Halo!

Pendekar Bunga Chapter 31

Memuat...

Sedikitpun dia tidak bergerak dari tempatnya berpijak, malah mengawasi saja datangnya serangan dari pengemis tua Ang Sam Kay.

Sikap gadis ini tentu saja telak membuat Ang Sam Kay jadi mendongkol sekali.

Maka dari itu tenaga serangannya itu tidak di kuranginya.

Dia telah melancarkan serangan dengan pukulan yang bukan main hebatnya.

Cu Sing Hong telah berseru : "Sebuah pukulan yang kuat dan indah!" Dan ketika pukulan yang dilancarkan oleh Ang Sam Kay hampir tiba, dengan gerakan yang gesit bukan main, tampak gadis cantik ini telah menjejakkan kakinya.

Tubuhnya dengan cepat telah mencelat kesamping, dan mempergunakan kesempatan itu, tampak kaki kanan dan gadis she Cu tersebut bergerak.

Dan gerakannya itu memiliki kecepatan yang sangat hebat, sukar diikuti oleh pandangan mata.

Dengan sendirnya, ketika tendangan itu tiba, dan telak sekali menghantam pergelangan tangan dari Ang Sam Kay, menyebabkan Ang Sam Kay merasakan pergelangan tangannya sakit luar biasa.

Hal ini mengejutkan sekali hati Ang Sam Kay, baru dia ingin menarik pulang tenaga serangannya, untuk melancarkan serangan lagi, disaat itulah telah terlihat gadis cantik she Cu itu telah melancarkan pukulan dengan telapak tangannya.

Cu Sing Hong melancarkan serangannya itu dengan jarak jauh.

Kalaupun telapak tangannya tidak bisa mencapai sasaran, tetapi yang dipentingkan olehnya adalah angin serangannya yang kuat sekali.

Tubuh Ang Sam Kay jadi mengigil.

Inilah yang sangat mengejutkan Ang Sam Kay! Tadinya pengemis tua ini menyangka bahwa serangan telapak tangan dari si gadis she Cu itu akan menimbulkan angin serangan yang kuat sekali.

Namun siapa sangka, justeru dari telapak tangan si gadis she Cu itu mengeluarkan angin serangan yang mengandung hawa dingin luar biasaan.

Maka dari itu serangan yang aneh seperti ini membingungkan hati Ang Sam Kay.

Belum lagi mengetahui apa yang harus dilakukannya, disaat terasa hawa dingin yang menerjang dirinya dengan demikian hebat.

111 Kolektor E-Book Ang Sam Kay merasakan tububnya bagaikan direndam didalam kolam es.

Dan belum lagi dia bisa menyadari apa yang tengah terjadi, giginya telah bercatrukan dengan tubuh yang menggigil keras sekali.

Hawa dingin yang menerjang kearah dirinya bagaikan menerobos masuk ke dalam tulang sumsumnya.

Itulah yang mengejutkan Ang Sam Kay, sehingga pengemis tua ini telah mencelat mundur kebelakang, dia telah melompat mundur begitu untuk menjatuhkan diri bersemedhi, mengatur jalan pernapasannya, mengerahkan tenaga murninya untuk menghangatkan tubuhnya.

Sambil bersemedhi begitu, giginya tidak berhentinya bercatrukan, dia seperti orang yang kedinginan.

Sedangkan si gadis sudah tidak melancarkan serangannya lagi, dia telah berdiri tegak sambil tertawa manis mengawasi apa yang dilakukan oleh Ang Sam Kay........

? ? ooo O ooo ? ? ????????? 9 ????????? ENG SONG yang melihat apa yang dialami oleh si pengemis Ang Sam Kay, jadi memandang bengong, karena dia terkejut sekali.

Biar bagaimana Eng Song tadi telah menyaksikan betapa Wie Ceng Siansu telah dibuat menggigil keras pula seperti yang dialami oleh Ang Sam Kay sekarang ini.

Tentu saja hal itu telah memperlihatkan bahwa kepandaian yang dimiliki gadis she Cu tersebut memang tangguh sekali.

Dengan sendirinya, mau tidak mau hal ini telah membuat dia jadi terbengong-bengong keheranan.

Setahunya kepandaian yang dimiliki oleh Ang Sam Kay sangat tangguh sekali.

