Tentu saja hal ini tidak dipandang sebelah mata oleh Eng Song.
Dia telah menyentilnya.
Namun lawannya juga bukan merupakan orang yang berkepandaian lemah.
Karena dengan cepat dia telah menarik pulang pedangnya, sehingga tidak sampai disentil oleh jari tangan Eng Song.
Maka dari itu, di saat Eng Song tengah dalam posisi mengulurkan tangannya untuk menyentil tempat kosong itu, pedang ditangan sosok tubuh itu telah bergerak lebih cepat lagi, menikam kearah perut Eng Song.
Gerakan yang dilakukannya itu bukan main cepatnya, dan juga memang memiliki daya serang yang tinggi dan liehay sekali.CHIN YUNG PENDEKAR BUNGA 155 Kolektor E-Book Dengan sendirinya, mau tidak mau memang Eng Song harus melompat menepi menghindarkan diri dari tikaman tersebut.
Maka, di saat itulah, diantara mendesisnya angin serangan pedang itu, maka terlihat jelas sinar yang berkilauan dan diantara semua itu, dengan diantar suara ?tringgg? yang nyaring, ternyata Eng Soag telah berhasil menyentil pedang lawannya.
Celakanya lagi, justeru pedang itu telah menjadi patah dua oleh sentilan Eng Song, sehingga orang yang muncul melancarkan serangan mombokong ini jadi mengeluarkan seruan kaget dan cepat melompat mundur, lalu membalikkan tubuhnya ingin kabur...! Eng Song mana mau membiarkannya begitu saja dia angkat kaki.
Cepat Eng Song mengeluarkan suara bentakan, dengan dua kali jejakkan kakinya, tubuhnya telah terapung mengejar orang itu.
Dan didalam waktu yang sekejap mata saja, Eng Song telah berhasil manyandak orang tersebut.
Dengaa mengeluarkan seruan yang nyaring, Eng Song telah mengulurkan tangannya.
Dia telah menotok punggung orang itu, keras sekali totokan yang dilakukannya itu.
Sehingga dengan sendirinya, totokan tersebut mengandung kekuatan yang bukan main kuatnya.
Dan orang itu tampak telah terjungkal rubuh terguling diatas tanah.
Namun tampaknya orang ini kedot sekali, sebab dia masih juga bisa meloloskan diri dari totokan yang dilancarkan oleh Eng Song dengan jalan menyalurkan tenaga dalamnya dan membuka jalan darahnya yang tertutup itu.
Dengan kesempatan yang bukan main dia telah bangkit untuk menghantamkan telapak tangannya kearah Eng Song, yang kala itu telah menghampiri dekat sekali.
Tentu saja Eng Song kaget bukan main, karena biar bagaimana dia tadinya menduga orang itu telah berhasil ditotoknya.
Maka dia tidak bersiap-sedia sama sekali.
Namun siapa sangka, justeru orang ini telah melancarkan serangan seperti itu, maka dengan cepat sekali, telah menyebabkan dia mau tidak mau harus menangkisnya jika tidat mau kena dihantam oleh serangan telapak tangan dari orang tersebut.
Kenyataan seperti ini telah membuat Eng Song mengerahkan tenaga dalamnya cukup banyak.
Dia telah melancarkan serangan dengan kedua tangan dirangkapkan dan saling susul.
Sekarang berbalik lawannya Eng Song yang terkejut, karena tadinya dia bermaksud membokong dengan serangan telapak tangannya itu dikala Eng Song tengah lengah.
Dia yakin pasti akan berhasil dapat merubuhkan Eng Song.
Namun siapa sangka, disamping serangannya dapat ditangkis oleh Eng Song, malah Eng Song telah membalas dengan serangan yang sangat kuat sekali.
Mau tidak mau, didalam hal ini orang itu telah terperanjat sekali.
Dia sampai mengeluarkan suara seruan yang mengandung rasa terkejutnya.
Cepat-cepat dia melompat mundur.
Namun terlambat, dia telah kena dihantam telak sekali dadanya oleh pukulan telapak tangan Eng Song, sampai menimbulkan suara yang nyaring sekali.
