Halo!

Pendekar Bunga Chapter 38

Memuat...

Walaupun hantu putih itu telah berbalik melancarkan serangan kepadanya, namun kenyataannya hantu hitam itu dapat juga mengelakkannya.

Malah hantu hitam ini telah melancarkan serangan yang jauh lebih hebat dan lebih tangguh lagi.

Mau tidak mau memang hantu berjubah putih itu harus mengakui keunggulan tenaga dalam yang dimiliki hantu berjubah hitam.

136 Kolektor E-Book Berulang kali dia merasakan hebatnya rangsekan tenaga serangan yang dilancarkan oleh si hantu hitam, dan tenaga rangsekan itu dapat merubuhkan segala benda apapun yang menghalanginya.

Kenyataan seperti ini telah memaksa si hantu berpakaian putih itu harus berhati-hati pula menghadapinya jika tidak ingin bercelaka ditangan hantu hitam itu.

Sedangkan Eng Song yang saat itu telah merasakan pulihnya sebagian tenaganya, telah berusaha untuk berdiri.

Dan disaat dia melihat ada kesempatan, dengan cepat Eng Song berlari untuk menuju kepintu kuil.

Untuk kabur.

Namun di saat itu Eng Song mendengar seruan kaget dari hantu putih.

Dan Eng Song merasakan seperti ada angin yang kuat sekali menempel dipunggungnya.

Tahu-tahu tubuhnya telah tersedot dan kemudian tertarik untuk terbanting kejengkang.

Dia bergulingan di lantai dan kemudian telah kembali mendekam di dekat meja sembahyang itu.

Cepat sekali, diantara semua itu diantara apa yang terjadi, hati Eng Song seperti mau copot.

Dia jadi mengeluh putus asa, sebab dengan adanya peristiwa seperti ini, berarti dia sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk kabur.

Biar bagaimana memang hantu-hantu itu memiliki kewaspadaan yang jauh tinggi dari manusia biasa.

Dan juga, tanpa mengejar, malah hantu putih itu telah dapat menarik Eng Song kembali ketempatnya, dengan hanya meminjam tenaga yang dilancarkan dari telapak tangannya, tentu saja merupakan suatu hal yang sangat mengagumkan bukan main.

Diam-diam Eng Song jadi menggidik membayangkan kehebatan yang demikian oleh hantu putih maupun hitam.

Dan memang akhirnya Eng Song menyadari pula bahwa tidak mau memang dia harus jatuh ditangan kedua hantu itu.

Kenyataan seperti ini telah membuat Eng Song hampir saja menangis saking ketakutan.

Biar bagaimana dia tidak mau kalau dirinya sampai diambil oleh setan itu, karena dengan diambilnya dia oleh setan itu, berarti dia harus mati dulu, baru nanti menjadi hantu penasaran, menjadi pengikut dari kedua hantu putih dan hitam itu.

Sungguh menakutkan sekali dan mengerikan bukan main jika Eng Song membayangkan hal itu sampai sebegitu jauh.

Dia menghela napas panjang dan memandang mendelong kearah kedua hantu putih dan hitam yang masih juga tengah melakukan suatu pertempuran yang tidak kunjung berhenti.

Saat itu hujan masih juga turun dengan deras bukan main.

Suara petir dan juga guruh telah terdengar berulang kali.

Diantara kesemua itu, suasana didalam ruangan kuil jadi sering kelap-kelap oleh sinar petir itu.

Dan juga didalam ruangan kuil ini pula menimbulkan suasana yang mengerikan sekali.

Eng Song jadi duduk mematung memandangi kedua hantu yang tengah saling tempur itu.

Biar bagaimana dia merasakan bahwa dirinya tentu tidak mungkin dapat terlepas dari kedua tangan yang tengah bertempur itu.

137 Kolektor E-Book Jika memang dirinya tidak jatuh ditangan hantu berbaju putih itu, setidak-tidaknya dia tentu akan jatuh ditangan hantu berbaju hitam.

Kedua-duanya memang sama saja, karena kedua-duanya memang sama-sama hantu.

Inilah yang telah menakutkan sekali bagi Eng Song.

