Kira2 sepemakan nasi lamanya maka mulai kelihatan bekas telapak tangan yang berwarna hijau lambat laun mulai lenyap... Sedangkan rasa sesak dalam dadannyapun kini sudah tidak terasa lagi. Gokhiol merasa gembira, iapun segera berlutut dihadapan Wanyen Hong untuk menyatakan rasa terima kasihnya.
Tiba2 pemuda kita teringat pula akan pesan gurunya.
Tanpa perkenan gurunya, ia telah meninggalkan Leng Wan Koan dan apabila gurunya sampai mengetahuinya, niscaya ia akan mendapat teguran. Maka seketika itu juga ia mohon diri kepada Wanyen Hong.
Wanyen Hong mengerutkan keningnya.
"Siauwtit, kau hendak kemana?" tanyanya.
"Aku ingin kembali ke Leng Wan Pay untuk berlatih dengan tekun selama setahun lagi. Kelak, apabila telah tinggi kepandaianku, aku akan mencari Im Hian Hong Kiesu untuk mengadakan perhitungan jiwa!" jawab Gokhiol dengan penuh semangat.
Sambil me-manggut2kan kepalanya Wanyen Hong berkata pula : "Benarlah kata2-mu itu. Hanya, kau harus.
senantiasa ingat bahwa kau adalah keturunan dari bangsawan kerajaan Song. Kau masih berdarah dan berdaging bangsa Han yang mempunyai nama keturunan Tio. Bahwa dahulu karena aku telah melenyapkan diri, ayahmu telah memutuskan diri untuk menetap di Monggolla. Dan disanalah ia telah menikah dengan ibumu, Lok Giok. Kini kau sudah dewasa, maka sudah kewajibanmu untuk memulihkan martabat nama keluarga she Tio itu dan memakai namamu Tio Peng, namamu yang sebenarnya. Tak boleh kau menjadi anak-angkat Tuli, musuh dari negara dan bangsa kita." Sungguh tak disangka-sangka oleh pemuda kita bahwa Wanyen Hong akan mengungkap persoalan tersebut. Maka iapun segera menjawab : "Kongcu, maafkanlah aku sebelumnya, tapi aku kira Monggolia letaknya sangat jauh dengan negeri Song dan diantaranya masih terpisahkan oleh negeri Kim, negeri Kongcu. Bahwa selama beberapa puluh tahun ini kerajaan Song kerapkali mengerahkan tentara dan mengangkat senjata untuk berperang dengan negara Kim.
Maka jika berbicara tentang musuh negeriku, Iebih tepat jika dikatakan musuh itu adalah negeri Kim. Dan bagi diriku yang diperlakukan oleh Jendral Tuli sebagai anaknya sendiri, sudah selayaknya berlaku sebagai ksatrya Monggolia" Wanyen Hong menjadi gusar bukan kepalang.
"Diam!" serunya menggeletar. "Kau tidak mengetahui, apa2! Sejak Monggolia berdiri, negeri Kim telah bersepakat dengan kerajaan Song untuk hidup berdampingan secara damai. Sebab itulah ayahmu telah datang kekerajaan Kim untuk melakukan tugas muhibah. Kelak, dikemudian hari Monggolialah yang akan menghancurkan kerajaan Song! Kau jangan mengira bahwa Tuli berbudi luhur terhadapmu, sesungguhnya ia hendak memperalat dirimu untuk mengabdi kepada Monggolia untuk menghancurkan negeri Song dan negeri Kim!" Melihat Wanyen Hong demikian, gusarnya, Gokhiol, tidaklah heran apa bila ia senantiasa membunuh Busu2 dari Monggolia! lapun lekas2 menyahut dengan tegas.
"Kongcu, aku bukan orang yang tidak mengenal budi.
Hari ini aku telah menerima budi kebaikanmu yang sudah rela menolong jiwaku, maka biarlah kelak seteiah berhasil membalas dendam aku akan, kembali datang bersujud, dihadapan Kongcu!" Setelah berkata demikian pemuda kita memberi hormat dan membalikkan tubuhnya.
Sementara itu Hay Yan melihat gurunya bersitegang dan gusar, tergesa-gesa mendampingi Gokhiol keluar dari istana. "Suhu bermaksud baik, mengapa kau tidak menuruti perkataannya?" Gokhiolpun menggelengkan kepalanya.
"Suhumu tak mau membantu aku dalam menuntut balas, sebaliknya malah ia minta aku mangingkari ayah angkatku Jendral Tuli. Manakah dapat aku menyetujui pendapatnya?" Hay Yan menghantarkan sipemuda keluar dari rimba Ang-Liu-Wi, lalu berpisah dengan airmata bercucuran, hancur hatinya. Ketika ia kembali kedalam, tampak gurunya sedang mencekal pedang musika Mo-Hwee-Kiam dengan wajah beragi-api. Terdengarlah teriakannya penuh kemurkaan.
"Yan-jie, tangkap dia! Bawalah dia kembali kesini!" Mendengar titah gurunya itu, Hay Yan menjadi terkejut.
"Suhu!, apakah yang kau maksudkan dengan kata2-mu itu ?" Wanyen Hong membuka mulutnya.
"Dia mengetahui rahasiaku. Sekarang dia kembali kegunung Mo-thian Nia. Jika kelak ia mewariskan kepandaian gurunya yaitu Wan Hwi Sian yang menjadi tokoh kaum To Kauw, niscaya ia akan menyumbangkan tenaganya untuk kepentingan bangsa Monggolia! Dia akan menjadi musuh yang berbahaya! Lebih baik apabila kita siang2 menangkapnya dan mengasingkannya! Janganlah kita sampai meninggalkan bibit bencana dikemudian hari!" "Tapi.... suhu; bukankah ia puteranya Tio Hoan"!" Hay Yan menegurnya dengan cemas.
