Maka dari itu, mereka jadi mengawasi terus dengan sorot mata penuh rasa kekuatiran atas keselamatan kawan mereka.
Sam-kiam-hiap merogoh balik bajunya, tahu2 ditangannya tercekal sebatang pedang, cuma pedang itu agak aneh, pada mata pedangnya itu tampak cagak tiga.
Bukan seperti mata pedang biasanya dan mungkin karena pedang anehnya inilah dia mendapat gelaran di kalangan Kang-ouw sebagai Sam-kiam-hiap.
Disaat itu, terlihat Sam-kiam-hiap menogeluarkan suara bentakan sambil meng gerak2an pedangnya yang aneh itu.
Sedangkan Kie Bouw jadi mendongkol bukan main, ternyata didalam keadaan terdesak, Sam-kiam-hiap sudah melupakan rasa malunya lagi dengan menggunakan pedang untuk bertempur melawan Kie Bouw yang bertangan kosong.Tetapi Kie Bouw tidak jeri, dengan mengeluarkan siulan yang panjang tahu2 tubuh Kie Bouw melayang tinggi ketengah udara dan membalas melancarkan serangan dengan kedua telapak tangannya.
Disaat itulah dia melihat pedang lawannya meluncur kearah perutnya.
Mungkin juga maksud Sam-kiam-hiap ingin merobek perut Kie Bouw.
Kie Bouw cepat2 mengegoskannya, karena pedang bercagak itu menyambar terus.
Kie Bouw sudah tidak tnemiliki kesempatan lagi untuk mengelakkannya, dia berusaha memiringkan tubuhnya....tetpi pedang itu seperti mengikuti dirinya, maka Kie Bouw terpaksa mengulurkan tangannya.
Disentilnya pedang cagak itu dengan mempergunakan jari telunjuknya, maka terdengarlah suara "tringg......!" Di sertai oleh suara pekik kesakitan dari Kie Bouw melompat mundur tubuhnya ter-huyung2.
---oo~Dewikz.0.Tah~oo--- BAGIAN 20 SIANGKOAN NIO yang melihat ini jadi mengeluarkan seruan kaget.
Muka si gadis berobah pucat pias, dia sangat berkuatir sekali melihat betapa tubuh Kie Bouw telah ter-huyung2 dan sebagian bajunya berlumuran darah.
Dengan sendirinya, mau tidak mau didalam hatinya cemas telah membuat si gadis bertambah gugup dan ketakutan.
Terlebih lagi dia melihat wajah Sam-kiam-hiap yang menyeringai menakutkan, walaupun bentuk mukanya seperti anak2.Disaat itulah muka Kie Bouw berobah agak memucat, berdiri dengan penuh kegeraman.
Karena die telah terluka pada bagian bahunya.
Tapi waktu dia menyentil pedang itu, justru pedang lawannya itu bukan pedang biasa, sehingga cagak pedang itu menggaet pundaknya.
Sehingga kulit dibagian bahunya dilukai oleh pedang lawannya.
Hal ini membuat Kie Bouw jadi gusar bukan main, dengan mengeluarkan suara teriakan yang nyaring dia mencelat ketengah udara seperti seekor burung elang.
Tentu saja Sam-kiam-hiap tetap mengawasi dan ber-siap2 akan menerima terjangan si pemuda dengan pedang cagaknya yang aneh itu.
Tetapi Kie Bouw yang tengah dalam keadaan murka seperti itu.
rupanya menjadi kalap, dia telah melompat sambil menyampok pedang dengan tangan kanannya.
Sampokan itu mengandung kekuatan Iwekang Wutttt.....
!
Bukkk.......!
Dada dari Sam-kiam-hiap terhantam telak sekali.
Tanpa ampun lagi, tubuh Sam-kiam-hiap yang kecil cebol itu terpental ketengah udara dibarengi oleh suara pekik kesakitan bercampur kaget.
Dan tubuhnya ambruk di atai tanah tanpa dia sempat mengendalikan diri lagi.
Dan juga cara menyerang Kie Bouw merupakan serangan yang mematikan.
Cuma saja disebabkan kepandaian Sam-kiam-hiap memang tinggi dan lwekangnya sempurna, walaupun dia menerima serangan iyang mengenai sasaran ditubuhnya dengan telak, tokh dia tidak sampai harus menemui ajalnya.Kie Bouw yang tengah murka bukan main tidak membuang- buang kesempatan yang ada.
Dengan mengeluarkan suara bentakan yang mengandung kemarahan dia melancarkan serangan lagi.
Sam-kiam-hiap saat itut tengah merangkak untuk berdiri, dia melihat datangnya serangan yang begitu hebat jadi terkejut sekali.
Saat itulampak Sam-kiam-hiap berusaha untuk berdiri secepat mungkin untuk menghadapi serangan Kie Bouw, tetapi dia sudah tidak keburu.
