Halo!

Si Rase Emas Chapter 23

Memuat...

Setiap Kie Bouw, sampai dikota mana saja, selalu melakukan pekerjaan yang mulia.

Dengan sendirinya membuat orang2 sangat menyukainya, dan karena mereka menyadari bahwa Si Rase Emas itu selalu berdiri dilandas keadilan dengan sendirinya mereka juga menaruh hormat yang tangat.

Sedangkan Kie Bouw sendiri telah melakukan apa saja yang dianggapnya ada perbuatan yang tidak adil, tentu Kie Bouw akan turun tangan menolongi si lemah dan si tertindas.

Sedangkan julukan Si Rase Emas itu semakin populer saja, dan juga sangat dihormati oleh orang2 yang beraliran putih.

Para penjahat yang mengetahui tindakannya yang selama ini dilakukan Si Rase Emas, walau pun sangat membencinya, tetapi mereka, juga seIalu diliputi perasaan takut.

---oo.dwkz.0.Tah.oo--- BAGIAN 13 PADA PAGI itu, didaerah sekitar kaki gunung Hoa-san, tampak berjalan seorang pemuda.

Pemuda itu memiliki tubuh yang tegap dan wajah yang cakap sekali.

Ternyata pemuda ini tidak lain dari pemuda yang telah menggemparkan rimba persilatan dengan tindak tanduknya yang selalu membela keadilan.

Dialah Thang Kie Bouw, Si Rase Emas dan selalu melakukan perbuatan mulia.Saat itu memang Kie Bow tengah melakukan perjalanan kegunung Hoa-san untuk me-lihat2 keindahan yang terdapat digunung tersebut.

Disaat itulah dipagi hari seperti ini hawa udara sangat bersih sekali.

Disamping itu juga memang dia telah melihat nya betapa hawa udara dan pohon2 yang segar membuat hati menjadi terbuka dan pikiran menjadi jernih.

Kie Bouw sangat kagum melihat lereng2 gunung yang begitu dalam dan indah, tempat tersebut benar2 indah bagaikan tempat berdiamnya dewa-dewi belaka.

Kie Bouw suatu kali telah menahan langkah kakinya, dia berdiam diri diatas batu gunung mengawasi sekitarnya.

Dia mengawasi pemandangan yang ada disekitar dirinya dengan hati yang lapang, juga dapat menarik hawa udara yang sangat bersih dan segar, Kie Bouw telah rnelihat halimun masih terdapat dipuncak gunung itu, dan dia menghela napas .......

khayalannya jadi jauh menerawang.

Seandainya dia sudah tua nanti, akan bahagia sekali jika dia dapat hidup melewati hari tuanya ditempat seindah seperti Hoa-san ini.

Dan memikirkan hal ini, Kie Bouw telah menghela napas lagi.

Karena dia jadi teringat akan gurunya yang hidup melewati hari tuanya dipuncak Thian-san, dan jika ia bandingkan antara Thian-san dengan Hoa-san sesungguhnya Thian-san menurut-nya lebih indah.

Tetapi disebabkan sejak kecil Kie Bouw memang telah berdiam di Thian-san, maka dari itu pemandangan yang ada di Hoa-san ini dirasa lebih menarik hati Kie Bouw.

Saat itu, setelah menghela napas beberapa kali lagi, Kie Bouw telah melanjutkan perjalanannya lagi.Tetapi baru saja Kie Bouw melangkah beberapa tindak, tiba2 terdengar suara bentakan .

"Berhenti !" Nyaring sekali suara bentakan itu.

Kie Bouw sangat terperanjat, dia menoleh ke-arah belakangnya.

Dilihatnya seorang Tojin tengah memandang kearah dirinya dengan sorot mata yang tajam.

Sikapnya tidak memiliki sinar berkawan, malah nyatanya itu telah memancarkan sinar permusuhan.

Tentu saja Kie Bouw jadi heran, Hati pemuda ini jadi me-nerka2, entah siapa Tojin ini sesungguhnya.

"Hemm.......engkau sungguh berani mati telah datang juga kemari !" Kata Tojin itu.

Kie Bouw tentu saja jadi heran.

"Siapa Totiang, rasanya kita belum pernah saling jumpa, bukan?" Tanya Kie Bouw.

Tetapi pendeta yang memelihara rambut itu telah tertawa mengejek.

"Hemm ......

tidak perlu kau pura2 seperti itu !