"Diam! Kau tidak tahu apa2. Jika Tio Hoan sendiri dapat mengetahuinya, ia pasti takkan mengijinkan puteranya memandang musuh. sebagai ayah angkatnya.
Kini baiklah kau menangkapnya untuk dikurung kembali: Lekas kau pergi dan jangan gagaI!. Kalau sampai kau secara diam2 membantunya, aku... bunuh kau."
---oo0dw0oo---
Begitulah tatkala Gokhiol tengah melanjutkan perjalanannia atau se-konyong2 dari belakangnya terdengar suara halus berseru : "Tio Kongcu! Berhentilah dulu!" Pemuda kita berpaling kebelakang maka tampaklah o!ehnya Hay Yan berlari datang menyusul. la menjadi.
heran dan berdiri menanti. Dilihatnya airmuka sicantik dingin, sedangkan ditangannya mencekal pedang Mo-hweekiam.
"Siocia, apakah kau ingin ikut ke Mo-thian Nia?" Pemuda kita bertanya dengan tersenyum.
"Guruku menyuruh kau kembali, katanya ia masih ada sesuatu yang ingin diucapkan kepadamu secara pibadi." "Ha-ha-ha! Kau tak usah mendustai aku," sahul Gokhiol.
"Sedangkan tadi saja aku telah mempunyai firasat yang kurang baik. Gurumu menginginkan agar aku memisahkan diri dari bangsa Monggol dan kembali mengabdi kepada kerajaan Song. Tentu ini menyuruh kau untuk menangkap aku, bukan?" Hay Yan diam tak bergerak, akhirnya dengan suara gemetar ia berkata : "Baiklah, setelah kau mengetahuinya juga, akupun akupun tak perlu berdusta pula. Memang pada tahun yang lalu suhu telah menyuruh aku mengurungmu dibawah tanah justru karena ia mengetahui hahwa kau adalah anak angkat dan Jenderal Tuli. Dan kelak dikemudian hari kau pasti akan menjadi musuh negeri Kim dan Song. Selain dari pada itu, suhupun merasa kuatir bahwa kau telah diperkuda oleh Im Hian Hong Kie-su untuk mencari tahu tentang rahasianya. Sebab itulah sekalipun aku hendak, menolongmu, aku masih lebih dipangaruhi oleh perasaan takut dimarahi oleh guruku..." "Dan sekarangpun kau takut kalau2 gurumu menjadi gusar hingga terpaksa kau menangkap aku juga" Gokhiol memotong perkataan sigadis. "Bukankah begitu, Siocia?" Tampak sepasang mata sigadis bersinar.
"Kau belum habis mendengar penjelasanku! Jika aku bermaksud menangkapmu, untuk apa aku harus membuka mulut panjang-lebar" Suhu menyuruh kau untuk tidak kembali ke Holim dan beliaupun berjanji akan membunuh Im Hian Hong Kie-su!" "Huh, janganlah membuat aku tertawa. Apakah kau belum tahu bahwa aku ini seorang jantan" Im Hian Hong Kie-su adalah musuh ayahku, aku harus membunuhnya dengan tanganku sendiri. Aku tak perlu bantuan suhumu!" "Tio Kongcu, jika bukan diobati oleb guruku, siapa lagi yang dapat menyelamatkan hidupmu" Paling2 kau masih dapat bertahan selama tiga hari saja! Hal ini sudah membuktikan bahwa kau masih bukan tandingan musuhmu. Maka kalau bukan dengan pertolongan guruku, siapa lagi yang dapat membantumu" Dapatkah kau dengan mendongkol menuntut balas seorang diri?" Pemuda kita tak mau mengalah dan iapun menyahut : "Kau jangan meng-agung2kan kepandaian gurumu dihadapanku. Diluar langit masih ada langit yang lebih tinggi. Demikian pula halnya dengan kaum rimba persilatan. Dibalik jago, masih ada lagi yang lebih jago daripadanya. Kau belum tahu bahwa guruku Wan Hwi Sian adalah seorang tokoh kelas satu didunia persilatan.
Aku menuntut ilmu kepada beliau, dan akupun pasti akan membunuh lm Hian Hong Kie-su! Lihatlah nanti!" Tengah mereka sedang ber-cakap2, tiba2 desiran angin menyambar dari atas bukit. Menyusul mana berkelebatlah satu, bayangan. Tahu2 orang itu sudah berada dihadapan mereka! Bukan kepalang rasa kaget hati pemuda kita. Orang itu kiranya bukan lain dari Wan Hwi Sian! Buru2 Gokhiol menjatuhkan diri dihadapan gurunya.
"Kedatangan suhu sungguh tepat pada waktunya. Siocia ini....
Tapi Hay Yan cepat2 menjura.
"Boanpwe Hay Yan anak perempuan Hay An Peng dari Hay-Kee-Chun." Dewa Kera Terbang menatap dengan suram kepada gadis itu, lalu berkata. "Yan-jie, lebih baik sekarang kau lekas2 kembali ke Hay-Kee-Chun! Hay An Peng telah binasa dibunuh orang " Hay Yan menjadi pucat, ia sangsi apakah berita itu benar atau tidak.
"Yan-jie, pulanglah dan beritahukan kepada gurumu.
jika ingin mencari Im Hian Hong Kie-su untuk menuntut balas, pinto dapat membantunya. Tapi kuminta supaya hal ini jangan sampai bocor. Nanti kelak kita dapat bertemu pula." Begitulah selesai berkata maka Wan Hwi Siang mengajak Gokhiol pergi meninggalkan tempat itu.