Namun sekarang, hanya sekali gebrak saja Ang Sam Kay telah dapat di buat menggigil begitu rupa, tentu saja hal ini merupakan kejadian yang mengejutkan sekali.

Setelah berselang semakin lama, akhirnya Ang Sam Kay mulai dapat menghangati tubuhnya dengan mempergunakan hawa murni ditubuhnya.

Wie Ceng Siansu yang menyaksikan perihal ini, jadi kaget bukan main.

Hatinya tercekat.

Dia jadi membayangkan kalau sampai terjadi suatu pertempuran dan gadis yang sakti ini dapat melancarkan serangan yang sesungguhnya, tentu celakalah dia! Setelah hawa dingin lenyap menyerang dirinya, Ang Sam Kay berdiri dari duduknya, dia telah merangkapkan sepasang tangannya memberi hormat kepada si gadis she Cu itu.

"Aku Ang Sam Kay sungguh-sungguh kagum atas kepandaian dan ilmu yang dimiliki nona......! Kalau memang mati, sekarang aku dapat mati puas dan dengan mata meram, karena telah dapat menyaksikan ilmu yang demikian mujijat! Nah, selamat berpisah nona, mudah mudahan nanti kita memiliki kesempatan untuk saling jumpa pula....!" dan setelah berkata begitu, tanpa menoleh lagi kepada Wie Ceng Siansu, si pengemis tua ini telah menggapai Eng Song, lalu mengajak si bocah untuk berlalu dari tempat tersebut......

Eng Song telah mengintil saja dibelakang pengemis tua tersebut.

Dan akhirnya, mereka telah meninggalkan kuil tersebut cukup jauh.

112 Kolektor E-Book Ang Sam Kay baru menghentikan langkah kakinya, dia menghela napas.

"Benar-benar sangat mengagumkan!! kata Ang Sam Kay pada Eng Song, "Gadis itu memiliki ilmu yang luar biasa! Seumur hidupku, aku belum pernah mendengar atau melihat ilmu semacam itu, yang hebat luar biasa....!!" "Siapa sebenarnya dia, paman pengemis?" tanya Eng Song dengan perasaan ingin tahu.

"Justeru itu aku juga tidak mengetahui siapa dia!" menyahuti Ang Sam Kay.

"Karena diapun memang merupakan seorang gadis yang baru muncul didalam rimba persilatan....! Hemmm, entah siapa gurunya! Tetapi setidak-tidaknya guru gadis itu memang seorang yang memiliki kepandaian yang bukan main tingginya! Benar-benar mengagumkan sekali!!" Eng Song menghela napas.

Pikiran si bocah jadi berputar di saat itu, karena segera juga dia berpikir, jika memang dirinya seandainya memiliki kepandaian yang tinggi seperti gadis itu, tentunya dia akan dapat melaksanakan apa yang diinginkannya.

Tetapi disaat itulah, dengan cepat sekali terlihat dari jurusan depan tengah berlari dua ekor kuda dengan cepat sekali.

Dua orang pemuda sebagai penunggang kuda tersebut, mereka melarikan kuda tunggangan mereka dengan cepat sekali.

Waktu sampai didekat Ang Sam Kay dan Eng Song, kedua penunggang kuda itu telah berhenti melaratkan kuda mereka.

Keduanya telah melompat turun dari punggung kuda dengan gerakan yang lincah dan gesit sekali.

Mereka adalah dua orang pemuda yang berwajah cakap sekali.

Salah seorang diantara mereka telah merangkapkan sepasang tangannya memberi hormat.

"Kami numpang bertanya paman pengemis! kata si pemuda yang seorang ini dengan suara yang ramah.

"Apakah paman pengemis melihat seseorang yang berpakaian serba putih? Dia seorang gadis yang masih muda sekali....!!" Mendengar perkataan pemuda ini Eng Song dan pengemis tua Ang Sam Kay jadi terheran heran.

Karena segera juga mereka mengetahuinya bahwa yang dimaksud oleh kedua pemuda ini tentunya si gadis berbaju putih Cu Sing Hong.

"Benar! Kami belum lama yang lalu saling jumpa!" kata Ang Sam Kay sambil menganggukkan kepalanya.

