"Baiklah! Jika memang kau masih ingia meneruskan semuanya ini, biarlah kita melanjutkannya" Setelah berkata begitu, Eng Song telah barsiap-siap untuk menerima serangan.
Dia telah mengambil keputusan, memang biar bagaimana dia harus juga menghadapi gadis ini.
Maka dari itu, mau tidak mau memang Eng Song juga harus mempergunakan seluruh ilmu yang dimiliktnya.
Biar bagaimana Cu Sing Hong adalah seorang gadis.
Dia begitu murka ketika mendengar perkataan Eng Song seperti mengandung tantangan.
Dengan tidak mengucapkan sepatah perkataanpun juga, dia telah mengempos semangatnya.
Maka dengan cepat sekali dia telah melancarkan serangan pula.
Sekaligus dia telah melancarkan serangannya itu dengan mempergunakan empat jurus.
Mau tidak mau Eng Song memang harus menghadapinya baik-baik, karena biar bagaimana serangan serupa ini merupakan serangan yang sangat berbahaya.
Sekali saja dia tekena serangan, berarti yang akan menerima bahayanya dan dirinya akan terbinasa ditangan tersebut.
178 Kolektor E-Book Maka, dengan cepat dia juga telah mengeluarkan suara bentakan dan telah mempergunakan ilmu simpanannya.
Dan dua buah kekuatan yang bukan main kuatnya, telah saling bentur lagi.
Kali ini Eng Song tidak setengah hati, dia telah bersungguh-sungguh.
Maka dari itu tidak mengherankan jika tenaga saling bentrok ditengah udara juga terlalu hebat.
Mau tidak mau memang terlihat sekali bahwa kekuatan mereka hampir berimbang dan juga kepandaian mereka sama tingginya.
Hanya bedanya kalau Eng Song memiliki kemantapan dan Cu Sing Hong memiliki kelincahan.
Maka mereka telah saling tempur, tubuh mereku telah berkelebat-kelebat dengan cepat sekali.
Dan tubuh mereka seperti dua sosok bayangan yang telah saling berkelebat kesana-kemari.
Tetapi Cu Sing Hong sendiri yang merasakan tekanan tenaga dalam yang dilancarkan oleh serangan yang bukan main hebatnya dari Eng Song, telah mengeluh juga didalam hatinya.
Dia merasakan betapa kepandaian dari pemuda yang menjadi lawannya ini sangat tangguh sekali.
Maka dari itu dengan cepat sckali dia telah menyalurkan seluruh persediaan tenaganya untuk dapat menghadapi tekanan dari tenaga serangan yang dilancarkan oleh Eng Song.
Gerakan dari si gadis she Cu ini bukan main gesitnya.
Dengan mengandalkan kegesitan yang dimilikinya, dia telah berusaha beberapa kali untuk melontarkan peluru saktinya, yaitu Sin Tan.
Namun usahanya untuk menerima bantuan dari hasil peluru esnya itu, tidak membawa hasil sama sekali.
Karena Eng Song ternyata memiliki lwekang yang sangat tinggi bukan main.
Dengan sendirinya hawa dingin yang terpencar dari butir-butir es kecil itu tidak ada artinya sama sekali.
Seluruh hawa dingin itu telah buyar......
Semakin lama Cu Sing Hong merasa semakin penasaran dan dikala mereka telah bertempur hampir lebih dari seratus jurus dan dia masih juga belum berhasil untuk merubuhkan Eng Song, hampir saja si gadis menangis.
Dengan cepat dia telah mengeluarkan seluruh kepandaiannya.
Tetapi Eng Song selalu dapat menghadapinya dengan baik.
Didalam waktu yang sangat singkat, sudah dilewatkan pula beberapa jurus dengan kekuatan yang bukan main tingginya.
Dan juga kekuatan yang dimiliki oleh Eng Song sangatlah mengejutkan hati si gadis.
Karena beberapa kali tubuh dari Cu Sing Hong bergoyang-goyang seperti juga akan rubuh terkulai ditanah.
Untung saja, selalu pula Cu Sing Hong masih sempat untuk memunahkan tekanan tenaga dari Eng Song, sehingga dia tidak perlu untuk rubuh begitu saja.
Dan Eng Song sendiri juga mengalami terpental sampai beberapa kali.
179 Kolektor E-Book Namun disebabkan dia memang memiliki kepandaian yang tinggi, Eng Song tidak sampai terbanting diatas tanah.
Dan jelasnya, memang tampak tegas sekali, bahwa kepandaian yang dimiliki kedua orang yang tengah saling tempur dengan hebat ini berimbang dan sama liehaynya.
Maka dari itu, walaupun pertempuran diantara mereka berdua telah berjalan begitu lama, tetap saja belum terlihat tanda-tanda akan ada yang kalah dan rubuh salah seorang diantara mereka........! Lama kelamaan Eng Song jadi habis sabar.
Dengan nekad pemuda ini telah tidak mengelakkan serangan Cu Sing Hong.
Dia telah mengeluarkan suara bentakan yang bukan main kerasnya sambil menggerakkan kedua tangannya sekaligus.
Juga dari kedua telapak tangannya itu telah mengalir keluar kekuatan yang bukan main dahsyatnya.
Cu Sing Hong yang menyaksikan kenekadan Eng Song jadi terperanjat bukan main.
Dan saking kagetnya dia sampai mengeluarkan suara seruan keras.
"Ihhhhhh.....!" dan gadis ini telah melompat mundur kebelakang.
Wajahnya jadi berobah agak pucat, karena Eng Song ternyata tidak mau melepaskannya dan telah menerjang lagi melancarkan serangan.