Dia memutar otak mencari akal untuk dapat meloloskan diri dari kedua hantu yang menakutkan itu.

Bisa dibayangkan, betapa manusia akan ketakutan jika memang sesungguhnya dia yakin dia sedang berhadapan dengan hantu.

Terlebih-lebih lagi memang disaat itu Eng Song juga menyadarinya bahwa kedua hantu itu seperti juga tengah memperebutkan dirinya.

Maka dari itu, dia telah bersiap-siap jika memang ada kesempatan tentu dia akan melarikan diri.

Namun biar bagaimana memang kenyataannya kalau hantu itu maha tahu.

Dan apa yang akan dilakukan oleh Eng Song tentu sebelumnya telah diketahui oleh hantu itu.

Dan kemana saja Eng Song melarikan diri, tentu hantu-hantu itu akan dapat mengejarnya.

Inilah yang sangat ditakuti oleh Eng Song, mau tidak mau dia memang harus dapat berusaha agar dirinya dapat lolos dari kedua hantu itu.

Namun disebabkan hantu-hantu itu memiliki ilmu yang hebat juga, telah membuat Eng Soag, jadi buntu akal.

Tadi saja usahanya untuk melarikan diri telah gagal sama sekali.

Karena dia telah kena di sedot dan telah dibanting begitu rupa.

Coba kalau memang hantu itu bermaksud mencekiknya dan mencelakainya, tentu dia akan bercelaka sama sekali atau binasa menjadi hantu penasaran yang tidak menentu juntrunganaya.

Setidak-tidaknya dia akan menjadi hantu penasaran sama seperti hantu putih dengan hantu hitam itu.

Di saat itu, terdengar suara erangan dari hantu yang berpakaian serba hitam itu.

Tampaknya dia tengah murka bukan main.

Karena dia telah melancarkan serangan yang bertubi-tubi dan juga setiap serangan yang dipergunakannya itu bukan main dahsyatnya.

Tenaga serangannya itu telah menderu-deru dengan keras dan cepat sekali.

Eng Song menggidik melihat tampang dari hantu berpakaian serba hitam itu.

Sedangkan hantu yang berbaju putih telah mendengus tertawa dingin.

Dia juga telah mengeluarkan teriakan yang sangat nyaring.

Menyusul mana dia juga telah mengempos semangatnya.

Dia melancarkan serangan yang tidak kalah cepatnya.

Malah setiap serangannya itu selalu pula mengandung tenaga yang mematikan.

Dindiug kuil yang terkena serangannya itu akan bobol.

Maka bisa dibayangkan betapa hebatnya tenaga serangan yang dipergunakan oleh hantu berbaju putih itu dalam dia melakukan serangannya itu.

138 Kolektor E-Book Di saat itu pula, si hantu yang berpakaian serba hitam itu sama sekali tidak mau mengalah.

Dengan kecepatan yang bukan main dia telah mengeluarkan suara bentakan dan telah mengempos seluruh tenaga yang ada padanya, dia telah melancarkan serangan yang bertubi-tubi.

Gerakan yang dilakukan oleh hantu berbaju hitam ini memang luar biasa sekali, dia seperti juga telah menjadi nekad dan kalap.

Hantu berbaju putih itu biar bagaimana memang telah menjaga segala sesuatunya dengan penuh kewaspadaan dan ketenangan juga dimilikinya.

Melihat kekalapan yang dimiliki hantu berbaju hitam itu, dia telah mendengus dengan suara yang tawar.

Tahu-tahu dia telah melancarkan serangan yang bukan main hebatnya.

Dan dengan beruntun kedua tangannya itu telah mendorong kemuka.

Gerakan yang dilakukannya ini bukan main hebatnya dan mengandung juga tenaga yang mematikan.

Biar bagaimana memang ketakutannya tenaga serangan yang dahsyat itu membuat tubuh hantu hitam jadi terpental keras sekali.

Tentu saja hantu hitam itu jadi terkejut bukan main, dia sampai mengeluarkan suara seruan tertahan.

Hampir saja tubuh dari hantu berbaju hitam itu terbanting diatas lantai.