"Apakah kalian berdua mempunyai urusan dengan gadis itu?" Wajah kedua pemuda itu tampak berseri kegirangan.

Mereka telah mengangguk.

"Ya....

kami mempunyai urusan dengannya! Adik kami yang nomor tiga telah dibinasakan olehnya! Maka dari itu, kami ingin mengejarnya untuk melakukan pembalasan dendam padanya.....!" Mendengar ini, Ang Sam Kay jadi terkejut bukan main.

Cepat-cepat dia telah mengulap ulapkan tangannya.

"Jangan! Jangan! Lebih baik kalian jangan mencari urusan dengan gadis itu! Dia terlalu tangguh dan memiliki kepandaian yang bukan main tingginya! Lebih baik kalian jangan bentrok dengannya!" Wajah kedua pemuda itu telah berobah seketika itu juga, tampaknya mereka tidak puas dan tidak senang.

113 Kolektor E-Book "Hemmmm, paman pengemis mungkin telah menyaksikan kepandaian gadis itui?" tanyanya.

Ang Sam Kay telah mengangguk cepat sekali.

"Ya, malah aku telah bertempur dengannya!" kata Ang Sam Kay.

Aku telah melihatnya bahwa kepandaian yang dimiliki oleh gadis itu terlalu tangguh!!" "Sekarang dia berada dimana, paman pengemis?" tanya kedua pemuda hampir berbarengan, dan bagaikan mereka ini sangat bernafsu sekali, tidak sabar.

"Dia mungkin masih berada di kuil yang tidak jauh dari tempat ini!!" menjelaskan Ang Sam Kay.

"Terima kasih! Terima kasih!!" kata kedua pemuda itu hampir berbareng.

Dengan cepat mereka telah mencelat keatas punggung kuda mereka dan telah berlari-lari dengan kecepaten yang bukan main.

Ang Sam Kay yang melihat sikap kedua pemuda yang tampan itu, telah mengela napas.

"Mereka hanya mencari pencari!" menggumam Ang Sam Kay dengan suara yang perlahan.

Eng Song jadi berkuatir sekali.

"Apakah kedua pemuda itu tidak akan dicelakai oleh gadis yang memiliki kepandaian yang tangguh itu?" tanya Eng Song kemudian.

Si pengemis tua Ang Sam Kay telah menghela napas lagi, dia telah menggelengkan kepalanya.

"Entahlah! Aku mana tahu! Kalau saja gadis itu memang tidak bertangan telengas, tentunya kedua pemuda itu masih memiliki kesempatan untuk hidup......!" Mendengar perkataan Ang Sam Kay, Eng Song juga jadi menghela napas.

Karena dia tidak mengelahuinya entah bagaimana nantinya nasib dari kedua pemuda itu.

Ang Sam Kay telah mengajak Eng Song untuk melanjutkan perjalanan mereka.

Di dalam waktu yang singkat, mereke telah meninggalkan perkampungan tersebut sejauh belasan lie.

Dan Eng Song telah merasa letih sekali.

Mereka mengasoh ditepi jalan.

Namun ketika mereka tengah berangin untuk melenyapkan perasaan letih mereka, tiba-tiba dari arah jurusan perkampungan yang baru saja mereka tinggalkan itu, telah berlari-lari dua ekor kuda.

Dan Ang Kay yang bermata jeli, dapat mengenali bahwa kedua kuda tunggangan itu adalah milik kedua pemuda tampan yang pernah bertemu dengan mereka.

Maka dari itu, cepat-cepat Ang Sam Kay telah melompat berdiri.

Begitu pula Eng Song.

Mereka ingin mendengar bagaimana hasil pertemuan antara kedua pemuda ini dengan si gadis yang berpakaian serba putih dan bernama Cu Sing Hong itu.

Namun Ang Sam Kay jadi terheran-heran.

Karena dia melihatnya betapa kedua kuda itu tanpa penunggangnya, berlari dengan cepat sekali.

Dan begitu juga Eng Song, dia sampai mengeluarkan seruan tertahan saking heran melihat betapa kuda itu tanpa penumpang.

114 Kolektor E-Book Namun karena Ang Sam Kay memang memiliki penglihatan yang tajam, dia melihat pada kedua ekor kuda tunggangan itu terdapat sesuatu yang ganjil.

Post a Comment