Dengan kemarahan yang sangat gadis itu telah menghajar kearah batok kepala Eng Song.
Namun pemuda ini tetap saja tidak mau mengelakan diri, hanya kedua tangannya diteruskan untuk menghajar dada dari si gadis cantik Cu Sing Hong.
Mau tidak mau Cu Sing Hong harus membatalkan serangannya, menarik pulang serangannya itu, dan dengau cepat dia telah menjejakkan kakinya, tubuhnya telah melompat mundur kebelakang.
Di dalam waktu yang singkat mereka telah terpisah didalam jarak yang cukup jauh.
Namun Eng Song yang saat itu telah murka dan penasaran bukan main, mana mau menyudahi begitu saja?! Dengan cepat dia telah mengeluarkan suara seruan dan telah menerjang lagi.
Cara dia menyerang seperti juga seperti kerbau yang menyeruduk, tidak memperdulikan keadaan dirinya atau keselamatan jiwanya.
Tentu saja gadis Cu Sing Hong jadi kewalahan bukan main.
Dia telah berulang kali melompat mundur uatuk menyelamatkan jiwanya.
Satu kalipun si gadis jadi tidak memiliki kesempatan untuk membalas melancarkan serangan kepada lawannya itu.
Di saat itu Eng Song berulang kali telah mengeluarkan suara bentakan yang keras bukan main, dia telah melancarkan serangan itu dengan disertai oleh kekuatan tenaga yang bukan main.
Eng Song sengaja melakukan tindakan seperti ini, karena biar bagaimana memang dia ingin memperlihatkan kepada si gadis bahwa jika mereka bertempur terus menerus begitu, tentu tidak akan ada gunanya.
Tetapi rupanya Cu Sing Hong malah salah terima dan telah merasa penasaran bukan main.
180 Kolektor E-Book Dia telah mengelakkan diri beberapa kali, dan setelah merasa posisi dirinya agak baik, dia menantikan terjangan dari Eng Song lagi.
Di kala pemuda yang bernama Eng Song ini menerjang lagi, maka Cu Sing Hong telah mengeluarkan suara siulan yang tinggi sekali.
Dan sepasang tangannya telah dilingkari menjadi satu, kemudian tubuhnya mendoyong kekiri dan kekanan seperti orang yang tengah menari-nari.
Dengan sendirinya gerakan silat yang diperlihatkan oleh gadis itu lucu sekali.
Tetapi Eng Song yang jadi terperanjat bukan main.
Karena seluruh kekuatan tenaga dalam serangan dari Eng Song seperti lenyap tidak berhasil untuk mengenai sasaran yang tepat.
Dan disaat si pemuda she Ma ini tengah bingung dan kaget, disaat itulah si gadis Cu Sing Hong telah melancarkan serangan dengan tendangan kaki kanannya.
Tendangan yang dilakukan oleh Cu Sing Hong ini bukanlah serangan yang sembarangan.
Karena tendangan ini selain disertai oleh kekuatan tenaga lwekang yang bukan main, juga memiliki kecepatan yang bukan main.
Di samping itu, didalam saat-saat seperti ini, didalam keadaan demikian, Eng Song menyadari bahwa tendangan dari Cu Sing Hong sedikitnya akan dapat menghancurkan batu gunung yang bagaimana kerasnya sekalipun juga.
Di saat itu, diantara berkesiuran angin serangan dan tendangan diantara kedua orang yang tengah saling bertempur ini, maka tampaklah keringat-keringat telah mengaliri tubuh mereka masing-masing.
Tampaknya mereka sangat letih sekali.
Sementara itu, Cu Sing Hong tampak telah memutar otak untuk mencari jalan bagaimana caranya agar dapat secepat mungkin merubuhkan Eng Song.
Dan begitu pula halnya dengan Eng Song, pemuda ini juga telah berpikir keras untuk berusaha dapat merubuhkan Cu Sing Hong.
Begitulah, kedua orang ini telah tenggelam didalam suatu pertempuran yang tidak berakhiran.
Di saat kedua orang ini tengah saling tempur dengan saling serang menyerang, tiba-tiba telah terdengar orang berkata dengan suara yang nyaring.
"Ohhh, mengapa mereka jadi bertempur!?" lalu tampak dua sosok tubuh.
Gerakan kedua tubuh itu sangat cepat sekali, sehingga langkah kaki mereka tidak menimbulkan suara sedikitpun juga.
Dan di dalam waktu yang sangat singkat sekali, kedua sosok tubuh itu telah sampai didekat kedua orang yang tengah saling serang itu.
Di saat itulah, di saat Eng Song dan Cu Sing Hong tengah saling terjang, kedua sosok bayangan itu telah menyelak di antara Cu Sing Hong dan Eng Song.
"Jangan bertempur...!" dan serangkum kekuatan yang bukan main kuatnya telah menyebabkan Eng Song dan Cu Sing Hong terhuyung mundur.
Eng Song mendongkol sekali, begitu juga Cu Sing Hong, jadi gusar bukan main.
Dengan cepat mereka telah menoleh kepada kedua orang yang telah memisahkan mereka.
181 Kolektor E-Book Tetapi di saat mereka melihat kedua orang yang memisahkan mereka, di saat itulah sepasang mata Eng Song dan Cu Sing Hong telah terpentang lebar-lebar.
"Suhu?" berseru Eng Song.
"Suhu.....?" begitu juga Cu Sing Hong telah mengeluarkan seruan.
Ternyata kedua orang yang baru tiba itu adalah dua orang yang berpakaian satu putih dan yang seorang lagi berpakaian hitam.