Halo!

Si Rase Emas Chapter 24

Memuat...

Kedahsyatan seperti inilah telah membuat Kie Bouw jadi menambahkan gerakan dan tenaga pada kedua tangannya.

Terlihat betapa gerakan tangan Kie Bouw itu hanya terpisah beberapa dim dari sasarannya.

Si Tojin sendiri dengan meangeluarkan suara bentakan nekad, telah memutar pedangnya.

Maksudnya mungkin juga ingin menabas kutung dari kedua tangan Kie Bouw.

Kenyataan seperti ini telah membuat Kie Bouw tidak mau jika dia harus kutung kedua tangannya.Maka dari itu, setelah menarik pulang kedua tangannya Kie Bouw melancarkan seraogan lagi.

Hal ini disebabkan Kie Bouw memang sangat penasaran, sejak tadi dia belum berhasil dengan serangannya.

Maka dia melancarkan kembali serangan dengan bersungguh hati, sepasang tangannya itu ber-gerak2 dengan cepat, juga mengandung kekuatan sebagian tenaga dalam pada kedua telapak tangan nya itu.

Tentu saja gerakan yang dilancarkan oleh Kie Bouw mirip2 bisa mematikan.

Hal ini terpaksa dilakukan Kie Bouw, karena dia memang melihat Tojin itu tangguh sekali.

Dan dia melancarkan serangan tanpa tanggung2.

Gerakan yang dilancarkan oleh Kie Bouw merupkan gerakan untuk membendung agar si Tojin tidak mempunyai kesempatan untuk membalas menyerang.

Tetapi Tojin ini rupanya sudah kewalahan, tidak habis akal.

Tahu2 mulut nya telah bersiul nyaring.

Maka dari semak belukar, tahu2 telah melompat keluar beberapa sosok tubuh.

Waktu Kie Bouw menegaskan, dia telah melihatnya, sosok tubuh yang melompat keluar itu tidak lain dari beberapa orang Tojin belaka.

Jumlah Tojin itu meliputi delapan orang dan mereka telah mengurung Kie Bouw.

"Serang ...........!" Salah seoraog Tojin itu telah berteriak begitu den ber-ramai2 mereka melancarkan serangan dengan mempergunakan pedang yang tercekal ditangan masing2Rupanya mereka memang telah dipersiapkan sejak tadi oleh Tojin yang pertama.

Dan karena dia memang telah kewalaban menghadapi Kie Bouw barulah dia memanggil anak buahnya keluar.

Tetapi kedelapan Tojin ini bukan tojin sembarangan dan dapat dianggap remeh.

Mereka masing2 memiliki kepandaian yang tinggi, tidak berada disebelah bawah dari kepandaian Tojin yang pertama.

Maka dari itu tidak mengherankan, jika Kie Bouw kewalahan juga menghadapi serangan2 yang dilancarkan oleh lawannya itu.

Apa lagi mata pedang itu telah ber-kelebat2 dengan cepat.

Kie Bouw memberikan perlawanan dengan gerakan yang lincah.

Didalam waktu sekejap mata saja, mereka telah melewati belasan jurus.

Dan terlihat nyata betapa Kie Bouw telah mulai terdesak oleh serangan2 lawannya.

Kenyataan ini telah membuat Kie Bouw jadi memutar otak untuk mencari jalan keluar mengelakkan diri dari kurungan tojin2 ini.

Tetapi sampai begitu lama tetap saja Kie Bouw masib belum berhasil meloloskan diri Malah serangan Tojin2 itu semakin lama jadi semakin hebat saja.

Dengan sendirinya hal ini telah membuat Kie Bouw harus menghadapi serangan2 itu.

Dan gencarnya samberan pedang lawan membuat Kie Bouw juga harus mengempos seluruh kepandaiannya.

---oo.dwka.0.Tah.oo--- BAGIAN 14 SINAR pedang telah ber-kelebat2 dengan, cepat sekali.Dan mata pedang selalu mengincer bagian yang sangat berbahaya ditubuh Kie Bouw.

Mau tidak mau telah membuat Kie Bouw harus memasang mata lebih jeli.

Karena kalau kurang jeli tentu dia akan kena dicelakai oleh rombongan tojin ini.

Tetapi sambil bertempur begitu.

Kie Bouw juga memperhatikan cara lawannya itu melancarkan serangan.