Kembali tubuhnya kena dihajar telak sekali oleh Kie Bouw, sehingga terdengar suara benturan yang keras......dan sekali lagi tubuh Sam-kiam-hiap terpental ketengah udara.
Siang-mo Kui-kwan yang melihat ini jadi khawatir bukan main.
Mereka berdua segera menyadarinya bahwa peristiwa ini tidak boleh dibiarkan ber-larut2 terus.
Jika sampai Sam-kiam-hiap terserang begitu terus menerus, habis sudahlah riwayatnya.
Dengan mengeluarkan suara teriakan yang bengis, kedua iblis dari kota Kui-kwan ini menerjang maju, mereka mengeluarkan suara bentakan sambil menyalurkan kekuatan tenaga lwekangnya dan melancarkan serangan pada Kie Bouw.
Nyata-nyata mereka telah mengingkari janjinya, bahwa kehadiran mereka bersama Sam-kiam-hiap adalah sebagai saksi saja .....
tidak turut terlibat mengeroyok Kie Bouw.
Demikian rendahnya sikap kedua jago dunia hitam ini, membuat Kie Bouw mengambil keputusan untuk menghabisi kedua jagoan jahat ini.
Dengan cepat Kie Bouw malah telah mengempos semangatnya itu, justru dia sekalian berusaha menangkis dengan sekuat tenaga dikerahkannya, maka "Bukkkk ......
!" Terjadilah benturan hebat, seketika itu juga tubuh Kie Bouw ter- huyung2, Tetapi Siang-mo Kui-kwan keduanya terlempar jauh dan langsung ambruk ketanah.
Tentu saja kedua iblis tersebut tadi kaget setengah mati melihat kehebatan tenaga dalam yang dimiliki oleh kie Bouw ini, muka kedua iblis itu berobah pucat.
Disaat itu Siangkoan Nio melihatnya bahwa kedua iblis dari kota Kui-kwan itu menerjang maju dan melancarkan serangan lagi kepada Kie Bouw.
Maka dia mengawasi dengan sorot mata mengandung kekuatiran yang sangat dan terlihat betapa Kie Bouw juga menyambuti kedua serangan dari lawan2nya itu.
Disaat itulah, tiga macam tenaga dalam yang kuat saling bentur.
Kie Bouw sudah mengambil keputusan Sam-kiam-hiap dan kedua kawannya itu tidak bisa dibiarkan hidup, lebih lama.
Selain bengis, mereka juga memiliki tangan yang telengas sekali, rasa jiwa kependekarannya memberontak dengan cepat dan persoalan ini sekarang beralih bukan persoalan pribadinya melainkan persoalan keamanan untuk masyarakat luas.
Demi kebaikan dan keadilan akhirnya Kie Bouw telah mempergunakan ilmu simpanannya yang jarang dipergunakannya, yaitu pukulan geledeknya.
Disaat kedua Iblis kota Kui-kwan menerjang maju kearah dirinya, dengan cepat Kie Bouw menggerakkan kedua tangannya, dengan satu telapak tangan yang terbuka lebar2, serangannya dilontarkan Kie Bouw kearah dua lawannya, kesudahan sangat mengerikan .......
sebab kedua lawannya tahu2 telah terlontar ketengah udara sambil mengeluarkan suara jeritan yang menyayatkan hati.
Tubuh mereka ambruk diatas tanah tanpa berkutik lagi, karena seketika itu juga tubuh mereka telah berubah menjadi hitam, bagaikan disambar petir.Inilah akibat hebatnya tenaga pukulan geledek yang dipergunakan Kie Bouw.
Sedangkan Sam-kiam-hiap yang melihat kedua kawannya menemui ajalnya dengan cara mengerikan seperti itu, dengan sendirinya jadi kaget setengah mati.
Tampak tubuhnya gemetar ketakutan, dan mukanya juga berubah pucat.
Saat itu Kie Bouw telah menatap kearah kedua mayat dari Siang- mo Kui-kwan.
Dia memandang dengan muka yang kaku dan mata yang memancarkan sinar yang tajam.
Kie Bouw sendiri terkejut meilihat hasil yang diperolehnya dari serangan tersebut.
Dia tidak pernah menyangka bahwa pukulan geledeknya itu sangat menakutkan sekali.
Dan terlihat disaat itulah, Kie Bouw menghela napas dan menoleh kepada Sam-kiam-hiap .........
Siangkoan Nio sendiri berdiri sambil menutupi wajah dengan kedua tangannya, tampaknya si gadis ketakutan sekali, tadi dia telah melihat betapa tubuh Siang-mo Kui-kwan terpental begitu rupa.
Dan ambruk diatas tanah tanpa bernyawa serta tubuh yang hangus..........
kedua iblis itu menemui ajal mereka dengan cara yang mengerikan sekali.
