Kenyataan seperti ini tentu saja telah membuat Eng Song jadi mendongkol sekali.
Dengan mengeluarkan seruan keras, dia telah menekuk sedikit kedua lututnya.
Tahu-tahu kedua tangannya telah digerak-gerakkannya dengan kuat sekali.
Dari kedua telapak tangannya itu telah rneluncur keluar angin serangan yang kuat bukan main.
Dan bagaikan angin puyuh, tampak tubuh keenam kawan si gemuk telah terlontarkan, terpelanting diatas tanah, kejengkang dalam keadaan pingsan! Semangat si gemuk pendek tentu saja jadi terbang bagaikan meninggalkan raganya.
Karena biar bagaimana memang dia telah melihatnya bahwa kepandaian Eng Song luar biasa sekali.
Seperti tadi sekali menggerakkan sepasang tangannya, dia telah berhasil untuk merubuhkan keenam orang kawan-kawannya.
Tentu saja hal itu merupakan suatu kejadian yang sangat langka, apa lagi mengingat keenam orang kawannya itu masing-masing memang memiliki kepandaian yang cukup tinggi.
Si gemuk bertubuh pendek, tanpa berpikir dua kali telah membalikkan tubuhnya.
Maksudnya akan mengangkat kaki seribu untuk kabur meninggalkan tempat itu menyelamatkan jiwanya.
Namun apa celaka, Eng Song yang memang tengah berada dalam keadaan gusar sekali, telah mengeluarkan suara bentakan nyaring.
Dan sepajang tangannya itu kembali telah bergerak melancarkan serangan kepada si gemuk pendek.
Telak sekali serangkum angin serangan yang meluncur keluar dari kedua telapak tangannya itu menghantam punggung si gemuk pendek, maka tanpa ampun tubuhnya yang gemuk pendek itu telah terjungkel ngusruk, dan telah mencium tanah, lalu pingsan tidak sadarkan diri! Eng Song telah berdiri tegak seperti semula, dia telah menghela napas.
"Hemmm...
ternyata kepandaian mereka hanya kepandaian bangpak belaka!!" kata Eng Song mengumam seorang diri saking mendongkolnya.
"Ya...
memang anak buahku itu tidak punya gunanya!" kata suara yang telah mengejutkan Eng Song, karena terdengar begitu tiba-tiba sekali.
"Mereka memang tidak memiliki kepandaian 159 Kolektor E-Book apa-apa....
tetapi apakah aku boleh mengetahuinya mengapa kau telah begitu bernafsu untuk mencari diriku?" Eng Song membalikkan tububnya, dia melihatnya seorang lelaki bertubuh tinggi kurus, dengan wajah yang pucat dan sepasang mata yang cekung dan rambut yang jarang.
Hanya dari matanya yang cekung itu memancarkan sorot yang sangat tajam sekali.
Dengan sendirinya memperlihat kewibawaan dari orang itu, mau tidak mau memang terlihat agung dan angker sekali, penuh kewibawaan, karena dari sorot matanya yang tajam itu memperlihatkan bahwa dia memang memiliki kepandaian yang sangat tinggi dan tenaga dalam yang sangat sempurna sakali.
"Siapa kau?" tanya Eng Song dengan suara yang dingin.
"Aku orang yang sedang kau cari!" menyahuti orang yang kurus itu.
"Ihhh, engkaukah Ciang Ku Su?" tegur Eng Song tambah terkejut.
Karena tadi saja dia memang telah terkejut, sebab dia telah melihatnya betapa memang kenyataannya Eng Song tidak dapat mengetahui kapan orang itu berada ditempat tersebut, hal itu memperlihatkan bahwa ginkang (ilmu peringan tubuh) dari orang itu sangat tinggi sekali.
"Benar! Tepat sekali!" kata orang yang ternyata Ciang Ku Su.