Tubuh orang itu juga telah terpental keras sekali dan telah bergulingan diatas tanah, dia telah memuntahkan darah segar.
Muka orang itu pucat pias dan tubuhnya gemetaran keras.
Tampaknya orang ini memang tengah menderita luka yang cukup parah akihat serangan yang dilancarkan oleh Eng Song.
156 Kolektor E-Book Ma Eng Song tidak mau membuang-buang waktu lagi, dengan cepat dia telah menjulurkan tangannya mencengkeram orang itu.
Ternyata orang tersebut adalah seorang laki-laki yang berwajah cukup menyeramkan, matanya mengawasi mendelik kearah Eng Sorg dengan sorot yang bukan main tajamnya.
Tampaknya dia gusar dan penasaran sekali.
Wajahnya jadi lebih mengerikan karena dibibirnya berlepotan darah merah.
Eng Song telah mencengkeram jalan darah Pay-siang-hiatnya, lalu tegurnya dengan suara yang dingin : "Mana Ciang Ku Su...?" Tiba-tiba Eng Song bertanya begitu, tentu saja mengejutkan orang ini.
Wajahnya juga berobah, tidak terlepas dari tatapan mata Eng Song.
"Hemmm, kau tidak perlu pura-pura denganku! Ciang Ku Su si manusia jahat itu selalu meminta korban yang tidak sedikit, hanyalah untuk melindungi daerah tambang emasnya? Cepat kau katakan, sekarang, ini orang she Ciang itu bersembunyi dimana?" "Aku....
aku....
tidak tahu!" menyahuti orang itu dengan suara yang tergagap.
Eng Song tertawa dingin.
"Jangan sampai memaksa aku turunkan tangan bengis untuk memaksa kau membuka mulut!" ancamnya.
"Sungguh....
aku tidak kenal dengan orang yang bernama Ciang......
Ciang Ku Su itu!" menyahuti orang tersebut dengan suara tergagap.
Eng Song sangat gusar tahu-tahu tangan kanannya telah menempiling keras wajah orang itu.
"Plakkkk! Ploookkk !" keras bukan main, orang itu menderita kesakitan yang bukan main.
Dia juga telah mengeluarkan suara kesakitan bukan main, apa lagi memang cekalan tangan Eng Song pada jalan darahnya itu diperkeras, sehingga menimbulkan rasa sakit yang luar biasa pada tubuhnya.
"Ini......
ini...." suaranya bukan main tergagapnya.
"Hemmm....
katakan, dimana Ciang Ku Su!!" kata Eng Song dengan suara yang dingin.
"Aku....
oooh, jangan menyiksaku...
aku akan mengatakan!!" sesambatan orang itu, yang rupanya tidak bisa mempertahankan diri pula dari cekalan tangan Eng Song yang keras bukan main.
"Cepat katakan dimana orang she Ciang itu berada!" bentak Eng Song.
Muka orang itu pucat sekali, tampaknya dia kesakitan bukan main.
Butir-butir keringat juga memenuhi wajahnya.
Terlihat jelas bahwa dia bimbang bukan main, namun akhirnya dia telah berkata : "Ciang....
Ciang Ku Su berada....
berada....
aaakkkkhhh!" Belum lagi dia dapat menyelesaikan perkataannya itu, orang tersebut telah mengeluarkan suara jerit mengerikan sekali.
Terlihat jelas sekali, sebatang pisau pendek telah menancap tepat diulu hatinya.
Seketika itu juga orang ini menemui kematiannya.
Eng Song melepaskan mayat orang tersebut, dan memutar tubuhnya.
157 Kolektor E-Book Belum lagi Eng Song sempat menegur, seorang lelaki gemuk pendek, telah menegur dengan suara yang menyeramkan : "Ada urusan apa kau mencari majikan kami?" suara tegurannya itu tawar dan tidak mengandung perasaan, sehingga terdengar begitu menakutkan sekali.
Sedangkan dibelakang orang itu telah mengikuti enam orang lainya, yang kesemuanya berpakaian busu, yang menunjukkan bahwa mereka memiliki Boge, apa lagi sinar mata mereka memang memancarkan sinar yang sangat tajam sekali.