Dia melihat ilmu silat Tojin2 ini berasal dari pintu perguruan Hoa- san.

Dan tentunya mereka merupakan Tojin2 dari Hoa-san Pai.

Tetapi karena Kie Bouw belum melihat kelemahan pada ke-empat Tojin itu yang mengurung terus dirinya, Kie Bouw tidak berhasil meloloskan diri.

Kenyataanya seperti ini telah membuat Kie Bouw jadi agak mendongkol dan gelisah juga.

Suatu kali Kie Bouw telah menjejakan kakinya, tubuhnya telah mencelat ketengah udara.

Gerakan yang dilakukannya itu bukan main cepatnya dan tubuhnya seperti seekor burung telah mencelat melayang ketengah udara.

Gerakan yang dilakukan Kie Bouw selain cepat, juga tubuhnya ringan sekali.

Kesembilan Tojin itu terkejut.

Dan belum lagi mereka menyadari apa yang ingin dilakukan Kie Bouw, tampak pemuda ini telah melancarkan serangan dengan mempergunakan kedua tanggannya.

Gerakan yang dilakukan oleh Kie Bouw merupakan gerakan yang sangat kuat sekali.

Dan juga memang merupakan gerakan yang mengandung kehebatan tenaga dalam yang dahsyat.

Tujuh orang Tojin dapat mengelakkan diri.Tetapi dua orang lainnya tidak berhasil untuk meloloskan diri dari serangan Kie Bouw.

Segera juga terdengar suara jeritan yang menyayatkan hati dari mereka, karena kedua Tojin itu telah kena digempur dada mereka, sampai mereka binasa disaat itu juga.

Tentu saja ketujuh Tojin lainnya yang melihat kedua kawan mereka telah binasa begitu rupa, menjadi murka bukan main.

Rase Emas Karya dari Chin Yung Dengan mengeluarkan suara bentakan yang mengguntur, mereka melancarkan serangan lagi.

Gerakan yang mereka lancarkan merupakan gerakan yang nekad.

Dan pedang mereka juga menyambar serentak.

Saat itu tubuh Kie Bouw tengah meluncur turun.

Tentu saja Kie Bouw jadi terkejut.

Karena diserang dengan cara demikian, berarti dia tidak leluasa mengelakkannya.

Dan kenyataan seperti ini telah membuat Kie Bouw juga jadi mengeluarkan seruan tertahan.

Namun biar bagaimana dia tidak menjadi gugup oleh serangan itu.

Dengan cepat dia telah mengeluarkan suara seruan, dan tahu2 tubuhnya telah berputar ditengah udara.

Dengan mempergunakan jari telunjuknya Kie Bouw telah menotol salah satu pedang lawannya.

Dan meminjam tenaga totolan dari telunjuknya itu, tubuh Kie Bouw telah mencelat ketengah udara lagi.

Gerakan yang dilakukan oleh Kie Bouw sangat cepat dan rubuh ditempat lainnya, jatuh dengan sepasang kaki terlebih dahulu.Ketujuh Tojin itu jadi tambah penasaran saja dengan mengeluarkan suara pekikan kemarahan yang sangat, dia telah melancarkan serangan berulang kali bersama keenam kawannya.

Tampaknya ketujuh Tojin itu memang telah nekad benar, mereka melancarkan serangan tanpa memikirkan lagi keselamatan buat diri mereka.

Maka dari itu tidak mengherankan jika pedang mereka telah ber- kelebat2 kuat sekali.

Dan kenyataan seperti ini telah membuat Kie Bouw kewalahan juga.

Akhirnya, karena melihat serangan yang dilancarkan oleh ketujuh Tojin itu sangat tangguh, Kie Bouw telah melompat mengambil sebuah cabang pohon yang telah kering.

Dengan cabang pohon ditangannya itulah dia telah seperti burung bertambah sajap.

Dengan gerakan2 yang dahsyat, cabang pohon ditanngannya telah ber-gerak2.

Dan walaupun hanya cabang pohon belaka, namun kenyataannya cabang pohon itu dapat di pergunakan untuk menangkis pedang lawannya.

Tentu saja hal ini telah membuat ketujuh Tojin itu jadi tambah terkejut, dan dengan sendirinya telah membuat ketujuh tojin itu kewalahan juga.

Biar bagaimana dia memamng melancarkan se-rangan2 yang kuat sekali.