Kau memang merupakan manusia palling jahat didunia ini !" Kata si Tojin dengoa suara yang aseran.

Dan membarengi dengan suara beatakannya itu dia telah mencabut pedangnya.

"Srrreeeeeeengngngg !!!

...........

Sinar pedang berkilauan tertimpah cabaya matahari pagi, tampaknya tajam sekali.

Dan Tojin itu tanpa mem-buang2 waktu, juga telah mengeluarkan suara bentakan yang keras sekali.Tahu2 pedangnya telah meluncur, dia telah mempergunakannya untuk menikam.

Serangannya memperlihatkan bahwa dia berasal dari pintu perguruan Hoa-san Pai, karena dia melancarkan serangannya itu dengan mempergunakan ilmu pedang dari Hoa-san Pai.

Kenyataan seperti ini telah membuat Kie Bouw jadi ter-heran2 Karena biasanya Tojin2 dari Hoa-san Pai itu merupakao tojin2 yang memiliki kepandaian sangat tinggi dan merupakan tojin2 yang ramah.

Tetapi Tojin yang seorang ini mengapa begitu tiba2 telah melancarkan serangan kepadanya.

Dangan sendirinya, kejadian ini selain membuat Kie Bouw mendongkol, dia juga jadi te-heran2 didalam hatinya.

Tetapi karena dia memang telah melihat pedang lawan menyambar datang, Kie Bouw tidak boleh terlalu lama berpikir dihati seperti itu Dengan mengeluarkan Suara siulan yang sangat panjang, dia telah melompat tinggi sekali.

Dengan gerakan yang dilakukannya itu merupakan gerakan yang dapat menghindarkan dirinya dari tikaman pedang lawannya.

Dan gerakan yang dilakukan oleh Kie Bouw memang sangat cepat sekali Dengan sendirinya pedang Tojin itu telah jatuh ditempat kosong.

Tentu saja si Tojin jadi penasaran bukan main dengan mengeluarkan suara bentakan nyaring, dia telah menarik pulang pedangnya itu.

Tetapi Tojin itu bukan untuk berdiam diri saja, dia telah mengeluarkan suara seruan yang keras sekali dan telab melancarkan serangan lagi.

Kali ini si Tojin telah melancarkan tikamannya dengan pedangnya itu berulang kali.Dan mata pedang seperti Ielaki berobah menjadi beberapa batang, dan menyambar beberapa bagian disutub Kie Bouw.

Tentu saja Kie Bouw jadi terkejut, karena dia melihatnya bahwa tikaman yang dilancarkan oleh Tojin itu merupakan tikaman yang bukan sembarangan.

Dengan sendirinya merupakan tikaman yang sangat berbahaya sekali, dan telah membuat Kie Bouw juga harus cepat2 mengeluarkan kepandaiannya.

Karena dia menyadarinya bahwa jika dia sampai lalai dan berayal, dengan sendiririya akan membuat dia terluka oleh tusukan pedang si Tojin.

Itulah sebabnya, telah membuat Tojin itu jadi merasa penasaran sekali.

Diantara suara bentakan yang nyaring, tampak Tojin itu telah melancarkan serangan lagi.

Gerakan yang dilancarkan oleh Tojin itu merupakan serangan yang semakin lama semakin cepat saja.

Diserang dengan cara demikian terus menerus, tentu saja telah membuat Kie Bouw jadi mendongkol.

Karena dia tidak pernah saling jumpa dengan Tojin itu dan juga memang tidak pernah kenal.

Tidak hujan tidak angin tahu2 Tojin ini telah melancarkan serangan telengas.

Coba kalau memang Kie Bouw tidak memiliki kepandaian yang tinggi, bukankah berarti dia akan terbinasa diujung pedang dari Tojin itu.

Karena berpikir begicu, tentu saja Kie Bouw jadi tambah mendongkol.

Dengan mengeluarkan suara seruan yang nyaring sekali, dia telah menggerakkan kedua tangannya.........

"Wuttt..........

!

Wuttt ............!" Serangkum angin serangan yang kuat bukan main telahmenyambar keras, samberan angin serangan yang dilancarkan oleh Kie Bouw merupakan serangan yang kuat.

Dengan sendirinya mau telah membuat Tojin itu jadi terkejut, dia telah menarik pulang pedangnya, dan melompat mundur.