Atas kejadian semua ini, memang membuat Siangkoan Nio diliputi perasaan ketakutan dan perasaan ngeri sekali.
Kie Bouw membentak kearah Sam-kiam-hiap yang saat itu telah berdiri mematung.
"Ayo maju,..........mengapa engkau berdiam diri saja disitu?" Bentak Kie Bouw.
Muka Sam-kiam-kiam telah berobah merah padam lalu beralih pucat kembali.
"Kau...kau............" Katanya gugup sekali.
"Hem........engkau manusia2 jahat, aku sudah mengambil keputusan untuk membasmimu sampai ke akar2nya !", sambilberkata begitu Kie Bouw menjejakkan kakinya ketanah dengan keras.
Maka tubuhnya mencelat kearah Sam-kiam-hiap dengan gerakan yang cepat sekali.
Waktu tubuhnya tengah melayang ditengah udara seperti seekor burung elang yang ingin menerkam mangsanya, maka dia menggerakkan sepasang tangannya.
Tentu saja Sam kiam-hiap jadi kaget karena dia merasakan betapa hawa angin serangan Kie Bouw begitu panas seperti api.
Dengan cepat Sam-kiam-hiap menjejakkan kakinya, mencelat dengan cepat mengelak dari serangan Kie Bouw dengan melompat kesamping kanannya sejauh mungkin.
Disaat itulah serangan Kie Bouw jadi jatuh ditempat kosog dan, menghantam batang pohon....."Dereeerrrr......" Tampak cahaya merah dari pohon yang terbakar karena begitu panasnya akibat pukulan geledeknya Kie Bouw ini.
Wajah Sam-kiam-hiap seketika itu juga Jadi memucat pias sekali disamping tubuhnya jadi gemetar.
Tampaknya dia terkejut bukan main melihat hasil pukulan yang dilancarkan oleh Kie Bouw.
Coba tadi dia terlambat untuk mengelakkan diri, jelas dia akan menjadi hangus.
Kie Bouw yang tengah murka diam melihat bahwa Sam-kiam- hiap bukanlah orang baik, dia mengambil keputusan akan membinasakannya.
Tetapi Sam-kiam-hiap yang ketakuran itu, ketika melihat Kie Bouw melancarkan serangannya lagi, mengeluarkan suara pekik ketakutan ......
dia mencelat kesamping menjauhkan diri tidak berani untuk menangkis atau menyambuti serangan yang dilancarkan oleh Kie Bouw.
"Ampun, ampunilah.....
aku Thayhiap (pendekar besar)" Jerit Sam-kiam-hiap."Hmmm............
maausia seperti engkau tidak patut diberi pengampunan" Mendengus Kle Bouw dan membarengi dengan dengusannya itu, Kie BoVw melancarkan serangannya lagi.
Dan malah semakin hebat saja, tentu saja Sam-kiam-hiap berulang kali harus lari kesana kemari dengan ketakutan.
Sambil ber-lari2 begitu tidak hentinya ia men-jerit2 meratap meminta pengampunan dari Kie Bouw...........rupanya nyali Sam-kiam-hiap hancur luluh dia ketakutan sekali.
Maka tanpa mengenal malu, dia sesambatan memohon pengampunan dari Kie Bouw dengan hati ketakutan tiada hentinya dia meratap .....
meminta pengampunan dari Kuie Bouw.
"Manusia seperti engkau ini jika dibebaskan dari kematian, tentu dibelakang hari akan melakukan kejahatan lagi!" Bentak Kie Bouw dengan bengis.
"Maka dari itu, engkau harus di mampusi!" "Sungguh Aku insyaf dan bertobat dan tidak akan melakukan kejahatan lagi!
Jika memang Tayhiap mengampuni jiwaku, aku bersumpah.....
aku bersumpah.......
Tayhiap, akan mencari sebuah tempat terpencil untuk hidup mengasingkan diril" "Sungguhkah perkataanmu itu ?" Bentak Kie Bouw sambil berhenti melancarkan serangannya.
Dan melihat Kie Bouw mulai mau menanggapi ratapannya itu, maka Sam-kiam-hiap cepat2 menekukkan kedua kakinya, dia berlutut sambil mem-bentur2-kan keningnya dengan tanah dan meratap sambil menangis mengucurkan air mata....
"tidak akan melakukan kejahatan apapun lagi!" Katanya sambil menangis dan terisak sedih.
Kie Bouw berdiam diri sejenak, kemudia diam menghela napas panjang.
"Baiklah, ..
hari ini kuampuni jiwamu !
Tetapi kau harus menepati janjimu, bahwa engkau akan bidup mengasingkan diri dan tidak akan melakukan kejahatan lagi.""Benar Tayhiap...