"Akulah orang yang kau cari! Ada urusan apakah sehingga engkau begitu bernafsu untuk bertemu denganku?" "Aku ingin menanyakan juga kepadamu, mengapa setiap orang yang lewat dipegunungan Po-ling-san harus dibinasakan? Bukankah kalau aku memiliki kepandaian yang rendah, akupun telah terbinasa ditangan orang suruhanmu, Bwee Siang Kwan?" Mendengar perkataan Eng Song, wajah Ciang Ku Su tampak berobah, sepasang matanya tampak agak menyipit, namun akhirnya tampak biasa lagi, wajahnya pulih seperti semula dan telah tersenyum tawar.
"Itu merupakan peraturanku!" katanya kemudian dengan suara yang hambar.
"Peraturan yang gila!" "Hemmm, setiap peraturan harus ditaati dan dilaksanakan.
"Tetapi kukira Po-ling-san bukan milikmu!" kata Eng Song.
"Hemmm, walaupun begitu, namun kenyataannya memang sangatlah menarik sekali jika ada orang yang membandel melewati jalan itu dan menemui kematian! Coba kau bayangkan, bukankah itu merupakan suatu hal yang menarik sekali! Aku telah mengeluarkan sejumlah yang tidak sedikit, maka dari itu, peraturan yang diadakan memang harus dilaksanakan!" Dan setelah berkata begitu, Ciang Ku Su telah tertawa dingin berulang kali.
Seperti juga dia tengah meremehkan Eng Song.
Tentu saja Eng Song tambah gusar saja melihat sikap orang she Ciang yang ugal-ugalan ini.
"Hemmmmm.......
jika begitu, manusia sebangsa kau ini memang harus dibasmi!!" kata Eng Song dengan suara yang tidak kalah dinginnya.
"Dan juga memang harus dapat pula kau pertanggung jawabkan segala kejahatan yang telah kau lakukan!" Dan setelah berkata begitu, tahu-tahu tangan kanan Eng Song bergerak secepat kilat, disusul suara bentakannya : "Jaga serangan.....!" Gerakan yang dilakukan oleh Eng Song sesungguhnya merupakan serangan yang bukan main kuatnya, dan mengandung tenaga serangan yang dahsyat.
Tetapi Ciang Ku Su hanya tampak berdiri tenang-tenang saja ditempatnya.
160 Kolektor E-Book Waktu serangan yang dilancarkan oleh Eng Song hampir tiba, dengan cepat sekali dia telah menggerakkan tangan kanannya, menyentil keras.
"Trakkkkkk!!" Jari tangannya berhasil menyentil telapak tangan Eng Song.
Aneh! Dan memang cukup luar biasa.
Begitu telapak tangan Eng Song kena disentil oleh Ciang Ku Su, tubuh pemuda ini tergetar, dia merasakan seperti ada serangkum angin serangan yang terlalu kuat merangsek pada dirinya.
Tentu saja Eng Song jadi merasa kaget bukan main, dia segera menyadari bahwa Ciang Ku Su memang memiliki kepandaian yang sangat tangguh dan tidak bisa dibuat main.
Tetapi Ciang Ku Su juga tidak kurang perasaan kagetnya, karena dia merasakan tangannya itu sakit bukan main.
Tenaga serangan dari Eng Song juga telah menggetarkan kuda-kuda kakinya.
Kalau memang sejak tadi Ciang Ku Su tidak bersiap sedia dengan kepandaian dan tenaga yang dikerahkan, tentunya kuda-kuda kedua kakinya itu akan tergempur dan dia akan terhuyung.
Karena peristiwa tersebut, dengan sendirinya Ciang Ku Su jadi kaget dan menduga-duga entah siapa pemuda yang tangguh ini.
Dan juga Ciang Ku Su telah memperhatikan tadi cara menyerang dari Eng Song, namun ia tidak berhasil menemui siapa sesungguhnya guru dari pemuda dihadapannya ini, dan juga dari aliran mana.
Dengan mengeluarkan suara bentakan yang keras sekali, disaat itu Eng Song cepat bukan main telah melancarkan serangan lagi.
Gerakan yang dilakukannya itu mengandung tenaga serangan yang dahsyat.