Gerakan yang dilakukannya itu merupakan gerekan yang sangat cepat sekali.

Karena Tojin itu menyadarinya bahwa dia tidak boleh berlaku ayal.

Kalau sampai dirinya dihajar oleh tenaga serangan Kie Bouw, tentunya dia akan celaka Saat itu Kie Bouw yang telah mendongkol bukan main, tidak menyudahi sampai disitu saja.

Dengan cepat Kie Bouw telah menggerakkan sepasang tangannya lagi.

Dia melancarkan serangannya dengan meuganodung kekuatan hebat pada kedua telapak tangannya.

Gerakan yang di lancarkan oleh Kie Bouw merupakan serangan yang berbahaya, karena kearah dada dari si Tojin.

Tojin itu saking terkejutnya, dia mengeluarkan suara seruan kaget.

Dan cepat2 Tojin itu telah melompat mundur kebelakang dan menyelamatkan dirinya.

Dan gerakan yang dilakukan Tojin ini ternyata tidak secepat gerakan yang dilancarkan oleh Kie Bouw.

Maka tanpa ampun lagi, tubuh si Tojin telah kena disampok oleh tenaga serangan Kie Bouw.

Tentu saja si Tojin jadi sempoyongan.

Dan untung saja dia sanggup mengerahkan tenaga dalam pada kedua kakinya.

Sehingga dia tidak sampai rubuh dan dapat berdiri dengan kedua kaknya.Dengan sendirinya, telah membuat Kie Bouw jadi penasaran juga.

Dengan mengeluarkan suara bentakan keras, Kie Bouw telah melancarkan serangan lagi.

Gerakan yang dilakukan oleh Kie Bouw merupakan gerakan yang sangat kuat sekali.

Kali ini dia melancarkan serangan dengan mempergunakan gerakan yang cepat.

Dan tenaga serangannya telah menyambar secara ber- gelombang dengan kekuatan delapan bagian dari tenaga dalamnya.

Serangan yang dilancarkan Kie Bouw itu merupakan serargan yang sangat kuat bukan main, telah membuat Tojin itu jadi tambah terkejut, hingga tubuhnya jadi sempoyongan dan akan terjerembab.

Untung saja, biar bagaimana Tojin itu memang memiliki kepandaian yang tinggi, maka dia masih bisa mempertahankan dirinya tidak sampai terguling.

Dengai sendirinya pula, si Tojin jadi kaget bercampur bukan main gusarnya.

Dengan cepat dia telah mengeluarkan suara bentakan yang mengguntur.

Dan disaat itulah dia telah menjejakkan kakinya, tubuhnya telah mencelat melambung ketengah udara.

Gerakan yang dilakukannya memang merupakan gerakan yang nekad, sebab dia menerjang dengan melayang ditengah udara begitu, juga dengan pedang yang telah menyambar akan menikam kearah Kie Bouw, gerakannya cepat sekali.

Itulah sebabnya Kie Bouw jadi tidak melancarkan serangannya lagi.

Dia menahan gerakan kedua tangannya, dengan cepat dia telah melancarkan tangkisan dengan mempergunakan sentilan jari tangannya.Dan gerakan yang dilakukan oleh Kie Bouw ini memang berhasil untuk mengelakkan diri dari samberan mata pedang si Tojin, dan gerakan yang dilakukannya itu merupakan gerakan yang bukan main cepatnya.

Dan kenyataan seperti ini memang membuat Kie Bouw juga jadi tambah mendongkol.

Dia telah meIihatnya bahwa serangan yang dilakukan oleh Tojin itu memang sesungguhnya benar2 ingin membinasakan dirinya dan bernafsu untuk mencelakainya.

Dengan sendirinya membuat Kie Bouw jadi mengambil keputusan untuk melayaninya, disaat itulah dengan cepat dia telah mengeluarkan suara seruan nyaring.

Kala mana si Tojin tengah menarik pulang pedangnya yang gagal mengenai sasaran.

Dan dia belum sempat untuk melancarkan serangan berikutnya pula, dia telah melihat Kie Bouw melancarkan serangan dengan kedua tangannya.

Gerakan yang dilancarkan oleh Kie Bouw merupakan gerakan yang sangat hebat sekali, karena tenaga yang terkumpul pada kedua telapak tangannya menimbulkan angin serangan yang menyambar kearah Tojin itu dengan kuat sekali.

Post a Comment