Namun disebabkan dia memang memiliki kepandaian meringankan tubuh yang kuat bukan main, dengan sendirinya dia bisa menguasai tubuhnya.

Dia turun meluncur kelantai dengan kedua kakinya terlebih dahulu.

Dalam keadaan selamat tanpa kekurangan suatu apapun juga.

Kenyataan ini rnembuat si hantu berpakaian serba putih itu jadi penasaran sekali.

Tanpa membuang-buang kesempatan, dengan mengeluarkan suara seruan yang keras, dia telah melompat, tahu-tahu kedua tangannya telah diulurkan kembali, dia telah melancarkan serangan lagi dengan gerakan yang luar biasa kuatnya pada si hantu hitam.

Hantu berpakaian serba hitam itu waktu melihat dirinya didesak demikian rupa, jadi mendongkol bukan main, dia telah mengeluarkan suara bentakan marah dan telah menangkis serangan itu dengan kekerasan.

Gerakan yang dilakukannya itu bukan main cepat dan kuatnya.

Maka dari itu dua kekuatan tenaga saling bentur ditengah udara.

Kenyataan seperti ini membuat dua tenaga dahsyat itu saling bentrok bagaikan dua buah batu yang sangat besar saling bentur.

Suara menggelegarnya terdengar begitu keras dan memekakan anak telinga.

Kenyataan ini kembali menyebabkan Eng Song jadi terperanjat bukan main.

Karena si bocah merasakan telinganya seperti juga telah menjadi tuli disaat itu, karena gendang telinganya telah tergetar keras ketika mendengar suara getaran yang terjadi didalam ruangan kuil ini.

Baru saja Eng Song mau melompat undur untuk menjauhkan diri dari kedua hantu yang tengah saling tempur itu, si hantu yang memakai baju putih telah mengeluarkan suara bentakan 139 Kolektor E-Book keras : Jangan coba-coba untuk melarikan diri lagi, karena aku bisa saja mengirim kau ke neraka!!" Menyeramkan bukan main suara bentakannya itu, membuat tubuh Eng Song jadi menggigil.

Terlebih lagi memang yang membentak dengan suara yang bengis begitu bukannya seorang manusia, melainkan seorang hantu gentayangan.

Dengan sendirinya Eng Song mau tidak mau memang menjadi patuh.

Dia tidak berani terlalu bergerak dari tempatnya berada, untuk menghindarkan kecurigaan pada dirinya si hantu penasaran itu.

Di saat itulah dengan cepat sekali telah terjadi urusan yang sangat mengerikan sekali.

Karena hantu hitam yang telah menjadi nekad itu, dengan mengeluarkan suara teriakan yang sangat keras sekali, telah menerjang maju.

Kali ini disebabkan kenekadannya telah membuat dia menjadi kalap.

Sepasang tangannya yang melancarkan serangan yang bukan main kuatnya itu ternyata mengandung kekuatan tenaga dalam yang dahsyat sekali.

Hantu berpakaian putih itu yang melihat keadaan demikian jadi mengeluarkan seruan kaget.

Dia merasakan betapa kuatnya tenaga serangan yang dilancurkan oleh lawannya itu, maka dari itu, dengan sendirinya angin serangannya yang telah berkesiuran itu telah menghantam pula mukanya.

Mau tidak mau memang hantu berpakaian serba putih itu harus dapat mengelakkan diri dan mengengoskan diri dari serangan lawannya.

Karena kalau memang dia menghadapinya dengan mempergunakan kekerasan niscaya akan menyebabkan mereka bercelaka sama-sama.

Itulah sebabnya, hantu berpakaian serba putih itu telah melompat mundur kebelakang, dia telah melompat dengan gerakan yang cepat bukan main.

Gerakan tubuhnya bagaikan terbang belaka, dia telah melompat kebelakeng dengan mengeluarkan suara seruan.

Dan di saat tubuhnya telah melayang ditengah udara, dia baru membarengi dengan serangan tangan kanannya.

"Jaga serangan....!" serunya dengan suara yang bengis bukan main.

Si hantu hitam jadi terperanjat.

Waktu dia melancarkan serangannya, lawannya itu telah menghilang begitu tiba-tiba dari pandangan matanya.

Post a Comment