"Hemmmm.....
memang didalam hal ini kalian merupakan serigala-serigala bermuka manusia!" kata Eng Song dengan mendongkol.
"Sampai kawan seadiri juga tega kalian bunuh begitu saja!" Si pendek gemuk itu telah tertawa dingin, katanya tawar : "Bocah.....
engkau terlalu banyak berkata dan mementang mulut! Juga engkau telah terlalu usil ingin mencampuri urusan kami...!" dan membarengi dengan habisnya perkataan orang tersebut, maka terlihat jelas sekali dia telah menggerakkan tangan kanannya.
Gerakan yang dilakukan itu bukan main kuatnya, dan juga mengandung kekuatan yang dahsyat sekali.
Dengan sendirinya, Eng Song terperanjat, karena orang bertubuh pendek gemuk itu memiliki kekuatan tenaga dalam yang kuat sekali.
Di kala Eng Song melompat kesamping mengelakan serangan itu, maka tenaga serangan si gemuk tidak berhasil mengenai sasaran itu, telah menghantam sebungkah batu besar.
Dan hebatnya, batu itu telah muncrat sehingga menjadi puing-puing kecil.
Hal itu telah memperhatikan betapa tangguhnya kekuatan tenaga lwekang orang bertubuh gemuk itu.
Dan jika tubuh seorang manusia terhajar telak oleh serangan tersebut, bisa dibayangkan, akan hancur lumat! Sedangkan batu yang keras saja telah hancur berantakan.
Disaat itulah, orang bertubuh pendek gemuk itu jadi sangat murka.
Dengan penasaran dia telah mengeluarkan suara bentakan lagi.
Dan dia telah melancarkan serangan yang lebih kuat lagi.
Kali ini orang yang bertubuh pendek gemuk itu sekaligus melancarkan serangan dengan dua jurus, kekiri dan kekanan seperti juga akan mengurung agar Eng Song tidak memiliki kesempatan buat dapat menghindarkan diri.
Saat itu Eng Song yang melihat tangan si gemuk pendek yang telengas seperti itu, tentu saja jadi murka.
Kali ini Eng Song tidak melompat mundur atau berusaha mengelakkan diri.
Dia telah mengempos semangatnya dan telah melancarkan tangkisan dengan mengerahkan sebagian besar dari tenaganya pada kedua telapak tangannya.
"Plakkkkkk!!" Terdengarlah suara bentrokan antara dua kekuatan tenaga dalam yang bukan main, disusul oleh suara seruan tertahan dari orang bertubuh pendek gemuk itu, karena dia telah terhuyung huyung akan rubuh.
Eng Song tidak mau membuang-buang waktu.
Dengan mengeluarkan suara seruan nyaring, dia telah melompat menerjang maju kearah si gemuk pendek itu sambil melancarkan serangan lagi.
158 Kolektor E-Book Tentu saja kegesitan yang diperlihatkan oleh Eng Song telah membuat si gemuk pendek jadi terperanjat bukan main, dia tengah terhuyung begitu akan rubuh, mana dia memiliki posisi yang baik dalam keadaan demikian? Jika dia memaksakan diri untuk merangkis, tentunya akan membuat dia rubuh terjungkel dan menderita luka didalam yang tidak ringan.
Sedang si gemuk terkejut begitu, tiba-tiba berkelebat beberapa sosok bayangan.
Rupanya keenam kawan dari si gemuk pendek itu telah melancarkan serangan untuk menangkis serangan yang dilancarkan Eng Song.
Dan tangkisan mereka itu benar-benar sangat kuat, disamping dua orang diantara mereka telah melancarkan serangan kearah jalan darah mematikan dipunggung Eng Song.
Tentu saja mau tidak mau memang Eng Song harus menarik pulang serangannya jika dia tidak mau terserang olch terjangan keenam kawannya si gemuk pendek.
Dan dia telah melompat mundur kebelakang, untuk membebaskan diri dari kepungan keenam orang itu.
Dengan cara begitu, si gemuk pendek juga telah tertolong oleh kawan-kawannya.
Dia telah berhasil diselamatkan dari serangan yang dilancarkan oleh Eng Song.