Halo!

Kisah Pendekar Pulau Es Chapter 147

Memuat...

"Benar, ayahku dan ayahnya adalah kakak beradik, dan Pendekar Super Sakti adalah kakak kami.!

"Nah, itulah yang aneh. Ceng Liong cucu Pendekar Super Sakti, akan tetapi dia juga menjadi murid seorang raja iblis.!

"Apa? Siapa?!

"Hek-i Mo-ong!!

"Ahhh....!! Tentu saja Ciang Bun kaget setengah mati mendengar berita ini, lebih kaget daripada berita bahwa adiknya itu masih hidup. Hek-i Mo-ong adalah raja iblis yang memimpin penyerbuan ke Pulau Es. Dialah musuh besar nomor satu. Bagaimana mungkin kini Ceng Liorg malah menjadi muridnya? Dia begitu terkejut sehingga dia memandang ke depan, jauh ke depan dan tiba-tiba wajahnya berobah pucat ketika dia melihat dua orang pria berada di dalam sebuah perahu meluncur datang dan sudah dekat.

"Kau.... kau kenapa....?! Ganggananda memegang lengan Ciang Bun melihat pemuda itu wajahnya menjadi pucat sekali dan matanya mengeluarkan sinar berapi.

"Diamlah,! bisik Ciang Bun.

"Dan jangau mencampuri kalau aku nanti berkelahi. Aku bertemu dengan musuh besarku!!

Perahu di depan itu kini mendekat dan yang membuat hati Ciang Bun terkejut adalah ketika dia mengenal bahwa seorang di antara dua pria yang berada di dalam perahu itu adalah Louw Tek Ciang! Dia tidak mungkin pangling. Pria itu biarpun kini sudah lebih tua, masih seperti dahulu. Pakaiannya mewah dan bibirnya masih tersenyum-senyum mengejek, pandang matanya membayangkan kecerdikan dan kelicikan. Biarpun dia belum bertemu dengan encinya, akan tetapi setelah kini melihat musuh besar itu, dia harus turun tangan membunuh orang yang telah merusak kehidupan encinya!

Akan tetapi, agaknya Tek Ciang juga bermata tajam. Mula-mula dia tidak mengenal Ciang Bun, akan tetapi begitu Ciang Bun berdiri di dalam perahunya dan dia memandang penuh perhatian, Tek Ciang segera mengenalnya. Dengan sikap congkak dan manis dibuat-buat penuh ejekan, dia melambaikan tangan.

"Aha, kiranya bertemu dengan adikku Ciang Bun di sini! Apa kabar, adikku?!

Akan tetapi Ciang Bun membentak sambil mencabut sepasang pedangnya.

"Louw Tek Ciang keparat busuk! Bersiaplah untuk mampus!!!Aihh, anak kurang ajar. Lupakah engkau bahwa aku ini kakak iparmu, juga suhengmu sendiri? Keturunan keluarga Suma memang kurang ajar semua!! Tek Ciang juga membentak. Kawannya, pemuda yang berpakaian serba hijau, memandang dengan alis berkerut. Pemuda ini adalah Pouw Kui Lok, murid Kun-lun-pai yang kini menjadi sute dari Tek Ciang itu.

Seperti kita ketahui, dua orang ini beruntung sekali diangkat menjadi murid-murid oleh kedua orang tokoh Lembah Naga Siluman, yaitu Kim-kong-sian Cu Han Bu dan Bu-eng-sian Cu Seng Bu. Mereka diajak ke Lembah Naga Siluman di Pegunungan Himalaya dan selama kurang lebih tiga tahun mereka menerima gemblengan dari dua orang tokoh sakti itu.

Karena Louw Tek Ciang adalah murid Suma Kian Lee yang sudah mewarisi ilmu-ilmu silat tinggi dari pendekar Pulau Es itu, juga murid Jai-hwa Siauw-ok yang lihai, sedangkan Pouw Kui Lok adalah murid utama Kun-lun-pai, keduanya memiliki dasar yang kuat. Karena itulah, dalam waktu tiga tahun saja mereka mampu menguasai ilmu-ilmu tertinggi ciptaan Cu Han Bu dan Cu Seng Bu. Juga kedua orang muda itu oleh guru mereka diberi masing-masing sebuah suling emas dan mereka mahir mempergunakannya sebagai senjata.

Setelah turun gunung, kedua orang muda itu lalu kembali ke timur dan untuk bersenang-senang setelah mereka bertapa selama tiga tahun itu, mereka pergi ke kota raja untuk bersantai. Secara kebetulan sekali, ketika mereka berdua sedangberpesiar di dalam taman itu, Tek Ciang melihat Ciang Bun yang segera dikenalnya. Tentu saja Tek Ciang merasa terkejut sekali, akan tetapi dia tidak merasa takut, malah mengejek. Selain ilmunya sendiri sudah memperoleh kemajuan pesat, juga di sebelahnya terdapat Pouw Kui Lok, seorang sutenya dan juga sahabat baiknya yang tentu akan membelanya kalan ada bahaya mengancam dirinya. Apa yang ditakutkan lagi?

Pouw Kui Lok telah menjadi saudara seperguruan Tek Ciang dan hubungan di antara mereka akrab sekali. Tek Ciang memang seorang yang amat cerdik. Seperti ketika dia mengelabui Suma Kian Lee sehingga pendekar itu amat percaya kepadanya, ketika berada di Lembah Naga Silumanpun dia dapat membawa diri sehingga tidak nampak sama sekali sifat jahatnya. Kedua orang sakti she Cu itu menganggapnya seorang murid yang baik dan yang berwatak gagah perkasa, pantas menjadi seorang pendekar yang akan menjunjung tinggi nama dan kehormatan keluarga Cu di Lembah Naga Siluman. Juga Kui Lok, murid Kun-lun-pai yang berwatak pendekar itu merasa suka kepada Tek Ciang dan menganggap suhengnya ini benar-benar seorang gagah sejati. Apalagi suhengnya pernah menjadi murid, bahkan mantu pendekar sakti Suma Kian Lee keluarga Pulau Es itu.

Dengan cerdik Tek Ciang pernah menceritakan riwayatnya kepada Kui Lok. Dia bercerita bahwa dia sebagai murid Suma Kian Lee lalu diambil mantu. Akan tetapi akhirnya keluarga Suma yang tinggi hati itu merasa menyesal karena dia hanya anak seorang guru silat yang tak ternama. Dan keluarga itu hendak memisahkan dia dari isterinya.

Post a Comment