya."

"Akan tetapi, kalau dia menjadi pembantu Tai-jin, berarti dia menjadi seorang petugas negara, bukan seorang pendekar lagi!"

Pembesar itu tersenyum. "Benar juga engkau. Nah, sekarang kita harus mempersiapkan pasukan untuk membasmi para pemberontak dan menangkap Cang Tai-jin!"

Liu Tai-jin lalu menghubungi panglima yang segera mempersiapkan pasukan yang terdiri tidak kurang dari tiga ribu orang. Berangkatlah pasukan itu dengan cepat menuju ke Siong-an dan sarang pemberontak di bukit itu dikepung! Para pemberontak menjadi terkejut sekali karena tidak menduga bahwa rahasia mereka terbuka, tidak menduga bahwa tempat itu demikian cepat dikepung pasukan pemerintah. Kim-bwe- eng Gan Lok lalu memerirtahkan para pembantunya untuk mengatur pasukan melakukan perlawanan. Juga orang-orang Hui, di bawah pimpinan Yalami Cin, melakukan perlawanan mati-matian. Namun, pertempuran itu hanya berlangsung setengah hari saja. Banyak pemberontak dapat ditewaskan atau dilukai dan lebih banyak lagi yang melarikan diri kocar- kacir. Kim-bwe-eng Gan Lok dan Kim-pauw-pang Pouw In Tiong tewas dalam pertempuran itu. Akan tetapi Can Hong San yang amat cerdik itu, sebelum keadaan terlalu berbahaya bagi dirinya, sudah lebih dulu lolos dan melarikan diri dari tempat itu. Begitu melihat bahwa persekutuan itu tidak mempunyai harapan, dia pun cepat meninggalkannya.

Post a Comment