Kenyataan seperti ini telah membuat Kie Bouw mengerahkan tenaga dalamnya.

Disalurkan pada cabang pohon ditangannya itu dan melayang kesana kemari.Gerakan yang dilakukan oleh Kie Bouw merupakan gerakan yang sangat cepat.

Dia memiliki kegesitan yang membuat ketujuh lawannya jadi bingung bukan main.

Menghadapi serangan2 yang dilancarkan oleh Kie Bouw, kepala ketujuh tojin itu jadi pusing.

Pandangan mata mereka jadi nanar.

Karena Kie Bouw telah ber-kelebat2 dengan cepat sekali, dan membuat ketujuh tojin itu berusaha untuk dapat menghadapi serangan dari Kie Bouw.

Tetapi disebabkan kepandaian Kie Bouw yang tinggi, hingga ketujuh tojin itu boleh dibilang hampir tidak berdaya sama sekali.

Ketujuh tojin itu hanya dapat menangkis dan menggelakkan diri saja, sedikitpun tidak mempunyai kesempatan unruk membalas menyerang.

Sehingga ketujuh tojin itu menyadari bahwa mereka bukan tandingan Kie Bouw.

Itulah sebabnya kesadaran mereka ini telah membuat pecah nyali mereka, membuat ketua Tojin tersebut berusaha untuk mengerahkan seluruh kepandaiannya untuk melarikan diri.

Namun ketujuh tojin itu juga bukan tojin2 yang tidak mempunyai nama didalam rimba persilatan, tetapi mereka merupakan jago2 yang sangat tangguh.

Dan hari ini mengeroyok pemuda itu tanpa hasil tentu saja membuat ketujuh tojin itu merasa malu.

Mereka juga menyadarinya, jika mereka melarikan diri, niscaya mereka akan menjadi tertawaan orang2 rimba persilatan dari kalangan kang-ouw.

Inilah yang telah membuat Kie Bouw ditakuti mereka juga.

Disamping takut, mereka juga penasaran bukan main.Tadinya tojin2 ini telah berpikir, mereka yakin dengan bersembilan tentu mereka akan berhasil merubuhkan Kie Bouw.

Namun kenyataannya mereka yang terdesak.

Juga malah kedua kawan mereka telah terbinasa.

Inilah suatu kejadian yang sangat memalukan sekali bagi mereka.

Itulah sebabnya dengan nekad akhirnya mereka memberikan perlawanan terus.

Disaat itu, terlihat betapa Kie Bouw telah mengeluarkan teriakan nyaring.

Dia telah menggerakkan ranting yang ada ditangannya dibarengi tangan kirinya yang menyerang dengan mempergunakan kekuatan telapak tangannya.

Gerakan yang dilakukannya ini membuat ketujuh Tojin itu tambah kaget Mereka kewalahan sekali.

Diantara suara pekik kaget mereka, terlihat jelas betapa mereka telah melompat mundur.

Dan gerakan2 itu merupakan gerakan yang sangat terpaksa.

Karena mereka melakukannya dengan ter-buru2.

Tidak heran, salah seorang tojin itu karena terlalu gugup, telah terlambat sedikit.

Bukkk......!

badannya telah kena dihantam telak sekali oleh pukulan yang dilancarkan Ke Bouw.

Tubuh Tojin itu terpental, lalu ambruk ditanah.

Dan dari mulutnya keluar suara keluhan....

dibarengi darah mengucur keluar.

Nyawanya seketika itu juga telah melayang .....

mati disaat itu juga.Keenam kawannya jadi tambah kaget.

Tetapi belum lagi meraka menyadari apa yang telah mereka lakukan .....

saat itu kie Bouw telah melancarkan serangan lagi.

Tentu saja keenam tojin itu terkejut.

Mati2an mereka menangkis dan mengelakannya.

Tetapi salah seorang diantara mereka telah kena dihantam terguling.

Walaupun tidak sampai menemui kematiannya tetapi dia telah terluka parah, dan membuat Kie Bouw mempunyai kesempatan yang bagus.

Dengan mengeluarkan suara bentakan yang keras, dia telah menggerakkan kedua tangannya lagi.

Gerakan yang dilakukannya itu merupakan gerakan yang sangat kuat sekali.

Tanpa ampun lagi dua orang tojin telah terhuyung akan rubuh.

Post a Comment