Sepasang tangannya telah bergetak berbareng, dan tangan kanannya itu menyilang didepan dadanya, kaki kirinya dimajukan dua dim dan ditekuk sedikit, lalu tubuhnya doyong kesebelah kanan, setelah itu Eng Song mengeluarkan suara bentakan keras, dengan mengibaskan kedua tangannya itu sekaligus.
Gerakan yang dilakukan oleh Eng Song ini bukan main kuatnya.
Dan segera juga terlihat angin serangan yang menyambar kearah Ciang Ku Su telah membuat tubuh orang she Ciang itu bergoyang-goyang.
Hal ini menunjukkan bahwa tenaga serangan yang dilancarkan oleh Eng Song bukan main kuatnya.
Di samping itu, tampak juga betapa serangan yang terlalu hebat itu, juga di samping tenaga yang ampuh, dan juga di samping kekuatan yang dilancarkan oleh Eng Song, telah membuat terkejut orang she Ciang itu.
Setidak-tidaknya, dengan adanya kejadian seperti itu telah membuat Ciang Ku Su mengeluarkan seruan keras dan cepat-cepat mengerahkan tenaga dalamnya, disalurkan pada kedua tangannya lalu menangkis.
Dengan cara demikian, berarti dia telah mempengunakan keras dilawan dengan keras.
Dan biasanya jika keras dilawan dengan kekerasan, maka disaat itulah merupakan suatu penentuan untuk dua orang jago yang masing-masing memiliki tenaga lwekang yang sangat kuat.
161 Kolektor E-Book Dan bertempur dengan mempergunakan mengadu kekuatan tenaga dalam seperti malah lebih berbahaya jika dibandingkan dengan cara bertempur mempergunakan senjata tajam.
Karena jika ada salah seorang diantara kedua orang yang tengah mengadu kekuatan yang lebih lemah tenaga dalamnya, tentu akan membuat lawan tersebut rubuh terguling dan juga akan binasa dengan luka yang berat.
Atau seringan-ringannya akan menderita luka didalam yang parah dan menyebabkan tubuhnya menjadi bercacad.
Di antara semua itu tampak jelas sekali, bahwa segalanya yang ada telah menyebabkan kedua orang itu telah melakukam tindakan untuk saling gempur.
Begitu juga halnya dengan Eng Song dan Ciang Ku Su.
Kedua orang ini telah melancarkan tenaga dalam mereka masing-masing.
Terdengar suara benturan yang keras kembali.
Namun disaat itulah Ciang Ku Su mengeluarkan suara seruan keras, karena tubuhnya seketika itu pula telah kejengkang disampok oleh kekuatan tenaga dalam yang berada diluar dugaannya.
Ternyata Eng Song yang tengab bergusar, telah mempergunakan ilmu simpanannya.
Dia telah melancarkan serangan dengan pukulan yang luar biasa kuatnya.
Di antara mendesirnya angin serangan yang kuat itu, maka tubuh Ciang Ku Su telah terpelanting.
Dengan penuh kemurkaan, dengan cepat Ciang Ku Su telah mencelat bangun.
Dan telah melompat akan melancarkan serangan lagi kepada Eng Song dengan murka.
Namun Eng Song mana mau memberikan kesempatan kepada Ciang Ku Su? Begitu melihat Ciang Ku Su melompat bangkit, dia telah melancarkan serangan lagi.
Malah serangan yang dilancarkannya bukan main kuatnya.
Tenaga dalam yang bukan main kuatnya, sehingga membuat tubuh Ciang Ku Su bergetar keras sekali.
Namun Ciang Ku Su juga bukan orang sembarangan.
Tidak percuma dia telah memiliki anak buah yang masing-masing memiliki kepandaian yang tinggi.
Maka dari itu, disaat tubuhnya tengah bergoyang-goyang seperti akan rubuh itu, dia telah mengeluarkan suara bentakan yang mengguntur, lalu tangan kanannya dihantamkan keras sekali, dan tangan kirinya dengan jari tangan terpentang akan menghantam batok kepala Eng Song.
Gerakan yang dilakukan oleh Ciang Ku Su ini sangat nekad sekali.